NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 Blade of Hollow

Beberapa menit sebelumnya, di belahan distrik lain tempat yang baru saja ditinggalkan oleh Min Suho.

​Asap tebal masih mengepul dari sisa-sisa pertempuran melawan monster Overlord. Tiba-tiba, sebuah riak ruang bergetar di atas atap sebuah ruko hancur, menampilkan sesosok pria dengan jubah kain tebal berwarna merah darah.

​Pria berjubah merah itu menatap pemandangan kota yang porak-poranda dengan tawa gila yang menggema puas.

"Hahaha! Rasakan itu, wahai manusia-manusia lemah! Rasakan kesengsaraan atas ketidakberdayaan kalian melawan lautan monster!" serunya penuh kebanggaan yang sesat.

​WUSH—

​Di sampingnya, sebuah lingkaran sihir berputar, memunculkan sebuah Pintu Teleportasi spasial. Sesosok pria lain dengan pakaian serupa melangkah keluar dari dalam portal dengan wajah tegang.

​"Jangan berlama-lama di sini, Bodoh! Jika para Userator tingkat tinggi dari Serikat sudah mulai berkumpul dalam jumlah banyak, kita akan kesulitan untuk meloloskan diri!" peringat rekannya itu dengan nada mendesak.

​"Tenang saja, kawan. Dengan sel modifikasi monster di tubuh kita sekarang, kekuatan kita sudah setara dengan Userator 6 Stars! Para kecoak Serikat yang ada di distrik bawah ini sama sekali bukanlah tandingan kita!" balas sang pria berjubah merah sombong.

​"Ya, tapi bukan berarti kita tidak terkalahkan di benua ini. Cepat selesaikan urusanmu!"

​"Iya, iya! Aku akan menghabisi beberapa ekor semut sekarang, hahaha!"

​ROAAARRR!

​Tubuh pria berjubah merah itu mendadak memuai secara ekstrem. Kulitnya robek, digantikan oleh pertumbuhan otot hitam legam dan sepasang tanduk meliuk raksasa laksana sosok baphomet mitologi. Energi sihirnya melonjak drastis, mengonfirmasi identitas mengerikan yang paling ditakuti umat manusia.

​"A-Apa-apaan makhluk itu?!"

"Kenapa ada monster seperti itu di sini?!"

"I-Itu bukan Overlord... Fluktuasi energi ini... Ini monster kelas Calamity!!"

"Tamatlah kita! Satu-satunya yang bisa bertarung melawan kelas bencana seperti itu hanyalah Userator 6 Stars!"

​Barisan Userator pertahanan Serikat langsung didera kepanikan mutlak.

Monster Baphomet itu melangkah gila, membuka rahangnya untuk memuntahkan tembakan laser energi berwarna ungu pekat yang menyapu bersih seluruh barisan pertahanan dalam sekali lewat.

Tubuh para Userator hancur menguap menjadi abu tanpa sempat memberikan perlawanan berarti, menyisakan jerit tangis dan keputusasaan massal.

​"Ahahaha! Ini luar biasa menyenangkan! Membantai pemburu Serikat ternyata tidak lebih sulit daripada menginjak semut-semut yang berlarian!" seru sang pria di dalam wujud monsternya, tertawa puas di atas penderitaan orang-orang.

​Kembali ke medan konfrontasi antara Arka dan Min Suho.

​Atmosfer di antara keduanya telah mencapai titik didih. Min Suho bergerak lebih dulu, mengayunkan lengannya ke bawah untuk meluncurkan kelima pedang es seukuran gedung pencakar langit miliknya jatuh menghujam lurus ke arah posisi Arka berdiri.

​Sisil yang berdiri beberapa meter di belakang Arka memeluk dadanya sendiri dengan wajah pucat pasi.

Ketakutan yang amat sangat membuat air matanya menetes, ia berteriak histeris, "Mas! Lebih baik kita pergi saja dari sini! Aku tidak mau kamu terluka, Mas!!"

​Teriakan nyaring Sisil yang membelah gemuruh es itu tak pelak sampai ke telinga Min Suho yang berada di udara. Jantung Suho mendadak mencos sejenak, dahinya mengernyit bingung. ‘Mas? Ke-Kenapa... Kenapa Sisil memanggil pria asing itu dengan sebutan 'Mas'?’

​Di bawah kungkungan bayangan pedang raksasa, Arka melirik sedikit ke belakang, memberikan senyum paling percaya diri yang pernah ia miliki. "Sayang... Kamu jangan pernah meremehkan suamimu yang hebat ini."

​Bersamaan dengan kalimat itu, Arka mengayunkan pedang Dissord-nya ke depan dalam satu tebasan diagonal yang lambat namun mutlak.

​Dari udara, pendengaran tajam Min Suho menangkap kata terakhir Arka dengan sangat jelas. Jiwa pahlawannya seketika dihantam badai kebingungan yang luar biasa dahsyat. ‘Apa?! Suami?! Gadis itu... Sisil sudah memiliki suami?!’

​Suho mendadak termenung bodoh di udara, seluruh fokus bertarungnya pecah berantakan akibat fakta mengejutkan yang baru saja ia dengar dari mulut Arka.

​Namun, di detik yang sama, tebasan [Blade of Hollow] milik Arka telah melesat.

​SRAAAAKKKK!

​Tidak ada ledakan besar. Tebasan tiga warna itu meluncur vertikal memotong ruang. Begitu tebasan tipis itu bersentuhan dengan kelima pedang es raksasa seukuran gedung milik Suho, kelima mahakarya sihir es itu seketika terhapus dan terpotong lenyap dari eksistensi dunia, berubah menjadi hampa seolah-olah mereka tidak pernah tercipta di sana.

​Dan kengerian aslinya baru dimulai. Tebasan Blade of Hollow itu tidak berhenti setelah menghancurkan sihir es; gelombang tebasan pemutus logika ruang itu terus meluncur lurus ke atas dengan kecepatan melampaui cahaya, mengincar tubuh Min Suho yang masih melamun bodoh di udara.

​Suho yang mendadak tersadar langsung didera kengerian saat melihat sebuah tebasan ruang tak kasat mata sudah berada satu milidetik di depan wajahnya. ‘Gawat!... tidak bisa menghindar!!’ jeritnya dalam hati, bersiap menjemput ajalnya.

​SHUUT!

​Tepat di saat kritis tersebut, sekelebat bayangan emas bergerak dengan kecepatan kilat murni dari arah bawah, menyambar tubuh Min Suho dan membawanya mundur secara ekstrem sejauh ratusan meter ke samping—menyelamatkan nyawa Suho dari kematian dalam hitungan detik.

​Tebasan Blade of Hollow milik Arka yang meleset dari Suho tidak lantas memudar. Karena sifatnya yang merobek ruang, tebasan itu terus melaju lurus melintasi jarak geografis yang sangat jauh, membelah awan-awan di langit kota hingga terbagi menjadi dua bagian yang simetris, menuju tepat ke arah titik pertempuran monster Baphomet radikal tadi.

​Di atas atap ruko, rekan dari pria berjubah merah yang sedang bersiap melarikan diri mendadak merasakan sebuah bulu kuduknya berdiri tegak. Sebuah tekanan kematian absolut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya datang dari arah kejauhan.

​"Hei! Cepat kembali ke wujud manusiamu dan ayo kita kabur sekarang juga! Ada sebuah serangan yang sangat berbahaya dan gila sedang menuju ke mari! Aku tidak yakin kita bisa selamat jika terkena benda itu!" teriak pria itu histeris pada temannya yang sedang mengamuk dalam wujud monster Baphomet.

​"Hah? Apa yang kau takutkan? Aku bahkan belum selesai bersenang-senang!" jawab monster Baphomet itu acuh tak acuh.

​"Cepat, Bodoh! Kita bisa melakukannya lagi lain kali!" bentak rekannya panik, langsung mengaktifkan Pintu Teleportasi magis di dekat mereka dengan tangan gemetar.

​Melihat kepanikan nyata dari rekannya, monster Baphomet itu mendengus kesal.

"Iya, iya, baiklah! Kau ini penakut sekali!" ucapnya sembari menyusutkan kembali ukuran tubuh raksasanya menjadi wujud manusia berjubah merah normal.

​Tepat di saat ia kembali menjadi manusia, seberkas pendar cahaya tiga warna melesat di cakrawala dengan kecepatan yang menembus logika.

​"Itu serangannya! Cepat masuk ke dalam!!" jerit sang rekan histeris, langsung melompat masuk terlebih dahulu ke dalam Pintu Teleportasi miliknya demi menyelamatkan nyawanya sendiri.

​Pria berjubah merah yang baru menyadari kedatangan pendar cahaya itu ikut terpanik-panik. Ia buru-buru membalikkan badannya dan melompat masuk ke dalam portal spasial tersebut tepat satu milidetik sebelum tebasan itu tiba di lokasi ruko.

​Di sebuah koordinat markas rahasia yang terletak ribuan kilometer jauhnya di belahan bumi yang lain.

​WUSH!

​Sang rekan berhasil keluar dari pintu teleportasi tujuan, jatuh bergulingan di atas lantai marmer dengan napas memburu dan keringat dingin yang membanjiri seluruh tubuhnya. Ia mengembuskan napas lega yang teramat sangat.

"Ugh... gila... Untung saja kita berhasil kabur tepat waktu dari serangan berbahaya itu..." gumamnya dengan dada kembang kempis.

​Detik berikutnya, lingkaran Pintu Teleportasi di belakangnya kembali bergetar, memuntahkan tubuh sang pria berjubah merah yang ikut berhasil melangkah keluar dengan selamat.

​Pria berjubah merah itu berdiri tegak, memandangi rekannya sembari melepaskan tawa mengejek.

"Hahaha! Lihat dirimu, Kawan. Kau terlalu panik dan penakut."

​"Bukan begitu... Aku hanya memiliki firasat buruk tentang serangan tadi—"

​Belum sempat pria itu menyelesaikan kalimat penjelasannya, sebuah fenomena mengerikan terjadi tepat di depan matanya.

​SRIIING!

​Pintu Teleportasi spasial yang seharusnya sudah tertutup di belakang mereka mendadak terbelah menjadi dua bagian yang rapi. Sifat skill [Blade of Hollow] milik Arka yang mampu memotong logika ruang ternyata telah mengikuti koordinat jalur sihir portal tersebut secara absolut, menembus jarak ribuan kilometer dan menebas keluar dari dalam portal tujuan mereka.

​CRACK!

​Tanpa ada suara ledakan, garis tebasan tiga warna itu melintas lurus menembus bagian tengah tubuh sang pria berjubah merah yang baru saja hendak menyombongkan diri.

​Pria berjubah merah itu tertegun, kalimatnya terhenti di udara. Matanya melotot horor menatap lurus ke depan, sebelum akhirnya sebuah garis merah vertikal muncul dari ujung kepala hingga selangkangannya.

​SRAK!

​Dalam keheningan yang mencekam, tubuh tegap milik pria radikal yang setara Userator 6 Stars itu terbelah menjadi dua bagian yang sangat simetris, ambruk ke lantai dengan tumpahan darah yang mengalir deras. Ia tewas seketika di markasnya sendiri akibat sisa tebasan dari Arka yang berada ribuan kilometer di seberang benua.

​Rekan yang menyaksikannya hanya bisa terduduk lemas di lantai, wajahnya pucat pasi laksana mayat dengan rahang yang jatuh terbuka sempurna. Jiwanya terguncang hebat menyaksikan kematian instan temannya yang begitu tidak masuk akal.

​"Tidakkk!!!" jeritnya histeris, memenuhi ruangan sunyi itu dengan gema ketakutan yang mendalam.

​Bersambung...

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!