NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Misteri

Meskipun gelombang aura asing itu telah lenyap dari jangkauan indranya, Lu Xue'er tetap tidak mampu menenangkan pedang di pinggangnya.

Senjata spiritual itu terus bergetar hebat, mengeluarkan dengungan konstan yang menggelisahkan jiwanya.

​"Apa pedangku... sedang memperingatkan sebuah bahaya besar?" Lu Xue'er bergumam lirih. Ia mencengkeram hulu pedangnya erat-erat, sepasang matanya yang sedingin es menatap lurus ke arah kegelapan dataran bawah gunung. "Anehnya, posisi aura tadi tidak dapat dipastikan dengan tepat. Tapi satu hal yang pasti, riak energi itu berasal dari area murid luar."

​Kecurigaan mulai menanam akar di kepala sang jenius faksi inti. Ada sesuatu yang sangat keliru sedang bersembunyi di tempat para semut berkumpul.

​Di saat yang bersamaan, jauh di puncak tertinggi Sekte Pedang Langit, Sang Patriark kembali membuka matanya untuk ketiga kalinya dalam waktu singkat. Aliran Qi di dalam ruang meditasinya bergolak tipis.

​"Hm? Jadi pedang itu benar-benar berada di wilayah murid luar?" Sang Patriark bergumam, tatapannya dipenuhi kilatan kalkulasi yang mendalam. "Kenapa kali ini pewarisnya justru dengan berani masuk ke sekteku? Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan, sang pemilik Pedang Iblis Surgawi?"

​Tidak lama kemudian, ketukan pelan terdengar di pintu aula. Han Gu melangkah masuk setelah mendapat izin. Ekspresinya tampak serius saat membungkuk hormat.

​"Permisi, Patriark. Setelah melakukan pengawasan ketat, saya menemukan satu sosok yang paling mencurigakan di antara murid baru. Namanya Xiao Chen. Bakat fisiknya biasa saja, latar belakangnya pun hanya anak desa miskin. Namun, mentalnya teramat dewasa dan pemahaman pedangnya... hampir menyentuh tingkat seorang Ahli Pedang."

​Patriark berdiri dari tatami medianya. Ia berjalan perlahan ke arah jendela besar yang menghadap langsung ke area murid luar, lalu membukanya lebar-lebar setelah sekian lama terkunci. Angin malam yang menderu menerpa wajah tuanya. "Jadi begitu..."

​"Lebih baik kita singkirkan dia sekarang sebelum tumbuh menjadi ancaman bagi sekte, Patriark," usul Han Gu dengan nada dingin, tangan kanannya memperagakan gerakan memotong.

​"Tidak perlu. Biarkan dia berkembang," jawab Patriark datar.

​Han Gu terkejut, matanya sedikit membelalak. "Tapi kenapa, Patriark? Jika dia benar-benar pewaris dari—"

​"Kau berani meragukan pilihanku, Han Gu?" Potong Patriark, suaranya pelan namun mengandung tekanan yang membuat lutut Han Gu seketika lemas.

​Han Gu menelan ludah dengan susah payah. Ia segera menundukkan kepala hingga hampir menyentuh lantai. "Maafkan saya, Patriark... hamba tidak bermaksud lancang."

​Setelah Han Gu mengundurkan diri dengan langkah terburu-buru, Patriark kembali menatap kegelapan di wilayah murid luar. "Kali ini... akan kubiarkan kau hidup. Kita lihat seberapa jauh kau bisa berjalan dengan pedang terkutuk itu."

​Sementara itu, di kamar asramanya, Xiao Chen perlahan tersadar dari visi mengerikan yang baru saja dialaminya. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi seluruh pakaiannya. Sisa-sisa tatapan dari sosok misterius yang mirip dirinya itu masih membekas di ingatan.

​"Apakah aku... perlahan-lahan sedang berubah menjadi seperti dia?" Bisik Xiao Chen, menatap tangannya yang gemetar.

​Roh Pedang muncul di sampingnya, berdiri dengan raut wajah yang tidak lagi santai. Sosok gaib itu tampak sangat serius. "Pemilik asli Pedang Iblis Surgawi bukan sekadar pendekar biasa, Nak. Ia adalah eksistensi legendaris yang pernah mengguncang seluruh dunia kultivasi. Di masa lalu, puluhan sekte besar harus bersatu dan mengorbankan ribuan nyawa hanya untuk memburunya."

​Xiao Chen mengerutkan kening. "Tapi kenapa dia diburu dengan begitu kejam? Setelah kuingat kembali, isi buku kuno miliknya penuh dengan filosofi kehidupan yang sangat dalam. Mengapa pedangnya justru dijuluki 'Iblis Surgawi'? Dan yang paling membuatku takut... kenapa wajahnya bisa mirip denganku? Apakah visi tadi hanya ilusi palsu?"

​Roh Pedang berbalik, kembali memunggungi Xiao Chen. "Anggap saja begitu untuk saat ini. Kau yang sekarang masih terlalu lemah untuk mengetahui segalanya. Fokus saja pada hidupmu besok."

​Xiao Chen menatap punggung tua itu dengan ragu. Ia mulai merasa bahwa ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan oleh Roh Pedang darinya.

​DANG!!! DANG!!! DANG!!!

​Keesokan harinya, gema suara lonceng besar sekte memecah keheningan pagi. Seluruh murid luar tanpa terkecuali dikumpulkan di lapangan utama yang luas.

Di atas panggung kehormatan, seorang Tetua berjanggut putih mengumumkan agenda besar sekte dengan suara yang diperkuat oleh Qi.

​"Hari ini, Turnamen Seleksi Murid Luar resmi dimulai! Pemenang utama dari turnamen ini akan mendapatkan hadiah berupa Batu Qi kualitas menengah, Hak mempelajari Teknik Bela Diri tingkat Ahli, serta kesempatan emas untuk langsung dipromosikan menjadi Murid Dalam!"

​Sorak-sorai riuh langsung meledak di antara ratusan murid luar.

​"Kau dengar itu?! Hadiahnya benar-benar luar biasa!"

"Kesempatan menjadi Murid Dalam... aku harus mendapatkannya!"

​Bao Hu yang berdiri di sebelah Xiao Chen sambil mengunyah roti mantau tampak sangat bersemangat. "Wah, ini pasti akan menjadi sangat seru, Xiao Chen!"

​Sementara itu, Qian'er yang berdiri di sisi lain tampak meremas ujung bajunya, matanya bergerak gelisah. "A-aku... aku juga berpikiran sepertimu, Bao... tapi aku sangat gugup."

​Xiao Chen hanya diam, matanya menatap tajam ke arah panggung arena. Ini adalah batu loncatan yang ia butuhkan untuk menjadi lebih kuat.

​Di atas paviliun penonton yang mewah, Feng Lin sedang duduk santai ditemani seorang murid perempuan cantik yang bersandar manja di bahunya. Pandangan Feng Lin terkunci pada sosok Xiao Chen di bawah sana.

​"Feng Lin, ada apa? Sejak tadi wajahmu tampak sangat kesal," tanya gadis itu sambil mengelus dada Feng Lin lembut.

​"Tidak ada. Aku hanya sedang muak melihat kawanan semut berkumpul di bawah sana," jawab Feng Lin sinis.

​Gadis itu tersenyum manja, menyandarkan kepalanya lebih erat. "Kira ada apa. Oh, lihat anak laki-laki berbaju abu-abu itu. Kudengar dia mulai cukup terkenal di kalangan murid luar karena berhasil selamat dan memimpin kelompoknya saat insiden Hutan Kabut tempo hari."

​Rahang Feng Lin mengencang mendengarnya. Rasa iri dan benci membakar dadanya; ia tidak sudi membiarkan seseorang yang selama ini ia injak di desa tiba-tiba merangkak naik mengejar posisinya. Sambil mengusap rambut gadis itu, sebuah senyum licik mengembang di bibir Feng Lin.

​Wajah gadis itu memerah karena malu, merasa nyaman dengan perlakuan Feng Lin, tanpa tahu rencana busuk yang sedang berputar di kepala pemuda itu.

​Sebelum turnamen resmi dimulai, Feng Lin menyelinap ke barisan belakang dan menemui salah satu murid luar senior yang terkenal kejam. Beberapa lembar emas berpindah tangan.

​"Ini uang mukanya, Senior Liang Wei. Hancurkan bocah bernama Xiao Chen itu di arena, dan aku akan memberikanmu dua kali lipat dari ini setelah semuanya selesai."

​Liang Wei, seorang murid senior yang berada di tahap puncak Ranah Pemula, tersenyum menyeringai.

Ia terkenal di kalangan murid luar sebagai petarung sadis yang gemar menghancurkan persendian lawan hingga cacat permanen.

"Baiklah. Aku akan memastikan kedua tangannya patah hari ini, agar dia tidak akan pernah bisa memegang pedang lagi seumur hidupnya."

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!