NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: MALAM SEBELUM AKADEMI

Kelas C-3 ternyata sangat berbeda. Ruangannya lebih besar, fasilitas lebih canggih, dan atmosfernya terasa lebih profesional. Siswa di sini rata-rata sudah menjalani beberapa misi nyata, dan percakapan mereka seringkali tentang strategi guild atau pengalaman di Gerbang tingkat menengah.

Min-jae mengambil tempat duduk di baris tengah, menyadari beberapa pandangan penasaran yang mengarah padanya. Sebagai pendatang baru yang langsung naik dari D-rank, tentu saja ia menarik perhatian.

Guru kelasnya adalah Hunter B-rank bernama Instruktur Park, pria berusia empat puluhan dengan bekas luka tipis di pipi dan sikap disiplin tinggi. Pelajaran pertama langsung masuk ke materi: "Koordinasi Tim dalam Menghadapi Ancaman Kelas C".

"Ini bukan lagi tentang bertahan atau menyelesaikan misi sederhana," kata Instruktur Park dengan suara berat. "Di tingkat C, kalian akan menghadapi monster yang memiliki kecerdasan dasar, kemampuan koordinasi, dan kadang-kadang, elemen alam. Kerja tim yang solid bukan pilihan, tapi kebutuhan bertahan hidup."

Min-jae mendengarkan dengan saksama, mencatat poin-poin penting. Di sini, teorinya lebih dalam, dan contoh yang diberikan berdasarkan pengalaman nyata.

Di sela pelajaran, seorang siswa laki-laki dengan rambut pirang pendek duduk di sebelahnya memperkenalkan diri. "Aku Choi Min-ki. Spesialisasi jarak jauh, panah energi. Kamu Kang Min-jae, kan? Dengar-dengar kamu naik rank cepat banget."

Min-jae mengangguk. "Ya, sedikit beruntung."

"Gak ada yang namanya beruntung di dunia Hunter," kata Min-ki sambil tersenyum. "Kalau bisa naik ke C, pasti ada kemampuannya. Aku penasaran, spesialisasi kamu apa?"

"Psikis. Sensing dan telekinesis dasar."

"Oh, itu langka. Berguna banget buat tim. Kalau mau, nanti kita bisa latihan bareng. Tim aku butuh seseorang yang bisa deteksi musuh dari jauh."

Tawaran kerja sama yang tulus. Min-jae menyetujui. Membangun jaringan seperti yang disarankan Guru Choi.

Sepanjang hari, ia menerima beberapa pendekatan serupa. Rupanya, siswa C-rank lebih terbuka untuk kolaborasi karena mereka memahami bahwa di misi nyata, hidup-mati seringkali bergantung pada rekan satu tim.

Sore harinya, sebelum pulang, ia mampir ke kantor Master Yoon untuk melaporkan perkembangan kemampuannya setelah penyatuan jiwa.

"Jadi penyatuan sudah selesai?" tanya Master Yoon dengan mata berbinar penuh minat. "Dan kamu mendapatkan kemampuan Resonansi Jiwa?"

"Sepertinya iya, Master. Tapi aku belum sepenuhnya memahami cara kerjanya."

Master Yoon mengajaknya ke ruang meditasi tertutup. "Coba fokus padaku. Gunakan sensing-mu, tapi kali ini, jangan cuma merasakan keberadaan fisikku. Coba rasakan… 'warna' energiku."

Min-jae menutup mata, memperluas sensing-nya. Biasanya, ia merasakan bentuk, posisi, gerakan. Kali ini, ia mencoba lebih dalam. Dan sesuatu yang berbeda muncul: ia tidak hanya merasakan Master Yoon sebagai sosok fisik, tetapi juga adanya 'nada' psikis yang tenang, terkontrol, penuh kebijaksanaan. Seperti mendengar suara lembut dari kejauhan.

"Master… energi Master terasa… biru tua dan tenang."

Master Yoon tersenyum. "Bagus. Itulah dasar dari Resonansi Jiwa—kemampuan untuk merasakan 'nada' atau 'warna' energi psikis makhluk hidup. Dengan latihan, kamu bisa membedakan emosi, niat, bahkan kondisi psikis seseorang. Tapi hati-hati, ini ranah privasi yang sangat sensitif."

Min-jae mengerti. Kemampuan ini powerful, tapi juga berbahaya jika disalahgunakan atau digunakan tanpa izin.

"Kemampuan ini mungkin terkait dengan penelitian ayahmu tentang resonansi," lanjut Master Yoon. "Tapi ingat, jangan pernah mencoba resonansi dengan energi dimensi atau Gerbang tanpa pengawasan ahli. Itu sangat berisiko."

Nasihat itu dicamkannya baik-baik.

Pulang ke rumah (Paman Dae-hyun sudah kembali dan lebih sering di rumah sekarang), Min-jae mendapati paket kecil di depan kamarnya. Tidak ada nama pengirim. Hati-hati, ia membukanya dengan sensing terlebih dahulu—tidak ada energi berbahaya.

Di dalamnya, ada flash drive biasa dan secarik kertas: **"Untuk Kang Min-jae. Data yang kamu cari. Hati-hati, mereka tahu kamu sudah C-rank."**

Tidak ada tanda tangan. Siapa yang mengirim? Hana? Atau orang lain?

Dengan waspada, ia menghubungkan flash drive ke laptop yang tidak terhubung internet. Isinya adalah kumpulan file dokumen scan—catatan lab tangan tulisan Dr. Kang Min-soo. Ini adalah bagian dari notebook penelitian ayahnya!

Jantungnya berdebar kencang. Ia mulai membaca.

Catatan itu berisi pengamatan tentang "subjek uji dengan keselarasan resonansi tinggi". Ada beberapa nama inisial, deskripsi gejala (mimpi aneh, ingatan tumpang tindih, sensitivitas energi meningkat), dan yang paling menarik: sketsa sebuah perangkat bernama "Resonance Stabilizer" yang menurut catatan bisa "menyeimbangkan resonansi jiwa ganda".

*Jiwa ganda.* Itu dia. Ayahnya meneliti fenomena seperti yang dialaminya.

Di halaman terakhir, ada tulisan tergesa-gesa: **"Mereka akan menggunakan ini untuk Anchor. Bukan untuk penyembuhan, tapi untuk mengikat. Harus hentikan. S.J.H., bawa data dan lari."**

S.J.H. – Seo Ji-hyun. Jadi asisten ayahnya yang membawa data dan lari.

Lalu ada tambahan di sudut halaman, mungkin ditambahkan belakangan: **"Jika Min-jae membacanya: maafkan ayah. Ayah mencoba memperbaiki kesalahan. Jangan biarkan mereka menjadikanmu Anchor."**

Perasaan campur aduk membanjiri dada Min-jae. Sedih, marah, tapi juga lega. Ayahnya ternyata mencoba melindunginya. Dan ancaman itu nyata: Ouroboros ingin menjadikannya Anchor, sesuatu yang dari nada catatan itu terdengar berbahaya.

Ia harus menemukan Dr. Seo. Sekarang lebih mendesak dari sebelumnya.

Malam itu, ia memberanikan diri berbicara pada Paman Dae-hyun tentang apa yang ditemukannya—tentang flash drive, catatan ayahnya, dan peringatan tentang Anchor.

Paman Dae-hyun mendengarkan dengan wajah serius. Setelah Min-jae selesai, dia menarik napas panjang. "Jadi itulah yang mereka inginkan. Aku duga itu terkait dengan penelitian resonansi, tapi tidak tahu detailnya." Ia memandang Min-jae. "Kamu tidak bisa menghadapi ini sendirian. Ouroboros bukan guild biasa. Mereka punya pengaruh hingga ke pemerintah."

"Tapi saya tidak bisa hanya diam, Paman."

"Aku tahu." Dae-hyun menghela napas. "Aku akan bicara dengan Guild Master Chrono Vanguard. Mungkin kita bisa dapat bantuan resmi dari guild. Tapi butuh waktu. Sementara itu, kamu harus berhati-hati ekstra. Jangan pergi sendirian ke tempat sepi. Selalu laporkan pergerakanmu."

Min-jae setuju. Ia memang butuh dukungan organisasi besar.

Keesokan harinya di akademi, ia mendapat pesan dari Hana: **"Kamu dapat paket anonim juga? Aku dapat flash drive kosong, cuma ada tulisan 'hati-hati'. Apa ini terkait?"**

Jadi Hana juga dapat peringatan. Apakah pengirimnya sama? Seseorang yang ingin memperingatkan mereka berdua? Atau jebakan?

Min-jae membalas: **"Iya. Kita perlu bicara langsung. Tapi bukan di akademi."**

Mereka sepakat bertemu di kafe umum di luar kampus setelah jam pelajaran.

Di kafe yang ramai, Hana sudah menunggu dengan wajah tegang. "Aku rasa kita sedang diawasi, Min-jae."

"Kenapa kamu berpikir begitu?"

"Beberapa hari terakhir, ada orang yang selalu nongkrong di depan asrama ku. Dan kemarin, ada percobaan peretasan email akademi ku." Hana menurunkan suaranya. "Aku sudah cerita ke sepupuku di asosiasi. Dia bilang, Ouroboros punya divisi 'pengumpulan informasi' yang agresif. Mereka tidak segan memata-matai siapa pun yang mereka anggap menarik."

Min-jae mengangguk. "Aku juga mendapat catatan ayahku. Mereka ingin menjadikanku Anchor untuk proyek mereka. Dan itu berbahaya."

Hana terdiam sejenak. "Aku punya usul. Chrono Vanguard punya program perlindungan untuk anggota dan keluarganya yang terancam. Karena pamanmu ada di sana, mungkin kamu bisa minta perlindungan resmi. Dan… mungkin aku juga bisa ikut, sebagai 'peneliti' yang bekerja sama denganmu."

Itu ide bagus. Dengan perlindungan guild, mereka akan lebih aman.

"Tapi kita butuh alasan kuat," kata Min-jae.

"Kita punya. Proyek Hermes, catatan ayahmu, dan fakta bahwa Ouroboros memata-matai kita. Itu cukup untuk meminta intervensi guild."

Mereka sepakat. Besok, Min-jae akan berbicara dengan Paman Dae-hyun untuk mengatur pertemuan dengan pihak guild.

Saat mereka hendak berpisah, sensing Min-jae tiba-tiba menangkap sesuatu: seseorang di sudut kafe, terlihat biasa saja, tetapi 'warna' energi psikisnya gelap, waspada, dan terfokus pada mereka. Mata-mata.

Dia tidak menoleh, tapi bisik pada Hana, "Jangan lihat ke belakang. Ada yang mengawasi. Kita keluar terpisah, lima menit selisih. Aku duluan."

Hana mengangguk halus.

Min-jae berdiri, membayar kopinya, dan keluar dengan tenang. Ia berjalan ke arah stasiun kereta bawah tanah, sambil memperluas sensing-nya. Orang itu tidak mengikutinya. Mungkin targetnya Hana? Atau hanya memastikan mereka tidak bersama terlalu lama?

Dia mengirim pesan pada Hana: **"Sudah aman. Kamu bisa keluar sekarang."**

Balasan Hana: **"Oke. Aku lihat dia masih di dalam, tapi tidak ikut aku. Hati-hati."**

Peristiwa itu mengkonfirmasi bahwa mereka memang dalam pengawasan ketat. Waktunya semakin sempit.

Kembali ke rumah, Min-jae langsung mendiskusikan rencana dengan Paman Dae-hyun. Paman setuju untuk mengatur pertemuan dengan wakil guild master esok hari.

"Sementara itu," kata Paman Dae-hyun, "aku akan menempatkan pengawal tidak mencolok di sekitarmu. Jangan khawatir, mereka ahli dan tidak akan mengganggu aktivitas normalmu."

Min-jae berterima kasih. Setidaknya, ia tidak sendirian lagi.

Malam itu, sebelum tidur, ia mencoba memahami kemampuan Resonansi Jiwa-nya lebih dalam. Duduk di lantai kamar, ia fokus pada dirinya sendiri. Biasanya, sensing digunakan keluar. Sekarang, ia mencoba ke dalam.

Dan ia merasakannya: dua 'nada' yang berbeda namun harmonis. Satu lebih tenang, analitis, penuh nostalgia (Ji-hoon). Satu lebih muda, penuh tekad, sedikit trauma tapi kuat (Min-jae). Keduanya sekarang menyatu, tetapi meninggalkan jejak warna yang unik.

Kemudian, ia mencoba resonansi dengan benda mati—medali Ouroboros yang ia simpan. Sensasinya berbeda. Medali itu memiliki 'nada' monoton, buatan, tetapi dengan sisa-sisa energi dimensi yang terasa asing dan… rakus. Seolah ingin 'mengikat' sesuatu.

*Anchor*, pikirnya. Apakah medali ini adalah bagian dari perangkat Anchor? Mungkin beacon kecil.

Ia menyimpannya kembali. Setiap penemuan membawanya lebih dekat kepada kebenaran, tetapi juga lebih dekat kepada bahaya.

Esok hari adalah pertemuan dengan Chrono Vanguard. Babak baru dalam permainan cat dan mouse ini akan segera dimulai. Dan kali ini, ia tidak akan menjadi mangsa yang diam. Ia akan menjadi pemburu yang siap balik memburu.

Dengan rank C, kemampuan baru, dan dukungan yang mulai terbentuk, Kang Min-jae siap menghadapi apa pun yang menunggu—entah itu monster di Gerbang, atau konspirasi di balik layar.

Dan suatu hari nanti, ia akan menemukan Dr. Seo, mengungkap seluruh kebenaran tentang ayahnya, dan memastikan bahwa proyek berbahaya Ouroboros tidak akan merenggut nyawa atau kebebasan siapa pun lagi.

Untuk malam ini, ia beristirahat. Besok, pertarungan sesungguhnya dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!