NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

----
"Ugh ..."
Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ... sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.

"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"

Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.

Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.

Follow Ig : Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. SELAMAT DARI MAUT

Kegelapan panjang perlahan terbelah oleh seberkas cahaya lembut. Kesadaran merayap pelan, membawa rasa hidup yang lama hilang-- hembusan napas, detak nadi, dan gerakan jari tangan yang semakin terasa.

Kelopak matanya terasa berat, namun akhirnya terangkat perlahan. Dunia tampak samar, lalu perlahan terasa nyata. Di hadapan, sepasang mata berkaca‑kaca memancar jelas. Dengan napas lemah, Nayra akhirnya membuka matanya.

"Dimana aku …"

Aku melihat sekeliling ... Semuanya masih tampak kabur dari pandanganku.

"Di mana aku sekarang ..." suara ku berat, tubuhku penuh dengan selang infus dan lain sebagainya menempel dengan erat di tubuhku.

Tubuhku terasa sangat lemah, untuk menggerakkan tanganku saja aku membutuhkan seluruh tenagaku.

"Apa yang terjadi denganku? Bagaimana aku bisa ada di sini?"

Saat itu aku langsung teringat dengan kandunganku, aku langsung menyentuh perutku, namun aku tidak lagi merasakan gerakan kehidupan di dalam perutku.

"Ada apa? Kenapa aku tidak merasakan bayiku?"

"Apa yang terjadi? Ada apa dengan bayiku?"

Aku masih bertanya-tanya di dalam hatiku? Apa yang sebenarnya terjadi? Saat ini aku sama sekali tidak bisa mengingat semuanya. Aku hanya bisa mengingat bahwa diriku sedang hamil.

Krek ...

Pintu terbuka ...

Aku melihat sosok laki-laki yang membuat ku terkejut. Saat Ardiansyah masuk ke dalam sini, dan berjalan menghampiri ku.

"Nayra! Kamu sudah sadar?"

Ardiansyah tersenyum menyeringai melihat Nayra yang baru saja terbangun dari koma.

"Ardiansyah!!! Ke-Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya ku saat melihat Ardiansyah, tersenyum menyeringai melihat ku.

Suara terbata-bata, walaupun aku masih lemah namun cukup untuk mengeluarkan suara. "Ardiansyah!!! Jawab aku!"

Ardiansyah duduk di sampingku. Ia mengupas apel yang ia bawa di tangannya.

"Tenang saja! Aku tidak akan membunuhmu! Aku bukan orang tuamu yang ingin membunuhmu!" ucapnya santai sambil mengupas apel.

"Apa maksud mu?" tanya ku semakin bingung.

"Kamu baru sadar! Istirahat saja dulu! Aku akan menjelaskan semuanya nanti!"

Ardiansyah memberikan apel yang ia kupas untuk ku.

Aku menepis apel yang Ardiansyah berikan untuk ku.

Brak!

"Hemmm!!!" Ardiansyah kembali tersenyum menyeringai. "Kenapa kamu membuang apel yang aku kupas untuk mu?"

"Jelaskan!!! Apa yang terjadi denganku?" tanya ku tegas menatap wajah Ardiansyah.

"Kamu ingin tahu ... Hanya satu yang pasti! Bayi mu sudah tidak ada!"

Seketika aku terdiam, tubuh ku membatu. Bagaikan tersayat pisau, saat aku mendengar bahwa bayi yang ada di dalam kandungan ku sudah tidak ada.

"Apa? Apa yang kamu katakan Ardiansyah?! Tidak ..." ucap ku, dengan suara yang penuh dengan rasa ketidak percayaan.

"Tidak!!! Ini tidak mungkin ... Bayiku! Hiks ... Hiks ... Hiks ..."

Aku menangis histeris ... Kehilangan bayi yang aku kandung, terlalu menusuk hatiku. Aku tidak bisa mempercayai ini semua. Rasa lebih baik aku mati bersama dengan anakku saja.

"Tidak ada gunanya kamu menangis Nayra! Tangisan mu itu tidak akan mengembalikan bayi mu." ucap Ardiansyah tanpa perasaan.

Aku berhenti menangis. Namun sorotan mataku, tajam melihat Ardiansyah.

"Kenapa kamu bicara seperti itu,? Apakah kamu tahu bagaimana rasanya seorang ibu yang kehilangan anaknya? HAAA! Tidak ada seorang ibu yang bisa menerima kenyataan bahwa anaknya sudah meninggal ... Kamu tahu itu ... Hiks ... Hiks ... Hiks ... Hiks ..."

"Hmm! Nayra! Kamu terlalu lemah! Itu mengapa mereka dengan mudahnya menginjak-injak dirimu."

Apa yang Ardiansyah katakan? Aku yang baru saja tersadar langsung di suguhkan dengan kenyataan yang begitu pahit dan membuat tubuh ku semakin lemah.

"Sadar Nayra! Terima saja kenyataan!"

Aku tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi ... Tubuhku terasa sangat berat dan akhirnya aku kembali tidak sadarkan diri.

--

"Nayra! Nayra!" Ardiansyah terkejut saat Nayra kembali pingsan.

Saat itu ia langsung memanggil dokter pribadinya dan meminta untuk memeriksa Nayra.

"DOKTER!!!" teriak Ardiansyah.

Dokter pribadinya masuk, setelah mendengar Ardiansyah berteriak memanggil dirinya.

"DOKTER! Tolong periksa Nayra! Dia kembali pingsan ..."

"Tenang pak! Say periksa sebentar!" ucap dokter, lalu memeriksa keadaan Nayra.

Lalu Ardiansyah keluar dari ruangan itu dan pergi.

...══════ஜ▲ஜ══════...

Di sisi lain ...

Setelah berita kematian Nayra di umumkan. Seluruh keluarga Atmadja dan keluarga suaminya datang ke acara pemakaman Nayra.

Meskipun jasadnya tidak di temukan, namun mereka tetap melangsungkan acara pemakaman Nayra.

Saat itu yang terlihat bersedih hanyalah Fadli -- suami Nayra, matanya berkaca-kaca dengan raut wajah murung dan penuh dengan kesedihan.

Namun di bandingkan dengan acara pemakaman. Tempat itu lebih terlihat seperti sebuah pesta.

Acara berlangsung ramai, tanpa ada orang yang bersedih ataupun menangis. Mereka semua tertawa sambil menikmati jamuan dan pesta minuman di acara itu.

VROOM ... VROOM ...

Suara gerungan mobil terdengar dari luar. Ardiansyah datang ke acara pemakaman Nayra.

Krek ...

Ardiansyah keluar dari mobilnya. Ia berjalan masuk ke dalam acara tersebut.

Tampak acara pemakaman itu, jauh berbeda dari yang ia bayangkan.

Ia datang ke acara pemakaman Nayra, karena undangan dari Aqila. Setelah pertemuannya dengan Aqila. Aqila tidak berhenti mendekatinya.

Aqila sama sekali tidak takut mendekati musuh yang sangat nyata berada di depannya. Namun itulah keinginan Ardiansyah.

Ardiansyah ingin mengadu domba ke-dua saudari itu.

"Apa ini? Ini bukanlah pemakaman! Melainkan sebuah pesta ... Heee" Ardiansyah tersenyum menyeringai.

Tak ... Tak ... Tak ...

Langkah kaki Ardiansyah yang perlahan masuk ke dalam aula pemakaman.

Krek ...

Ardiansyah membuka pintu masuk aula.

SSTTT!!!

Semua orang tercengang, saat Ardiansyah masuk ke dalam aula.

"Ardiansyah!!!" Fadli tercengang saat melihatnya.

Tak ... Tak ... Tak ...

Fadli berjalan mendekati Ardiansyah, dan langsung mencengkram kerah bajunya.

"Ardiansyah!!!! Apa yang kamu lakukan disini? Tidak ada yang mengundang mu datang ke pemakaman istriku!!!"

"Aku yang mengundangnya datang ..." ucap Aqila, yang muncul dari belakang.

Aqila berjalan dan berhenti di samping Ardiansyah, tangannya menepis tangan kakak iparnya yang mencengkram kerah baju Ardiansyah.

"Lepaskan tanganmu mas!"

Aqila menggenggam tangan Ardiansyah.

"Perkenalkan ... Ardiansyah, kekasih ku." ucap Aqila sambil tersenyum.

Dharma terkejut mendengar perkataan anaknya -- Aqila yang sedang jatuh cinta kepada Ardiansyah.

Sang ibu -- Monica tersenyum menyeringai, anaknya telah berhasil memikat hati Ardiansyah. Sekarang dua pewaris perusahaan ternama sedang menjalin hubungan.

Itu adalah keinginan dan ambisi Monica. Dimana dirinya akan menjadi orang yang sangat di segani, setelah Ardiansyah menikah dengan Aqila.

Monica tidak peduli baik itu musuh atau teman, selama ia bisa mendapatkan semua keinginannya, Monica akan melakukan segala cara agar tujuannya tercapai.

"Bagus Aqila! Sekarang Mamah sangat bangga dengan mu" ucapnya sambil tersenyum menyeringai penuh kemenangan.

Ardiansyah tersenyum dan menyapa mereka.

"Hallo, Pah, mah, dan kamu, calon kakak ipar ku ... Aku membuat kalian terkejut."

--

Lalu apa yang sebenarnya Ardiansyah rencanakan? Ia tidak bisa di tebak, mengapa Ardiansyah menyelamatkan Nayra? Lalu ia juga bersama dengan Aqila menjalin hubungan.

"Hemmmm! Tunggu sebentar lagi! Aku akan memberikan kalian semua kejutan yang sangat besar ..."

...══════ஜ▲ஜ══════...

...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...

...•...

1
Sandrina
hebatnya sekali tanam langsung jadi 😄
Tina
apakah ardiansyah nnti akan berlayar dgn nayra? 🤭
Tina
kenapa diam aja nay,, libaskan saja lehernya, jangan lehermu 😒
한스 HANS-SUZY: wow! ngeri
total 1 replies
Tina
emang maunya dia tuh
한스 HANS-SUZY: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
oh pantes 😒
Tina
Wah, dia nulis dmna biar aku rujak thor 😂
한스 HANS-SUZY: anu di sebelah kiri anu lah ytta🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
Dih.. dimanjain makin ga tau diri 😒
한스 HANS-SUZY: seperti itu lah 😭
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Masukkan lah aku ke situ Hans, biar aku yg nampar😂
한스 HANS-SUZY: boleh ²
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tunjang aja dia
Drian
bagus 👍
Drian
keguguran loooo
Drian
ternyata di culik si Ardiansyah,,,
Drian
bener,,, kejam othorrnya
Drian
biarin aja sih pak,,, udah gitu baru nyesel lagi sekarang,,,,,
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
gila sih, kok aku yang sakit hati.
baca nya
한스 HANS-SUZY: 😭😭😭 mengsedih ya Kak 😭😭😭😭
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dasar lelaki gx tau di untung.
kalau aku yang jadi istri mu, wes tak tinggal pergi
한스 HANS-SUZY: stujuuuu💃
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
oh Aqila itu adik angkatnya kah?
한스 HANS-SUZY: ia! dia anak keluarga Atmadja... katanya?
total 1 replies
Sishrye
bener bener di buat metong ama othor nya😭
한스 HANS-SUZY: 😭😭😭😭 😭😭😭😭😭masih anu😭😭😭😭
total 1 replies
Alyaaa_Lryyy.
ada aja musibah yang dtg ke diaa🥺
stela aza
ceritanya g jelas ,,,
한스 HANS-SUZY: 🙏🙏🙏 kak! nanti ada kejelasannya di bab selanjutnya 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!