NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 12

Ara sekarang tidak duduk bersama dengan Arsen dkk melainkan bersama Sora. Kedua perempuan itu terlihat asik menikmati makanan masing-masing sambil bercengkrama. Tidak ada nya keberadaan Ara membuat Silviana merasa senang.

Jara jarak itu sengaja Ara lakukan tentu saja untuk melakukan permainan tarik ulur bersama mereka. Alur novel sudah benar-benar rusak. Bianca belum datang bahkan sekarang Arsen malah bertunangan dengan Silviana. Apakah Ara harus menarik Bianca ke pihak nya? Tapi itu merepotkan.

Cukup Sora saja yang menjadi temannya, Bianca akan tetap kepada peranan nya. Seorang antagonis perempuan.

"Mereka pacaran ya?" bisik Sora. Ara menatap wajah teman nya itu.

"Siapa?" tanya Ara bingung.

"Itu... Kak Arsen sama kak Silviana." Ara mengikuti arah pandang Sora.

Di sana, terlihat Silviana yang gencar melakukan apa yang ia mau kepada Arsen. Untuk sesaat, netra keduanya saling pandang namun segera Ara putuskan.

"Mungkin iya," kata Ara.

Sora tersenyum malu-malu, "Cocok sih!" Ujarnya memekik tertahan Ara mengangguk juga menanggapi itu. Namun dalam hati ia tidak menyetujui hal tersebut. Arsen hanya cocok untuk nya, tidak untuk perempuan lain.

"Arsen aku bawain bekal, ini aku loh yang masak!" kata Silviana dengan ceria. Senyuman gadis itu tak pernah luntur sedikitpun. Penampilan nya yang lebih feminim membuat beberapa murid menggosipkan hal itu.

"Sil emang lo gak sesak apa pakai baju seketat itu?" tanya Marco.

Silviana menggeleng. "Aku cantik kan?" ucap nya sambil tertawa yang membuat Marco melongo. Diam-diam Julian mendecih pelan. "Bitch!" gumamnya.

"Gue gak suka udang." jawab Arsen lugas menolak bekal yang di berikan oleh Silviana.

Silviana cemberut, "Aku masak nya dari subuh loh, masa kamu enggak makan sih!" Dia memeluk lengan Arsen erat menekankan dadanya kepada Arsen.

Arsen sebenarnya ingin menepis itu tapi saat ia menoleh ke tengah kantin tak sengaja matanya bertatapan dengan mata Ara, gadis yang ia sukai. Gadis yang ingin ia ikat malam kemarin tapi karena situasi dan kesalahpahaman membuat dirinya bertunangan dengan Silviana. Seharusnya Arsen mengucapkan keinginan nya secara detail.

"Gue duluan." Darian berdiri. Dia tidak mood dengan perubahan sikap Silviana. Entah bagaimana, ia sekarang merasa jijik. Sebenarnya apa yang menginspirasi gadis itu untuk memakai pakaian ketat seperti itu?

"Gue juga nih," Marco ikut menyusul Darian. Lalu Julian kemudian Darius, tinggalah sekarang Arsen dan Silviana. Gadis itu benar-benar tidak membiarkan Arsen beranjak dari tempatnya. Dan Ara yang melihat itu tertawa diam-diam.

"Sora duluan aja, aku mau ke toilet sebentar." ujar Elara

"Oke, gue duluan ya soalnya baru ingat kalau pr gue masih belum di kerjain!"Jawab Sora

"Jangan lari Sora!" tegur Ara setengah berteriak. Namun gadis itu tidak mengindahkan peringatan Ara.

Melihat Sora sudah jauh, Ara segera pergi ke toilet untuk menuntaskan pipisnya.

"Ah leganya.." desah Ara. Ia keluar dari bilik toilet, membasuh tangan dan merapikan rambutnya. Saat keluar dari toilet tiba-tiba saja tubuh nya di tarik ke belakang tembok.

"Kak Darius!" pekik Ara kaget melihat sang pelaku. Darius tersenyum melihat wajah kaget Ara, tangannya terangkat untuk mengelus pipi Ara yang terlihat lebih terisi.

Darius juga menghirup rakus aroma tubuh Ara melalui leher gadis itu.

"K-kak.. Ara mau ke kelas..." cicit Ara.

Kedua tangannya berusaha untuk mendorong tubuh besar Darius namun sedikitpun tubuh itu tidak bergerak dorongan Ara itu sia-sia.

"Ara." Suara itu membuat Ara merinding. Tangannya yang bergerak mendorong berhenti, memilih untuk mencengkram erat seragam Darius.

"K-kak.." cicit Ara sekali lagi. Netranya berkaca-kaca menahan tangis. "Ar-ara mau ke kelas!" rengek nya.

BUGH

berani-beraninya mem-bogem dirinya.

"Sialan!" desis Darius mengabaikan kemarahan

"Sshhh.." Darius meringis mengusap ujung bibir nya yang terasa perih. Menatap tajam pelaku yang kembarannya, Darian meraih tubuh Ara. Menggendong gadis itu ala koala membawanya pergi. Darius meninju tembok dengan keras melampiaskan amarahnya saat melihat Ara dengan santainya menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Darian.

"Padahal aku lebih tampan daripada bocah iblis itu!" sungut Darius. Dia membalut tangannya dengan dasi, mencegah darah keluar lebih banyak.

"Rupanya saingan kita bukan cuma satu." kekeh Julian yang melihat kejadian itu dari awal. Di sampingnya ada Marco yang berdiri sambil misuh-misuh mengumpati dua kembaran itu yakni Darius serta Darian.

"Ara bakal jadi milik gue!" Setelah mengucapkan itu Marco pergi meninggalkan Julian. Sedangkan Julian tertawa mendengar ucapan sahabat nya itu. Ucapan Marco terdengar seperti ancaman yang berbunyi 'lo berani dekati Ara, gue bunuh!".

Julian juga memilih untuk pergi. Tidak ada gunanya ia berada di sini yang ada dia malah di makan nyamuk atau lebih parahnya bertemu penampakan yang di gosipkan oleh murid GHS selama ini.

"Kamu yakin mau ke Indonesia Bianca?"tanya wanita paruh baya

Gadis cantik yang di tanyai oleh orang tuanya itu mengangguk. "Iya ma, aku udah kangen banget sama Arsen. Huh! Pasti dia udah lupa tuh sama Bianca."

Wanita paruh baya itu terkekeh. "Baiklah, mama akan beritahu abang kembar mu nanti." Raya mengambil telepon miliknya. Menelepon kedua putranya yang berada di Indonesia.

"Kita akan ke Indonesia 2 hari lagi," ucap Wira ayah Bianca.

Bianca cemberut. "Gak bisa besok?" Wira menggeleng. "Kita harus menyiapkan segalanya princess, keamanan kalian berdua adalah yang terpenting."

Bianca mendengus tapi tak bisa membantah ucapan Wira. "Baiklah!"

"Arsen, aku pulang!" batin Bianca.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!