NovelToon NovelToon
Calamity Ex Machina

Calamity Ex Machina

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Manusia Ikan

Kekaisaran Aurellian telah menikmati kedamaian selama 1500 tahun, hingga sebuah bayangan misterius jatuh tepat di atas takhta mereka. Arta Valerion, seorang penyihir muda jenius, menemukan bahwa rembulan yang selama ini dipuja kini menyimpan ancaman yang tak terbayangkan. Kehadiran sang utusan dari peradaban masa lalu yang telah binasa—membawa peringatan dingin: bahwa mereka tidak sendirian, dan mereka tidak siap.

​Di ambang kehancuran yang telah menelan delapan planet sebelumnya, Aurellian harus memilih: tunduk pada teknologi asing atau menghadapi kepunahan. Bagi Arta, ini bukan lagi tentang prestasi sihir, melainkan perjuangan untuk mempertahankan senyum orang-orang yang ia cintai sebelum fajar terakhir tiba.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Manusia Ikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1 -BAB 5 -KERAGUAN (4)

​"Benda apa ini? Golem?" Grom mendekat dengan palu yang siap diayunkan. "Tidak ada aura sihir, tidak ada nyawa. Ini benar-benar benda mati yang bergerak."

​Reldia maju ke depan, menggantikan Grom. Meskipun zirahnya lebih tipis, fisik Manusia Naga miliknya jauh lebih tahan banting. "Hei! Kenapa kau diam saja? Buka pintunya atau aku akan menghancurkanmu!" serunya menantang robot tanpa wajah itu.

​Namun, di saat semua orang bersikap waspada, Arta melakukan sesuatu yang mengejutkan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia berjalan melewati Grom dan Reldia dengan langkah yang datar.

​"Arta, tunggu itu berbahaya!" seru Elian mencoba menahan lengannya, namun Arta melepaskan diri.

​Arta berdiri tepat di depan robot itu. "Sepertinya dia meminta kita untuk masuk," ucap Arta pelan, nyaris tanpa ekspresi.

​Seakan merespons kehadiran Arta, humanoid itu bergerak.

Ia tidak menarik atau mendorong pintu di belakangnya, melainkan menggeser plat logam besar itu ke samping dengan suara desis udara yang tajam.

Begitu pintu terbuka lebar, sistem di dalam robot itu seolah kehilangan daya. Ia terjatuh ke lantai dengan dentuman logam yang keras, tidak lagi berfungsi.

​"Eh, apa yang terjadi? Dia membuatku terkejut saja!" seru Grom sambil melonjak mundur.

​Arta tidak menoleh. Ia melangkah masuk seorang diri ke dalam ruangan luas yang terlihat seperti pusat kendali kapal. Ruangan itu telah hancur berantakan.

Kabel-kabel besar yang tidak dipahami Arta menjulur keluar dari langit-langit, mengeluarkan percikan api kecil. Di tengah ruangan, terdapat sebuah kursi besar yang menghadap ke hamparan layar yang sebagainya mati dan pecah.

​Arta berjalan menuju balik kursi itu, diikuti oleh Elian dan yang lainnya dengan senjata terhunus. Begitu mereka sampai di sisi lain kursi, langkah mereka terhenti.

​Nebula ada di sana.

​Namun, pemandangan itu sangat mengerikan. Tubuh Nebula telah hancur. Dari pinggang ke bawah, tubuhnya sudah tidak ada, hanya menyisakan bagian atas yang tersambung pada puluhan kabel tebal yang terpasang di punggungnya. Ia tidak merespons pada awalnya, sampai akhirnya kelopak matanya terbuka perlahan, menampakkan pupil yang mulai meredup.

​"Aku... telah menunggumu, Arta," suara Nebula terdengar terputus-putus oleh masalah statis.

​"Apa yang kamu lakukan? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" tanya Arta. Matanya yang kosong kini mulai menunjukkan sedikit kilatan emosi—kebencian yang bercampur dengan keputusasaan.

​"Ini hanya... kekalahan kecil. Aku tidak menduga pertahanan mereka akan sekuat itu," jawab Nebula dengan datar. ​"Mereka? Siapa yang kau maksud?" Elian mencoba bertanya, namun Nebula mengabaikannya. Ia hanya menatap Arta.

​"Aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang, Arta," ucap Nebula. "Tapi aku tidak berkhianat kepada kalian. Aku mencoba menghentikan mereka... meski aku gagal."

​Arta terdiam cukup lama. Di dalam kepalanya, ia melihat kembali bayangan rakyat yang menjerit dan menara-menara yang tumbang. Baginya, penjelasan Nebula tidak akan pernah cukup untuk membayar nyawa-nyawa yang hilang. Tanggung jawabnya sebagai Kepala Penelitian yang gagal melidungi kerajaan terus menghakiminya.

​Tanpa peringatan, Arta mengangkat tangan kanannya. Cahaya biru keputihan mulai berpendar di ujung jarinya. Ia merapalkan sebuah mantra tingkat tinggi. Sebuah lingkaran sihir yang rumit muncul tepat di depan wajah Nebula.

​"Entahlah... aku pikir kau tetap bersalah karena kau ada di sini, karena itu kita semua menjadi korban." bisik Arta dingin.

​Lingkaran sihir itu mulai berputar cepat, menciptakan proyektil sihir berbentuk anak panah cahaya yang sangat tajam. Aura kekuatannya begitu besar hingga membuat udara di ruangan itu terasa panas.

​"Itu tidak akan membunuhku, Arta... dan aku bahkan tidak keberatan jika kau melakukannya... karena—" ​Kata-kata Nebula terputus. Arta tidak memberikan kesempatan baginya untuk menyelesaikan kalimat itu.

Proyektil cahaya itu melesat dengan kecepatan suara, menembus kepala Nebula dan meledak dengan dampak yang menghancurkan sisa-sisa tubuh mekanik itu.

​Cairan biru gelap menyemprot ke mana-mana. Nebula terdiam selamanya.

​"Arta..." Elian memanggil dengan nada penuh ketakutan.

​Ia menatap Arta, namun ia tidak lagi melihat tunangannya yang ceria dan penuh percaya diri. Wajah Arta terlihat kosong, seolah jiwanya ikut mati bersama Nebula. Harapan terakhirnya untuk mendapatkan jawaban atau solusi atas hancurnya dunia mereka baru saja ia hancurkan sendiri.

​Grom, Lilia, Raylen, dan Reldia terdiam kesal di belakangnya, menyaksikan bagaimana seorang penyihir yang di kenal pendiam itu baru saja membunuh satu-satunya makhluk yang mungkin bisa menyelamatkan mereka.

1
kutu alien
/Ok/
SANG
Mantap banget💪👍
SANG
Lanjutkan aksimu dek💪👍
( Author ) Vivi~
like koment ku sudah mampir, btw ceritanya kalau dicermati asik juga ya😭
akan aku lanjut baca malam nanti, mau serius up cerita ku dulu KK😭😭
Manusia Ikan 🫪: semangaaat up nyaaaah✨
total 1 replies
kutu alien
/CoolGuy//CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: hehehe
total 1 replies
Human175
ada kapal terbang 🗿
Manusia Ikan 🫪: oh yang kapal kayu kah, iya itu kapal terbang sihir, sebagian terbang pake hukum fisika, dan sebagainya gabungan keduanya😅
total 2 replies
Zetavia
Jan lupaa mampir yahh di novel ku saran dan kritik nyaa
Manusia Ikan 🫪: baiik
total 1 replies
T28J
lah kemana dia?
Manusia Ikan 🫪: ah maksudnya dia lagi mengumpulkan energi yang selaras dengan Aether di planet ini.
total 2 replies
Anomali Pink Hiatus
Darimana bisa tahu kalau bangunannya berumur puluhan ribu tahun.
Manusia Ikan 🫪: :v oke oke
total 3 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
Arven terdiam sesaat saat merasakan resonansi yang familiar dari dunia lain.

“…jadi kalian benar-benar memanggil Titan ke dunia ini.”

Bukan penolakan, justru sebaliknya. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Menarik...”

Karena setiap dunia yang mulai menyentuh kekuatan Titan… biasanya tidak akan pernah kembali sama.

“Jaga mereka baik-baik. Titan bukan sekadar kekuatan... mereka adalah awal dari perubahan.”

—Arven, Mechanist of Legacy🔥
kutu alien
/Plusone/,/Doge/
alicea0v
"Alice!!! lihat...!!! Golem dan serangga mereka terbuat dari batu mahal!!! kita bisa kaya!!" Xena menunjuk-nunjuk layar sihir pemantau yang mengambang di udara.

"Sepertinya monster di dunia ini, sangat terobsesi dengan kekayaan.. bahkan serangganya pun. dari batu mahal." sahut Alice sembari duduk di singgasananya dengan anggun.

"Kalau aku disana, apa pisau ku bisa membelah mereka?" Violet tiba-tiba menatap kumpulan pisau lempar di pinggangnya.

"Bisa atau tidak, yang jelas kita kaya kalau disana!!" Xena mulai berlarian tak jelas, membuat Arthur menahan emosi.

"huuh... apa-apaan dunia ini?!" Arthur memijat pelipisnua, merasakan gejolak membara (bah?) maksudnya merasakan emosi panas yang mengalir sampai ke ubun-ubun.

"Santailah, Arthur. kau terlalu emosional!" gumam Albertio, nadanya begitu tenang bahkan sangat tenang untuk situasi absurd saat ini.

"We.. wee.. udah capek...!!! bubar!!!" Alice berteriak kesal, membubarkan pertikaian di Kuil dewi itu segera. Teriakannya menggema ke pikiran Author yang menulis cerita ini.
SANG: Tetap semangat💪👍
total 5 replies
kutu alien
yah habis lagi/Sly/
Manusia Ikan 🫪: cape🥴
total 1 replies
Wawan
Satu iklan buat pelatihan Tebing Tinggi💪
Manusia Ikan 🫪: semangat ya🐥
total 1 replies
penulismisterius
pertempuran yang keren🐳
salut sama kak manusia ikan🐳
semangat
SANG: Like iklan plus komen💪👍
total 4 replies
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Manusia Ikan 🫪: /Awkward/makacih
total 1 replies
SANG
Mantap habis👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪
SANG
💪👍👍👍💪
SANG
Lanjutkan aksimu tho💪👍
Manusia Ikan 🫪: /Applaud/pastinya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!