NovelToon NovelToon
Sentuhan Semalam

Sentuhan Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

Hidup seorang wanita hancur dalam satu malam setelah memergoki tunangannya berselingkuh dengan orang terdekatnya. Dalam kondisi patah hati dan mabuk berat, dia tidak sengaja menghabiskan malam yang penuh gairah dengan seorang pria asing di dalam kamar hotel mewah. Pria itu ternyata adalah seorang CEO muda terkaya yang terkenal sangat dingin, kejam, dan berkuasa di dunia bisnis.

Keesokan paginya, wanita itu kabur karena panik dan memilih menghilang tanpa jejak. Enam tahun kemudian, dia terpaksa kembali ke ibu kota demi menghidupi anak kembar hasil dari malam itu. Tanpa diduga, anak kembarnya malah tidak sengaja bertemu dengan sang CEO karena wajah mereka yang sangat mirip.

Sang CEO yang selama ini terobsesi mencari wanita misterius dari masa lalunya langsung bergerak cepat. Begitu tahu kebenarannya, dia langsung menjerat wanita itu masuk ke dalam hidupnya kembali melalui pernikahan paksa demi hak asuh anak. Dari sinilah hubungan mereka yang penuh gengsi, rahasia, dan ketegangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Milik Kita

Alunan musik waltz perlahan mencapai nada terakhirnya yang anggun. Gerakan kaki Xavier dan Eli berhenti dengan sempurna tepat di tengah lantai dansa, menyisakan napas yang sedikit memburu dari keduanya. Selama beberapa detik, seluruh ruangan kembali terhipnotis dalam keheningan, sebelum akhirnya gemuruh tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan memecah keheningan tersebut.

Xavier tidak memedulikan apresiasi dari orang-orang di sekitarnya. Sepasang mata elangnya tetap terkunci pada wajah cantik Eli yang tampak merona halus akibat berdansa. Dia mengecup punggung tangan Eli dengan lembut sebelum menuntunnya kembali ke arah area VIP yang lebih privat di lantai atas ruang dansa.

"Kamu luar biasa malam ini, Eli," bisik Xavier saat mereka menaiki anak tangga, menjauh dari kerumunan sosialita yang masih menatap mereka dengan takjub.

"Itu karena kamu berdiri di sampingku, Xavier," jawab Eli jujur. Jika bukan karena kehadiran pria itu yang begitu dominan dan protektif, dia pasti sudah runtuh menghadapi tatapan menghakimi dari orang-orang seperti Nyonya Wijaya tadi.

Begitu tiba di balkon privat lantai atas yang langsung menghadap ke arah taman dalam hotel yang sunyi, Eli menghela napas lega. Angin malam yang sejuk menerpa wajahnya, memberikan kesegaran setelah terjebak di dalam ruangan yang penuh dengan intrik politik bisnis.

Daniel melangkah mendekat dengan langkah tanpa suara, membawakan sepasang gelas berisi minuman segar untuk mereka, lalu kembali mundur dengan takzim untuk menjaga jarak aman di ambang pintu balkon.

Xavier menerima gelas tersebut, menyerahkan salah satunya kepada Eli, lalu bersandar pada pagar pembatas balkon yang terbuat dari besi tempa mewah. "Setelah malam ini, tidak akan ada lagi orang yang berani meragukan posisimu, Eli. Seluruh ibu kota sudah tahu bahwa menyentuhmu artinya bersiap menghadapi kehancuran total dari Arisatya Group."

Eli menyesap minumannya sedikit, lalu menatap cincin berlian di jari manisnya yang berkilau di bawah temaram lampu balkon. "Aku tahu... dan aku sangat berterima kasih untuk itu, Xavier. Kamu benar-benar menepati janjimu untuk melindungi aku dan anak-anak."

Xavier meletakkan gelasnya ke atas meja kecil di sampingnya. Dia melangkah maju, mempersempit jarak di antara mereka hingga punggung Eli menyentuh pagar balkon. Tangan besarnya bergerak naik, meraba leher jenjang Eli yang dihiasi kalung berlian marquise, lalu ibu jarinya mengusap lembut bibir merah merona istrinya.

"Aku tidak hanya menepati janji, Eli," ujar Xavier dengan suara bariton yang mendadak beralih menjadi sangat rendah, berat, dan sarat akan gairah posesif yang pekat. "Aku sedang menandai apa yang menjadi milikku. Aku ingin dunia tahu, dan aku ingin kamu tahu, bahwa kamu tidak akan pernah bisa lepas lagi dariku."

Tatapan mata Xavier yang membara membuat tubuh Eli kembali meremang. Rasa hangat yang familier mulai menjalar di dalam dadanya. Enam tahun lalu, pertemuan mereka dimulai dari sebuah kesalahan dan jebakan keji orang lain. Namun malam ini, di tempat yang sama dengan nuansa yang sepenuhnya berbeda, Eli menyadari bahwa hatinya telah benar-benar menyerah pada sang serigala penguasa.

"Aku tidak akan lari, Xavier," bisik Eli dengan berani, menatap lurus ke dalam sepasang mata elang suaminya. "Sangkarmu mungkin sangat ketat, tapi selama ada kamu, Kenji, dan Kiana di dalamnya... aku memilih untuk tetap tinggal."

Mendengar pengakuan jujur dari bibir manis istrinya, kilatan kepuasan absolut terpancar dari wajah tampan Xavier. Dia tidak menunggu lebih lama lagi. Xavier menundukkan kepalanya, meraup bibir manis Eli dalam sebuah ciuman yang mendalam, menuntut, namun penuh dengan kelembutan yang memabukkan di bawah saksi bisu langit malam yang bertabur bintang. Malam ini, di atas puing-puing masa lalu mereka yang kelam, sebuah awal baru yang sesungguhnya telah resmi kokoh berdiri.

1
Bu Dewi
seru kak 👍👍👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!