NovelToon NovelToon
Siapa Ayah Anakku???

Siapa Ayah Anakku???

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: S.A.Hanifa

Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.

Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...

Apakah harus????.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Sudah dua hari dari kejadian tak menyenangkan itu Syela masih sesekali terisak perih dikamarnya seraya mendekap erat putra kesayangannya.

Ya, betul kesayangan. Ibu muda yang awalnya sama sekali tak menginginkan seorang anak hadir dalam hidupnya kini malah tak bisa hidup tanpa anakknya tersebut.

Syela tak habis pikir sungguh tega sang Papa yang ingin menjual bayinya seperti barang tersebut. Dulu memang Syela mengijinkan bahkan berjanji jika sudah lahir bayinya akan diserahkannya pada sang Papa tapi tidak untuk dijual juga.

Apalagi dia sekarang sangat menyayangi manusia yang lahir dari rahimnya tersebut. Cukup berdosa dia ingin menggugurkan bayi itu yang tak mau keluar walau sudah semua cara ia lakukan, dan kini dia tak mau menambah dosa lebih berat lagi.

Putranya itu bertahan didalam perutnya hingga lahir dengan selamat berarti hadiah Tuhan yang tak diinginkannya itu benar benar ingin hidup bersamanya.

"Mama akan menjagamu, merawatmu dengan tangan Mama sendiri nggak ada yang boleh bawa kamu siapapun termasuk kakekmu sendiri" Syela bertekad kuat.

Brak!!!.

Handoko masuk kedalam kamar Syela dengan wajah menahan kesal diikuti sang istri dibelakangnya. "Syela kamu benar benar tak mau memberikan anakmu pada Tuan Albert, iya?!" tanyanya masih kekeh setelah berkali kali membujuk putrinya.

Syela menghapus air matanya. "Nggak Pa, mulai sekarang Syela yang akan merawatnya karena Syela adalah Mama kandungnya" jawabnya tegas.

"Kamu ini gimana Syela, kamu yang awalnya mau menyingkirkan bayi itu, kenapa sekarang jadi begini?" tanya Sang Mama.

"Iya itu dulu tapi sekarang Syela sudah sadar, anak ini nggak salah apa apa Ma, aku yang salah telah melahirkannya kedunia yang tak menerimanya ini, sekarang aku mau jadi satu satunya dunianya".

"Dan anak ini juga darah daging kalian, gimana bisa Papa sama Mama mau jual dia keorang lain, dimana hati nurani kalian" tambah Syela mengeluarkan isi hatinya. "Mama dimana hati keibuan Mama, tega Mama liat dia".

Mama Susi tak bisa menjawab dia hanya bersidekap sambil membuang wajahnya.

"Nggak, nggak bisa Syela.... Pokoknya bayi itu harus kita serahkan pada Tuan Albert" Handoko bersikukuh. "Papa sudah menerima setengah uang perjanjian dari mereka" tambahnya berbohong agar sang Putri mau memberikan anaknya.

Syela berdecih. "Papa lebih memilih uang dari pada cucu Papa sendiri".

"Dia bukan cucumu, dia anak harammu" tukas Handoko dingin yang terang saja kalimat itu sangat menyakiti hati sang Putri.

"Benar dia hanya anakku, bukan cucu kalian apalagi darah daging kalian, dia hanya anakku" Syela mendekap erat putranya yang tak terganggu dengan perdebatan orang dewasa itu.

"Jadi kamu benar benar tidak mau memberikan anak itu Syela" tanya Handoko lagi.

"Tidak!!" jawab Syela yakin, tegas dan lantang.

Handoko mengangguk anggukan kepalanya. "Ok, mulai sekarang semua fasilitasmu Papa cabut, kamu juga bukan anak Papa lagi Syela, Papa tidak akan mengusirmu karena kamu akan menjadi pembantu rumah ini!!!!" ancamnya berharap Syela ketakutan dan berubah pikiran tapi ternyata tak sesuai ekspetasinya.

"Baik kalau begitu, toh Syela juga sudah lama diperlakukan sebagai pembantu dirumah ini, dan iya Syela bekerja disini jadi Papa jangan lupa membayar upah Syela".

"Terserah!!" Handoko kalah dengan Putrinya dia melenggang keluar dengan kesalnya.

"Kamu benar benar bukan anak kami lagi Syela" ujar Mamanya tak membela sedikitpun Syela dan juga meninggalkannya begitu saja.

Setelah orang tuanya pergi Syela terduduk lemas dikasur, wajahnya terdiam tanpa ekspresi masih ayok dengan perlawanannya tadi. Tak lama gadis itu malah menangis dalam kediamannya tersadar jika mulai detik ini dia akan merasakan nerakanya dunia.

****

Keesokan harinya Syela benar benar sudah menjadi pembantu dirumah ini besar milik Tuan Handoko itu. Dirinya tak tidur dikamar mewah ber AC dengan kasur besar seperti dulu lagi. Kini dia tidur dikamar kecil samping gudang tempat dulunya sang pembantu beristirahat.

Bersama dengan sang Bayi Syela menjalani hari harinya sebagai pembantu dirumah itu. Tanpa mengeluh sedikitpun, untungnya juga sang Bayi yang sudah diberinya nama Ansel Giovani tanpa embel embel nama sang kakek dibelakangnya itu nampak sangat patuh dan pintar.

Jika Syela tengah bekerja dia akan menidurkan Ansel dengan sesekali mengeceknya. Ansel tak rewel apalagi jika dia merasa kenyang, dia akan terus tertidur nyenyak.

Syela juga tak habis pikir kenapa putranya ini amat sabar sekali. Mungkin dia tau jika sang Mama tengah bertarung menghadapi kejamnya dunia nyata ini.

"Hay Sel, bersih bersih ya" sapa Catherine ceria yang dijawab Syela dengan anggukan malasnya saja.

Ya beberapa hari sudah gadis itu selalu berkunjung kerumah ini, wajar saja karena Handoko dan Susi sudah mengangkat Catherine sebagai putri mereka setelah Kakek dan Nenek gadis itu meninggal dunia karena kecelakaan mobil.

Kecelakaan itulah yang membuat Catherine tak ada waktu Syela melahirkan sampai beberapa hari lalu dia muncul dengan sikap yang sangat berubah.

"Yang bersih jangan sampai ada kotoran yang menempel" pesannya sebelum melenggang pergi mendatangi Mama Susi.

Syela sangat muak dengan tingkah baru sahabatnya itu, awalnya memang sedikit tapi lama kelamaan sifatnya semakin buruk saja pada Syela. Entah pergi kemana kasih sayang gadis itu padanya.

"Tante.... Lagi apa" tanya Catherine manja memeluk Mama Susi dari belakang.

Mama Susi berbalik menatap sayang pada Catherine. "Ihhh kok Tante terus sih, ingat Mama Catherine" protesnya dengan nada lemah lembut.

"Oh iya lupa, iya iya Mamaku sayang" ucap Catherine dengan manjanya.

Lalu keduanya pun bersenda gurau sambil memasak bersama dan moment manis itu tentu saja dilihat oleh Syela yang tengah membersihkan perabot di ruang keluarga. Amat manis sampai sampai Syela ingin muntah melihatnya.

Tak ada rasa sedih dibenaknya melihat itu, karena memang Syela juga tak pernah merasakan kasih sayang lebih seperti itu. Jadi dia sudah terbiasa dan sejak dulu memang sikap sang Mama berbeda pada sahabatnya itu.

"Syela cepat bersih bersihnya, ini cuci semua peralatan masak, Saya dan Catherine mau pergi Shopping dulu" teriak Mama Susi dari dapur.

"Siap Nyonya" jawab Syela memang mengubah panggilannya pada kedua mantan orang tuanya tersebut. Dia sadar diri jika bukan siapa siapa lagi dirumah ini.

"Jangan siap siap aja, cepetan kerjain" ucap Catherine pada Syela yang menganggukkan kepalanya saja.

"Jawab Syela!!!!" tukas sang Nyonya rumah. "Baik Nona Catherine" Syela menjawab pasrah.

Keduanya pun melenggang pergi setelah menertawakan Syela yang terburu buru mengelap meja TV, lalu bergegas menuju dapur.

Malamnya Mama Susi, Catherine dan Papa Handoko kembali kerumah bersamaan. Terdengar suara tawa yang amat bahagia menyeruak di ruang tengah tersebut.

"Syela.......... Syela....... Kemana sih kamu???!!!" Teriak Handoko kesal karena Syela tak juga datang.

"Iya iya Tuan saya disini" jawab Syela setengah berlari menghampiri semua orang.

"Lama sekali kamu sedang apa sih?" tanya Papanya yang tak meminta jawaban. Hanya ingin memarahi Syela saja.

Syela pun tak menjawab karena jika menjawab akan panjang perdebatan mereka. Ibu muda itu baru saja selesai menidurkan putranya saat Tuan rumah itu memanggilnya.

"Ini bawa semuanya kekamar atas" Titah sang Mama memberikan banyak Paperbag pada Syela.

"Kamar atas yang mana Nyonya?" tanya Syela bingung karena kamar diatas hanya ada kamar Handoko dan istri juga kamar lamanya sendiri.

"Ya bekas kamarmu lah Syela, kamar itu akan menjadi kamar Catherine sebentar lagi" terang Mama Susi santai sambil merangkul Catherine.

"Apa, Catherine akan tinggal dirumah ini?" Syela reflek bertanya karena sangat terkejut mendengarnya.

"Iya, kenapa nggak suka?" tanya Catherine judes.

"Kenapa Syela, kamu nggak suka Catherine tinggal disini" tanya Handoko mulai emosi.

Syela cepat menggeleng "Tidak Tuan saya hanya terkejut, bukan urusan saya mencampuri tentang kehidupan dirumah ini".

"Setidaknya kamu masih sadar posisimu" terang Handoko.

"Ayo Ma, Catherine kita kekamar Papa ada yang mau Papa tunjukan pada kalian" ajak Handoko yang diangguki kedua wanita itu.

Ketiganya pun pergi meninggal kan Syela yang sigap mengangkat semua belanjaan itu, bersiap membawa nya kekamar atas. Tak ada yang dipikirkannya selain cepat cepat menyelesaikan tugasnya kemudian berbaring dengan malaikat kecilnya yang sudah menunggu dalam mimpi.

1
Hanifa
Sabar ya 😁😁
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya
tia
cerita nya ribet banget thor ,,, sampai kapan ketemu bpk nya Ansel??
Hanifa
Salah ngetik nama, harusnya Bagas tapi ketulis Andre karena lagi ngerjain judul lain juga🙏🙏.... ada yang belum ke edit kah namanya
Marifah
bagas apa andre sih Thor namanya
tia
lanjut thor ,
EkaYulianti
apanya yg ganjil ya?
Hanifa: hayo tebak😁
total 1 replies
Marifah
lanjuttt
tia
jgn ad drama di culik kyak novel yg lainnya
tia
lanjut thor,,,
tia
dobel update thor
Hanifa: lain kali diusahakan ya😊
total 2 replies
tia
lanjut thor , tetap semangat 💪
Hanifa: komen pertama 😊😊
Terima kasih banyak dukungannya, semoga nggak bosen cara cerita aku ya😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!