NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

(Spin OFF dari series Novel sistem analisis nilai )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17--Konsultasi fashion Dari Sang Siska

Naufal mematung sejenak. 'Siska? Ngapain dia di sini?’ batinnya. Namun kemudian naufal teringat tentang jadwal shift minggu ini, siska memang dijadwalkan libur.

Siska tampak sedang serius membolak-balikkan sebuah dress musim panas berwarna pastel. Wajahnya terlihat berkerut, seolah sedang menimbang harga atau kecocokan baju tersebut. Tanpa seragam kerja yang biasa ia kenakan, Siska terlihat jauh lebih manis dan feminin.

Naufal tersenyum miring. Ya, ini kebetulan yang bagus. Siska itu cewek cantik harus diakui, dia punya selera fashion yang cukup tajam untuk kategori wanita muda dan dewasa.

  Naufal berjalan mendekat. Langkah kakinya yang tenang namun mantap membuat beberapa pengunjung wanita lain menoleh, efek dari peningkatan ketampanan membuat semua orang melihat Nuafal penuh binar. namun Siska masih terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.

"Kalau yang itu kayaknya kurang cocok buat kulit lo, Siska. Warnanya terlalu pucat," ucap Naufal tepat di samping telinga Siska.

"Kya!" Siska melompat kecil karena kaget. Ia menoleh dengan wajah siap menyemprot, namun kalimatnya tertahan di tenggorokan.

Ia melihat seorang pria dengan wajah yang sangat simetris, kulit bersih tanpa cela, dan tatapan mata yang begitu dalam. Siska butuh waktu tiga detik penuh untuk menyadari bahwa pria di depannya ini adalah rekan kerjanya. 

Naufal Mari’e lalu dia pun merona. Baru juga tidak ketemuan gak sampai satu hari, kenapa tiba-tiba orang ini makin tampan? Atau cuma perasaan dia?

"N-Naufal?! Lo... Lo kok bisa disini? Gimana sama toko?”

“Gue libur, woi … situ gak lihat jadwal kah?”

Siska mengerutkan kening, lalu berdeham. Ia pun baru ingat karena jadwal shift itu cukup banyak dia tidak terlalu sadar.

Naufal terkekeh, suara rendahnya membuat bulu kuduk Siska meremang. “Ya, mumpung kita ketemuan sekalian belanja bareng yuk.”

Belanja bareng? Ucapan yang ia keluarkan begitu mudah membuat pertahan Siska langsung runtuh. “D-dih najis!”

Meski berbicara demikian, namun Naufal cukup mengenal gadis ini lama untuk mengetahui bahwa dia cuma berdusta.

“Gue cuma lagi mau belanja buat Ibu sama Rara, Sis. Tapi gue buta soal selera cewek. Kebetulan ada lo, bantuin gue pilih dong. Nanti sebagai imbalannya, lo boleh pilih satu baju apa aja yang lo mau. Gue yang bayar."

Siska melongo. "Lo... lo beneran habis dapat borongan 50 unit langsung jadi sok ngebos ya? Tapi... oke deh, demi Ibu Sarah sama Rara ya, bukan karena gue mau baju gratis! Gue gak butuh uangmu itu, simpan saja sana" elak Siska sambil membuang muka, mencoba menyembunyikan detak jantungnya yang makin liar.

‘bukannya gak mau sih … cuma itu kan uang dia gak mungkin aku minta lah! Orang aku bukan siapa-siapanya, takut nanti aku dikira cewek murahan! Lagian dia kan masih banyak kebutuhan, gue gak merepotkan!’

batin Siska. Seperti yang bisa dilihat sikap malu malu kucingnya sudah mendarah daging.

Siska mulai beraksi. Dengan telaten, ia memilihkan beberapa blouse sutra yang elegan untuk Ibu Sarah dan beberapa outfit modis namun tetap sopan untuk Rara. 

"Nah, ini cocok buat Ibu lo, warnanya kalem. Terus buat Rara, yang ini lagi trend di kalangan anak sekolah," jelas Siska penuh semangat.

Naufal memperhatikan Siska dari samping. Ia menangkap ketulusan di mata gadis itu. Tanpa sadar, Naufal mengamati detail wajah Siska yang ternyata memang sangat menawan jika dilihat dari dekat.

Hidung Siska yang bangir tampak berkerut lucu saat ia sedang serius membandingkan dua helai kain di tangannya. Dari jarak sedekat ini, Naufal bisa melihat betapa halusnya tekstur kulit Siska yang tersiram cahaya lampu toko yang estetik. 

Bulu mata gadis itu lentik, bergetar setiap kali matanya mengerjap fokus. Rambut cream-nya yang bergelombang sesekali jatuh menutupi pipi, dan dengan gerakan anggun, Siska menyampirkannya ke belakang telinga—sebuah gerakan sederhana yang entah kenapa terlihat sepuluh kali lebih menawan di mata Naufal sekarang.

Bahkan aroma sampo dari rambut dan parfumnya membuat Naufal terpesona. Dia terbiasa dengan mulut gak bisa direm dari siska, namun kalau dia diam gini ternyata cukup lucu juga.

Siska yang menyadari dirinya sedang diperhatikan secara intens, melirik Naufal dari sudut matanya. 

"Kenapa lo lihat-lihat? Ada yang aneh di muka gue?" ketusnya, meski rona merah di pipinya tidak bisa berbohong.

"Nggak, cuma baru sadar kalau lo ternyata emang niat banget kalau bantu orang," jawab Naufal santai, membuat Siska semakin salah tingkah. “Gue jadi makin respect … sudah gue duga walau sok kaya gitu, kamu itu baik juga ya.”

Siska tertegun dengan ucapan barusan.

“Eh jangan—”

“Jangan kepedean ya bukan berarti gue mau nolongin lo cuma ini demi adik sama ibu mu—”

Brugh!

Tepat saat naufal mencoba mencuri Kalimat tiruan dari siska dia memukulnya, cukup keras sampai membuat pria itu mengaduh kesakitan. Pasalnya ucapan dia barusan benar semua.

Setelah selesai memilih hampir sepuluh stel pakaian berkualitas premium, mereka melangkah menuju kasir. Siska sempat menarik ujung jaket Naufal saat melihat angka digital di mesin kasir terus merangkak naik. 

"Fal... lo sadar nggak sih? Itu totalnya sudah mau menyentuh 30 juta. Lo beneran nggak lagi kesurupan, kan?" bisiknya panik. Bagi Siska sendiri untuk belanja paling gila seumur hidup.

Naufal tidak menjawab dengan kata-kata. Ia mengeluarkan kartu debit hitamnya dan memberikannya kepada petugas kasir dengan gerakan tenang.

[Ding!]

[Status Kepintaran Level 12: Mendeteksi kecemasan target (Siska) sebagai bentuk kepedulian tulus, bukan sekadar basa-basi.]

“Gak usah khawatir sis,” bisik Naufal.

*BIP! APPROVED!*

"Terima kasih, Pak. Ini pesanannya, silahkan," ucap petugas kasir dengan sangat hormat.

Siska hanya bisa mematung melihat tumpukan kantong belanjaan mewah itu. Ia masih merasa ini seperti mimpi di siang bolong.

 Namun, kejutan belum berakhir. Naufal meraih sebuah tas kecil yang tadi sempat dilirik Siska lama namun ia letakkan kembali karena harganya yang setara gaji dua bulan mereka.

"Mbak, yang ini bungkus sekalian. Dipisah ya kantongnya," ujar Naufal.

"Eh? Buat siapa lagi, Fal? Buat simpenan lo ya?" tuduh Siska dengan nada yang entah kenapa terdengar sedikit cemburu.

“Mana ada.” Naufal menyerahkan kantong kecil itu tepat di depan dada Siska. "Buat lo. Anggap aja hadiah konsultan fashion dadakan. Jangan ditolak, atau gue buang ke tempat sampah sekarang juga."

Siska terperangah. Mulutnya terbuka kecil, menatap tas bermerek di tangannya lalu menatap Naufal. "Lo... lo beneran gila ya, Fal? Ini mahal banget!"

"Lebih mahal waktu yang lo luangin buat bantu keluarga gue hari ini, Sis," balas Naufal dengan senyum miring yang sangat mematikan.

[Ding!]

[Misi 'Berbelanja' Selesai!]

[Hadiah RP 20 juta, kemampuan cashback 2x lipat.]

[Selamat tuan rumah beruntung!]

[Kemampuan Cashback 2x Lipat Aktif!]

[Saldo Berkurang: Rp 35.000.000]

[Sistem Mengirimkan Cashback: Rp 70.000.000!]

[Saldo Anda Sekarang: RP 95.000.000]

Naufal merasa otaknya hampir meledak melihat bagaimana uangnya justru berlipat ganda saat ia berbuat baik.

Jadi ini yang namanya sedekah dan berbakti kepada keluarga.

 Saat mereka hendak keluar dari mall, langkah mereka terhenti. Seorang pria berpakaian necis dengan jam tangan emas yang mencolok berdiri di sana, menatap Siska dengan tatapan haus.

"Siska? Oh, jadi ini alasan kamu nolak ajakan makan siang aku? Demi jalan sama cowok sales yang gayanya sok kaya begini?"

Naufal menyipitkan mata. Ia mengenali pria ini. Dia adalah Pak Leo salah satu trainer Siska yang terkenal genit dan sering menekan sales wanita untuk menuruti kemauannya.

[Ding!]

[Misi Darurat: 'Melindungi Rekan'.]

[Gunakan Kharisma dan Status Sosial untuk mempermalukan Pak Leo!]

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
no komen 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Raihan
halo mampir juga di novel ku "kelas arang"makasih atas waktu nya 😄😄
dhani satria
empuks....,ati2 bolong ntar punggungnya
Manusia Biasa: ahh mauu
total 1 replies
3RSEL
apakah akan ada konflik,kalau ada konflik jangan disamain alurnya sama kisah Rahmat dong dan kisah percintaan nya jangan disamain juga.Minimal ditonjolkam dari segi romantisme nya ka.Itu hanya saran saja✌️✌️✌️😁.Tapi akan membosankan juga sih kalau alur nya sama.Nanti seperti membaca ulang kisah Rahmat namun hanya beda nama saja
3RSEL: ok baik
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
teman temannya Naufal dan juga pak Eko sama Nadila datang kerumah Naufal ikut merayakan saat nanti Naufal jadi owner Marie Gadget Center 🥳🥳🥳
Manusia Biasa: Alhamdulillah udah bukan sales lagi🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
njrrrr keren luuuuu Naufal Mari'e🤭🥳🥳🥳👍🏻👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gasssss🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mantap sudah urusan Satria clear jadi tinggal rekrutmen sales pastinya mereka yang akan dipilih Naufal gak aka nolak🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mainkan peranmu Satria habis itu hempaskan pak Herman dan antek-anteknya itu biar tau rasa main curang dengan mengambil barang dan jerih payahnya Satria mau ditilep😱😏
Bamilayang Lahei
salud
Bamilayang Lahei
gas luar biasa sungguh salih aotur
Clevansky88 Sky
semangat author crazy up 💪
Manusia Biasa: terima kasih kk
total 1 replies
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk dibaca
Manusia Biasa: Terima kasih kak
total 1 replies
3RSEL
buaaaacooott😁😁😁😁😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah Naufal sudah dapat calon karyawan satu ahli IT satunya ahli berhitung yang sedang difitnah atasannya untung Naufal menemukan 🤭
Manusia Biasa: kwkw aset serba guna itu mah
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
komenku typo adiknya kok jadi aki😱🤣🤣🤣🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Naufal akan mengguncang Jogja dengan membuka toko sendiri semoga ibu dan akinya gak kaget dia punya mobil Ferrari 🤭
Bamilayang Lahei
gass
.
"perbacotan" tu apa Thor seumur-umur baca novel baru liat kata itu di dalem novel 🤣🤣🤣
Hajir Pemburu: perbacotan/perdebatan sama aja
total 4 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kata kata Naufal ini ambigu bisa bisa Tara eh Tari salah paham loh 🤔🥱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!