NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi Dengan Elit

Kabar tentang keberhasilan Kaelen, Lira, dan Dimas keluar dari Hutan Dalam dengan selamat. Bahkan membawa pulang Inti Elemen Naga Tanah Purba yang legendaris menyebar ke seluruh penjuru Akademi Sihir Kerajaan bagaikan badai. Tidak ada satu pun siswa atau pengajar yang tidak mengenal nama Kaelen Voss saat ini. Pemuda yang dulunya dianggap sampah. Kini berubah menjadi sosok misterius yang mampu melakukan hal-hal mustahil.

Namun semakin tinggi pohon menjulang. Semakin kencang angin bertiup. Rasa kagum dan takut dari sebagian besar siswa berbanding terbalik dengan rasa marah dan dendam yang membara di dada para anggota Kelompok Mahkota Emas. Bagi mereka, kemenangan Kaelen adalah penghinaan terbesar terhadap status dan kekuasaan mereka. Di mata mereka, rakyat biasa seharusnya selamanya tetap menjadi rakyat biasa. Tidak boleh naik ke atas, apalagi menyalip dan membuat mereka tampak konyol.

Dan kemarahan itu memuncak paling hebat di hati sosok kedua terkuat di kelompok itu, sosok yang posisinya hanya di bawah Pangeran Reynald sendiri yaitu Baron Van Helsing.

Baron adalah pemuda berusia delapan belas tahun. Bertubuh tinggi tegap dengan otot yang padat dan terlatih. Wajahnya tampan namun selalu dipenuhi ekspresi dingin dan sombong dengan rambut pirang tergerai sebahu dan mata berwarna kuning keemasan yang menyala saat dia mengerahkan kekuatannya. Sebagai pengguna elemen Petir Tingkat Lanjutan, Baron dianggap sebagai salah satu jenius terbaik dalam sejarah akademi. Petir adalah elemen yang dikenal paling agresif, paling cepat, dan paling sulit ditangkis. Kekuatannya begitu dahsyat hingga siswa tingkat atas pun enggan berurusan dengannya.

Sejak kekalahan Geraldo di tangan Kaelen. Baron sudah berjanji dalam hati untuk membasmi pemuda desa itu. Dia menganggap kekalahan rekannya sebagai noda pada kehormatan seluruh kaum bangsawan. Dan saat mendengar laporan bahwa Kaelen telah keluar dari Hutan Dalam dengan membawa barang bukti yang jauh lebih hebat dari pada siapa pun. Cemburu dan amarahnya meluap hingga puncaknya.

Sore itu, langit di atas Akademi tampak mendung dan kelabu, seolah alam pun merasakan ketegangan yang akan meledak. Di Lapangan Latihan Utama, tempat di mana para siswa biasa berlatih mengendalikan kekuatan suasana menjadi sangat riuh dan padat.

Baron datang diikuti puluhan pengikut setianya berjalan dengan langkah berat dan angkuh. Di tengah lapangan, Kaelen baru saja selesai berlatih bersama Lira dan Dimas. Meski kelelahan setelah tiga hari di hutan, kekuatan barunya membuatnya terasa bertenaga, namun dia masih berusaha menyembunyikan kapasitas aslinya.

"Hei, anak desa!"

Suara keras dan menusuk itu menggema ke seluruh penjuru lapangan. Semua aktivitas latihan terhenti seketika. Semua mata tertuju pada sosok Baron yang kini berdiri sepuluh meter di hadapan Kaelen. Listrik statis berdesis-desis di sekeliling tubuhnya, menciptakan suara mendesis dan bau belerang yang menyengat.

Lira segera melangkah maju. Berdiri di samping Kaelen dengan wajah tegang. Dimas pun bersiap, mengeraskan kulitnya menjadi cangkang batu. Mereka tahu, kehadiran Baron tidak akan membawa hal baik.

"Apa maumu, Baron?" tanya Dimas dengan nada dingin. "Kami tidak mengganggumu. Minggirlah!"

Baron tertawa sinis. Suaranya bergema penuh ejekan. Dia sama sekali tidak melirik Dimas. Matanya yang berwarna kuning keemasan tertancap tajam tepat ke manik mata Kaelen.

"Kau bicara padaku, anak bangsawan rendahan? Mundurlah. Aku tidak punya urusan dengan sampah bawahan. Aku mencari tuannya... si 'jenius' baru yang sedang menjadi buah bibir di mana-mana."

Baron menunjuk lurus ke dada Kaelen. Kilatan petir kecil menyambar dari ujung jarinya ke tanah, membuat debu beterbangan.

"Kau, Kaelen Voss. Kau yang mengalahkan Geraldo. Kau yang berani-beraninya menjadi sorotan dan membuat kami para bangsawan tampak bodoh di mata orang banyak. Kau pikir dengan sedikit keberuntungan di hutan, kau sudah setara dengan kami? Kau pikir kau sudah hebat?"

Kaelen menghela napas pelan. Dia sudah menduga konfrontasi ini akan datang. Sejak dia memutuskan untuk bangkit. Dia tahu dia akan terus dihadang oleh orang-orang seperti ini. Dia menatap balik mata Baron dengan tenang tanpa rasa takut sedikit pun.

"Aku tidak pernah berpikir aku hebat, Baron. Aku hanya membuktikan bahwa kekuatan tidak diukur dari gelar atau kelahiran. Tapi dari usaha dan kemampuan diri sendiri," jawab Kaelen tenang.

Jawaban itu membuat wajah Baron memerah menahan marah. "Cih! Omong kosong! Kaum bangsawan lahir dengan darah murni dan kekuatan yang pantas memimpin. Kalian rakyat jelata hanya ada untuk dilindungi atau diperintah. Tapi kau... kau telah menjadi penyakit yang mengajarkan hal salah pada orang lain. Kau membuat mereka berpikir mereka bisa menyamai kami."

Baron melangkah maju selangkah. Tekanan aura petirnya semakin kuat hingga membuat rambut semua orang di sana berdiri tegak.

"Hari ini, aku akan memotong akar penyakit itu. Aku akan membuatmu sadar akan tempat aslimu, anak desa. Aku menantangmu bertarung! Di sini, sekarang juga! Aku akan membuatmu merangkak dan memohon ampun di bawah kakiku, sama seperti seharusnya!"

"Kau terlalu berlebihan, Baron!" seru Lira marah. "Ini hanya latihan biasa! Tidak ada aturan untuk bertarung sampai hancur!"

"Diam, gadis bodoh!" bentak Baron keras. "Jika dia benar-benar hebat seperti kata orang, dia tidak akan takut. Atau... apakah kau hanya pengecut yang bersembunyi di balik mulut orang lain?"

Semua mata tertuju pada Kaelen. Bisikan-bisikan mulai terdengar di antara para siswa yang berkerumun menonton.

"Tentu saja dia penakut. Baron itu pengguna Petir Tingkat Lanjutan! Jauh lebih kuat dari Geraldo. Geraldo saja sudah dikalahkan, Baron sepuluh kali lipat lebih kuat."

"Kaelen pasti menolak. Siapa yang mau melawan monster seperti Baron?"

"Kalau dia menolak, berarti dia mengakui dirinya kalah dan pengecut."

Kaelen merasakan beban pandangan itu. Namun lebih dari itu, dia merasakan energi Petir yang sangat murni dan kuat meluap dari tubuh Baron. Di dalam benaknya, suara Sistem bergetar penuh antusiasme.

[DETEKSI SUMBER ENERGI TINGGI: BARON. ELEMEN PETIR — TINGKAT LANJUTAN. KUALITAS ENERGI SANGAT TINGGI, JAUH MELEBIHI MAKHLUK DI HUTAN.]

[PERINGATAN: MUSUH SANGAT KUAT. KECEPATAN DAN DAYA HANCUR DI ATAS KEMAMPUAN SAAT INI. NAMUN... KESEMPATAN EMAS UNTUK MENYEMPURNAKAN PENGUASAAN ELEMEN PETIR.]

Kaelen mengepalkan tangannya. Dia tahu bahayanya. Baron jauh lebih kuat dari siapa pun yang pernah dia hadapi. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Tapi... apakah dia boleh mundur? Jika dia mundur sekarang, nama Voss akan kembali terinjak-injak. Dan yang lebih penting, dia butuh kekuatan itu. Dia butuh memahami hakikat Elemen Petir sepenuhnya untuk melengkapi dirinya.

Kaelen mengangkat kepalanya, sorot matanya berubah tajam dan bertekad.

"Aku terima tantanganmu, Baron."

Suara riuh rendah penonton meledak. Lira menatap Kaelen tak percaya. Sementara Dimas menggeleng berat. Di sisi lain, senyum kemenangan yang kejam mengembang di bibir Baron.

"Bagus! Itu yang aku inginkan. Jangan menangis saat kau tidak bisa berjalan lagi nanti," ucap Baron dingin.

Keduanya bergerak mundur. Menciptakan jarak sekitar dua puluh meter di tengah lapangan yang luas itu. Langit di atas semakin kelabu, seolah energi petir di tubuh Baron mempengaruhi cuaca di sekitarnya.

"Kalian semua dengar!" seru Baron kepada penonton. "Ini adalah pertarungan pembuktian. Tidak ada aturan, tidak ada belas kasihan. Sampai salah satu menyerah atau tidak mampu bertarung lagi. Siapa pun yang berani campur tangan, bersiaplah merasakan murka petirku!"

Suara desis semakin keras. Tubuh Baron kini diselimuti cahaya kuning menyilaukan. Kilatan listrik raksasa berputar di sekelilingnya, membelah udara dengan suara ledakan kecil. Aura kekuatan itu begitu menekan hingga banyak siswa yang terpaksa mundur menjauh karena tidak kuat menahannya.

"Persiapkan dirimu, anak desa! Kau yang membuat pilihan bodoh ini!" seru Baron. "Rasakan kekuatan yang tak akan pernah bisa kau impikan dalam hidupmu! TUMBUKAN PETIR GANDA!"

Baron melesat maju. Kecepatannya luar biasa! Dia tidak lagi berjalan atau berlari. Dia seolah berpindah tempat dalam sekejap mata. Meninggalkan jejak cahaya kuning di udara. Di kedua tangannya, dua tombak listrik tebal sebesar lengan manusia terbentuk, bergetar dengan daya hancur yang mengerikan.

Kaelen belum sempat berkedip, dan serangan itu sudah ada tepat di depan wajahnya.

DUARRR..

Kaelen sempat mengerahkan elemen Tanah. Mengeraskan kulitnya hingga tingkat maksimal, dan membentuk perisai Angin di depannya. Namun kekuatan serangan Baron berada di tingkat yang sama sekali berbeda.

Tombak petir itu menghantam perisai Angin Kaelen, menghancurkannya seketika seolah kertas ditembak meriam. Sisa tenaga serangan itu menghantam dada Kaelen. Melempar tubuhnya terbang mundur sejauh belasan meter. Bergulingan di tanah berdebu sebelum akhirnya berhenti menabrak tembok pembatas lapangan.

"Kaelen!" jerit Lira histeris.

Mulut Kaelen mengeluarkan darah segar. Rasa sakit yang menyengat dan membakar menjalar ke seluruh tubuhnya. Energi petir itu bukan hanya menghantam fisik, tapi juga merambat ke dalam urat-urat sarafnya membuat otot-ototnya kejang dan mati rasa.

"Sakit sekali," gumam Kaelen sambil berusaha bangkit. Tubuhnya terasa berat dan sulit digerakkan.

Di seberang sana, Baron tertawa puas. Dia tidak mengejar. Dia menikmati pemandangan penderitaan itu.

"Bagaimana rasanya? Menyakitkan, bukan? Petirku tidak hanya menghancurkan tubuh, tapi juga membakar saraf dan aliran energimu. Semakin kau bergerak, semakin sakit rasanya. Itulah perbedaan tingkat kita, anak bodoh!"

Baron mengangkat tangan kanannya ke atas. Kilatan petir raksasa turun dari langit buatan, masuk ke tubuhnya membuatnya semakin besar dan berkilauan.

"Bangkit! Jangan mati begitu saja. Kita baru mulai bersenang-senang. PENGHUKUMAN CAHAYA BIRU!"

Kali ini energi petir berubah warna dari kuning menjadi biru tua yang mengerikan. Itu adalah Petir yang jauh lebih panas. Jauh lebih cepat, dan jauh lebih mematikan. Baron melompat tinggi ke udara, lalu menukik tajam ke bawah ke arah Kaelen yang masih terjatuh dengan tangan yang berubah menjadi pedang raksasa berenergi biru.

1
whiteblack✴️
Tekat yang bagus kae
whiteblack✴️
Rasakan tuw setan bayang ...enak tidak balasan Kae
whiteblack✴️
nah gitu dong kae...tekat harus kuat lebih dari baja😌...
whiteblack✴️
lanjutkan kae..
whiteblack✴️
Keren sekali " Mana" kae..
whiteblack✴️
Kae kuharap.. niat kamu baik awal & saat ini untuk Membawa Nama keluarga Vogs bangkit kembali
whiteblack✴️
hey setan bedeba mimpi loe terlalu tinggi😒...Kae akan membalas loe setan bedeba penghianat!!!
whiteblack✴️
hey setan bedeba..loe takut...ayo maju...sampai mana "" kekuatan Mana" mu melawan Kae😌
whiteblack✴️
Ray setan...Rasakan...tuw Kae lebih Unggul 😌...bisa mematahkan kesombonganmu.😌
whiteblack✴️
Hhooorreeew...Selamat ya Kae...💃💃💃🪊🪊🪊
whiteblack✴️
di rayakan dong keberhasilan kae...
whiteblack✴️
wow Kae Keren😌...apa masih membutuhkan yg lain kae
whiteblack✴️
benar sekali kae...tapi ingat...tiap berjuangan pasti ada pengorbanan
whiteblack✴️
good job kae....
whiteblack✴️
perjalanan kae masih berlanjut...tapi tiap moment.. ada kejutan ...eufhoria dag dig dug
whiteblack✴️
wow...keren kae...
whiteblack✴️
suasananya tegang...,Khawatir apa kae berhasil?? aap bisa bikin guru + kawan"nya terkejut??

seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/
whiteblack✴️
wow..kae keren.. tingkat" mananya " tinggi stabil...
whiteblack✴️
itulah nama seorang legendaris di lupakan
whiteblack✴️
keren kae....lanjutkan ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!