NovelToon NovelToon
Suamiku,Suami Sahabatku

Suamiku,Suami Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirna Juanda

Kanaya dan Amira dua sahabat yang tak terpisahkan sejak kecil.
Tak ada rahasia di antara mereka… hingga cinta datang dengan cara yang salah.
Kanaya dipaksa menikah dengan pria pilihan keluarga, Fatan Adrian Mahendra—pernikahan tanpa cinta yang terasa seperti hukuman.
Sementara Amira hidup dalam kebahagiaan, menikahi pria yang ia cintai sepenuh hati—Adrian.
Namun takdir menyimpan rahasia yang kejam.
Pria yang mereka cintai…
adalah orang yang sama.
Satu pria. Dua nama. Dua pernikahan.
Dan satu pengkhianatan yang menghancurkan segalanya.
Saat kebenaran terungkap,
siapa yang akan bertahan?
Dan siapa yang harus merelakan… cinta yang sejak awal tak pernah utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirna Juanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebohongan Yang Terungkap

POV Kanaya

“Dokter… tolong… saya mohon…”

Langkahku terhenti.

Suara itu

suara yang terlalu aku kenal

menghantam dadaku tanpa peringatan.

Di ujung lorong, aku melihatnya.

Fatan.

Ia mencengkeram lengan jas putih dokter itu, lututnya hampir jatuh ke lantai.

“Selamatkan istri saya… apa pun risikonya… apa pun biayanya… saya mohon…”

Suaranya pecah.

Tangisnya… tidak lagi ia sembunyikan.

“Dia begitu berarti untuk hidup saya… dia hidup saya, Dokter…”

Duniaku seketika sunyi.

Aku membeku di tempatku.

“Istri saya…”

Kata itu bergema di kepalaku.

Berulang.

Menusuk lebih dalam dari apa pun yang pernah kurasakan.

Istri…

Lalu… aku ini siapa, Fatan?

Dokter itu mengangguk cepat.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Mohon tunggu di luar.”

Pintu ruang operasi tertutup.

Dan bersamaan dengan itu

sesuatu di dalam diriku… ikut runtuh.

Aku tidak tahu sejak kapan air mataku jatuh.

Yang aku tahu…

dadaku sakit.

Sakit sekali.

Aku melihat Fatan terduduk lemas di kursi, wajahnya tertutup kedua telapak tangan.

Untuk pertama kalinya… aku melihatnya begitu hancur.

Namun bukan untukku.

Bukan karena aku.

Melainkan…

untuk wanita lain.

Amira, sahabat ku yang terbaring lemah dengan luka yanh serius

Nama itu terlintas seperti pisau.

Sahabatku.

Orang yang selama ini aku jaga seperti saudara.

Orang yang aku percaya tanpa ragu.

Dan sekarang…

Aku berdiri di sini

menyaksikan suamiku memohon nyawa

untuk wanita yang ternyata… juga istrinya.

Langkahku mundur.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tubuhku terasa ringan…

seolah aku sudah tidak lagi memiliki kekuatan untuk berdiri di kenyataan ini.

Aku berbalik.

Berjalan menjauh dari lorong itu.

Dari suara tangisnya.

Dari kenyataan yang baru saja menghancurkan segalanya.

Air mataku jatuh tanpa suara.

Tidak ada teriakan.

Tidak ada amarah.

Karena luka ini…

terlalu dalam untuk sekadar diluapkan.

“Istri saya…”

Suara itu terus berputar di kepalaku.

Aku tersenyum pahit.

Aku ingat hari pernikahan kami.

Tanpa cinta yang besar.

Tanpa janji yang menggetarkan.

Aku tahu

aku tidak dinikahi karena cinta.

Hanya karena keadaan.

Karena keinginan keluarga.

Tapi aku tetap menerima.

Karena aku percaya…

Cinta bisa tumbuh.

Asal dijaga.

Dan aku menjaganya.

Dengan caraku yang diam.

Dengan kesetiaan yang tidak pernah aku hitung sebagai pengorbanan.

Aku menunggu.

Makan malam yang dingin.

Pesan yang tak dibalas.

Namun aku selalu berkata pada diriku sendiri

Tidak apa-apa… Fatan sibuk.

Tidak apa-apa… aku mengerti.

Aku meredam cemburu.

Menurunkan egoku.

Mengubur luka… sedikit demi sedikit.

Dan Fatan?

Ia memberiku harapan.

Tatapan lembut.

Sentuhan hangat.

Kata-kata yang membuatku percaya…

Bahwa aku dicintai.

Cukup… untuk membuatku bertahan.

Cukup… untuk membuatku jatuh lebih dalam.

Namun sekarang…

Semuanya terasa seperti kebohongan.

Amira…

Sahabatku sendiri.

Jadi selama ini…

aku berbagi suami dengan orang yang paling aku percaya?

Dadaku berdenyut sakit.

Bukan hanya karena cinta.

Tapi karena pengkhianatan

yang datang dari dua arah sekaligus.

Aku kehilangan dua hal dalam satu malam:

Suami yang diam-diam aku cintai.

Dan sahabat yang aku jaga sepenuh hati.

Aku merasa bodoh.

Bukan karena dicintai palsu.

Tapi karena…

aku percaya terlalu tulus.

Aku duduk di bangku lorong.

Tubuhku meringkuk tanpa sadar.

Dinikahi tanpa cinta…

diberi harapan…

lalu ditinggalkan… tanpa pernah benar-benar dipilih.

Aku bukan yang diperebutkan.

Aku bukan yang ditangisi.

Aku bukan yang dimohonkan hidupnya.

Aku hanya…

Istri yang ada…

tapi tak pernah dianggap ada.

“Andai sejak awal kamu bilang…”

Suaraku bergetar pelan.

“...aku tidak akan pernah jadi pilihanmu…”

Air mataku jatuh semakin deras.

“Andai aku tahu hatimu sudah penuh untuk orang lain…”

“...mungkin aku tidak akan mencintaimu sejauh ini, Fatan…”

Tangisku pecah.

Bukan karena aku ditinggalkan.

Tapi karena…

aku tidak pernah benar-benar dimiliki.

Aku berdiri perlahan.

Menghapus air mataku, meski dadaku masih terasa sesak.

Jika selama ini aku bertahan demi cinta…

Maka sekarang

aku akan pergi demi harga diriku.

Tanpa berpamitan.

Tanpa penjelasan.

Karena cinta yang tulus…

Tidak seharusnya memohon

pada hati

yang sejak awal

tidak pernah memilihnya.

1
Asih
akhirnya saya puas liat kesombongan srorang lelaki terpuruk
Nirna: Kadang kesombongan memang perlu dijatuhkan dulu supaya seseorang sadar 😊 Terima kasih kak sudah mengikuti ceritanya sampai ikut puas dengan alurnya 🤗❤️
total 1 replies
Asih
lanjutt
Nirna: Terima kasih banyak sudah membaca 😊 Lanjutannya segera aku update ya kak
total 1 replies
Kereng Pangi
bahasanya kbnyak retorika
Nirna: Terima kasih atas masukannya 🙏. Ke depannya akan saya perbaiki supaya bahasanya lebih nyaman dibaca.
total 1 replies
Asih
lanjut semakin seruuu
Nirna: Terima kasih banyak 🙏 Senang banget kakak menikmati ceritanya. Ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Asih
padahal kalau mau bicara dari hati ke hati dn terus terang.sama kanaya
Nirna: Iya benar juga 😊 Terima kasih sudah ikut memberikan sudut pandang. Nanti akan ada perkembangan cerita yang lebih dalam lagi, ditunggu ya 🙏
total 1 replies
Asih
lanjut dong
Nirna: Siap 😊 Terima kasih sudah menunggu. , jangan bosan mengikuti ceritanya ya 🙏
total 1 replies
rina saragih
waw waw... fatan kapok kamuuu
Nirna: Hehe, iya nih kak 😄 Fatan lagi diuji banget kesabarannya. Kira-kira dia bakal kuat sampai kapan ya? Terima kasih sudah baca dan dukung ceritanya 💖
total 1 replies
rina saragih
kenapa susah sekali menicintai yg halal?
hati memang penuh misteri
Nirna: MasyaAllah, terima kasih sudah mampir dan berkomentar. Semoga ceritanya bisa menyentuh dan menemani 😊Terima kasih banyak sudah membaca dan berbagi pendapat 😊 Memang hati itu penuh misteri, semoga cerita ini bisa sedikit menggambarkan perasaan itu ya🙏
total 1 replies
rina saragih
fatan oh adrian
Nirna: Nah loh, mulai ketahuan ya benang merahnya 😄 Stay tune terus ya kakak🙏
total 1 replies
rina saragih
awal yang bagus
aku berharap akan seru seterusnya
Nirna: Terima kasih banyak 😊 Senang sekali kakak suka di awalnya, semoga bab selanjutnya bisa lebih seru lagi ya
total 1 replies
Angel 💖
karya yang bagus
. tapi kenapa sepi ya?
Nirna: terimakasih banyak kakak sudah berkomentar,iya nih masih sepi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!