ratu elok Syakira berasal dari indonesia yang berjuang sendiri di kota besar tianji yang berusaha menyembunyikan identitas aslinya karena masa kecil yang pahit,Xiao mei itulah nama sehari harinya.
bangkit sendiri dari keterpurukan yang di berikan oleh paman nya sendiri bertahan hingga masa sekolah menengah selesai,lalu pergi ke kota dimana tidak ada di pikirannya
Xing Jian hao seorang artis populer tinggi tampan,mapan dan play boy salah satu kelebihannya ,anak satu satunya dari pasangan Xing Deming dan Wang mei ,kehidupan yang bebas seperti tidak memiliki beban dalam hidupnya ,berpetualang dalam dunia hiburan yang selalu di kelilingi wanita cantik
apa jadinya jika ia bertemu dengan wanita yang acuh padanya ???
apakah Jian akan membencinya,,, atau jatuh cinta ????
selamat datang di novel kedua mie atah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mie Atah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14.kebersamaan itu menyenangkan
bubur putih pucat didalam wajan yang melengkung meletup letup di atas kompor
chang Ying sedang mengelap tubuh kecil yang berbaring tidak berdaya di atas ranjang ,adik juga satu satunya keluarga yang Chang Ying miliki sedang sakit demam
Semalam Changshing nama adik Chang Ying seorang anak laki kak berumur enam tahu mengigau dalam tidurnya ,Chang Ying yang tidur di sebelahnya terbangun karena suara Changshing " shing ,,hei " ucap Chang Ying menggerakkan tangan chang Chang perlahan , namun betapa kaget nya chang Ying saat merasakan suhu tubuh Chang Chang begitu panas
Chang Ying berusaha membuat suhu tubuh Changshing turun dengan melakukan segala cara ,mengompres dahinya dengan air hangat kuku dan meminumkan obat penurun panas
Tubuh Changshing sudah segar kembali chang Ying memakaikan baju yang nyaman untuk chang chang namun hidung Chang ying mengendus mencium bau gosong
" astaga,,!!! Bubur kuuuuu" jerit Chang Ying berlari menuju dapur
" astagaaa,,?!! Kenapa aku bisa lupa ,,,aw,,aw,," Chang Ying meniup tangannya yang tidak sengaja menyentuh wajan panas berisi bubur yang sedikit berubah warna karena gosong
" fokus Chang " ucap Chang Ying mengangkat wajan tersebut menggunakan kǎoxiāng shǒutào ( sarung tangan oven )
Chang Ying mengaduk dengan perlahan bubur yang baru ia angkat agar yang berwarna coklat tidak terlalu tercampur dengan bubur yang masih bisa dimakan ,Chang Ying memasukkan nya kedalam mangkuk kecil dan mengambil sendok sup
" shing mari kita sarapan dulu " ucap Chang Ying membangunkan Changshing yang sejak tubuhnya di bersihkan masih tertidur
" eemmm " gumam Chang
" ayo adik kita sarapan dulu ,,tapi maaf buburnya sedikit bau hangus " ucap Chang Ying " tidak apa kak ,,terimakasih " ucap changshing
Chang Ying dengan perlahan mengaduk bubur didalam mangkuk kecil sesekali meniup nya agar tidak terlalu panas " aaa" ucap Chang Ying agar Changshing membuka mulutnya " eemmm enaaaakk " ucap changshing dengan lemah
Chang Ying terkekeh merapihkan rambut changshing yang sedikit berantakan " kakak tidak ke cafe,,??" tanya changshing
Chang Ying menggeleng " tidak,,bagaimana mungkin kakak meninggalkan mu sendirian dirumah dalam kondisi seperti ini " ucap Chang Ying
" em,,apa bos kakak tidak akan marah ,,??" tanya changshing
Chang Ying menggeleng " astaga ,,!!! Kakak lupa meminta izin kepada KA Meimei,,!!" ucap Chang Ying mengambil ponsel yang ada di atas meja di samping tempat tidur
Ying hua :Chang jika kau melihat pesanku telpon kembali nomerku
Chang Ying tersenyum membaca pesan dari Ying hua lalu melakukan panggilan ke nomer kontaknya
" halo Ying,,,ya maaf tolong sampai kan pada KA Meimei hari ini aku tidak bisa masuk kerja karena changshing sedang demam aku tidak tega meninggalkan nya sendirian "
" ok terimakasih banyak "
Tut
Panggilan berakhir.
Chang ying kembali naik ke atas kasur melanjutkan menyuapi adiknya changshing " huh,,, untung kau bahas cafe Chang jika tidak kakak lupa meminta izin libur "
" apa bos kakak tidak akan marah ,,??" tanya changshing hawatir
Chang ying tersenyum " tidak,,,dia adalah satu satunya orang yang tidak melihat kita dari status sosial ,,,jika kau bertemu dengannya pasti kau akan langsung menyukainya " ucap chang ying
" aku jadi penasaran " ucap changshing kembali menerima suapan bubur dari Chang Ying
" lain kali jika kau benar benar sudah sehat kegiatan sekolah sudah santai ,,kakak akan mengajak mu ke cafe kak Meimei " ucap Chang Ying membuat Changshing senng
" benarkah,,??? Apakah boleh,,???" tanya changshing
" tentu saja boleh,,dengan syarat habiskan bubur mu lalu istirahat kembali " ucap Chang Ying mencolek hidup kecil changshing
*
*
*
Cafe mazaj ramai seperti biasa Setok makanan juga kue kecil masih banyak Meimei masih setia di depan mesin kasir
" kak " panggil Ying hua
" ya " jawab Meimei tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia pegang
" Chang Ying izin hari ini " ucap Ying hua
" kenapa baru memberi kabar " ucap Meimei menutup buku yang ia baca
" eemmm adik nya sakit dia lupa memberi tahu kakak " ucap Ying hua
Meimei mengangguk " ok tidak apa apa ,,,apa dia mengatakan libur sampai hari apa ,,???" tanya Meimei
Ying hua menggeleng
" apa tidak ada yang menjaga adiknya selain Chang Ying ,,??" tanya Meimei
Ying hua menggeleng " dia hanya berdua dengan adiknya ,,Chang menjadi tulang punggung untuk adiknya ,,,mereka saling menolong disaat Chang bekerja Shing akan pulang sendiri dari sekolah dan akan seharian didalam kontrakan nya " ucap Ying hua sendu membayangkan bagaimana kehidupan Chang Ying
Meimei tertegun " kedua orang tuanya,,???" tanya Meimei
" sudah meninggal sejak Chang umur 12THN dan Shing baru 1 THN ,,"
" kau tau dari mana ,,???" tanya Meimei
" kami satu kampung ,,,dan orang tua ku yang selalu menolong Chang saat ia benar benar terdesak "
" setelah cafe tutup mari kita kesana menjenguknya ,," ucap Meimei
" kakak yakin,,???" tanya Ying hua meyakinkan
Meimei mengangguk " ia memang kenapa,,??" tanya Meimei heran
" tapi aku dan cangying tidak satu komplek "
" lalu dimana dia,,??" tanya Meimei
" di Chengzhongcun " ucap ying hua
" tidak satu tempat dengan mu ,,??" tanya Meimei kaget karena selama ini yang Meimei tau mereka berdua satu kontrakan atau satu komplek ,karena Chang Ying ,Ying hua lah yang memperkenalkan padanya
" baiklah ,,,apa kau ada kuliah malam,,??" tanya Meimei
Ying hua menggeleng " baik ,,setelah cafe tutup kita kesana beritahu yang lain siapa yang mau ikut,,buah tangan biar aku yang membelinya " ucap Meimei
" yesss,,,,siap kak " ucap Ying Hua senang
Meimei bukan seorang bos yang menerima karyawan harus dilihat dari status pendidikannya ,tapi siapa saja yang mau bekerja asal tekun ,hanya itu persyaratan bagi orang yang ingin bekerja di cafe mazaj
Dan Chang Ying salah satunya ,Meimei tidak bertanya asal usul nya darimana pendidikan nya sampai mana ,sudah memiliki pengalaman dimana saja ,Meimei hanya bertanya * apa bisa membersihkan rumah * dan Chang Ying mengangguk yakin
Cafe mazaj tutup jam sepuluh malam karyawan Meimei yang masih mengejar pendidikan nya hanya dua ying Hua dan guangming selain mereka berdua karyawan Meimei hanyalah remaja yang membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidup
Ying hua ,roulan dan mingjie ikut serta Meimei untuk menjenguk adik teman seperjuangan mereka Chang Ying ,
Guangming harus kuliah malam dan zinxuan kerja paruh waktu di toko lain
Taksi mengantar mereka sampai di pemukiman padat penduduk ,,bukan rumah yang berderet tapi bangunan bangunan empat sampai lima lantai yang penuh dengan pengungsi
Ying hua berjalan lebih dulu sebagai penunjuk jalan.
Kamar kontrakan Changying berada di lantai dua nomor 7
Tok
Tok
" Chang ini aku Ying,," ucap Ying hua
" ya sebentar ,,!!!" suara dari dalam dengan sedikit berteriak
Kreeeekkkk
" SUPRISEE,,,!!! " teriak yang lain
Chang Ying menganga tidak percaya " kak Meimei ,,kalian " tunjuk Changying pada yang lain
Changying masih bengong tidak percaya " apa kau tidak mau menyuruh bos mu masuk,,??" tanya Meimei menaikkan sebelah alisnya
" oo,,o,,tentu silahkan kak " ucap changying gugup
Meimei dan yang lain masuk, Meimei menaruh buah tangannya yang dibantu oleh mingjie ke atas meja kecil yang tidak memiliki kaki,Ying Hua yang biasa main kerumah Changying membantu merapihkan bawaan Meimei
" emmm kak mohon maaf aku akan keluar sebentar,,aku tidak memiliki minuman yang layak untuk kalian " ucap changying
" hei tidak perlu,,lihat apa yang aku bawa dari boss mu " ucap Ying hua memperlihatkan semua makanan yang di bawa Meimei
" kak,,kenapa repot sekali " ucap changying sungkan.
" tidak repot" ucap Meimei " tapi aku tidak membelikan kalian minuman Kaleng yang beralkohol " ucap Meimei meringis
" tidak apa kak kami mengerti " ucap roulan
" terimakasih,,,jika kalian ingin silahkan beli tapi minumnya nanti setelah aku pergi " ucap meimei
" oh tidak,,tidak ,,kak ini sudah cukup " ucap mingjie menggerakkan kedua tangannya menolak perkataan Meimei
Mereka semua tertawa mendengar perkataan mingjie
" kakak " panggil suara kecil nan lemah di balik gorden penyekat kamar
" hei " ucap changying menghampiri changshing yang berada di balik pintu
" hai " sapa Meimei dengan melambaikan tangannya
Chang Ying mengangguk saat changshing menatap changying " ya dia bos kakak,,KAk meimei " ucap changying
" kemari lah " pinta meimei ramah
Changying menuntun changshing berjalan tangan mungil itu lemah di antara jari jemari changying
" sapa teman kakak" pinta changying
" haiii ,,aku changshing " ucap changshing memperkenalkan diri
" haaiii " sapa mereka dengan serentak
" hai aku mingjie teman kerja kakak mu ,,yang ini kak roulan ,,dan yang ini ,," ucap mingjie mengarahkan kedua tangannya kehadapan Meimei " bos kami semua ,,yang cantik dan baik hati kakak Meimei "
Meimei tertawa pelan melihat kelakuan mingjie " halo sayang ,,kemarilah " pinta Meimei
Changshing menatap kakaknya changying mengangguk
Changsing berjalan perlahan menghampiri Meimei ,Meimei mengulur tangannya dan membawa cahngshing ke atas pangkuannya
" apakah sudah lebih baik,,??" tanya Meimei mengusap pelan tangan changshing
Changshing mengangguk ,mata sipit nan jernihnya tidak berhenti menatap Meimei
" lihat kakak bawa banyak makanan,,Shing suka yang mana ambilah " ucap meimei
Saat changshing kembali ingin melihat Kakak nya Meimei segera menahan kepala changshing " tidak perlu menatap Kakaku ,,kamu boleh makan apa saja yang kakak Meimei kasih " ucap Meimei
Changshing mengangguk senang dan mengambil satu bungkus roti kesukaan nya mulutnya penuh d Ngan roti bibir mungil changshing memonyong dan bergerak kesana kemari
Meimei tersenyum gemas dibuatnya," tolong fotokan " pinta Meimei pada changying
Ckrek
Ckrek
Beberapa foto Meimei dapatkan dan satu video dimana Meimei membersihkan selai roti yang menempel di pipi changshing
Meimei menggugah foto dan video nya di akun WeChat nya dengan caption
* bermain bareng si kecil changshing *
Didalam unggahannya Meimei mencantumkan semua karyawannya juga beberapa foto diri nya dan changshing,senyum manis menghiasi wajah bulat yang dibalut hijab pashmina berwarna lembut di atas pangkuannya changshing tak kalah menggemaskan dengan mulut yang penuh dengan roti
Malam yang mereka lewati sangat menyenangkan tidak ada lagi batasan antara bos dan karyawan semuanya membaur menjadi satu bahkan mereka tak segan segan untuk menggoda Meimei dalam hal apapun
Tidak ada alkohol dan tidak ada makanan yang tidak bisa Meimei makan semua menghargai keyakinan yang di anut oleh Meimei
changshing tertidur lelap di atas pangkuan Meimei " kak maaf " ucap changying tidak enak hati
" tidak apa Chang ,,berat badannya tidak seperti seumuran Shing ,,," ucap Meimei sendu mengusap lembut wajah kecil Shing,Shing mengingatkan diri Meimei kepada Syakira kecil hidup bergelimang harta namun menderita , memiliki sandaran hidup namun seperti sebatang kara
Meimei tersenyum lalu berdiri perlahan membawa Shing kedalam kamar yang di bantu oleh Chang ,Meimei meletakkan Shing perlahan agar tidak mengganggu tidurnya,mata Meimei terpaku menatap sekeliling bagimana keadaan rumah Chang
" Chang kemari lah " pinta meimei duduk di atas kasur lapuk chang
Chang menurut duduk di samping Meimei namun sedikit menjauh
Sreet
Meimei menarik tangan Chang kuat agar lebih dekat dengannya " jangan menganggap ku seperti orang lain Chang kita adalah saudara ,,," ucap Meimei mengeluarkan lima lembar uang dan Meimei berikan kepada Chang
Chang yang melihat itu gelabakan " tidak perlu kak,,,ku mohon,,dengan kak Meimei dan yang lain datang kemari itu sudah membuatku senang,,jangan membuatku selalu memiliki hutang Budi padamu ,," ucap changying mulai sendu
Meimei menarik tangan Chang Ying dan mengepalkan uang tersebut ke telapak tangan changying " janga selalu berfikiran seperti itu,,aku tidak memintamu membalas Budi,,tapi tetap jadi kakak yang hebat untuk Shing " ucap Meimei
changing tidak mampu menahan air matanya lirih suara tangis changying agar tidak membangunkan changshing ,Meimei memeluk changying dari samping,tidak mereka sadari changshing tersenyum dengan mata terpejam
Selamat membaca ❤️❤️❤️ dari othor untuk pembaca jangan lupa like dan komentarnya
Ma' aaciiw