NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:561
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Obat Pelancar Kotoran

''Adek Aidar .......''

''Anak pinter ......''

''Kesayang ibu ........''

Celoteh bocah kecil menyaut di di sebrang sana , si kecil Aidar yang sedang Semangat-semangat nya belajar berjalan menjadi hiburan Ana siang ini .

Sudah sedari kemarin onderdil ama terus-terusan memberi kejutan di tambah teriakan-teriakan kesakitan pada pangkal pahanya membuat Ana tidak bisa tidur.

Ana sendiri sudah melaporkan perkara pangkal paha ama, tapi seprti biasa, majikannya

Mengatakan tidak perlu di khawatirkan, karena itu efek dari operasi tulang belakang dan hanya meminta Ana memberikan obat penghilang rasa sakit saja.

Tawa Ana membelah lelah, melihat bagaimana Aidar yang terhuyung, kemudian terjatuh, namun seolah tak menyerah bocah kecil itu kembali berdiri dan menapakkan kaki bak robot yang sedang berjalan membuat semua lelah menguar buyar seketika.

Suara mbak Asih seolah menjadi panduan tersendiri untuk si kecil Aidar, masih dengan

celoteh lucu dan tawa yang menggemaskan Aidar mengikuti intruksi yang di perintahkan Mbak Asih, termasuk perintah untuk mencium Ana beberapa kali, menghasilkan layar ponselnya buram seketika karena basah terkena iler bocah lucu itu.

'' Muach .... " Muach ....

Ana tertawa bahagia tiap kali Aidar melakukan itu, mesti tidak terasa di pipi nya, namun ciuman Aidar menembus di hati nya. '' Udah makin pinter aja kamu dek.'' seru Ana saat Aidar kembali memberikan kecupan untuknya.

Mbak Asih yang ada di samping nya pun menjawab, ''pinter banget, udah ngerti kalo mau di tinggal, apalagi kalau Danu sama Raka ke sini. harus di sembunyikan dulu tiap mau di tinggal pulang, kalau tidak nangis gulung-gulung.'' cerita mbak Asih.

''Roy masih suka mintain duit nggak nduk?'' imbuh mbak Asih.

Ana menghela napas berat, malas sekali rasa nya membahas tentang laki-laki itu. '' Masih lah, Mbak tapi nggak sebesar dulu minta nya.'' jawab Ana.

''Yang rencana dia mau ke Jakarta itu masih?'' tanya mbak Asih lagi.

''Masih, tapi aku udah bilang nggak sanggup kalau 10juta. Palingan aku cuma

bisa bantu buat ongkos dia berangkat aja, '' jelas Ana. ''Dia nggak ada ngeliat Aidar mbak?'' Tanya Ana kemudian .

Suara mbak Asih sedikit samar, seperti nya si kecil Aidar sudah berjalan jauh darinya,

Terdengar juga suara mbak Asih yang melarang Aidar mengambil sesuatu, sebelum kembali kedepan layar handphonenya,'' *Nerutus banget lo nduk Aidar to sekarang, see ...mua barang -barang di ambilinnya, di banting-banting kemaren gelas kopi

pakde nya, baru di minum setengah ditumpahkan sama dia.'' Cerita mbak Asih, melupakan sejenak pertanyaan Ana.

Ana tertawa kecil, '' Udah pinter ya dek sekarang,'' ucap nya kemudian .

''Iya anak se pinter ini sayang bapak nya edan!'' celetuk mbak Asih. ''Kemarin ada ke sini,

Tapi yaa tangan kosong, pulang-pulang malah rokoknya Mas mu di bawa.'' imbuh mbak Asih.

''La kok bisa mbak ?'' sahut Ana.

''Habis makan bareng mas mu, dia kan dateng siang pas kami mau makan siang, terus di ajak makan sekalian sama mas mu, awal nya minta satu batang pas pulang nggak ada ngomong apa-apa, pamit nyium Aidar, ehh rokok di bawa juga. Bukan perkara rokok nya, tapi kalau nggak bilang nya itu lo, jadi mas mu bingung nyari kesana

Kemari itu rokok, orang baru beli kan masih utuh berkurang 2 batang tok, tau nya di bawa.'' Cerita mbak Asih.

Ana kembali tertawa, '' besok aku gajian belikan pakde rokoknya, Mbak buat ganti.''

''Huh. Mbak Asih terdengar menghela napas berat, '' tapi suami mu itu kebangetan kok nduk, bener-bener kebangetan nggak punya malu nya.''

''Biarin aja dulu mbak, aku sekarang juga udah jarang nanggepin kok, jarang komunikasi juga, capek mbak.'' Ucap Ana. ''Ah, mbak. Udah dulu ya itu nenek teriak- teriak," seru Ana tiba-tiba

Karena di dengarnya si onderdil bodol memanggil-manggil nama nya . Ana segera memutuskan panggilannya setelah berpamitan pada Aidar yang asik bermain,

Kemudian beranjak menghampiri pasiennya.

Lagi dan lagi, onderdil ama memberi pekerjaan pada nya. Sudah 2 hari ini onderdil itu

Bekerja tidak semestinya, bukan hanya bentuk yang di keluarkan tapi juga aroma busuk yang cukup menyengat membuat Ana semakin curiga dan mulai mengintrogasi pasien nya.

"Ama kamu minum obat pelancar lagi ya?"tanya Ana penuh selidik.

Ama nampak ragu menjawab, hanya menggeleng kecil pertanda menyangkal kecurigaan.

"Bohong. "Tidak mungkin kalau kamu tidak minum obat pelancar. kamu minum berapa

Banyak.'' tekan Ana .

Ama kemudian mengaitkan jari nya membentuk simbol plus yang berarti 10 dalam hitungan China, membuat Ana membulatkan mata seketika. "10 ....!.

Ama mengangguk pelan sebelum kemudian emosi nya meledak bagai orang kesurupan. Dengan helaan nafas penuh emosi, ''heh. Dokter bilang aku harus banyak buang hajat biar kaki ku tidak sakit!'' bentak nya.

''Bukan harus banyak buang hajat Ama, tapi setiap hari kau harus buang hajat. kalau kaya gini kamu malah bisa sakit.'' jelas Ana

Tapi bukan nenek bibir mungil kalau tidak ngeyel dan melatih kesabaran. Masih dengan mata melotot Ama mengomel, membuat Ana jengah dan memilih diam.

Dokter memang mengizin kan untuk meminum melebihi dosis tapi hanya 2-5 butir sehari, Itu pun tidak boleh di berikan setiap hari, tapi yaa kembali orang tua mau di jelas kan sebagaimanapun tetap ngeyel yang jadi andalannya.

Seharian hingga malam hampir 15 kali ama bolak balik ke kamar mandi, membuat tubuhnya akhir nya lemas, karena kelelahan. Itu pun masih belum selesai, onderdil pasien nya itu masih saja terus bekerja meski dalam keadaan tertidur.

Efek dari obat pelancar itu memang seperti itu, hanya mengkonsumsi sehari 6 butir sesuai dosis dari Dokter saja, ama nya bisa 5- 7 kali bolak balik buang hajat, ini 10 butir dan 2x ama mencuri yang berarti total 20 butir, pantas saja onderdil nya tidak mau berhenti.

Tengah malam Ana di buat panik karena ama nya itu pucat dengan keringat dingin mengucur tapi suhu badannya tinggi, membuat ia memberanikan diri menelfon majikan nya. Dan benar saja Ama demam dan harus segera di larikan ke rumah sakit malam itu juga.

Ketakutan tergambar di wajah Ana, ia takut di anggap lalai karena membiarkan ama meminum obat melebihi dosis yang tertera, tapi ia juga tak berdaya. Obat itu ia simpan di laci lemari dekat meja tempat ama biasa makan, jadi terkadang saat Ana tidak memperhatikan atau sedang tiidak berada di kamar itu ama diam-diam mencuri, dan minum diam-diam .

Ana mejelaskan itu semua pada majikannya pun pada Dokter yang memeriksa ama saat di UGD, untung nya majikan nya percaya dan diagnosis dokter yang mengatakan ama demam bukan karena kelebihan obat tapi karena efek operasi tulang belakangnya dulu, membuat Ana lega Seketika.

Dokter menganjurkan untuk rawat inap, guna melakukan pemeriksaan pada tulang punggung Ama, yang berarti untuk beberapa hari Ana harus menginap di rumah sakit untuk pertama kali nya. Sedih rasa nya melihat bibir mungil itu pucat.

Pun Ana sendiri yang juga pucat, bukan hanya karena kekhawatiran pada ama nya, tapi juga karena sebuah pesan dari teman masa sekolah nya. Julia

''An ini suami mu bukan ?''

______Bersambung.

Teteewwwwww cobaan apa lagi ini ???????

Tabah kan hati mu wahai ANA .

__IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!