Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UCAPKAN TALAK MAS
#Titik paling lemah dari seorang wanita adalah ketika dia memilih untuk tidak banyak bicara, meskipun di dalam hatinya menumpuk kekesalan, bukan karena dia banyak mau, tetapi... Karena dia tidak pernah di hargai.
Mencintai sendirian itu sakit, merindu sendirian itu melelahkan, selalu di salahkan itu menyesakkan, dan... Di datangi hanya saat di butuhkan itu mengecewakan.
5 tahun bukan waktu sebentar untuk bertahan, membentengi hati berakhir sia sia, nyatanya... Seingin berjalannya waktu... Cinta perlahan tumbuh walau akhirnya... mati. Setiap mata memandang yang terlihat adalah seorang dinda... setiap berbicara selalu tentang dinda... dan... setiap desahan kepuasan yang disebut selalu... dinda... dinda dan dinda...
jikapun tidak ada cinta, tetap hati bukanlah batu. sakit... kecewa... dan... harga diri terasa di terinjak terinjak... selalu di rasakan nadia selama 5 tahun.
Semalam hujan lebat dan angin, yamka batal menjemput nadia, sehingga pagi ini nadia memutuskan untuk pulang dengan taxi, anak anak masih betah di rumah neneknya.
Setelah membayar taxi, nadia segera masuk ke dalam rumah yang sudah terbuka, menandakan yamka sudah bangun. Dengan langkah pasti, nadia memasuki rumah dan langsung menuju dapur menyiapkan makanan.
Aroma harum dari masakan menusuk hidung di segala penjuru ruangan, sebelum meminta talak, nadia tetap ingin memasak untuk suaminya meskipun ini menajdi masakan yang terakhir.
Langkah kaki terdengar menapaki tangga rumah, nadia tau itu langkah seorang yamka, seperti biasa... tanpa sapa... tanpa suara.
Terdengar pintu kulkas di buka lalu di tutup, entah apa yang di ambil pria jangkung berstatus suami itu, nadia tidak peduli, dia hanya fokus menata masakan yang sudah matang dan membawa ke meja makan.
Sekali lagi... tanpa suara...
Di pojok ruang makan ada bunga mawar putih sintetis, katanya bunga kesukaan dinda, tidak boleh di pindah kecuali di cuci dan di bersihkan.
Di dinding terpajang foto besar dinda dan yamka yang terlihat begitu bahagia. satu dinding lagi ada foto dinda dan lala di sebuah taman.
Nadia tersenyum kecut, 5 tahun... 5 tahun tidak ada yang berubah tatanan dan pemandangan di rumah itu. Hiasan dinding, interior, bahkan posisi perabotan, semua adalah penataan dan kesukaan dinda. Yamka melarang siapapun menyentuhnya.
"mau lauk apa mas??" tanya nadia.
"terserah" jawab yamka singkat. dan nadia sudah hafal.
Nadia meletakkan piring yang sudah terisi nasi, sayur dan lauk di hadapan yamka, lalu ikut duduk di depan yamka menemani suaminya makan untuk terakhir kalinya.
Sebelum nadia meminta kalimat sakral itu, nadia akan memastikan satu hal... Kepastian yang akan menentukan langkah selanjutnya.
" hari ini liburkan mas... Setelah makan... Aku ingin bicara" nadia berkata dengan tatapan lurus kedepan.
Yamka mengerutkan kening sambil makan, tetapi tidak menatap nadia, sedikitpun. Nadia hanya tersenyum dan menganggukkan kepala miris.
Setelah selesai makan, nadia membersihkan sisa sisa makanan dan mencuci piring. Setelah bersih nadia menyusul suaminya ke ruang keluarga. Ruangan yang di penuhi foto dinda, yamka dan dinda, mulai mereka masih pacaran hingga dinda hamil anak kedua.
"mau bicara apa? " tanya yamka tanpa basa basi.
Nadia menghela nafas, menahan sesak di dadanya.
" ayo kita bercerai mas, ucapkan talak sekarang juga" kata nadia tanpa ragu.
Yamka meletakkan ponsel yang sedari tadi dia mainkan.
"kenapa?? Kamu sudah bisa mandiri?? , uang dari aku sudah terkumpul untuk hidup besama vega?? , atau kamu sudah tidak bosan menjadi ibu dari anak anakku?? "
( catat ya rek... Ibu bukan istri. Nanti kalau yamka lupa kita getok bareng bareng)
Nadia tersenyum miris... Jadi sebatas itu yamka memandangnya. Bahkan sebelum dinda meninggal, nadia tidak pernah meminta uang pada keluarga mendiang suaminya, tetapi yamka dan yang lain berinisiatif sendiri tanpa nadia minta.
Nadia enggan berdebat, dia tidak mencoba membela diri hanya untuk sekedar terlihat baik.
" ya mas, terimakasih telah memberikan semua kecukupan ini. Uangku sudah cukup untuk aku hidup bersama putriku hingga dia dewasa kelak. " jawab nadia tidak berbohong.
Rekening dari mendiang bisma, sangat cukup untuk biaya vega hingga lulus kuliah. Belum lagi setiap panen, mertuanya selalu berbagi padanya, semua pemberian mertua dan tabungan dari mendiang bisma tidak pernah dia otak atik. Sebelum menikah dengan yamka, nadia berjualan untuk kebutuhan sehari hari, di tambah lagi bantuan sembako dan uang jajan untuk vega. Jadi isi rekening benar benar utuh.
" bahkan kamu sudah tidak membutuhkan kehangatan dari ku nadia??. Kenapa?? Apa kamu sudah tidak puas denganku hingga kamu ingin bercerai dariku?? " ucapan yamkan sungguh membuat nadia terluka.
" iya mas... Umurku sudah tidak lagi muda, jadi aku sudah tidak membutuhkan kepuasan dari seorang pria" lagi lagi mati rasa membuat nadia tidak membela diri. Bahkan dia ingin yamka segera menjatuhkan talak padanya. Toh pernikahan ini hanya pernikahan siri....
Jawaban nadia membuat yamka semakin geram.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saling support sabi kali ya😉