NovelToon NovelToon
Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:868
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Dalam satu perjalanan malam,
Nara dan Arka dipaksa menghadapi kembali masa lalu yang belum selesai.

Dan kali ini… tidak ada lagi tempat untuk lari.

Karena di antara dua perhentian,
beberapa perasaan tidak pernah benar-benar hilang
hanya menunggu waktu untuk kembali menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Hidup dengan yang Hilang

Waktu tidak pernah benar-benar menyembuhkan.

Dia hanya… mengajarkan kita cara hidup dengan rasa yang masih ada.

Hari-hari berlalu tanpa banyak perubahan yang terlihat.

Nara tetap bekerja.

Tetap bangun pagi.

Tetap menjalani rutinitas yang sama.

Tapi di dalam dirinya… ada sesuatu yang perlahan bergeser.

Bukan hilang.

Tapi berubah.

Dulu, setiap hal kecil selalu ingin dia ceritakan pada Arka.

Tentang kopi yang terlalu pahit.

Tentang jalanan yang macet.

Tentang lagu yang tiba-tiba mengingatkannya pada sesuatu.

Sekarang… semuanya berhenti di dalam dirinya sendiri.

Tidak ada tempat untuk dibagikan.

Awalnya terasa kosong.

Tapi lama-lama… terasa biasa.

Dan justru itu yang membuat Nara takut.

“Gue mulai lupa suara dia…”

Bisiknya suatu malam.

Sendiri.

Bukan lupa sepenuhnya.

Tapi samar.

Seperti kenangan yang mulai kehilangan bentuknya.

Dan di satu sisi…

itu menenangkan.

Tapi di sisi lain…

itu terasa seperti kehilangan untuk kedua kalinya.

Nara mulai melakukan hal-hal yang dulu tidak pernah dia lakukan sendiri.

Pergi ke tempat baru.

Duduk di kafe tanpa ditemani.

Menonton film sendirian.

Awalnya aneh.

Canggung.

Tapi kemudian… ada sesuatu yang dia sadari.

Dia tidak selemah yang dia kira.

Dia hanya… terbiasa berbagi.

Dan sekarang, dia belajar berdiri sendiri.

Bukan karena dia tidak butuh siapa-siapa.

Tapi karena dia akhirnya mengerti

tidak semua orang akan tinggal.

Di kota lain, Arka juga berubah.

Pekerjaan menyibukkannya.

Menariknya ke dunia yang dulu dia kejar.

Dia mulai dikenal.

Mulai dihargai.

Mulai mendapatkan apa yang dulu dia impikan.

Tapi setiap pencapaian itu… terasa kurang.

Seperti ada bagian yang tidak ikut sampai.

Suatu malam, setelah meeting panjang, Arka berdiri di balkon apartemennya.

Menatap kota yang tidak pernah benar-benar dia kenal.

Lampu-lampu menyala.

Orang-orang berlalu.

Hidup terus berjalan.

Dan di tengah semua itu…

dia merasa sendirian.

“Harusnya gue cerita…”

Kalimat itu muncul lagi.

Bukan sekali.

Tapi berkali-kali.

Dan setiap kali itu datang…

rasa sesalnya tidak pernah berkurang.

Arka menutup matanya.

Mengingat wajah Nara.

Cara dia tersenyum.

Cara dia marah.

Cara dia menatap… saat semuanya masih baik-baik saja.

Dan sekarang…

semua itu hanya tinggal di ingatan.

“Kalau gue balik ke waktu itu…”

Dia membuka mata.

Tertawa kecil.

“Tapi nggak ada ‘kalau’ ya.”

Realita selalu sederhana.

Kita hanya punya satu kesempatan.

Dan ketika itu terlewat…

tidak ada cara untuk mengulang.

Hari-hari terus berjalan.

Perlahan.

Tanpa mereka sadari

mereka mulai berubah.

Nara menjadi lebih tenang.

Lebih kuat.

Tapi juga… lebih hati-hati.

Dia tidak lagi mudah percaya.

Tidak lagi mudah membuka diri.

Bukan karena dia tidak ingin.

Tapi karena dia sudah tahu…

seberapa sakitnya ketika sesuatu yang dia jaga… akhirnya hilang.

Arka menjadi lebih dewasa.

Lebih fokus.

Tapi juga… lebih tertutup.

Dia belajar untuk tidak menunda sesuatu yang penting.

Tapi ironisnya

hal paling penting dalam hidupnya…

justru yang dia lewatkan.

Dan itu tidak bisa diperbaiki.

Suatu sore, Nara duduk di taman.

Sendiri.

Angin berhembus pelan.

Langit terlihat tenang.

Untuk pertama kalinya setelah lama…

dia merasa damai.

Bukan karena dia sudah melupakan Arka.

Tapi karena dia akhirnya menerima

bahwa tidak semua yang datang…

harus tetap tinggal.

Dan tidak semua yang hilang…

harus dicari kembali.

Dia tersenyum kecil.

Pelan.

“Terima kasih ya…”

Bisiknya.

Tidak jelas untuk siapa.

Mungkin untuk Arka.

Mungkin untuk dirinya sendiri.

Karena pada akhirnya…

cinta itu tidak selalu tentang memiliki.

Kadang…

tentang belajar melepaskan dengan cara yang paling pelan.

Dan di antara semua yang pernah mereka lalui

itulah yang paling sulit.

Tapi juga… yang paling membuat mereka tumbuh.

Perjalanan mereka belum benar-benar selesai.

Karena kadang…

hidup akan membawa dua orang yang pernah saling kehilangan

ke satu titik lagi.

Bukan untuk kembali.

Tapi untuk benar-benar mengerti…

kenapa semuanya harus terjadi.

Dan mungkin…

untuk akhirnya… benar-benar selesai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!