NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:934
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #14

"Clara gak mungkin sekasar ini sama gue kalau dia ngelakuin dia gak bakal kayak gini, kenapa Yuna sama Lana kayak takut ya? Apa gue harus cek cctv parkiran? Iya kayaknya gue harus cek," kata Brayen yang kemudian pergi menemui seseorang yang bertugas mengawasi cctv sekolah.

Sementara itu Clara berjalan keluar dari gerbang dan ia berjalan kaki menyusuri jalan raya dengan pikiran kacau balau.

"Brayen, Lo benar-benar keterlaluan ya, gue gak nyangka kalau Lo sampai segitunya nuduh gue, padahal selama ini yang terjadi antara gue sama Yuna semata-mata cuma salah paham doang."batin Clara.

Namun tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di samping nya, kaca mobil terbuka dan terlihat Zidan di dalam nya sedang menatap ke arah Clara, "masuk," katanya singkat.

Tampa banyak berbicara, Clara pun berjalan mendekati mobil dan kemudian masuk ke dalam nya, duduk di samping Zidan.

Mobil itu pun kembali melaju menuju villa.

"Es batu ini, nyebelin banget sih," batin Clara sambil sesekali curi pandang ke arah Zidan yang sedang fokus menyetir.

"Kruuuuk, kraaaak, kyuuuuk" suara perut Clara yang tengah kelaparan.

"Astaga ini perut kok jadi gini sih? Padahal tadi nya udah makan di kantin," batin Clara sambil memegang perut nya dan menahan malu.

Namun tiba-tiba tangan Zidan meraih sesuatu dan kemudian meletakkan nya di samping Clara.

Clara yang melihat itu seketika jadi ngiler karena itu adalah makanan kesukaan nya, roti keju.

"Lihat apa? Makan." kata Zidan tampa menatap Clara.

"Gak mau, aku gak laper kok," kata Clara lagi tanpa menyentuh makanan tersebut.

Namun Zidan yang dingin sama sekali tidak mennagapi nya.

Sementara itu di sisi lain.

"Jadi bener apa yang di bilang Clara kalau dia sama sekali gak bersalah soal kucing itu," kata Brayen saat setelah melihat rekam cctv.

Seketika Brayen merasa sangat bersalah karena sudah menuduh Clara, dan juga sampai membawa-bawa orang tua Clara.

"Pak apa ada rekaman seminggu yang lalu?" tanya Brayen tiba-tiba ingat saat Clara dan Yuna berkelahi dan ia jadi penasaran apakah itu juga salah Clara atau malah sebaliknya.

Penjaga tersebut pun memutar nya dan memperlihatkan kepada Brayen, meksipun awalnya dia menolak namun dengan uang Brayen bisa melihat semua yang ingin dia ketahui dari cctv tersebut.

"Yuna." Brayen mengepalkan tangannya saat melihat ternyata di kejadian itu Clara memang tidak mendorong Yuna, melainkan Yuna yang terpeleset saat hendak mendorong Clara.

Penyesalan bercampur dengan amarah, Brayen berjalan keluar dari ruangan tersebut,ia segera pergi ke UKS untuk mencari keberadaan Yuna.

Sementara itu Yuna dan Lana yang tau kalau mereka sedang dalam bahaya karena perbuatan mereka ketahuan tak bisa berbuat apa-apa.

Brak ... Pintu UKS terbuka dan terlihat Yuna dan Lana masih di sana sambil mengobati luka kucing tersebut.

"Brayen," pangil Yuna kaget.

"Yuna, sekarang Lo jelasin ke gue kenapa Lo ngefitah Clara dan bikin gue benci sama dia?" tanya Brayen sambil menatap tajam sepupunya.

Lana yang mendengar itu seketika jadi gelisah ia beberapa kali menatap Yuna dan memberikan isyarat namun tidak di sadari oleh Brayen yang sudah terlalu geram.

"Maksud Lo apa Brayen? Masa iya Lo lebih percaya dia dari gue? Gue kan sepupu Lo," ucap Yuna berusaha menyangkal dan mengelak.

"Lo emang sepupu gue, tapi Lo sengaja kan bikin gue benci sama Clara, gue udah lihat semua rekaman cctv itu, dan Clara sama sekali gak ngapa-ngapain tu kucing, gak cuman itu gue juga udah lihat rekaman cctv saat Lo jatuh, gue udah lihat dan udah tau semuanya Yuna! Gak nyangka Lo bikin gue jadi orang jahat selama ini!" kata Brayen terlihat sangat kecewa dengan sepupunya tersebut.

"Brayen gue ..." Yuna melihat ke arah Lana yang menatap tajam ke arah nya.

Brayen pun tidak bisa lagi mentolerir perbuat Yuna, dia benar-benar kecewa terhadap Yuna sepupu nya sendiri yang sudah tega melakukan hal tersebut membuat nya membenci Clara yang tidak bersalah, Brayen berjalan keluar dari UKS meningalkan Yuna dan Lana di dalam sana.

"Gue gak mau tau apapun yang terjadi Lo gak boleh bilang sama Brayen kalau sebenarnya gue yang bayar Lo buat bikin Clara di benci sama Brayen, pokok nya Lo harus tetep bantuin gue buat bikin Clara di benci Brayen,gue gak mau Brayen sama Clara ada hubungan," kata Lana menatap dan mengancam Yuna yang saat ini sedang mendengungkan perbuatan nya terhadap Brayen.

"Gue gak mau, udah cukup sampai di sini aja gue bantuin Lo, Lo lihat kan sekarang kaki kucing gue luka Lo yang bikin, dan sekarang Brayen marah sama gue," kata Yuna yang kemudian segera pergi meninggalkan Lana sendirian di UKS.

"Sial! Ini semua gara-gara Clara," umpat Luna sambil mengepalkan tangannya.

Sementara itu di sisi lain.

Clara dan Zidan tiba di villa setelah satu jam perjalanan, dari sekolah ke villa memang sedikit lama karena villa cukup jauh.

Zidan memberhentikan mobilnya tepat di halaman villa dan menoleh ke arah Clara.

"Malah tidur," batin Zidan sambil mengamati Clara yang sedang tidur. "Gadis ini cukup berani dan juga keras kepala, seperti melihat diriku sendiri, biar bagaimanapun kita ada hubungan, aku tidak akan menyakiti mu, tapi maaf kalau aku mengandalkan mu untuk masuk keluarga Ferguson." Batin Zidan yang kemudian tersenyum miring.

Clara terbangun dari tidurnya setelah beberapa menit, ia melihat kalau mereka sudah tiba di villa, namun Zidan sama sekali tidak membangun kan nya dan malah meninggalkan Clara sendiri di dalam mobil.

"Zidan sialan!" umpat Clara keluar dari mobil sambil menyandang tas sekolah nya.

Clara berlari menaiki tangga menuju kamar nya, setelah tiba di villa ia langsung mengunci diri di dalam kamar, hidup yang tak sama seperti dulu membuat Clara tidak punya kegiatan apapun dan memilih berdiam diri di dalam kamar saja, ia pun makan juga di dalam kamar nya.

Malam harinya ...

Tok ... Tok ... Tok ...

Terdengar suara ketukan di luar pintu kamar Clara.

"Masuk aja gak di kunci kok," kata Clara yang mengira kalau itu adalah pelayan nya. (Maid)

Tap ... Tap ... Tap ...

Suara langkah kaki menghampiri Clara yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.

Clara mendongak dan melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini, ia melihat dari kaki hingga atas melihat wajah orang tersebut yang ternyata bukan lah maid melainkan Zidan suaminya.

"Nga-ngapain pak Zidan ke kamar saya?" ucap Clara berdiri dan segera meletakkan ponsel nya di atas nakas samping ranjang.

"Ini ulangan tadi siang, kamu ini nya asal-asalan ya? Kenapa hanya ada lima belas yang benar dari lima puluh soalan?" kata Zidan sambil mengerutkan keningnya.

"Ini udah malam, gak ada bahas-bahas soal sekolah, sebaiknya bapak keluar dari kamar saya, saya mau istirahat," kata Clara menyuruh Zidan keluar dari kamar nya.

"Ikut saya sekarang," Zidan tidak memedulikan ucapan Clara dia memegang pergelangan tangan istri kecil nya itu dan menarik nya keluar dari dalam kamar.

"Lepasin pak Zidan! Lepasin! Sakit tau nggak!" kata Clara berusaha melepaskan tangan nya.

Namun apalah daya seorang Clara di mata Zidan, kekuatan Clara bahkan tak sebanding dengan kekuatan sebelah tangan Zidan.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!