NovelToon NovelToon
Mrs. Only His

Mrs. Only His

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Saling selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah gemerlap penthouse mewah Chicago, Suzanne Klatten terjebak dalam neraka pernikahan tanpa cinta.

Enam bulan menyandang status istri sah Willem Daendels, dia hanya menerima penolakan, dihina, dan dikhianati demi wanita simpanan.

Namun, sebuah pelarian di koridor privat mengubah segalanya.

Dalam rapuhnya batin yang hancur, Suzanne menyerahkan kesuciannya kepada Aiden Luther Stone—bocah SMA berusia 18 tahun yang kehilangan kendali akibat pengaruh obat perangsang.

Saat fajar menyingsing, kepolosan runtuh dan takdir baru terajut.

Aiden yang didera rasa bersalah bersumpah akan bertanggung jawab dan menikahinya, tanpa tahu wanita misterius itu seorang istri Tetangga Apartemennya.

Di balik balutan hoodie kebesaran dan cincin pernikahan yang disembunyikan, Suzanne melangkah kembali ke neraka rumah tangganya dengan rahasia paling berdosa.

Sebuah romansa terlarang yang penuh manipulasi, dan ego yang siap membakar batas moralitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Kabin SUV mewah itu kembali hening setelah Aiden melompat masuk dan menutup pintu dengan bantingan redam.

Di tangan kanannya, sebuah kantong plastik hitam kecil berisi kotak obat kontrasepsi darurat teremas pelan.

Aiden menoleh ke arah Suzanne yang duduk di kursi penumpang, menatap kosong ke luar jendela kaca yang sedikit berembun oleh AC.

Garis wajah wanita dua puluh empat tahun itu tampak begitu lelah, menyiratkan beban batin yang seolah tak pernah usai menghimpit pundak kecilnya.

Aiden menghela napas pendek, lalu mengulurkan kantong plastik itu ke pangkuan Suzanne.

"Ini," ucapnya lembut.

Suzanne tersentak dari lamunannya, menatap plastik hitam itu sejenak sebelum membukanya dengan jemari yang sedikit gemetar.

Ia mengeluarkan sebotol air mineral yang sengaja dibeli Aiden bersamaan dengan satu strip obat pencegah kehamilan dosis tinggi tersebut.

Dengan gerakan cepat, seolah takut waktu tiga puluh enam jam pasca-hubungan mereka akan kedaluwarsa, Suzanne mengeluarkan satu tablet kecil dari kemasannya.

Namun, sebelum Suzanne sempat memasukkan obat itu ke dalam mulutnya, sebuah tangan besar dan hangat tiba-tiba menahan pergelangan tangannya.

Suzanne menoleh, menatap Aiden dengan pandangan bertanya-tanya.

Remaja delapan belas tahun itu tidak mengatakan apa-apa selama beberapa detik.

Tatapan mata elang Aiden meremang, beralih dari wajah sembab Suzanne turun menuju ke arah perut rata wanita itu yang terbalut blus biru pucat.

Dengan gerakan yang teramat perlahan namun sarat akan kelembutan yang posesif, Aiden mengulurkan tangan kirinya, menempelkan telapak tangannya yang lebar tepat di atas perut Suzanne.

Grep.

Sentuhan hangat itu membuat Suzanne menahan napas.

Tubuhnya menegang kecil saat Aiden mendekatkan tubuh jangkungnya, menunduk hingga wajah tampannya sejajar dengan perut Suzanne.

Bocah delapan belas tahun yang biasanya dipenuhi keangkuhan itu kini mengelus perut Anne dengan gerakan memutar yang sangat tulus, sebelum akhirnya ia sedikit berbisik tepat di depan perut wanita itu.

"Meskipun Mommy mu meminum obat ini... kalaupun kamu ternyata sudah ada di sini, kamu tetap anak Ayah," bisik Aiden dengan nada suara yang teramat dalam, serak, dan dipenuhi oleh ketetapan hati seorang pria dewasa.

Tidak ada keraguan, tidak ada ketakutan akan masa depan di dalam suku katanya.

Bagi Aiden, sejak malam badai itu terjadi, apa pun yang tumbuh di dalam rahim Anne adalah tanggung jawab mutlak yang akan ia lindungi dengan seluruh taruhan hidupnya.

Mendengar bisikan gila namun teramat menyentuh itu, sudut hati Suzanne kembali bergetar hebat.

Air mata keharuan hampir saja lolos dari pelupuk matanya.

Bagaimana bisa seorang remaja yang usianya enam tahun lebih muda darinya memiliki keberanian emosional seluas ini, sementara suaminya yang sah justru mengancam akan membunuh ayahnya secara perlahan?

Aiden menegakkan kembali tubuhnya.

Sebelum Suzanne sempat memproses rasa harunya, Aiden memajukan wajahnya dan tak sungkan lagi mencium bibir Suzanne dengan lumatan lembut yang singkat namun sarat akan penegasan rasa sayang.

Ia menarik wajahnya beberapa senti, menatap lekat-lekat sepasang mata jernih Suzanne.

"Aku memberikan kontrasepsi darurat ini padamu karena kau yang memintanya, Anne," ucap Aiden, gurat kekhawatiran tiba-tiba muncul di antara kedua alisnya yang tebal.

Sebagai putra dari seorang dokter spesialis kandungan terpandang, ingatan Aiden mendadak berputar pada beberapa jurnal medis yang pernah tidak sengaja ia baca di ruang kerja sang Mommy.

"Tapi... apa obat ini tidak bahaya untuk rahimmu ke depannya? Aku takut efek sampingnya membuatmu sulit hamil atau terluka ke depannya."

Suzanne tertegun mendengar perhatian medis yang begitu detail dari Aiden.

Ia menyunggingkan senyum tipis, merasa hangat karena bocah ini memikirkan kesehatan jangka panjangnya, bukan sekadar ego takut tertangkap basah.

"Tidak, Aiden. Ini aman untuk penggunaan darurat," jawab Anne meyakinkan, suaranya melembut. "Ini hanya akan menunda ovulasi. Rahimku akan baik-baik saja."

Aiden mengangguk perlahan, meskipun gurat posesif di wajahnya tidak berkurang sepeser pun.

Ia meraih jemari Suzanne, menuntun obat itu ke bibir wanita itu hingga Suzanne menelannya bersama seteguk air mineral. Setelah memastikan obat itu turun sempurna, Aiden kembali meremas tangan Suzanne.

"Baguslah kalau begitu. Tapi ingat kata-kataku, Anne... apa pun yang terjadi setelah ini, aku tetap akan bertanggung jawab penuh atas dirimu," tegas Aiden.

Ia memundurkan tubuhnya ke kursi kemudi, memasang sabuk pengaman, lalu menoleh dengan binar jenaka yang kembali menghiasi wajah tampannya.

"Jadi, mau ke mana lagi kita hari ini? Aku tidak akan membiarkanmu pulang ke apartemen seberang sebelum senja tenggelam."

Suzanne cukup terukir rasa terkejut di wajahnya melihat energi Aiden yang seolah tidak ada habisnya untuk bersamanya.

Namun, alih-alih menolak seperti tadi pagi, ia kini mengiyakan tawaran itu dengan pasrah yang manis.

Pelarian hari ini terasa terlalu berharga untuk diakhiri secepat ini.

"Malam ini... antar aku ke tempat terakhir," ucap Suzanne, matanya berkilat penuh kerinduan akan masa lalunya sebelum badai kebangkrutan menyerang.

Aiden tersenyum lebar, menyalakan mesin SUV, dan melesat membelah jalanan Chicago untuk menyembunyikan wanita miliknya dari dunia luar selama beberapa jam ke depan.

... * * * ...

Malam harinya, Chicago bertransformasi menjadi lautan cahaya lampu neon yang spektakuler.

Sesuai dengan permintaan terakhir Suzanne, SUV mewah Aiden membelah kawasan Navy Pier, menuju ke arah sebuah ikon hiburan malam yang megah: Centennial Wheel, sebuah bianglala besar di kota yang berdiri kokoh menghadap langsung ke arah cakrawala Danau Michigan yang gelap.

Begitu mereka melangkah keluar dari mobil di bawah siraman lampu taman yang temaram, suasana hati Suzanne berubah total.

Di bawah perlindungan masker hitam yang menutupi separuh wajahnya dan kegelapan malam, Suzanne sudah seperti anak kecil.

Ia berjalan setengah menyeret lengan Aiden, matanya berbinar menatap kapsul-kapsul kaca bianglala yang berputar lambat di angkasa, memancarkan cahaya warna-warni yang memantul indah di atas permukaan air danau.

Aiden berjalan di sampingnya dengan langkah santai, namun tangannya sama sekali tidak pernah melepaskan pinggang ramping Suzanne.

Lengan kekarnya mengunci pinggang wanita itu dengan sangat posesif, menariknya mendekat setiap kali ada gerombolan pengunjung pantai malam yang melintas di dekat mereka, seolah-olah dia sedang membawa sebuah berlian paling berharga yang bisa dicuri orang kapan saja.

Sebelum mereka mengantre tiket untuk naik ke atas bianglala, Suzanne mendadak menghentikan langkahnya di dekat koridor toilet umum area wisata.

Ia menoleh ke arah Aiden dengan wajah sedikit canggung di balik maskernya.

"Aiden, lepaskan dulu tanganmu. Aku mau ke toilet sebentar," ucap Suzanne, mencoba melepaskan rangkulan tangan Aiden di pinggangnya.

Bukannya melepaskan, Aiden justru menaikkan satu alisnya dan melangkah ikut maju menempel pada tubuh Suzanne.

"Aku temani sampai ke dalam," ucap Aiden dengan wajah tanpa dosa yang teramat santai.

Suzanne membelalakkan matanya, untung saja masker menyembunyikan ekspresi syoknya.

"Kau gila?! Ini toilet umum, Aiden! Dan aku wanita, kau mau ikut masuk ke toilet wanita?!"

"Kenapa harus malu?" jawab Aiden dengan seringai mesum yang sangat menyebalkan namun tampan bermunculan di bibirnya.

Ia memajukan wajahnya, berbisik dengan nada yang sangat rendah tepat di sisi wajah Suzanne yang memerah.

"Aku sudah merasakan seluruh tubuhmu semalam, Anne. Dan tidak ada satu inci pun dari dirimu yang aku lewati. Jadi untuk apa canggung menemanimu ke toilet?"

"Benar-benar mesum!" maki Anne dengan suara berbisik yang tertahan, menepuk dada Aiden kesal karena ucapan blak-blakan remaja itu yang sama sekali tidak memiliki filter sensor.

Ia mengerucutkan bibirnya kesal di balik masker, matanya menyipit tajam menatap Aiden.

Melihat bagaimana mata jernih itu menyipit dan bagaimana Suzanne menggerakkan gestur bibirnya di balik kain masker, Aiden justru terkekeh gemas.

Jantungnya berdegup aneh oleh keimutan wanita dua puluh empat tahun yang sedang merajuk ini.

Aiden mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengunci pandangan mata Suzanne.

"Bisakah jangan buat bibirmu seperti itu, Kak? Di balik masker itu, aku tahu kau sedang mengerucutkan bibirmu. Aku merindukannya... dan aku bisa saja menciummu lagi di depan semua antrean ini jika kau tidak segera masuk," goda Aiden dengan nada mengancam yang manis.

Suzanne mendengus kesal, salah tingkah setengah mati oleh keberanian berondongnya yang tidak tahu tempat.

Ia segera menyentak tangan Aiden, membalikkan tubuhnya, dan berlari kecil masuk ke dalam koridor toilet wanita sembari menahan debaran jantungnya yang kian menggila, meninggalkan Aiden yang berdiri bersandar pada pilar lampu dengan senyum kemenangan yang tak pernah luntur dari wajah tampannya.

1
nayla tsaqif
"duaarrr!!! Nya knp pke tanda baca sih thor,, berasa di kagetin sama bang eiden
😌
Rosdianah: huhuhu Maafkan typo author 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjutkan karyamu kakak author💪💪💪
Rosdianah: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
Shankara Senja
Kadang suka kasihan sama anak yg menikah karena perjodohan atau hutang budi..dan lebih kasihan lg bertahan dng menyakiti hatinya demi ortu yg kek gini ini ..
Rosdianah: huhuhu iya banget kak🥲
total 1 replies
Mia Camelia
yah nora jadi jahat gitu ya, kasian anne terpojok terus🤣🤣🤣
Rosdianah: wkwkwk😅🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ulat bulu licik udah mulai keluar nih, aduh semoga aiden gk kena jebakan lgi😔🤔
Rosdianah: huhuhu🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo ngaku aja sih aiden klo cewe itu anne 🤣🤣🤣
Rosdianah: Dicoret dari KK kaaa🤣 bini orang soalnya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Debu Nakal
thor... tlng kasih tahu suzzy, suruh nongol tuh anak. ni ku dh nungguin ampe berjamur tp dianya ka gak nongol2 😅🤣
Rosdianah: huhuhu seminggu ini author sibuk Di dunia nyata🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk bpk gk anak,, sikapnya dewsa sebelum waktunya,,, 😌😌😌 good boy!
Rosdianah: kesayangan author dan kak reader 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo thor bikin wiliiam cemburu🤔
Rosdianah: siap kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ih gemes deh aiden so sweet banget🥰😄
Rosdianah: hihi biar jadi kesayangan kak reader 😅
total 1 replies
Mia Camelia
waduh siapa lagi nih🤔
Rosdianah: Paparazi kak🤭😅
total 1 replies
Mia Camelia
ngebayangiin nih kalo mereka beneran udh jadian, pasti romantic banget🤔😂
Rosdianah: author juga suka ngebayangin kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
😄😄😄
Rosdianah: ma'aciww sekali Komentar nya adalah semangat author 🤭😅🥰
total 1 replies
Mia Camelia
omg 🥰🥰🥰 aiden gentlemen bangat sih😄😄😄
sukaaak thor sama tokoh pria yg begini👍
Rosdianah: brondongnya kak Reader 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo aiden lindungiin anne, 🥰😄
Rosdianah: Author Jabanin 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayoooo berontak anne, kejar tuh berondong👍🤣
Mia Camelia
wah aiden udh mulai panas nih sisi obsesif nya, pingin liat klo brondong ngejar2🥰🥰🥰
Rosdianah: hahah author Jabanin kak🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
wiliam kaya nya udh mulai kepoo sm suzanne🤔🤔
nayla tsaqif
Ceritanya brondong terus, thorr,?? , ada cerita sugar duda gk...?? 🤭
Rosdianah: Nanti Author buatkan kak reader 🤭🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Vexana istri bang landon,, 😌
Rosdianah: sorry typo ya Kak Reader 🙏🏻 syukur diingatin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!