NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Dibeli

Jodoh Yang Dibeli

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Q Lembayun

Hari ini adalah hari ulang tahun Arla yang ke-18, dimana ia sudah dianggap dewasa dan 'matang'. Sehingga sudah saatnya ia dipanen dan dijual oleh rumah lelang ini.

Sebagai seorang gadis yang dijual oleh keluarganya sendiri, ia dirawat oleh rumah lelang ini untuk dijual kepada para laki-laki hidung belang dengan harga yang lebih mahal. Meski begitu, keluarganya sering datang dan mengatakan bahwa mereka menyesal menjualnya dan berjanji untuk membelinya kembali agar dapat pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya lagi.

Akan tetapi saat malam ulang tahunnya datang, tak ada satupun keluarga yang datang untuk menebusnya. Sehingga ia terpaksa dijual kepada laki-laki yang tidak ia kenal.

Bagaimana nasib Arla setelah dibeli oleh laki-laki itu, dan apakah ia akan berakhir menyedihkan seperti para budak nafsu yang telah mati karena kekerasan, seperti yang dialami oleh banyak gadis yang keluar dari tempat ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Q Lembayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan pahit

Suasana bar kecil itu relatif sepi, dengan kesan yang lebih tenang dari biasanya. Mungkin karena Abimana dan Reza sudah terlalu sering datang ke tempat ini, sehingga pemilik bar menyediakan ruang tersendiri agar mereka bisa berbicara lebih leluasa. Apalagi ditambah dengan beberapa rumor yang beredar di rumah sakit akhir-akhir ini, jelas bahwa agenda minum malam ini akan membahas sesuatu yang lebih berat dari biasanya.

Semua orang tahu tentang hubungan Reza dan Abimana yang begitu baik sejak mereka masih kuliah di universitas yang sama. Beberapa rumor juga sempat menerpa keduanya—ada yang mengatakan bahwa Abimana dan Reza adalah pasangan gay yang sebenarnya. Namun rumor tersebut tidak berlangsung lama bagi Reza, karena laki-laki itu dengan tegas mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki pacar, dan pacarnya adalah seorang wanita.

Dulu, Abimana sempat bertanya-tanya siapa wanita yang beruntung dan berhasil menaklukkan hati seorang Reza—orang yang sangat baik, terkenal lurus, dan tidak neko-neko.

“Aku tebak kau mengajakku minum kali ini karena Diana,” ucap Abimana.

Mendengar tebakan itu, Reza tertawa pelan.

“Kamu tahu sendiri, Diana itu sangat sulit diatur. Dia mungkin terlihat lembut dan baik di depan semua orang, tapi hanya aku yang tahu betapa keras kepalanya dia, dan betapa senangnya dia menjadi pusat perhatian. Aku juga yakin kamu tidak mungkin marah tanpa sebab. Aku mengenalmu dengan sangat baik—Diana pasti orang yang memulai keributan itu denganmu.”

Mendengar penilaian Reza terhadap dirinya dan Diana, Abimana hanya bisa tersenyum kecut. Laki-laki sebaik ini memang pantas untuk diperjuangkan. Wajar saja jika Diana lebih memilih Reza dibandingkan dirinya. Meski begitu, di dalam hati Abimana tetap ada kecemburuan yang tidak bisa ia sembunyikan, karena rasa cinta Diana padanya tidak pernah bisa setara dengan rasa cinta Diana kepada Reza.

“Kamu pacar yang baik.”

“Ehh??”

Reza langsung terkejut mendengar pernyataan itu, karena hubungannya dengan Diana tidak pernah dipublikasikan kepada siapa pun. Reza bahkan tidak pernah bercerita pada Abimana, meskipun laki-laki itu adalah sahabat karibnya.

“Kamu tahu?”

“Ya. Aku melihat kalian berciuman di atap rumah sakit.”

Reza langsung tersenyum malu, benar-benar tidak menyangka bahwa momen kecilnya akan diketahui oleh sahabatnya sendiri. Ia pun menatap Abimana dan meminta maaf.

“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikan hal itu darimu. Tapi Diana bilang kita bekerja di tempat yang sama dan sedang fokus pada karier. Jadi lebih baik hubungan ini disembunyikan agar tidak muncul rumor yang tidak diinginkan. Meski begitu, terkadang kami masih mencuri waktu untuk melakukan hal-hal kecil,” ucap Reza dengan sedikit malu.

Abimana meneguk sedikit minuman kerasnya untuk meredakan hatinya yang mulai panas. Ia teringat bagaimana Diana dulu meyakinkannya agar hubungan mereka tidak diketahui orang lain—alasan yang sama seperti yang kini diucapkan Reza.

Meski begitu, Abimana merasa dirinya begitu bodoh karena pernah mempercayai semua ucapan Diana di masa lalu.

Kalau saja ia tidak tidak sengaja melihat kejadian itu, mungkin ia tidak akan pernah tahu bahwa Diana juga memiliki hubungan dengan Reza. Padahal malam itu seharusnya ia sudah mengatakan pada Diana bahwa ia siap menikah dengannya, serta membangun rumah tangga bersama.

“Sudah berapa lama kalian pacaran?” tanya Abimana akhirnya.

“Cukup lama. Bulan lalu tepat anniversary kami yang ke-7 tahun.”

Mendengar hal itu, Abimana terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia selalu mengira dirinya yang dibohongi dan diselingkuhi, tetapi sepertinya bukan Reza yang menjadi selingkuhan—melainkan dirinya sendiri.

Hubungan Abimana dan Diana juga tidak kalah lama. Hanya saja, bulan depan adalah anniversary mereka yang ke-7. Bisa dibilang hanya terpaut sekitar tiga bulan lebih lambat dibandingkan Reza.

Hal itu membuat Abimana tertawa miris. Ia telah menghabiskan bertahun-tahun setia pada satu orang, tetapi pada akhirnya justru ia yang dipermainkan dan diduakan dengan sahabatnya sendiri.

Abimana bahkan rela dirumorkan sebagai seorang gay dan penyuka sesama jenis, hanya karena ia tidak ingin Diana merasa tidak nyaman di lingkungan kerja. Tapi sepertinya itu semua hanya menjadi cara agar Diana bisa menjalani dua hubungan sekaligus, lalu tetap menikmati rasa kagum dari laki-laki lain.

Abimana melirik Reza yang masih tersenyum malu karena hubungannya kini telah diketahui. Ia sempat berpikir untuk berkata jujur pada sahabatnya—bahwa wanita yang mereka cintai sebenarnya adalah orang yang telah mempermainkan mereka.

Namun ia ragu.

“Apakah kamu mencintai Diana?” tanya Abimana akhirnya.

“Tentu saja. Apa-apaan pertanyaan itu? Kami sudah berhubungan selama 7 tahun, dan sudah saatnya kami ke tahap selanjutnya. Aku sebenarnya belum bilang ini ke Diana, tapi aku sudah membicarakannya dengan kedua orang tua kami. Mungkin dalam waktu dekat aku akan melamarnya, jadi doakan saja.”

Abimana terdiam. Ia melihat senyum sahabatnya yang begitu tulus, hingga ia tidak sanggup untuk mengatakan kebenaran.

Lagi pula, Diana sudah pernah mengatakan dengan tegas bahwa ia memilih Reza dibanding dirinya. Jadi sudah jelas bahwa Diana mencintai Reza.

Akhirnya, Abimana hanya bisa berdoa dalam hati agar Diana benar-benar tulus pada Reza.

“Kalau begitu selamat. Aku ikut bahagia mendengar kabar itu. Semoga rencanamu berjalan lancar.”

“Terima kasih.”

Keduanya pun minum tanpa henti. Reza minum untuk meluapkan kebahagiaannya karena kini satu orang telah mengetahui rahasianya, sehingga ia tidak perlu lagi berpura-pura di depan Abimana.

Sedangkan Abimana minum karena patah hati. Ia merasa telah dipermainkan terlalu lama, hingga cinta yang ia jaga bertahun-tahun terasa seperti ilusi yang menyeretnya ke dalam kegelapan.

Tujuh tahun bukan waktu yang singkat. Dan sebelum hari ketika ia menemukan kenyataan pahit itu, Abimana selalu memiliki cinta yang sangat besar untuk Diana. Bahkan setelah mengetahui kebenaran pun, tidak bisa dipungkiri bahwa rasa itu masih ada.

Namun harapan untuk kembali kepada gadis itu seolah sudah benar-benar hilang. Karena sejak awal, ia hanya menjadi pelengkap dalam kehidupan Diana.

Abimana terus meneguk gelas demi gelas, seolah minuman keras adalah satu-satunya obat untuk patah hatinya yang terlalu dalam. Jika saja Reza tidak ada di sana, mungkin ia sudah menangis sekeras-kerasnya.

Ia benar-benar merasa bahwa cinta yang selama ini ia jaga, ternyata hanya sebuah keisengan belaka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!