NovelToon NovelToon
Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Ibu susu
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.

Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.

Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.

Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.

Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.

"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."

Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.

Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Bersalah

Baru beberapa suapan biskuit berpindah ke perutnya, Vivian tiba-tiba dikagetkan oleh suara rintihan pelan dari bibir putrinya.

"Auntie... gatal... sakit.. tolong...." Tampak Deana tangannya mulai menggaruk leher dan lengannya dengan gelisah.

Vivian secepatnya mendekat untuk memeriksa. Detik itu juga, jantungnya serasa berhenti berdetak. Ia terbelalak syok melihat kulit putih bersih putrinya kini dipenuhi bentol-bentol besar kemerahan yang menjalar dengan cepat. Napasnya mulai terdengar agak berat, dan air mata kesakitan mulai membanjiri pipi tembamnya.

"Auntie, panas... gatal... Hikss," tangis Deana pecah.

Vivian panik setengah mati. Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia langsung menyambar Baby Elvano yang tiba-tiba ikut terbangun dan merengek. Sambil menggendong bayi itu dengan satu tangan, tangan lainnya merangkul Deana yang lemas. Vivian berlari kencang keluar kontrakan menuju rumah Ibu Kos, menggedor pintunya dengan panik untuk meminta bantuan mengantar mereka ke rumah sakit terdekat.

Sesampainya di IGD, dokter segera memberikan penanganan darurat. Deana ternyata mengalami reaksi alergi parah terhadap kacang yang terkandung di dalam biskuit cokelat tersebut, hingga membuat suhu tubuhnya langsung melonjak drastis.

Saat Deana akhirnya dipindahkan ke ruang rawat dan diberikan infus, Vivian kini terduduk lemas di kursi penunggu. Hatinya terasa remuk redam, dihantam oleh rasa bersalah yang teramat sangat.

Aku yang melahirkannya... aku ibunya... tapi aku bahkan sama sekali tidak tahu kalau putriku alergi kacang. Maafkan Ibu... Deana...

Vivian menangis dalam hati. Tubuh lamanya telah tiada dan tubuh barunya ini membuatnya merasa asing dengan detail-detail kecil tentang darah dagingnya sendiri.

Melihat kondisi yang sudah mulai terkendali, Ibu Kos menepuk bahu Vivian tulus. "Neng, Ibu pamit pulang duluan ya, sudah mau subuh. Kalian tetaplah di sini sampai kondisi si Geulis benar-benar pulih. Jangan pikirkan biaya dulu, yang penting anakmu sehat."

"Terima kasih banyak, Bu..." bisik Vivian parau.

Kini, di dalam keheningan malam kamar rawat yang dingin, Vivian duduk bersandar di sisi ranjang Deana. Tangan kirinya menggendong Baby Elvano yang kembali menyusu dengan tenang, sementara tangan kanannya menggenggam erat jemari mungil Deana yang terpasang selang infus.

Air mata Vivian jatuh berderai tanpa suara, menetes tepat di atas kening Baby Elvano.

"Maafkan Ibu, Deana... Maaf karena selama empat tahun ini Ibu tidak ada di sisimu," bisik Vivian lirih dengan suara parau, menyandarkan keningnya di atas punggung tangan putrinya yang hangat.

Di saat yang bersamaan, ketakutan Vivian sebenarnya terbukti. Malam itu, beberapa mobil hitam mewah milik klan Black Valley sempat menyisir wilayah sekitar kontrakan tempat Vivian tinggal.

Sorot lampu mobil mereka membelah kegelapan gang-gang sempit. Namun, karena Vivian sudah dilarikan ke rumah sakit, para anak buah Kayden akhirnya pergi meninggalkan area tersebut karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan wanita gila yang mereka cari. Vivian dan anaknya lolos dari maut secara tidak sengaja.

.

.

.

Pagi pun tiba, menggantikan pekatnya malam dengan berkas cahaya matahari yang menembus gorden kamar rawat.

Deana perlahan membuka matanya. Rasa gatal di tubuhnya sudah jauh berkurang. Namun, gadis cilik itu langsung tersentak kaget melihat sekelilingnya yang bernuansa putih. Kamar rawat itu tampak kosong. Vivian dan Baby Elvano tidak ada di sana.

"Auntie? Baby El?" Deana memanggil.

Karena tak ada jawaban, rasa cemas mulai merayapi hati kecilnya. Deana turun dari ranjang lalu menyeret tiang infusnya dengan hati-hati. Ia melangkah keluar dari kamar, berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang mulai ramai, berniat mencari Vivian yang saat itu sebenarnya sedang pergi ke poli anak untuk memeriksakan kondisi Baby Elvano. Apakah bayi itu punya alergi yang sama atau tidak.

Deana terus berjalan dengan langkah-langkah kecilnya hingga tiba-tiba ia mendadak berhenti di tengah lorong rumah sakit.

Tepat beberapa meter di depannya, seorang wanita paruh baya sedang duduk diam di atas kursi roda yang terparkir di dekat jendela lorong. Wanita itu tampak anggun namun kurus. Yang membuat Deana terpaku adalah sepasang mata wanita itu. Matanya yang indah tampak aneh, diselimuti oleh selaput putih redup yang menandakan wanita itu tidak bisa melihat dunia luar.

Wanita di kursi roda itu tidak lain adalah Alettha Marvis. Nenek kandung Deana yang pandangannya telah buta karena terlalu banyak menangisi Vivian.

Deana menatap wanita paruh baya itu dengan pandangan polos dan penasaran. Di dalam lorong rumah sakit yang sejuk itu, darah daging klan Marvis yang terputus selama empat tahun, kini akhirnya saling berhadapan tanpa mereka sadari.

Deana berbalik badan, berniat pergi mencari Vivian dan adiknya kembali. Namun, langkah mungilnya seketika terhenti begitu mendengar sebuah nama lirih keluar dari mulut wanita di atas kursi roda itu.

“Vivian…”

1
Uthie
NT tolong Loloskan Cerita ini 🙏🙏🙏😍😍😍
Dewie
😍
Ayudya
ayolah Vivian kamu cepat sadar biar anak anak mu ga sedih
Hesty
up gi thooor ☺
Intan Noer
stok itu, gimana dong Thor, tar klau blik ketubuh tubuh penggantinya gimana trus klau g blik tar g ada yg tau atau author mau ksih roh orang lain di dlm tubuh Vivian. aduh jngan Thor tar kyk cerita sblh tbhnya diambil jiwa lain yg jahat SM ank2nya
A R
wahhh apa vivian bakal pindah ke tubuh asli nya??? kasian arini tp 😭😭😭
Ayudya
semoga ada keajaiban biar Vivian sadar dari koma nya😢😢😢😢
Ayudya
nah tu para tuyul Uda mulai ribut lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah kan kayden ga mau jujur ma anaknya.mala buat deana tambah benci ma kamu kayden
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT ceritanya 👍👍👍🤩
Uthie
dasar niii para bocil 😁
Hesty
thoor bikin jiwa vivian kembali lagi keraganya... 🙏☺
Dew666
👑👑👑
Uthie
Oooo... begitu tohhhhh ternyata 😁
Uthie
Wahhhh... Dea 🤩
aristi
apakah itu tubuh Vivian yg diawetkan????
A R
sdh kudugaaa sih kl el anak vivian jg. hrsnya biarin deana ketemu vivian. siapa tau kl diajak ngmg vivian bisa sadar
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Uthie
makin seru dan menarik cerita nya 👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!