NovelToon NovelToon
Gadis Manja Vs Pria Urakan

Gadis Manja Vs Pria Urakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:676
Nilai: 5
Nama Author: Eliana Rovelle

Christian sudah menyukai Maya sejak lama—gadis manja, pemarah, dan tertutup yang selalu menjauh darinya.

Sementara itu, Chris adalah kebalikan dari semua yang Maya benci. Pria urakan, berisik, mesum, dan terlalu bebas.

Chris selalu mengejar Maya. Bahkan sampai menunda kelulusannya hanya untuk tetap berada di dekat gadis itu.

Awalnya, Maya menganggap Chris gangguan. Seseorang yang tak pernah ia anggap serius.

Tapi perlahan, perhatian yang tak pernah hilang itu mulai melemahkan pertahanannya.
Sampai tanpa sadar, Maya jatuh cinta.

Namun saat perasaan itu akhirnya saling terbalas, kenyataan justru datang menghantam mereka. Perbedaan keyakinan membuat cinta mereka… mustahil.

Sekarang Chris harus memilih, melawan segalanya atau kehilangan Maya untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eliana Rovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17. namaku bukan Honey!

"Karena kamu udah bohong. Sebagai gantinya, kamu harus mau sarapan sama aku," ucap Chris dengan senyum jahil di wajahnya.

Maya menggigit bibirnya sendiri merasa malu karena ketahuan berbohong. Ia juga merasa enggan dengan ajakan Chris. Tapi perutnya tidak dapat mentolerir keinginannya. Maya sangat lapar.

"Aku janji, setelah itu aku akan antar kamu pulang." Janji Chris sambil mengusap lembut lengan Maya.

"Ish! Apaan sih.. jangan pegang!" Maya menampar tangan Chris.

"Oke.. oke.. Honey." Chris mengangkat kedua tangannya dan melepaskan cengkeramannya, lalu menarik mundur kakinya sedikit menjauh dan menjaga jarak dari Maya.

"Memangnya jam segini, sudah ada restoran yang buka?" tanya Maya ragu.

"Siapa bilang aku mau ngajakin kamu makan di restoran?"

"Lah, terus?"

"Di sini banyak warung makan tradisional. Aku jamin kamu pasti suka."

Maya terdiam sejenak, memikirkan ucapan Chris.

"Karena kamu diem aja, aku anggap kamu setuju." Dengan egois, Chris mengedipkan sebelah matanya kepada Maya.

"Ish! Kok—"

Belum juga Maya selesai meneruskan kalimatnya, Chris berlari pergi ke dalam rumah dengan membawa tas milik Maya yang ia slempangkan disebelah pundaknya. "Aku ambil dompet dulu."

"Ihhh, Christian! Kembalikan tas ku!"

Chris mengajak Maya ke sebuah warung makan tradisional di pinggir jalan yang tak jauh dari kosan. Warung itu sederhana, dengan meja kayu panjang dan bangku-bangku yang sudah mulai usang dimakan waktu. Namun aroma masakannya mengundang banyak orang untuk datang, dan suasananya terasa sangat akrab.

Begitu mereka masuk, seorang wanita paruh baya langsung menyambut dengan senyum lebar. Ia mengenakan daster bermotif bunga dan celemek yang sudah tampak lusuh, tapi wajahnya berseri-seri saat melayani pelanggan satu per satu. Suaranya riang, bercanda ringan dengan pembeli lain yang terlihat sudah seperti pelanggan tetap. Tanpa sadar, Maya ikut tersenyum. Entah kenapa cara bicara wanita itu, mengingatkan Maya dengan mbok Jum, pembantu di rumahnya.

"Aku jadi ingat Mbok Jum,” gumamnya lirih.

Chris menoleh. “Siapa?”

“Pembantu di rumah. Waktu aku kecil, dia yang paling sering jagain aku. Baik banget, suka masakin makanan kalau aku lagi sedih. Orangnya juga ramah banget, kayak ibu ini,” jelas Maya sambil tersenyum tipis.

Chris melirik wanita itu lalu kembali menatap Maya. “Pantas tadi kamu tiba-tiba senyum sendiri.”

"Gudeg setunggal bungkus, pedes opo ora mas?" Tanya wanita itu kepada seorang pembeli. (Gudeg satu bungkus, pedas apa tidak Mas?)

Mata wanita itu kemudian jatuh ke arah Maya, masih dengan senyum lembut ia bertanya, atau mungkin lebih tepat bertanya pada Chris.

"Eh, mas Christian. Mau beli apa, mas?" Logat Jawanya masih terdengar kental. Dan Maya sekali lagi seperti melihat mbok Jum melalui suara itu.

Maya masih terpaku memandangi penjual makanan itu. Wanita paruh baya itu tertawa renyah sambil membungkus pesanan pelanggan lain, sesekali menyeka keringat di pelipis dengan sudut celemeknya.

"Kamu mau beli apa, Honey?"

Saking larutnya dalam lamunan, Maya sampai tidak menyadari ketika Chris berdiri di sampingnya, kemudian tangan nakalnya bergerak melingkarkan lengannya santai di pinggang Maya.

"Hah?" Maya tidak mendengar ucapan Chris, mungkin karena ia masih fokus dengan si penjual dan beraneka hidangan makanan yang wanita paruh baya itu jual. Bahkan, saat tangan Chris melingkar di pinggangnya, Maya tidak marah.

Maya tidak sadar? Chris senang bukan main. Tentu saja, ini benar-benar kemajuan!

"Jadi, kamu mau makan apa, Honey? Aku belikan," ucap Chris sambil mengusung senyum bahagia.

Maya kembali menatap beberapa makanan yang berjajar rapi di meja. Ada bubur putih, gudeg, lalu... Maya lupa apa nama makanan itu, tapi Maya sangat menyukainya.

Maya yang sebelumnya menggigit kukunya, mengangkat jari telunjuknya ke sebuah makanan yang berwarna sedikit merah kecoklatan.

"Aku mau itu!"

Chris melihat makanan yang ditunjuk oleh Maya lalu mengernyit, padahal itu adalah makanan yang tidak Chris sukai.

"Nasi tiwul ya, Mbak?" Wanita paruh baya itu berkata pada Maya.

"Iya." Maya mengangguk antusias.

Nasi tiwul adalah makanan tradisional khas dari daerah Jawa, terutama populer di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta, dan sebagian daerah di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Nasi ini tidak dibuat dari beras, melainkan dari singkong atau ketela pohon yang dikeringkan, lalu dihaluskan menjadi tepung kasar yang disebut gaplek.

Bahan utamanya tepung gaplek dari singkong kering. Nasi tiwul juga memiliki tekstur yang agak kasar namun lembut saat dimakan. Rasanya sedikit manis alami dari singkong.

Warnanya cokelat muda hingga cokelat tua, tergantung jenis singkong dan cara pengolahannya.

Sedangkan cara penyajiannya bisa dimakan sebagai pengganti nasi putih. Biasanya disajikan dengan lauk sederhana seperti sayur lodeh, ikan asin, tempe goreng, atau sambal bawang. Dulu, nasi tiwul ini adalah makanan pokok pengganti nasi saat masa penjajahan dan masa paceklik. Kini, justru menjadi makanan yang dicari karena keunikannya dan kandungan kalorinya yang lebih rendah dari nasi putih. Selain itu, nasi tiwul juga dianggap lebih sehat karena tinggi serat dan rendah gula, cocok untuk penderita diabetes atau yang sedang diet.

"Kalau begitu, saya beli gudeg aja Bu. Seperti biasa," ucap Chris.

"Mau dibungkus atau makan di sini, Mas?" tanya sang penjual.

"Makan di sini aja, Bu," Balas Chris.

"Siap, Mas Chris. Oh iya, itu pacarnya mas Chris ya?" tanya Bu Ani, sang pemilik warung kepada Chris sambil mengerling menggoda pada Maya.

Chris mengusap tengkuknya salah tingkah dan membalas pertanyaan Bu Ani dengan tersenyum kecil. Saat itulah Maya baru tersadar jika tangan Chris ada di pinggangnya.

"Ish!" Maya kembali memukul tangan Chris dan menunjukkan kekesalannya.

"Aduh! Apaan sih, Honey?" Chris mengusap tangannya, sedikit malu karena sikap Maya kembali seperti semula.

"Ish! Nama ku Maya! Maya! Bukan honey!" Maya membuang wajahnya dan berjalan meninggalkan Chris untuk masuk ke dalam warung makan.

"Eh, mas Christian. Sarapan neng kene, toh?" (Eh, Mas Christian. Sarapan disini ya?)

Baru saja Maya dan Chris hendak duduk di sudut warung makan sederhana yang cukup ramai itu, langkah mereka terhenti seketika. Suasana hati Maya yang mulai membaik dan senyum tipis di wajah Chris langsung lenyap saat sosok yang sangat familiar muncul dari balik pintu masuk warung. Seorang pria paruh baya berbaju batik dan berpeci hitam berdiri menatap mereka dengan ekspresi heran.

Chris refleks menegakkan punggungnya, sementara Maya langsung menunduk, pura-pura sibuk merapikan meja di depannya. Detak jantungnya berdebar keras. Ia belum siap menghadapi pertanyaan atau sindiran darinya, apalagi setelah kejadian semalam yang cukup membuatnya malu.

Pria paruh baya itu melangkah pelan ke arah mereka dengan tersenyum ramah. “Oh, karo calon istrine yo, Mas?” (Oh, sama calon istrinya ya, Mas?)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!