NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Hangat di Dalam Selimut dan Tuduhan yang Patah

​"Masuk, Sienna. Jangan banyak tingkah lagi."

​Declan setengah mendorong, setengah membimbing tubuh basah kuyup Sienna untuk masuk ke dalam kamar ganti eksklusif di dalam mansion WGM. Kamar itu bebas dari sorot kamera karena merupakan area privat peserta untuk membersihkan diri.

​Sienna tidak membantah. Tubuhnya gemetar hebat, giginya gemertak saling berbenturan karena hawa dingin kolam renang yang mengacaukan kondisi fisiknya. "D-Declan... baju... baju ganti gue di mana?" cicit Sienna dengan suara sengau yang sangat parah.

​Declan mengembuskan napas pendek, lalu berjalan ke arah lemari besar di sudut ruangan. Dia mengambil satu set pakaian rajut tebal berwarna cokelat susu, lalu melemparkannya ke atas kasur tepat di sebelah Sienna. "Pakai ini. Gue tunggu di depan pintu. Kalau dalam sepuluh menit lo belum keluar, gue dobrak pintunya."

​"I-iya, ketus banget sih lo jadi cowok!" omel Sienna, berusaha mempertahankan sisa-sisa jiwa cegilnya meski suaranya terdengar sangat lemas.

​Declan melangkah keluar dan menutup pintu dengan rapat. Pria itu berdiri bersandar di dinding koridor, kemeja hitamnya yang basah menempel ketat di tubuhnya, memperlihatkan dadanya yang naik turun dengan tidak teratur. Pikirannya masih dipenuhi oleh kepanikan saat melihat Sienna tenggelam tadi, dan juga... tatapan mata Edrick yang seolah ingin merebut cewek itu darinya.

​Sepuluh menit kemudian, pintu terbuka. Sienna keluar dengan pakaian rajut yang tampak agak kebesaran di tubuh mungilnya. Rambut panjangnya dibungkus dengan handuk kering.

​"Hancung! Uh... hancung!" Sienna langsung bersin berturut-turut begitu terkena embusan angin dari pendingin ruangan koridor.

​Declan langsung bergerak cepat. Tanpa aba-aba, dia menyambar pergelangan tangan Sienna, menarik cewek itu kembali ke dalam kamar, lalu mendudukkannya secara paksa di tepi tempat tidur. Declan mengambil selimut tebal dan membungkus tubuh Sienna sampai menyerupai kepompong.

​"Lo bisa diam gak sih? Badan udah kayak tripleks begini sok-sokan mau berantem sama Maura di pinggir kolam," omel Declan pedas, namun tangannya bergerak sangat lembut saat menggosok rambut Sienna menggunakan handuk kering.

​"Gue nggak nyari ribut ya, Kanebo kaku!" bela Sienna, mendongak menatap Declan dengan mata kucingnya yang masih sedikit berair. "Si Maura itu yang duluan nyamperin gue! Dia nuduh gue macem-macem, terus pas dia liat lo sama Edrick dateng, dia langsung dorong gue dan ikut ngejatuhin dirinya sendiri ke kolam! Dia mau bikin skenario seolah-olah gue yang jahat!"

​Declan menghentikan gerakan tangannya di kepala Sienna. Tatapan matanya menggelap. "Gue tahu."

​Sienna berkedip polos. "Hah? Lo... lo tahu? Lo percaya sama gue?"

​"Gue gak bodoh, Sienna Rose," ketus Declan, beralih mengambil minyak kayu putih di meja kecil dan menuangkannya ke telapak tangan sendiri sebelum mengusapkannya ke leher dan tengkuk Sienna dengan telaten. "Gue udah kenal lo dari zaman SMA. Lo itu kalau kesel langsung melabrak atau ngajak baku hantam secara jantan, gak bakal pake trik murahan kayak narik orang ke kolam renang di depan kamera."

​Sienna tertegun. Jantungnya mendadak berdegup kencang, memberikan rasa hangat yang aneh di dalam dadanya. Pria di depannya ini... ternyata sangat memahaminya di luar semua sikap kaku dan ucapan pedasnya.

​"Lagian..." Declan menjeda kalimatnya, wajahnya mendekat ke wajah Sienna hingga cewek itu bisa merasakan embusan napas hangat Declan. "Gue liat sendiri dari kejauhan gimana posisi tangan Maura pas dorong bahu lo. Tangan dia yang gerak duluan."

​Sienna menggigit bibir bawahnya, wajahnya memerah karena jarak mereka yang terlalu dekat. "Terus... lo gak bakal belain dia kan di depan kru? Dia kan aktris papan atas, sedangkan gue cuma..."

​"Cuma apa? Cuma istri kontrak gue yang cerewet?" potong Declan cepat, sudut bibirnya terangkat tipis membentuk senyuman miring yang sangat seksi. "Gak usah mikir yang aneh-aneh. Lo itu tanggung jawab gue selama di acara ini. Gak ada yang boleh nyentuh lo, termasuk Maura atau bajingan Edrick itu."

​Tok, tok, tok!

​Suara ketukan keras di pintu kamar ganti memecah keintiman di antara mereka. Suara manajer Sienna, Kak Rita, terdengar dari luar dengan nada panik. "Sienna! Declan! Kalian di dalam? Ini tim produksi sama Edrick mau bicara di ruang tengah! Maura nangis-nangis bilang dia dituduh dan didorong sama Sienna!"

​Sienna langsung menegang, namun Declan dengan tenang menggenggam jemari Sienna di balik selimut. "Ayo keluar. Kita selesaikan drama murahan mereka sekarang."

​Di ruang tengah mansion, suasana kembali tegang. Maura duduk di sofa sambil terisak dramatis, tubuhnya dibungkus handuk besar dengan Edrick yang duduk di sebelahnya sambil memasang wajah dingin yang penuh wibawa. Beberapa perwakilan sutradara dan produser WGM berdiri di sekitar mereka dengan rahang yang tegang.

​Begitu Declan dan Sienna melangkah masuk, Maura langsung menunjuk Sienna dengan jari yang gemetar. "Sutradara! Lihat tuh! Sienna sama sekali gak ngerasa bersalah! Dia sengaja dorong aku ke kolam karena dia sirik aku jadi pasangan baru di sini! Dia takut ratingnya turun!"

​Sienna yang mendengar tuduhan palsu itu langsung naik pitam, bersiap untuk maju dan menyemburkan makian cegilnya. "Heh, lambeh turah! Siapa yang—"

​Namun, Declan langsung menahan bahu Sienna, melangkah satu kali ke depan untuk memosisikan dirinya sebagai tameng utama di depan Sienna.

​"Maura Gilbert," panggil Declan, suaranya terdengar sangat rendah, tenang, namun memiliki tekanan intimidasi yang luar biasa besar hingga membuat tangisan Maura mendadak terhenti sesaat. "Gue sarankan lo simpan bakat akting air mata lo itu buat syuting film lo selanjutnya. Karena di sini, akting lo kelihatan sangat amatir."

​Edrick berdiri dari sofa, menatap Declan dengan pandangan menantang. "Bryer, jaga ucapan lo. Pacar gue jadi korban di sini. Ada banyak kru yang liat mereka berdua nyebur bareng."

​"Kru liat mereka nyebur bareng, tapi gak ada yang liat siapa yang dorong siapa dari deket, kan?" timpal Declan tenang, lalu melirik ke arah salah satu kru kamera tersembunyi yang berdiri di pojok ruangan. "Tapi untungnya, WGM ini acara realitas yang penuh dengan kamera tersembunyi di setiap sudut luar ruangan. Termasuk kamera kecil yang dipasang di sela-sela pot bunga di dekat koridor kolam renang."

​Mendengar kata 'kamera di pot bunga', wajah Maura langsung berubah pucat pasi dalam sekejap.

​Declan menoleh ke arah sutradara utama. "Sutradara, silakan cek memori kamera tersembunyi nomor empat belas di area koridor belakang. Biar seluruh penonton live stream tahu siapa yang sebenarnya punya gangguan mental sampai harus mencelakai orang lain demi sebuah skenario korban."

​Sutradara langsung memberikan kode pada tim editor untuk memeriksa rekaman tersebut melalui tablet. Hanya butuh waktu satu menit sebelum wajah sutradara berubah menjadi sangat dingin saat melihat hasil rekaman yang memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana tangan Maura bergerak kasar mendorong bahu Sienna dan menarik gaun cewek itu untuk ikut jatuh.

​"Maura... rekaman ini sangat jelas," ucap sutradara dengan nada kecewa yang berat. "Kamu yang memulai insiden ini."

​Suasana ruangan langsung senyap seketika. Maura membeku di tempatnya duduk, kehilangan seluruh kata-kata dan pembelaannya. Sementara Edrick hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat di dalam saku celana, merasa sangat terhina karena rencana manipulasi pasangannya digagalkan total oleh ketelitian Declan.

​Sienna mendengus puas di belakang punggung Declan, menjulurkan lidahnya ke arah Maura dengan tampang mengejek yang sangat menyebalkan. "Makanya, kalau mau main drama, belajar dulu sama ahlinya, Kak Maura!" batin Sienna bersorak gembira.

​Declan kembali menggandeng tangan Sienna, menatap Edrick untuk terakhir kalinya sebelum berbalik pergi. "Tantangan memasak tadi malam kita yang menang, jadi tugas bersih-bersih mansion selama seminggu ke depan... jatuh ke tangan pasangan baru kita. Selamat bekerja, Jasper."

​Dengan langkah santai dan penuh kemenangan, Declan menarik Sienna untuk kembali ke kamar mereka, meninggalkan ruang tengah yang dipenuhi oleh atmosfer kehancuran harga diri Maura dan kemarahan Edrick yang tertahan. Perang dingin ini dimenangkan mutlak oleh pasangan senior WGM.

1
Aidil Kenzie Zie
si jalang cari mati 😡😡😡
Ariska Kamisa: sabar ya kak🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran sama masa lalunya mereka 🤔🤔
Ariska Kamisa: Hehe, sabar ya kak 🤭. Masa lalu mereka penuh cerita yang belum terungkap. Nanti sedikit demi sedikit bakal terjawab kok, jadi stay read terus yaa ❤️✨
total 1 replies
umie chaby_ba
eitts ... kisseu??🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
satu-satunya ga tuh sienna ciyee
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kenapa harus bungkam sih? udah sih dec langsung ngaku aja
Ariska Kamisa: mungkin ada ketakutan lain
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
edrick yang mantannya sienna?
Ariska Kamisa: betul sekali🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah mantan atau cinta yang tidak tersampaikan nih Thor
Ariska Kamisa: seperti cinta yang terpaksa dia pendam
total 1 replies
umie chaby_ba
sienna mulai jatuh cinta 🤭
Ariska Kamisa: udh bergetar hatinya kak🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
aslinya bukan sekedar akting kali ah
Ariska Kamisa: lebih dari hati banget gitu yaa aktingnya🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Declan ini beneran apa akting🤣
umie chaby_ba
ini benci jadi cinta mesti..
Ariska Kamisa: betul kak...
total 1 replies
umie chaby_ba
mampir kesini deh🤭
Ariska Kamisa: terimakasih kak,
stay read yaa🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
duh.. penasaran kelanjutan nya nih.. si Edrick udh masuk /Whimper/
Ariska Kamisa: stay read ya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
kocaghh sih Sienna Sienna liat sikon ngapa 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar sienna 🤭
total 1 replies
Aldah Karisa
wow wow akhirnya ciuman juga mereka 🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aldah Karisa
cerita nya bagus nih...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjutkan thor
Ariska Kamisa: siap kak🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjut ah
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
yaelah Declan kenapa harus gitu sih
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!