NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:944
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

"A-iya," kata Clara gugup.

"Tapi film nya sudah habis, selepas ini palingan juga film hantu," goda Zidan.

"Hah? Han-hantu? Kalau gitu udahan aja," kata Clara bergegas mematikan televisi dan berdiri dari duduknya.

"Kamu tidak berniat untuk mengajak saya ke kamar kamu? Ini pertama kalinya saya ke rumah ini, saya tidak tau di mana kamar kamu, saya juga sudah sangat lelah," kata Zidan lagi.

"Gak boleh, pak Zidan gak bisa apa tidur di sini aja? Masa iya di kamar saya kan gak enak kamar saya kecil tau gak?" Clara pun mulai mencari-cari alasan.

"Hmm, setelah kebaikan yang saya berikan jadi gini balasan nya? Apa kamu lupa kalau saya pernah tidur di Sofa hanya karena kamu yang takut akan badai?" ujar Zidan yang menghampiri Clara dan bicara dengan jarak dekat.

"Ngeselin banget, gak ikhlas suka ngungkit, yaudah ayok!" ujar Clara kesal tak bisa melawan Zidan karena ia punya utang Budi.

Mereka pun berjalan menaiki tangga dan menuju kamar Clara, tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di kamar Clara, terlihat kamar yang begitu luas dengan kasur king size.

Clara sempat terdiam saat memasuki kamar tersebut, ia merindukan kamar tidur nya, tak ada yang berubah di sana semuanya tetap sama seperti dulu.

"Huaaa, akhirnya gue kembali ke kamar ini juga, meskipun hanya semalam sih," kata Clara berlari dan duduk di ranjang nya.

"Saya tidur di mana?" tanya Zidan mendekati Clara.

"Di sofa dong pak, gak mungkin tidur sama saya kan?" ungkap Clara asal bicara.

"Kalau mungkin bagaimana? Saya kan suami kamu," ujar Zidan memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana dan sedikit membungkuk menatap Clara yang saat ini sedang duduk di ranjang nya.

Deg ...

Jantung Clara berdegup kencang saat di tatap dengan begitu dalam oleh Zidan, tak hanya itu perkataan Zidan barusan membuat nya semakin gelisah.

"Gak, itu gak bisa, pak Zidan jangan lupa ya, kita ini hanya menikah kontrak, gak ada perasaan satu sama lain jangan berfikir mau tidur seranjang dengan saya, lagipula saya masih sekolah," Clara dengan polos nya mengatakan hal tersebut.

"Haha, anak kecil kamu pikir saya serius? Jangan khawatir saya tidak akan sebodoh itu," Zidan kemudian mengambil bantal dan juga selimut Clara dan membawa nya ke atas Sofa lalu mengatur tempat tidur.

"Tunggu itu kan selimut saya pak!" ujar Clara bergegas menghampiri Zidan dan kemudian berusaha mengambil selimut nya dari Zidan.

Namun Zidan tidak memberikannya nya karena sudah nyaman dengan selimut tersebut, ia menarik nya dan membuat Clara yang juga menarik selimut tersebut terjatuh, karena kekuatan Zidan jauh lebih kuat dari Clara, akhirnya tubuh Clara terhuyung jatuh menimpa Zidan.

Cuph ...

Bibir Clara dan bibir Zidan bersatu membuat keduanya sama-sama membulatkan mata, Clara memang jatuh tepat di atas tubuh Zidan dan posisi bibir keduanya tampa sengaja sangat pas dan akhirnya kedua bibir itu saling bersentuhan.

Merasakan hal yang tidak wajar Clara segera mengangkat kepalanya dan memegang bibir nya.

"Kamu," ujar Zidan menatap tajam Clara.

"Astaga ciuman pertama gue," ujar Clara masih tidak percaya kalau saat ini ciuman pertama nya telah jatuh kepada Zidan.

Namun saat ia hendak bergerak bangkit dari tubuh Zidan, dengan cepat tengan Zidan melingkar di pinggang nya menahan Clara untuk bangkit dari sana.

"Mau kemana kamu? Kamu sengaja kan?" tanya Zidan dengan tangan yang melingkar di pinggang Clara.

"Lepasin pak, lepasin," kata Clara berusaha bangkit.

"Sudah bikin saya jadi gini terus kamu mau pergi? Tidak bisa," kata Zidan yang entah kerasukan apa ia membalikkan posisi mereka.

Alih-alih dirinya yang di bawah kini Clara lah yang berada di bawah Kungkungan nya.

"Pak Zidan mau ngapain! Jangan macam-macam ya, barusan gak inget bilang apa!?" ungkap Clara yang mencoba mengingatkan Zidan kalau tadi Zidan mengatakan ia tidak akan bodoh untuk melakukan sesuatu kepada Clara.

"Kamu mancing saya," ungkap Zidan yang kemudian memegang tengkuk Clara dan kemudian ... Cuphh.

Kedua bibir itu kembali beradu, namun kali ini tidak hanya sebuah kecupan saja, Zidan menyesap bibir Clara yang terasa manis lembut dan candu bagi nya.

"Emphhh," Clara mencoba mendorong dan menahan dada Zidan untuk membuat jarak di antara mereka, namun kekuatan Zidan jauh lebih besar dari nya.

Lima menit berlalu.

Clara memukul-mukul pundak Zidan karena sudah kehabisan pasokan nafas Zidan benar-benar mengilla.

Sadar dengan apa yang sudah dia lakukan Zidan pun akhirnya melepaskan ciumannya dan menatap wajah Clara.

Terlihat sudut mata Clara telah berembun, bahkan bulir bening itu mulai turun dari ekor matanya.

Bibir Clara bahkan sedikit luka karena ulah Zidan yang seperti kerasukan.

"Minggir pak! Kau keterlaluan!" ucap Clara mendorong Zidan dan kemudian berlari masuk ke kamar mandi.

Baru kali ini Clara semarah itu sampai-sampai menyebut Zidan dengan sebutan kau.

"Astaga apa yang aku lakukan?" kata Zidan tersadar, dengan jantung yang berdebar dan nafas yabg memburu.

Zidan bergegas pergi ke kamar mandi, namun pintunya di kunci dari dalam oleh Clara.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Clara maaf kan saya, saya tidak bermaksud," ungkap Zidan sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi tersebut.

Clara berdiri di depan cermin dan melihat dirinya sendiri, rambut nya sedikit berantakan juga bibir nya yang sedikit membengkak dan luka.

"Sebenarnya apa yang bikin pak Zidan tiba-tiba jadi seganas ini? Biasanya dia nggak pernah kayak gini, laki-laki kurang ajar," geram Clara sambil kemudian membuka keran dan membasuh wajah nya.

Sebagai seorang laki-laki berusia dua puluh tujuh tahun sulit bagi Zidan untuk menahan nafsu nya, apalagi Clara adalah istri sah nya yang wajar ia terpikat dan tertarik dengan Clara ia juga laki-laki normal bukan impoten.

"Clara buka pintu nya," ungkap Zidan lagi.

Sepuluh menit Zidan berdiri di depan pintu kamar mandi, namun Clara tidak juga keluar atau membuka pintu.

"Gue beneran gak mau ketemu pak Zidan, sumpah gak mau, laki-laki mesum," umpat Clara yang saat ini tak ingin keluar dari kamar mandi.

Beberapa menit kemudian, tidak terdengar ada Zidan di pintu luar lagi, Clara pun berhati-hati membuka pintu dan mengendap-endap keluar dari kamar mandi.

Namun ternyata Clara salah, Zidan masih berdiri di sana dengan jarak yang sedikit jauh, ia menatap Clara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Mereka kembali bertatapan satu sama lain namun kali ini rasanya cukup cangung.

Zidan mendekati Clara dan menunduk sedikit arah pandangan nya tertuju ke bibir secara.

Clara yang masih kesal mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarah.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!