NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Dari Sales Menjadi Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.

​Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]

[Menganalisis Target...]

[Budget: Rp150.000.000 ]

[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |

[Tingkat Kepercayaan: 15%]

[Misi Terbuka! Closing produk!]

[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]

​Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.

​Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14--Pelayan Sombong

Naufall memacu Ducati-nya menuju salah satu restoran fine dining paling bergengsi di pusat kota ini. Ibu dan Rara memerlukan kebutuhan gizi yang lebih haya makan dari warung pinggir jalan milik pak Haji seperti kemarin, terutama untuk ibunya. Dia memerlukan protein tinggi! Dia perlu daging! Dia juga ingin keluarganya makan enak untuk hari ini.

Oleh sebab itu, saat dia memesan taksi online untuk Rara dan ibunya mereka tidak pergi langsung ke rumah, melainkan titik koordinasinya adalah sebuah restoran.

.Tempat ini terkenal dengan menu olahan laut dan daging wagyu yang harganya bisa membuat sales biasa mengelus dada.

"Ibu sama Rara pasti senang makan makanan enak sekali-kali," gumam Naufal sambil memarkirkan motornya di area khusus kendaraan mewah.

Motor Ducati itu telah berhenti dan ia memarkirkannya. Di sana Ibu Dan Rara terlihat sudah menunggu mereka baru saja keluar dari taxi, tatapan ke arah restoran itu.

Naufal segera turun dari Ducati-nya dan menghampiri Ibu Sarah serta Rara yang berdiri kaku di depan lobi restoran. Ibu Sarah tampak terus merapatkan jemarinya, matanya menatap gedung kaca megah di depannya dengan penuh keraguan.

​"Naufal, kita nggak salah tempat, Nak? Aku dengar dari sopir kalau kita ada rencana makan dan tugas dari dia untuk berhenti di rumah makan, tapi Ini ... ini kayaknya tempat pejabat. Lihat, mobil yang parkir saja logonya aneh-aneh," bisik Ibu Sarah, suaranya sedikit bergetar.

​Rara pun tak jauh berbeda. Meski ia kagum, tapi seragam sekolahnya yang sedikit kusam membuatnya merasa tidak nyaman di antara kerumunan orang-orang yang memakai gaun dan jas. "Kak, apa nggak mending kita cari makan di rumah maka biasa aja? Rara ngeri lihat penjaganya tinggi-tinggi begitu."

​Naufal tersenyum, merangkul bahu adik dan ibunya dengan penuh wibawa. "Tenang, Bu, Ra. Hari ini Ibu sama Rara adalah ratunya. Naufal yang bayar, jadi nggak ada yang perlu ditakutin. Ayo."

Mereka hendak  masuk, Namun, Naufal masih mengenakan seragam sales OMNI seragam dengan warna hitam berkerah hijau yang sedikit kusam. Begitu ia berdiri di depan meja kasir untuk memesan makanan bungkus, seorang pelayan wanita dengan seragam rapi menoleh.

Wanita itu terlihat menawan dengan kemeja putih—seragam khas restoran ini, namun dia tertegun sejenak menatap wajah Naufal. 

'Ganteng banget... kayak artis - artis, dia siapa sih?’ batinnya. Namun, begitu matanya turun melihat logo "Sales OMNI" di dada Naufal, ekspresinya berubah drastis menjadi masam

Lalu dia mencibir. Apa ternyata cuma modal ganteng doang, tapi dompet sempit. Lalu dia baru ingat sekarang, kalau diperhatikan bukankah itu teman sekolahnya dulu? 

Naufal Mari’e yang biasa menjadi tukang gorengan dadakan, dia suka menjual jajanan ke anak sekolah karena miskin.

"Naufal? Naufal Mari'e kan? Anak  yang dulu sering dipalak geng motor?" tanya wanita itu dengan nada meremehkan.

Naufal menyipitkan mata,  Kemudian gambarannya kembali terngiang … sosok wanita sombong acuh tak acuh, dia memang berada di peringkat sepuluh besar, namun tatapan selalu merendahkan.

 "Santi? Oh, kamu karyawan disini ya sekarang?"

Santi mendengus, ia melipat tangan di dada. "Gue asisten manajer di sini, Fal. Bukan cuma karyawan biasa. Tapi lo... masih jadi sales HP? Cih, gue kira perubahan muka lo yang jadi ganteng itu karena lo sukses, ternyata cuma modal tampang tapi kantong kering."

Santi melirik Ibu Sarah dan Rara yang berdiri canggung di belakang Naufal. Tatapannya menyapu pakaian mereka yang sederhana dengan ekspresi seolah sedang melihat noda di lantai bersih restorannya.

"Dan lo bawa keluarga lo ke sini? Fal, lo sadar nggak sih ini tempat apa? Ini *fine dining*, bukan tempat murahan yang biasa kalian maka itu!” cibir Santi dengan nada suara yang sengaja dikeraskan, memancing perhatian beberapa pelanggan kelas atas yang sedang mengantre.

Ibu Sarah menunduk, wajahnya memerah karena malu. Ia menarik pelan ujung seragam Naufal. 

"Naufal, sudah... ayo kita pergi saja. Ibu tiba-tiba nggak lapar. Kita makan di tempat biasa saja ya?"

Rara pun mengeratkan pegangannya pada tas sekolahnya, matanya mulai berkaca-kaca. Ia benci melihat kakaknya dihina, tapi suasana mewah di sini memang membuatnya merasa sangat kerdil.

“Udah, kak … benar kata ibu, kita pulang aja.”

Namun, Naufal tetap berdiri tegak. Ia memancarkan aura yang sangat tenang. Ia menatap Santi dengan tatapan datar yang justru membuat Santi merasa terintimidasi sejenak.

“Mending lo cari tempat makan di pinggir jalan aja, Fal. Di sini menu termurahnya aja ratusan ribu. Gaji sales kayak lo sebulan mana cukup buat makan di sini seminggu."

"Santi, saya datang ke sini sebagai pelanggan yang ingin membeli makanan, bukan untuk mendengarkan keluh kesahmu soal status pekerjaan orang lain," ucap Naufal dengan suara berat yang penuh penekanan.

Santi tertawa renyah, sebuah tawa yang dipaksakan. "Pelanggan? Lo tahu nggak harga menu paling murah di sini? Itu setara dengan target penjualan lo seminggu, kan? Jangan sampai pas mau bayar, lo malah nawarin cicilan HP ke kasir kami."

Beberapa orang di belakang mulai berbisik-bisik sinis.

"Siapa sih itu? Sales kok berani masuk sini?"

"Kasihan ya, mau pamer tapi salah tempat."

“Apa yang dilakukan seorang sales di sini?”

“Hahaha, mau promosi produknya.”

“Sungguh mengganggu suasana.”

“Siapapun coba panggil petugas keamanan, melihatnya saja membuatku muak.”

 Naufal hanya tersenyum tipis. Sungguh dunia ini lucu sekali. Naufal tidak menghiraukan mereka. Ia justru menoleh ke arah ibunya dan Rara.

“Naufal, udah kita pulang aja … ibu gak nyaman jadi pusat perhatian,” bisik ibu Sarah.

“Itu benar, kak … kita makan nasi padang dekat rumah saja sudah cukup kok.”

Naufal  tersenyum lembut seolah meyakinkan mereka bahwa semuanya baik-baik saja. Kemudian, ia kembali menatap Santi.

"Saya pesan Family Wagyu A5 Set, dua porsi Lobster Thermidor, dan tiga Jus Sarang Burung Walet Kami makan di sini, siapkan meja terbaik untuk keluarga saya," ucap Naufal dengan nada memerintah yang sangat mutlak.

Santi tertegun. Pesanan itu adalah salah satu paket termahal yang mencapai angka hampir lima juta rupiah. "Lo... lo yakin? Jangan main-main ya, Fal. Kalau pesanan sudah dibuat dan lo nggak bisa bayar, gue panggil sekuriti buat seret lo keluar!"

"Nggak perlu banyak bicara. Gesek saja dulu kartunya kalau kamu ragu," jawab Naufal sambil menyodorkan kartu debit hitam dari dompetnya.

Santi menyambar kartu itu dengan kasar. Ia yakin kartu itu akan ditolak. Dengan wajah penuh kemenangan yang dibuat-buat, ia menekan angka nominal di mesin EDC.

BIP!

Layar mesin EDC menunjukkan tulisan [APPROVED] dalam hitungan detik. Disusul dengan keluarnya struk belanja yang sangat panjang.

Santi mematung. Matanya melotot menatap struk itu, lalu menatap layar mesin berkali-kali. "L-lunas? Serius?! Empat juta delapan ratus ribu... lunas?!"

Para pelanggan yang tadinya mencibir seketika terdiam. Mereka menunduk, pura-pura sibuk dengan ponsel masing-masing karena malu telah menghakimi orang yang ternyata mampu membayar sekali makan seharga cicilan motor mereka.

Namun Santi masih tidak terima, wajahnya merah karena merasa terhina. Gajinya disini bahkan tidak sebanyak itu untuk membungkus makanan seharga 4 jutaan sekali makan, namun nuafal! Anak miskin dari ini dan hanya seorang sales mampu? Pasti ini gak masuk akal.

“Halah, pasti lo pakai pinjol kan? Gak tau malu banget!”

Naufal mengangkat kedua bahunya. Malas menanggapi ocehan kelas bawah.

Naufal mengambil kartunya kembali dengan tenang. "Oh iya, satu lagi. Tolong panggilkan manajer utama restoran ini. Saya ingin memberikan tips khusus untuk koki karena sudah mau melayani pesanan kami, tapi saya tidak mau lewat tanganmu."

Naufal menjeda kalimatnya, lalu menatap motor matic yang terparkir di luar lewat dinding kaca. "Saya takut tipsnya malah kamu pakai buat bayar cicilan motor matic-mu itu... yang bannya sudah gundul dan hampir habis masa pajaknya, kan?"

Wajah Santi memerah padam. Kok dia bisa tahu? Santi memang selalu tampil kaya .. lebih tepat kalau sok kaya, semua barang brand dia itu sebenarnya cuma hasil cicilan, dia itu gengsian dulu, teman-teman sebaya dia punya banyak barang bermerek maka dia ikut-ikutan walau gak mampu dan ujung-ujungnya nyicil.

Ia merasa seolah ditelanjangi di depan umum.  

Namun, Ia tidak tahu dari mana Naufal bisa tahu soal motornya. 

Ini semua karena Kepintaran 12 poin Naufal memang memungkinkannya mengamati detail terkecil hanya dari sekali pandang.

Tepat saat itu, Manajer Utama restoran keluar karena mendengar keributan. Ia melihat Naufal dan langsung terperangah merasakan aura wibawa yang luar biasa dari pemuda berseragam sales itu.

"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya sang Manajer dengan sangat sopan, ia bisa merasakan bahwa pemuda di depannya bukan orang sembarangan.

""Tidak ada. Hanya asistenmu ini perlu diajari lagi cara menyapa pelanggan tanpa melihat seragamnya," Naufal mengeluarkan selembar uang seratus ribu lima lembar, lalu meletakkannya di meja kasir. "Buat tim dapur. Untuk pelayan ini, tolong diajari lagi cara menyapa pelanggan. Pelajaran tambahan untuk tidak menilai orang dari luar saja!”

Manajer toko menatap santi dengan tegas. Asisten manajer? Orang ini ngomong apaan? Jangan - jangan bocah baru yang dia rekrut sok-sok ngaku-ngaku asisten? Terus maksud meremehkan pelanggan, jangan bilang anak ini memberikan pelayan yang tidak sopan terhadap orang yang mampu membeli 4 juta salah satu aset pelanggan tetap.

 Tatapan yang mengatakan bahwa nanti kamu harus ke kantor,  barusan santi membual bahwa dia merupakan asisten penting di resto itu, namun semua cuma bohongan. Dia anak baru lulusan tahun ini, kenaikan seperti itu jelas gak logis.

“Santi, kamu ya … nanti kita harus bicara!”

“B-baik pak!”

1
3RSEL
🤦🤦🤦lagi eror kayaknya
Manusia Biasa: wkwk🤣 sory kak besok up kembali Normal, masih nahan bab gara gara editor
total 3 replies
.
kok cuman 1 Thor biasanya 3 chap /Smug/
.: semangat thor🔥
total 3 replies
Hary
DUNGU.... THOORNYA DI SESUAIKAN DONG
DAYA KHALYAL MEMBAGINGKAN
3RSEL
M
3RSEL
kurang M nya
Tang xu
akhirnya kepikiran buat pindah rumah
.
kena mental si bagus cs. tuh 🤣🤣🤣
Manusia Biasa: bg bg🤣
total 1 replies
Sa Ni
ini cerita flashback tentang sistem nya ada gak ya kayak si Rahmat sama om Arman di " SISTEM ANALISIS" volume terdahulu....ya secara kan ini sistem di warisin sama si Rahmat buat si Naufal kan..
Manusia Biasa: siap tunggu aja ya bang🤣🙏
total 5 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
betul Fal ini baru awal Lo harus bisa jadi nomor satu masih ada waktu saat ini masih peringkat 4 nanti harus jadi number one 🤭😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah si BG mau bikin drama nih kasi pelajaran biar gak macam macam lagi Naufal biar dia kapok
Manusia Biasa: BG kebanyakan tingkah😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
jadilah team buat Naufal biar kecipratan rezekinya dia luu Sisssta🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
njirrrr 🤭🤣🤣🤣 langsung diserbu beneran kalo kek gini Bagas atau BG lewatttt 🤣🤣🤣
Manusia Biasa: sebenarnya kalau di dunia nyata gakmungkin sampai gitu wkw
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
semangat Nauuuu pegang dua brand justru itu akan bikin luu cepat target kan 🤭🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
horeee pindah rumah Naufal dan ibu Sarah juga Rara🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
yang pasti ibumu akan menangis terharu dan Rara akan bahagia good Naufal 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
coba kita kita punya sistem cashback kek luu bisa donasi setiap menit 🤣🤣🤣🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: wkwkwkwk iyalah Kaka Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
3RSEL
ah males komen
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: udah baca kalo yang Paman Rahmat 🤭
total 3 replies
DD
nasi gorengnya lebih enak dari masakan tante Bella ya 🤭
Manusia Biasa: waduh pembaca sepuh, iya lagi. udah ketebak siapa istri si mamat/Smile/🙏
total 1 replies
3RSEL
maaf untuk sementara waktu belum bisa komen
Manusia Biasa: amann🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job Naufal biar Andre bisa merenung berpikir lebih jauh sebelum melakukan tindakan kriminal kek gitu untung ga di laporkan ke polisi
Manusia Biasa: wkwwk rasain orangnya sombong dan sok sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!