NovelToon NovelToon
KAMAR KOSONG

KAMAR KOSONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:907
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .

Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .

Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .

Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?

Ikuti kisahnya sampai selesai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Larasati

 Saat ini ketiga bersaudara dan Larasati berada di rumah Pak Hasan , mereka sedang berencana soal masalah yang di hadapi Larasati yang mendapat perlakuan kasar dari keluarganya dan juga masalah dengan sebuah klinik yang mencoba melakukan percobaan terhadap dirinya .

Pak Hasan nampak serius tapi ia juga bingung soalnya bukan jalurnya dan lagi bukan warganya . Sedangkan Larasati orang jauh dan tidak kenal sama sekali .

Mau menolong takutnya nanti pihak keluarganya tidak setuju dan pihak keluarga Larasati berbohong . Belum lagi dengan klinik abal-abal yang telah melakukan percobaan mal praktek .

Mereka berunding dan sangat lama sampai berjam-jam berada di rumah Pak Hasan . Istri Pak Hasan juga ikut membantu memecahkan masalah Larasati.

Seseorang datang dengan membawa sebuah tas hitam masuk ke dalam rumah pak Hasan dengan elegan . Sebelumnya istri Pak Hasan curiga pada Larasati karena wajahnya sangat mengerikan takutnya Larasati berbohong dan ingin membuat kerusuhan ia akhirnya menelpon seorang pengacara terkenal di kampungnya .

Pak Hasan terkejut dengan kedatangan pengacara bernama Mandailing . Pria itu tersenyum melihat orang yang sedang berkumpul di ruang tamu tersebut lalu duduk dengan tenang .

Mandailing seorang pengacara yang sudah berkompeten dibidangnya dan selalu berhasil dalam menangani setiap masalah pada kliennya . Dia tidak meminta bayaran berlebih kalaupun orang tidak mampu ia membantu dengan sukarela .

"Maaf jika kedatangan saya mengganggu musyawarah kalian , saya ke sini hanya memenuhi panggilan dari ibu ," jawab Mandailing tersenyum ramah . Pak Hasan menoleh ke arah istrinya merasa curiga hanya bertanya dalam hati kenapa istrinya memanggil pengacara Mandailing segala .

“Pak Hasan jangan berpikiran buruk dulu , saya hanya ingin memastikan saja ," Sahut Mandailing . “Maksudnya bagaiamana aku tidak tahu ," tanya Pak Hasan

"Maaf jika saya terkesan ikut campur masalah bapak dan adik-adik ini , ibu cerita kalau ada kedatangan tamu aneh di rumah dan saya langsung kemari ," jawab Mandailing melirik ke arah perempuan dengan wajah rusak parah .

Semua orang menoleh ke arah Larasati . "Maaf Pak , kakak ini tamu dia ingin meminta bantuan kepada kita semua untuk melindungi diri jauh dari teror ataupun kejahatan lainnya ,“ sahut Abdul .

Mandailing terkejut mendengar perkataan Abdul lalu menoleh ke arah istri Pak Hasan . Orang yang dilihat merasa terkejut dan tidak berani menoleh ke arah Mandailing karena salah paham .

Pak Hasan merasa heran dengan sikap istrinya lalu melirik ke Mandailing . "Apa yang ibu pikirkan tentang Larasati ?“ .Sedangkan Larasati merasa dirinya terancam berusaha lebih tenang ketika melihat Mandailing keduanya saling melihat dan diam .

"Aku tidak akan pernah melupakanmu , aku akan buat kamu menderita ," batin Larasati melihat ke arah Mandailing .

Ternyata Larasati kenal dengan Mandailing , orang yang telah membuat kekasihnya mendekam di penjara . Kali ini ia akan menjebak pengacara itu dan akan membuat perhitungan . Untung saja wajahnya tidak ia kenali sehingga Larasati dengan mudah menjalankan rencananya .

"Berarti ini salah paham , ya Bu ,“ kata Mandailing beranjak dari tempat duduknya . “ Maafkan saya , Pak Mandailing saya tidak tahu karena saya takut ," kata Sari membela diri karena ketahuan bersalah .

"Lalu bagaimana ini , apakah akan melakukan ke jalur hukum atau mau diselesaikan secara kekeluargaan ?" tanya Alif .

Mandailing nampak berpikir lama , begitu juga dengan Pak Hasan . Ruang tamu hening beberapa menit lalu Mandailing berkata ." Saya akan membantu tapi saya harus bertemu dengan keluargamu lebih dulu setelah itu mencari dalang percobaan alat kosmetik pada wajah anda ," kata Mandailing melihat wajah Larasati .

"Sepertinya aku merasa kenal dengan perempuan ini tapi dimana ya ," batin Mandailing lalu melihat lebih lekat membuat Larasati menunduk seolah bersembunyi .

Deg

Jantung keduanya berdetak seperti memberi isyarat , tatapan keduanya sangat dalam . Larasati , kau adalah orang itu batin Mandailing ketika mencermati wajah Larasati .

Larasati yang mendapat tatapan tajam meneteskan airmata seolah memberi tahu kalau dia tidak bersalah dan ingin keadilan .

Entah mendapat dorongan darimana tangan Mandailing menggenggam tangan Larasati . "Kamu jangan takut dan jangan menghindar lagi , aku tahu siapa dia dan siapa dalang di balik kejadian itu , aku akan membantumu sebisaku ," jelas Mandailing .

Larasati terisak mendengar penjelasan Mandailing rasanya ingin memeluk lelaki di depannya saat ini namun ia malu dan hanya menunduk sambil mengangguk .

Pemandangan di ruang tamu membuat semua orang melongo . "Apakah kalian saling mengenal ?" tanya Pak Hasan curiga melihat mereka berdua begitu dekat .

Mandailing melepaskan genggaman tangannya lalu menoleh ke arah Pak Hasan .

"Iya , Pak Hasan .. Kami saling kenal bahkan saya dulu menangani kasus dia bersama kekasihnya dan sekarang kekasihnya di penjara seumur hidup karena telah membunuh ayah Larasati .... ," Mandailing menghentikan kalimatnya menoleh ke arah Larasati sebentar lalu berkata lagi .

"Ayah Larasati tidak menyetujui hubungan mereka karena Ayah Larasati tahu kalau kekasihnya adalah seorang yang tidak baik dan mempunyai riwayat jelek takutnya Larasati ikut terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat ," jelas Mandailing .

Semua orang mendengar dengan serius . "Lalu bagaimana dengan kasus sekarang apakah anda akan membantu menyelesaikan semuanya ?" tanya Alif .

"Saya akan membantunya , untuk sementara saya akan membawa Larasati ke rumah sakit untuk pengobatan pada wajahnya dan setelah itu saya akan melakukan pencarian orang yang telah membuatnya cacat ," jelas Mandailing .

Larasati terharu mendengar perkataan Mandailing kembali terisak . "Terimakasih banyak Pak , sekali lagi terimakasih anda mau membantu saya ," kata Larasati .

" Kalau begitu ayo ikut saya ke rumah sakit untuk pengobatan pada wajahmu ," Mandailing beranjak dari tempat duduk diikuti Larasati dan lainnya .

"Kenapa terburu-buru ?" tanya Sari istri Pak Hasan . "Kalau tidak segera ditangani luka di wajah Larasati akan melebar dan akan berdampak pada kesehatan tubuhnya ," jawab Mandailing .

"Kalau begitu kami permisi pulang ," kata Mandailing berjabat tangan dengan Pak Hasan dan istrinya juga kepada ketiga pemuda bersaudara .

Setelah kepergian Mandailing dan Larasati , ketiga bersaudara pamit pulang tidak lupa berjabat tangan sambil mencium tangan Pak Hasan dan Sari .

Dalam perjalanan pulang tepat menunu rumah ,Alif melihat sosok seperti asap masuk ke dalam celah rumahnya tepat di kamarnya . Ia berlari masuk ke dalam rumah .

Abdul dan Manaf melihat tingkah Alif terkejut sekaligus heran , mereka akhirnya mengikuti dengan berlari masuk ke dalam rumah .

Alif langsung membuka pintu kamarnya dan mencari sosok tadi namun tidak ada siapapun di kamarnya merasa kecewa . "Ada apa Al ?" tanya Abdul penasaran melihat isi kamar Kakaknya tidak ada hal mencurigakan .

Alif kesal sambil menghembuskan napas kasar . "Sial lagi-lagi sial , kemana sih perginya kenapa aku tidak pernah melihatnya masuk dari mana atau keluarnya darimana ," katanya dengan frustasi .

"Siapa ?" tanya Manaf sambil melihat kamar Alif .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!