kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.
tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.
takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.
kaulah jawaban do'a dalam hatiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengajak tinggal bersama
*ke esokan harinya*
saat siang hari. saat itu asep, istri dan anaknya main ke rumah ibuku, dan kebetulan ibu saat itu ada di rumah, namun saat itu aku tidak ada di rumah.
Sesampainya di rumah ibu, mereka bertemu ibu dan bersalaman kepada ibuku, layla anaknya asep itu berlari menghampiri ibuku.” Nenekk...!” Teriaknya sangat senang bertemu neneknya, lalu ibu mencandai layla dan menggendongnya.
Mereka saling menyapa dan menanyakan kabar, lalu mereka duduk di ruangan tamu, kemudian ibu ku menyiapkan air minum untuk mereka. Dan setelah itu ibu duduk bersama mereka.
Asep duduk dengan sopan dan bicara kepada ibu dengan tutur kata lembut. “ Mi, maksud kedatangan asep ke sini, asep mau ajak umi tinggal sama asep, di rumah asep, lagi pula asep gak tega liat umi tinggal di rumah ini sendirian, yaaa.. umi tau sendiri sekarang satria gimana..”
“ Iya mi, umi tinggal bareng aja di rumah kita mi, biar umi gak kesepian lagi..” timpal istrinya.
“ Kalau umi mau tinggal sama asep, dan kalau misalnya umi gak keberatan, kita jual aja rumah ini mi, kalau gak kita kontrakin ke orang lain mi..” ucap asep.
sejenak ibu ku terdiam saat asep berkata seperti itu. “ Gimana ya, bukanya apa apa, umi malah takut nanti ngerepotin kalian. dan jujur aja umi berat rasanya kalau harus meninggalkan rumah ini, rumah ini sudah terlalu banyak kenanganya, rumah ini di bangun hasil kerja keras jerit payah bapak kamu dulu sep..itu sebabnya umi berat buat ninggalin rumah ini, dan maaf umi gak bisa ngikutin ke inginan kamu sep..” ucap ibu dengan lembut menolak halus.
Asep dan istrinya terdiam saat ibu berkata seperti itu. lalu asep berdiskusi dengan istrinya dan berpikiran bagaimana kalau mereka saja yang tinggal dengan ibunya, dan mengontrakan rumah mereka kepada orang lain, dan istrinya itu mengikuti dan menyetujui bagaimana ke inginan asep.
“ Yaudah mi gak papa kalau misalnya umi gak bisa tinggal bareng di rumah asep, dan berat buat ninggalin rumah ini, asep ngerti kok mi, tapi kalau misalnya umi berkenan, bagaimana kalau asep sama istri dan anak asep aja yang tinggal di sini sama umi, biar ada yang ngerawat umi juga di sini, biar gak kesepian lagi umi..” ucap asep.
lalu ibu tersenyum. “ Dengan senang hati sep, umi malah lebih setuju jika kalian tinggal di sini, umi sangat senang jika kalian mau tinggal di sini sama umi..” ucap ibu. dan hingga akhirnya mereka sepakat tinggal bersama ibuku.
Tak lama setelah itu, aku pulang ke rumah, saat itu aku belum tidur, saat aku masuk ke dalam rumah, aku melihat asep, istri dan anaknya itu, aku pun bersalaman kepada mereka, dan sementara layla anak nya asep dengan riang memanggilku dengan sebutan mamang, dia berlari ke arah aku, aku menangkapnya menggendong dan mencandainya.
“ Mamang, nanti gambarin aku aku boneka lagi ya, kan mamang jago ngegambar ya..” ucap layla
“ Iya nanti mamang gambarin yang bagus buat layla ya, layla sama nenek dulu ya, mamang nya bau acem belum mandi..” ucap ku sambil menerunkan dan memeberikan layla kepada ibu ku.
“ Iya mamang bau acemmm..!! “ Ucap layla.
“ Iya pasti sayang, mamang mah jarang mandi. mandinya juga seminggu sekali..” ucap istrinya asep dengan becanda.
“ Gak atuh teh, masa seminggu sekali..” ucap ku dengan tersenyum, dan sementara asep mengetawai ku.
“ Mandi loe jorok..” ucap asep mengetawaiku.
“ Iya nanti juga mandi..” jawabku biasa saja.
“ Loe abis dari baru pulang jam segini...? “ Tanya asep.
“ Dari rumah temen..” lalu asep memperhatikan mata ku yang merah.
“ Mata loe kenapa..? “ Tanya asep dengan penasaran.
“ Gak papa kang, Cuma ngantuk aja, belum tidur, satria masuk kamar dulu kang mau tidur ngantuk banget..” ucap ku lalu aku berjalan masuk ke dalam kamar, sementara ibu geleng geleng kepala melihatku.
Dan sementara asep dan istrinya, saat itu mereka merencanakan kapan akan pindah ke rumah ibuku.
Dan setelah itu Saat sore hari. Asep, istri dan anaknya itu pamit pulang kepada ibu, dan sementara aku saat itu sedang tidur. Tidak lama setelah asep dan keluarga nya pulang, tiba tiba datang dony ke rumah ku.
“ Sat,, sat..” teriak dony di depan rumah ku. dia memanggilku sambil membawa pancingan. ia datang ke rumahku untuk mengajakku mancing, sementara aku saat itu masih tidur pulas.
tak lama ibuku keluar. “ Eh dony.! kamu mau mancing..? “ Tanya ibuku.
“ Iya bi, satria nya ada bi..? “ Tanya dony.
“ Ada don di dalem, tadi baru pulang dia, tapi sekarang lagi tidur satrianya..”
“ Baru pulang bi?, emang dari mana dia..? “ Ucap dony.
“ Bibi juga gak tau, masuk don, bangunin aja satria nya di kamar..”
“ Iya bi..” dony berjalan masuk rumah.
“ Bibi tinggal dulu ya, lagi masak soal nya..” ucap ibu sambil berjalan ke dapur.
“ Iya bi,, “ jawab dony. lalu ia masuk ke dalam kamarku, ia melihat ku sedang tidur pulas.“Buset nih bocah jam segini masih tidur aja, sat bangun sat, bangun woyyy, bangun..” ucap dony sambil mengoyahkan badanku membangunkanku.
“ Emmm..” gumamku dengan mata terpejam masih sangat ngantuk.
“ Bangun sat, kita mancing yuk..bt gue..” ucap dony. Dia terus membangunkan ku dan mengoyang goyangkan badan ku, ia terus memaksaku untuk pergi mancing denganya, aku merasa kesal di buatnya.
“ Berisik loe ah, mancing aja sono loe sendiri, ganggu gue aja loe ah. udah pergi ajah loe mancing sendiri, masih ngantuk gue ah, pergi loe sono ah..” bentakku dengan kesal kepada dony, kemudian aku memejamkan kembali mata ku. Lanjut tidur.
Dony tiba tiba saja terdiam saat aku berkata seperti itu kepadanya, dony benar benar merasa bahwa aku sudah berubah, tanpa banyak kata, dengan perasaan kecewa iya keluar dari kamar ku. dan ia pun pergi mancing sendirian ke danau tempat biasa ku mancing denganya.
*di rumah elina*
Dan sementara elina yang di rumahnya, ia merindukanku, karena sudah berhari hari dia tak bertemu denganku. lalu ia menelpon ku. namun nomor HP ku saat itu tidak aktif, ia terus menelpon ku. Tetap tidak aktif. “ kemana sih kamu kang,? Kok gak di aktif-aktif nomornya..” gumanya heran dengan kesal, sambil terus mencoba menghubungiku.
elina sangat ingin bertemu denganku saat itu, ia berpikiran mungkin aku sedang berada di tempat biasa.di danau. dan karena ia sangat ingin bertemu denganku, ia pun pergi ke danau tersebut, dan berharap aku ada di sana.
Dan sementara aku yang di rumah, sejak dony membangunkan ku, aku jadi susah tidur lagi, kamudian aku bangun, lalu aku melihat HP ku untuk melihat apakah ada notif dari elina, namun saat itu ternyata HP ku mati. Lowbat. lalu aku mengecas HP ku, dan membiarkanya.
kemudian aku pergi ke kamar mandi cuci muka, dan setelah itu aku pergi dari rumah. saat hendak aku mau berangkat mengendarai motor vespa ku, ibu melihat ku.
“ Kamu mau kemana lagi nak..? “ Tanya ibu ku.
“ Mau pergi sama temen...” Ucapku sambil mencoba menghidupkan motorku, dan setelah itu aku pun berangkat pergi. saat itu aku lupa membawa HP ku yang masih ku cas di dalam kamar ku itu. Dan aku pun pergi tanpa membawa HP.