NovelToon NovelToon
Talak Berakhir Penyesalan

Talak Berakhir Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Melina Khairunisa seorang gadis berusia 19 tahun, yang tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orangtua kandungnya. Dirinya harus dipaksa menikah dengan putranya---Ishan Ganendra atas desakan Nyonya rumah bernama Adisti Ganendra, tempatnya bekerja sebagai ART.
Ishan Ganendra sebagai Aktor terkenal berusia 30 tahun, dan sudah memiliki kekasih---Livia Kumara seorang model papan atas. Setelah menikahi Ishan----tak sekalipun Melina di perlakukan selayaknya istri, bahkan seringkali mendapatkan KDRT, sikap kasar, dan ucapan yang menyakitkan hati dari mulut Ishan.
Suatu saat Karena Konspirasi dibuat Livia, membuat Melina masuk penjara dan Ishan meragukan anak di kandungannya.
Hidup selalu adil, di saat terpuruk Melina bertemu orangtua kandungnya seorang Perwira TNI dan Dokter berpengaruh, yang memiliki pengaruh besar sehingga Melina bisa bebas dari penjara. Bagaimana reaksi Ishan setelah tahu Melina tak bersalah dan anak yang dikandung Melina adalah anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Suara Adzan subuh berkumandang dengan sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Suara yang memecah kesunyian kamar mewah yang masih berhiaskan pengantin.

Melina sudah bangun jam lima subuh seperti kebiasaannya----kebiasaannya di panti asuhan.

Bangun jam lima subuh seperti kebiasaannya di panti asuhan, untuk membantu memasak---agar adik-adik pantinya bisa makan.

Tubuhnya semalam sedikit pegal karena harus tidur di sofa yang sempit, namun Melina tak akan mengeluh.

Dirinya sesuai janji pada Bunda Pipin dan sang pencipta, jika akan menjadi istri yang baik untuk Ishan Ganendra.

Langkahnya pelan untuk bangkit dari tempat tidur, berusaha tak menimbulkan suara agar sang suami tidurnya tak terganggu.

Melina masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah mandi dan membersihkan diri, Melina mengambil Mukena yang dari dalam koper.

Dirinya ingin melaksanakan solat subuh, dan mengutarakan soal keluh kesahnya dengan sujud di hadapan sang penciptanya.

Hatinya sesak saat sang suami menolaknya begitu saja, karena jijik.

Melina merasa jika pernikahan ini tak akan bertahan lama, dan yang pasti memang tak bertahan lama.

Setelah Melina melahirkan anak, Ihsan akan menceraikannya---namun selama Adisti masih hidup Melina tak akan di ceraikan.

"Ya allah hamba memohon kekuatan dan keselamatan atas pernikahan yang baru saja dimulai ini. Buka 'kan hati Mas Ishan Ya allah," doa Melina mengangkat tangan dengan penuh air mata.

Melina menghela napas dirinya hanya berharap agar di selamatkan, dan pernikahan ini---Melina yakin hati suaminya yang sekeras batu pasti akan melunak.

Gadis ini merasa jika suatu saat pernikahan ini pasti akan bahagia, namun entah mengapa perasaannya sejak kemarin tak enak.

Tangannya memegang degup jantungnya, namun matanya menoleh ke fentilasi udara yang memperlihatkan matahari sudah mulai naik.

"Udah siang, aku harus siapkan keperluan Mas Ishan," ucap Melina melepas mukenanya.

Melipatnya dan menaruhnya di sofa.

Usai solat, Melina mengenakan pakaian dengan daster rayon berwarna hijau muda yang nyaman dengan motif bunga-bunga kecil warna putih.

Rambut hitamnya yang panjang sampai lengan masih basah, di biarkan tergerai.

Hal yang memberikan kesan segar dan menggoda di pagi hari.

Setelah menyiapkan kebutuhan suaminya, yang hari ini ada berangkat syuting.

Melina berjalan mendekati ranjang king size yang suaminya masih terlelap, mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Ruangan itu masih menyisakan dekorasi pengantin, dengan bunga-bunga putih menghiasi headboard ranjang dan lilin di nakas yang telah padam.

Ishan Ganendra masih tidur tengkurap dengan dengkuran halus.

Pria itu seolah cuek tak menganti pakaiannya karena dengan ini, dirinya merasa Melina tak akan mendekatinya.

Kemeja putih yang kini kusut, dan peci hitam di meja nakas masih menyisakan bagaimana malam pengantin yang tak berjalan sesuai malam-malam yang di lalui pasangan yang baru menikah.

Mata Melina menatap kagum akan ketampanan suaminya, jari-jarinya yang lentik dan panjang ingin menyentuh wajah suaminya.

Namun, canggung dan takut----setelah semalam mendapatkan peringatan dari Ihsan.

"Ganteng sih...tapi sayang dia nggak bisa gua milikin," batin Melina tersenyum sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.

Melina berdiri di tepi tempat tidur.

Tangannya memegang handuk putih di tangannya, sambil mengeringkan rambutnya yang lembab.

Ada keraguan di hati Melina untuk menjalankan perannya sebagai Istri.

"Seandainya kamu bisa menerimaku, Mas. Aku pasti akan sangat bahagia," ucap Melina sambil tersenyum tipis.

Matanya menatap wajah suaminya, tangannya perlahan mengulur demi menyentuh bahu Ishan dengan sangat pelan.

Melina berusaha menggoyangkan pelan sang suami tanpa mau mengejutkannya.

"Mas... Mas Ishan, bangun. Sudah pagi," bisik Melina lembut.

Ishan hanya melenguh mengubah posisi menjadi telentang, matanya masih terpejam.

"Livia...," ucap Ishan dalam alam bawah sadarnya.

"Livia," bisik Melina menelan salivanya.

Melina bisa merasa jika dirinya hanya sebuah pohon tumbang yang menghalangi kebahagian orang lain, tapi jika dirinya tak menikahi Ihsan maka selain kehilangan pekerjaan----Dirinya tak bisa bekerja dimana pun.

"Mas...bangun hari ini 'kan ada syuting," ucap Melina sekali lagi.

Tangannya menepuk pipi Ishan yang di tumbuhi jambang halus, tajam dan geli.

Melina menatap Ishan yang mulai terusik dalam tidurnya, meskipun perjanjian semalam membuat hati Melina sakit.

Tapi dirinya terikat sumpah pernikahan, yang menugaskannya sebagai istri.

Hari ini adalah kesempatan pertama dalam memulai pengabdiannya sebagai istri dari Ishan Ganendra.

"Mas..," ucap Melina sekali lagi.

Mata Ishan mengerjap, mengedip-ngedip menyesuaikan cahaya yang masuk.

"Mas, bangun hari ini ada jadwal syuting 'kan?" tanya Melina.

Ishan menatap wajah Melina di pagi hari, tangannya Melina sibuk mengeringkan rambutnya.

Seketika saat sadar Ishan langsung menjauh dan melompat, lalu menatap jijik ke arah Melina.

"Ihhh!" teriak Ishan.

Hal yang membuat Melina tersentak, dan mengerutkan keningnya heran.

"Mas ada apa?" tanya Melina.

"Berani kamu dekati saya!" marahnya.

Melina kaget, lantaran Ishan memarahinya di hari pertama mereka menikah.

"Mas...aku hanya membangunkanmu, kamu ad---"

Belum sempat kalimat yang di keluarkan Melina selesai Ihsan, langsung memotongnya cepat dengan bentakan.

"Kamu Amnesia yaa! Atau kamu tak mengerti bahasa Indonesia yang baik dan benar!" bentaknya.

Melina matanya langsung berkaca-kaca mendengar bagaimana Ihsan membentaknya di pagi hari.

"Mas...Aku hanya membangunkanmu! Jika begitu kenapa nggak pasang alarm aja!" ucap Melina dengan nada tinggi, namun matanya sudah berkaca-kaca.

"Halah, kamu tuh alasan! Kamu sengaja mau dekat sama saya! Biar saya menerima kamu jadi istri saya! Mimpi!" teriaknya di pagi hari.

"Astagfirullah...," ujar Melina lirih.

Ihsan menatap Melina, matanya melotot dan gadis ini hanya menunduk ketakutan menatap jari-jemarinya yang gemetar.

"Sudah saya katakan semalam! Jangan sentuh area saya!" teriaknya.

"Iya Mas...sudah aku turun dari ranjang...jangan teriak-teriak malu nggak enak di dengar mama ama Bi Nisa," ucap Melina dengan lirih dan takut.

Mata Ihsan yang berwarna hijau menatap Melina, dan langsung menunjuk.

"Dan kenapa belum turun dari ranjang!" teriaknya.

Melina mengangguk, dan segera turun dari ranjang.

Gadis malang itu sudah berdiri, dan menundukkan kepalanya.

"Dasar parasit kamu!" bentaknya, segera bangun menuju kamar mandi.

Melina memulai hari pertama sebagai istri sah Ishan Ganendra, kesabaran yang tulus dari hatinya---apakah akan mengubah sikap Ishan padanya.

*

*

*

*

*

*

*

1
kinoy
oh gt y si Adisti sifat y cm pencitraan doang..kirain tulus beda ma si ishan..sama aj ternyata..males ah bnyk tokoh kaga waras y
Putri Sabina: kan satu gen kak, emak Ama anak satu gen loh😉
total 1 replies
kinoy
laki sinting
Putri Sabina: sinting, gila, miring kak🤣 singkatnya SGM🤭
total 1 replies
kinoy
si ishan EMG gogog..maafkan sy KK otor KLO komen kasar. gedek aq
Putri Sabina: keluarkan saja kak🤭
total 1 replies
kinoy
buaya..CPT bgt bilang cinta..kmrn2 msh kdrt kau
Putri Sabina: buaya air tawar kak🤣🤭
total 1 replies
kinoy
bisa g sih ishan jgn kasar gt..kdrt trus..benci aing mah da
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
Ma Em
Ihsan kamu pasti akan menyesal setelah Melina pergi meninggalkan kamu .
Putri Sabina: pasti dong kak Melina kan ibarat berlian makannya di pilih Ama Adisti.
total 1 replies
kinoy
mulai wara si ishan
Putri Sabina: ada maunya kka🤭
total 1 replies
falea sezi
lama amat cerai 🤣 mbulet deh Thor yg sat set donk
Putri Sabina: sabar dong kak, kan ada konflik lebih besar lagi nanti. 😉
total 1 replies
kinoy
begitulah kelakuan anakmu ishan wahai nyonya Adisti yg terhormat..dah kdrt..msh hub dgn Livia ..hub suami istri pula..bnr2 menjijikan..SKT jiwa si ishan
Putri Sabina: EMG sakit jiwa, NPD
total 1 replies
kinoy
balik syuting si ishan marah Krn liat Melina pelukan ma Alvaro trus perkosa Melina hamil kabur deh
Putri Sabina: ada saatnya kak, tapi nggak perkosa melina
total 1 replies
kinoy
au ah ishan..kmh maneh Weh ah..esmosi urg
Putri Sabina: ishan lebih esmosi kak🤐🤣
total 1 replies
Anonim
adisri goblok 🤣👉 bunuh
Putri Sabina: sabar kak😩
total 1 replies
kinoy
jgn egois ATH Adisti..anakmu tuh si ishan yg arogan
Putri Sabina: demi cucu kak, rela meninggikan ego
total 1 replies
falea sezi
lama amat cerai moga aja g di sentuh najis amat bekas jalang takut HIV
Putri Sabina: di doain cerai dong😩🤣
total 1 replies
falea sezi
isan muka nya serem kayak setan cocok sih karakter nya emank jelekk
Putri Sabina: sabar kak🤣
total 1 replies
kinoy
jijik bgt ma si ishan
Putri Sabina: sabar kak🤭
total 1 replies
kinoy
awas km ishan .kutunggu sesal mu
Putri Sabina: pasti dong kak😉
total 1 replies
falea sezi
laki uda jelek tempramen
Putri Sabina: ngakak🤣
total 1 replies
kinoy
kasian Melina..si Adisti egois bgt sih..melima JD korban kan..nunggu si ishan nyesel aj deh
Putri Sabina: banyak kak, orang kaya bebas berbuat sesuka hati dengan yang lebih tak berkuasa🥺
total 1 replies
falea sezi
lanjutt
Putri Sabina: besok lanjut kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!