Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AWAL KEDEKATAN
"Dekat sama Owi sudah lama?" setelah sekian lama acara grand opening selesai, Justin baru menanyakan kedekatan Owi dengan Kyara. Sebenarnya sudah menahan rasa ingin tahu sejak acara itu, namun Justin belum ada kesempatan untuk bertanya, tapi tidak untuk pulang kerja kali ini. Justin mengutarakan kekepoaannya.
"Sudah, teman SMA-ku dan teman Bagas juga. Gak nyangka juga kalau kerabat Pak Justin juga."
"Lebih dekat dengan mamanya sih, kalau Owi hanya sekedar say hello saja." Kya mengangguk saja, apalagi dia berkarir di Jepang, tentu saja jarang bertemu dengan Justin. Sedangkan urusan investasi, jelas sang mama yang lebih aktif. Owi mana sempat memikirkan bisnis dan investasi, tawaran untuk menjadi model seperti Bagas saja ditolak. "Ada niatan untuk menjalin kasih dengan Owi?" tanya Justin, rasa cemburu malam itu nyatanya muncul kembali dan harus ditanyakan langsung kepada Kya. Sedangkan Kya ditanya begitu hanya mengerutkan dahi, dan menatap Justin dengan tatapan menyelidik.
"Siapa?"
"Kamu lah!"
"Jangan bilang Pak Justin cemburu, ngaku!" dasarnya Kya jahil, bukannya ge-er malah jahil pada atasannya itu, apalagi sambil menunjuk jahil ke wajah Justin.
Justin hanya berdecak sebal, sudah tahu dirinya naksir Kya, malah diledek begitu. Gak usah ditanya lah. "Saya sama dia sudah berteman lama, bahkan dia tahu perjalanan cinta saya sama Bagas. Jadi kalau saya jatuh cinta sama Owi, atau sebaliknya kayaknya gak mungkin. Apa kata dunia, kalau saja pacaran sama Owi."
"Emang kenapa?"
"Ya kita teman kok."
"Aneh, emang dari teman gak boleh pacaran atau bahkan menikah."
"Emang Pak Justin rela kalau aku pacaran atau bahkan menikah dengan Owi?" sengaja memancing saja, agar tak diperpanjang lagi pembahasan Owi. Sampai saat ini, Kya juga tak punya pikiran bakal pacaran dengan Owi. Mereka hanya murni berteman, ditambah Owi juga sudah balik ke Jepang, terpantau dari story WAnya juga.
Ditanya balik oleh Kya, Justin langsung diam. Urusan hati dan agama tidak bisa sejalan, tak bisa juga dipaksakan. Justin tertarik dengan Kya sejak ia magang di kantor sang kakak, ditambah setelah bekerja sama semakin menambah ketertarikan Justin pada gadis itu. "Gak rela, cuma sadar diri saja, siapa gue! Apalagi tembok perbedaan kita sangat tinggi."
"Ini Pak Justin emang beneran suka sama saya?"
"Bukan hanya suka, tapi sudah tertarik bahkan kalau diizinkan langsung aku nikahi juga bisa."
"Pak yakin Bapak sama saya? Bapak tahunya di luar saja loh, tapi aslinya saya bapak mana tahu."
"Kamu suka kentut? Ngupil, atau ngorok?"
Kya hanya memutar bola mata malas, pikiran Justin sejorok itu tentangnya. "Ya elah, gak separah itu kali."
"Namanya cinta atau ketertarikan pada lawan jenis mana bisa dicegah, aku tahu agama kita berbeda, dan aku tak berniat menembak kamu jadi kekasih. Terlalu egois menjalani kisah beda agama itu kalau sejak awal sudah tahu tidak akan bisa bersatu."
"Dalem banget, Pak!"
"Umur saya sudah di atas 25 tahun, Kya. Sudah tidak ada pikiran untuk PDKT dan pacaran lama, apalagi soal finansial saya juga sudah mapan, apalagi yang harus dicari kalau bukan pasangan."
"Tujuan Bapak ngomong begini apa?" tanya Kya.
"Just confess!"
"Tak wajib aku balaskan?" Justin menggeleng. "Oke, aku yakin suatu saat nanti Pak Justin akan menemukan pasangan yang seiman dan sesuai tipe Pak Justin."
"Amin," jawab Justin pasrah. Seberapa ia menyukai Kya tetap saja ia tidak akan bisa, selagi dia seiman dengan Kya.
Hari-hari Justin dan Kya diisi dengan kegiatan pengembangan toko. Apalagi Justin visioner sekali, setiap minggu dia mengajak meeting tim designer dan finance untuk peluncuran produk perhiasan tiap bulan. Kya selalu terlibat.
Seperti halnya rencana bulan depan, Justin mengusulkan untuk model tema princess. Peluncuran produk perhiasaan hanya terbatas 100 buah saja, terdiri dari liontin kalung, anting dan juga gelang. Sengaja produksi terbatas untuk memberi kesan produk toko Justin limited edition.
Tak hanya itu, Kya memberi usulan pada Justin bagaimana kalau memberi edukasi investasi jangka panjang untuk keluarga baru melalui hantaran pernikahan atau mahar yang dibentuk sesuai request, jadi nanti tim desain bisa membuat contoh hantaran yang kekinian lalu dishare di media sosial, bahwa toko Justin juga melayani paket hantaran.
Kontribusi Kya tak hanya soal ide, tapi juga ikut promosi di status WA untuk meningkatkan penjualan di toko Justin. Sebagai salah satu founder toko itu, Kya punya tanggung jawab untuk meramaikan transaksi di toko tersebut.
Menunggu hantaran secantik ini dari seseorang 🫶🫶🫶.
Sengaja Kya mengunggah video promosi paket hantaran berupa emas murni dengan menampakkan packaging salah satu merk.
Promosi atau sengaja memancing perhatian seseorang nih?
Kya tertawa membaca salah satu pesan yang masuk setelah ia posting video promosi tersebut. Pengirimnya adalah Owi. Setelah pertemuan di grand opening tempo hari, mereka tak berkomunikasi, meski saling melihat status. Baru kali ini, Owi kembali chat Kya.
Dua-duanya lah 🤣🤣.
Kata mama penjualan toko Bang Justin bagus banget, banyak produk yang menarik perhatian orang buat beli. Yakin sih kamu salah satu penyumbang ide. Owi sengaja membahas laporan per bulan yang dilaporkan tim keuangan pada tiap investor.
Kerja tim, Wi. Bukan aku doang.
Saat meeting, beliau lupa kayaknya sama kamu. Gak cerita apapun tentang kamu tuh.
Iya, sengaja saat meeting aku gak kasih clue kalau aku teman dan mantan Bagas. Tapi beliau terlihat menatap aku lama begitu, mungkin merasa kenal tapi siapa.
Next kalau pulang kenalin aja kalau kamu teman aku.
Buat?
Biar dekat aja, siapa tahu beliau mencari menantu.
Ya elah. Emang kamu di sana gak punya cewek? Kok pakai jasa mama kamu segala.
Malas. Tidak semua cewek paham sibuknya jadi atlet. Kecuali kamu yang sudah paham aktivitas atlet.
Saking pahamnya sampai ditikung sampai menikah. Parahnya lagi gak ada yang kasih tahu.
Suer aku gak tahu, Kya.
Iya iya.
Masih sakit hati?
Lebih tepatnya pengen nonjok tapi gak kesampaian.
😆😆😆, mau aku bantu? Menonjok tanpa mengotori tangan kamu.
Apa?
Kita jadian.
Gak usah bercanda. Kita cuma teman kali, Wi. Lagian gak mau drama.
Ya udah langsung aku nikahi saja.
Yuuuuu makin parah nih langsung ajak nikah.
Kalau dipikir-pikir sayang juga, cewek sepintar kamu dan sebaik kamu disia-siakan, Kya.
Gak pa pa. Anggap saja belum jodoh. Lagian aku gak mau dikasihani hanya karena urusan cinta. Satu lagi aku gak mau LDR lagi.
Ya kan aku gak selamanya di Jepang. Jadi atlet juga gak selamanya. Mamaku juga sudah bosen kayaknya tinggal di sini, mau ajak pulang, ketenangan Indonesia tidak bisa tergantikan.
😀😀😀 padahal aku aja pengen tinggal di Jepang.
Sini nikah sama aku, pindah tempat tinggal.
Nikah-nikah gak cinta aja.
Cintanya setelah menikah, toh cinta sebelum nikah juga ditinggal.
Duh mana benar lagi.
😆😆, ditunggu ke Jepangnyanya Kya.
Yuhu.