Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 13
Ara yang di angkut oleh Darian ke sebuah ruangan asing merasa bingung. "Kita ada di mana kak?" tanya nya.
Darian tersenyum manis. "Ini ruangan rahasia babe" jawab Darian dengan lembut.
Ara menatap polos Darian yang membuat lelaki itu semakin gemas dan terperosok ke dalam pesona seorang Elara.
"Kak Darian mau makan bibir Ara ya?"Tanya Elara tiba tiba
Darian langsung speechless mendengar pertanyaan Ara. Dirinya memang mengamati bibir kecil Ara yang terlihat menggiurkan namun ia masih bisa menahan diri.
"Semalam kak Julian makan bibir Ara, rasanya enak!"ujar Elara lagi
Ekspresi Darian berubah menjadi gelap. "Julian?" ujarnya datar. Ara mengangguk sambil tersenyum pura-pura tidak tahu kalau Darian sedang menahan amarah.
"Iya, kejadian nya pas nonton film sama di restoran. Ara suka dan sayang sama kak Julian." aku Ara yang akan membuat Darian semakin terbakar. Dan Ara akan dengan senang hati memberikan bahan bakarnya.
"Ara juga sayang sama kak Marco, kak Darius, kak Darian sama kak Arsen... Tapi kak Arsen udah tunangan sama kak Silviana. Jadi yang Ara sayang cuma kak Marco, Kak Darius, kak Darian sama kak Julian aja deh."ungkap Ara
agak murung.
Ara pura-pura kaget lalu menutup mulutnya sendiri dengan tangannya, seakan menunjukkan ia telah membocorkan rahasia besar.
"Kapan mereka bertunangan?" tanya Darian penasaran. Arsen tidak mengatakan apapun kepada mereka.
Ara menggeleng dengan posisi masih membekap mulutnya sendiri. Darian meraih tangan Ara dengan satu tangannya. "Bukannya Ara sayang kakak, coba cerita." pinta Darian.
"Umm... Ta-tapi jangan bilang siapa-siapa ya." bisik Ara. Darian menggeram rendah merasa gemas dengan tingkah Ara.
"Kakak tidak akan membocorkan nya,"ucap Darian menyakinkan
Tidak ada salahnya, Darian mengubah gaya bicaranya kepada Ara. Karena ia nanti tidak mau, Ara akan meniru gaya bicaranya. Sebaiknya Darian memberitahu ini kepada teman-temannya kecuali Arsen, bukankah dia sudah bertunangan dengan Silviana?
"Malam minggu kemarin, kak Arsen dan kak Silviana tunangan. Ara denger sih tunangan itu kak Arsen yang mau, beruntung banget ya kak Silviana dapetin kak Arsen.."ucap Elara sedih
"Gak usah sedih, masih ada kakak disini." hibur Darian Ara berubah menjadi ceria. "Bener! Masih ada kak Darian, kak Darius, kak Marco sama kak Julian!"
Darian mendatarkan ekspresi nya. Kenapa pula ketiga orang itu ikut masuk list Ara? Harusnya hanya dirinya saja. Tapi Darian rasa tidak ada salahnya berbagi. Mereka sama-sama menyukai Ara.
Darian pun sebenarnya tidak ingin persahabatan mereka hancur. Jadi dia akan berbicara dengan sahabat nya mengenai ini.
"Ara tidur ya, sudah telat kalau ke kelas."ujar Darian dengan lembut
Ara mengangguk, mengiyakan suruhan Darian. "Kakak mau ke mana?" tanya Ara.
"Memanggil yang lainnya, kamu tidur aja."jawab Darian
Di luar ruangan
"Di mana Ara?"tanya Marco
Darian mengabaikan pertanyaan Marco. la lebih memilih untuk duduk kemudian memutar rekaman pembicaraan nya dengan Ara.
"Udah dengerkan? Ara suka sama kita semua." ungkap Darian dengan santai. "Gue gak masalah berbagi, asal Ara bahagia." lanjut nya.
Ketiga orang itu diam. "Ini bukan rekayasa kan?" tanya Darius tak percaya.
"Lo bisa tanya langsung sama Ara, dia ada di ruangan kita." ucap Darian.
Dia segera berdiri. "Mau ikut gak?" tanya Darian jengkel.
Ketiga pemuda itu mengekori Darian. Berjalan menuju ruangan rahasia milik mereka. Saat sampai, mereka harus menyimpan pertanyaan masing-masing karena Ara ternyata sudah tertidur.
"Tentang Arsen gimana? Mau di ajak berbagi juga?" tanya Marco membuka suara.
Darius meniupkan asap rokoknya ke udara. "Dia tunangan sama Silviana kan, mending gak usah." ketus lelaki itu. Berbagi dengan empat orang saja Darius rada tidak ikhlas, ini malah mau di tambah satu lagi.
"Ajak aja." sahut Julian.
"Lo gila?!" sentak Marco.
Julian memutar mata nya jengah. "Lo gak denger Ara bilang apa di rekaman itu? Kalau Arsen minta di tunangkan, yang artinya Arsen sebenarnya pengen tunangan sama Ara tapi entah kenapa malah Silviana. Kayak nya ada kesalahpahaman." jelas nya.
"Masuk akal," ucap Darius. "Jadi, mau ngerencanain apa?" tanya Darius penasaran.
"Buat pertunangan mereka batal." pungkas Darian.
"Caranya?" tanya Marco. Darian tersenyum miring. "Mami bilang Bianca bakal balik dua hari lagi, kita cukup jadi penonton."
"Licik juga lo," cibir Darius yang tidak terpikirkan ke arah sana.
"Anjir, lo mau ngorbanin adik lo sendiri?!" kaget Julian tak percaya. Darian mengangkat bahunya acuh dan Darius juga terlihat biasa saja.
"Lihat aja nanti apa yang di lakuin sama Bianca." tutur Darian. "Mending gak usah brisik deh, Ara lagi tidur." kata nya kembali.
Mereka pun diam, memainkan handphone masing-masing menunggu Ara bangun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambunggggggggggg
semangat buat auto ya 💪💪💪