Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33 : Bukti yang mengungkap
Hari ini sekolah berjalan seperti biasanya dimana semua murid masuk dan mempelajari jadwal pelajaran mereka masing masing hingga dimana saat Zara meminta semua orang berkumpul di aula setelah jam pelajaran pertama selesai di lakukan.
Michele masih terdiam di bangkunya, ia memiliki firasat tak enak tentang apa yang di ucapkan Zara melalui announcement barusan.
"Ngapain si Zara nyuruh kita semua kumpul di aula?" Tanya ruri heran.
"Kok perasaan gue jadi gaenak ya?" Sahut windi.
"Jadi takut, gimana cell? kita kesana gak?" Tanyanya.
"Ya kesanalah, siapa tau dia bikin ulah lagi sama kita" Jawab Michele.
Ketiganya berdiri dan menuju ruangan aula sesuai arahan Zara, dan di sana sudah banyak orang yang berkumpul, beberapa guru dan ratusan murid yang merasa penasaran.
"Zara? apa apaan kamu manggil kami kemari?" Tanya salah satu guru pada Zara.
Zara dan Kayla berdiri dengan penuh percaya diri, di belakangnya juga terdapat layar proyektor besar seolah Zara dan Kayla siap menunjukkan sesuatu.
"Saya di dakwa mencemarkan nama baik karena saya mengadukan surat yang di tulis oleh mimi, saya di sebut pembenci karena tidak memiliki bukti lain selain surat tersebut" Katanya.
"Maksud lo apa?!" Michele membentak tak Terima.
"Hari ini gue bakalan nunjukkin bahwa tuduhan yang di tulis mimi pada surat tersbut bukan tanpa bukti atau mengada ada, Michele dan teman teman nya yang lain memang perundung, bahkan dia menyuruh orang lain untuk melakukan pelecehan seksual, tuduhan saya masih sama, dan konsisten sejak awal!"
"Zara kamu gak kapok atas apa yang sudah polisi tetapkan? Michele sudah memaafkan kamu, sekarang apa lagi?"
"Sekarang adalah pembuktian bahwa saya tidak bersalah dan Michele benar benar melakukan nya, di sini saya akan tampilkan video sebagai bukti!" Kata Zara.
Zara mengotak atik komputer milik Kayla, ia memutar sebuah video dan di saksikan oleh banyak orang.
Dalam video tersebut tampak Zara tengah berhadapan dengan Michele ruri windi bahkan kedua pemuda lain nya, angga dan Ryan.
Michele terperangah, darimana Zara mendapatkan video itu?
"Lepasin gue bangsat!"
"Gue suka ngeliat lo kesiksa, ayo ngga Ryan kalian bisa apa apain dia kalo kalian mau, perkosa aja sampek hamil" suara michele.
Semua orang tampak terkejut dengan apa yang di lihatnya, bukti tersebut sudah jelas menunjukan bahwa apa yang di tuduhkan mimi dan di katakan oleh Zara adalah benar.
"Gila! dia beneran gak main main"
"Jadi mimi bunuh diri beneran gara gara Michele"
"Ih serem banget!"
"Jahat banget sih mereka!"
"Kalian semua harus tau!" Teriak Zara.
Michele menutup kedua telinganya, tubuhnya bergertar, ruri dan windi pun sama, mereka diam dan semakin merasa terpojok.
Banyak siswa dan siswi lain yang terdengar menggunjingnya, mereka tertekan
"Kami orang miskin adalah korban, suara kami tidak di dengar bahkan terpaksa harus di bungkam dengan uang! mereka punya kuasa dan segalanya! mereka licik!" Katanya.
Zara tampak melangkah maju ke depan, ia membuka satu persatu kancing baju nya dan hanya mengenakan kaus tanpa lengan.
"Luka ini!" Zara menunjuk beberapa bagian tubuh nya yang terdapat bekas luka.
"Adalah luka yang sama seperti luka yang di dapat mimi, kami hanya mendapatkan nya di waktu yang berbeda, dan ini semua pelakunya adalah sama!" Teriaknya lagi.
"Berhenti!" Michele menutup kedua telinganya rapat rapat, riwayatnya sudah tamat, jika ibu nya tau dia akan lebih sengsara.
"Lo gak bisa ngelak lagi sekarang! lo itu kriminal! lo sama semua temen temen lo pantes masuk penjara!" Bentaknya.
"Huuuuu!" Sorak sorai semua orang menyoraki Michele dan teman teman nya, mereka mengacungkan jari jempol yang turun ke bagian bawah sebagai tanda kekecewaan.
"Masuk penjara aja sana!"
"Ternyata selama ini keluarganya pencitraan!"
"Dasar anak pejabat!"
"Gagal deh orang tua lo!"
"Gila lo pembunuh!"
"Pembunuh!"
Michele semakin terdesak, dadanya terasa sesak dan tangisnya mulai bersuara, ia menjatuhkan lututnya di lantai sembari mendengar semua orang memakinya dan mencacinya.
"Aaaakkkh!"
...****************...
"Ternyata beberan anaknya bu widya itu tukang bully"
"Iya korban nya sampek meninggal"
"Serem banget"
"Udah ada buktinya juga, dia bahkan minta temen nya buat merkosa cewek!"
"Gila tuh anak!"
"Berarti selama ini kebaikan nya cuma pencitraan?"
"Ya lo pikir aja sih dia kan nyalon otomatis dia emang cari muka sama rakyat!"
"Aduh ngurus anak aja gak bener apalagi ngurus negara"
"Serem banget, kira kira gimana didikan nya?"
"Emangnya ada yang mau milih dia?"
"Gue sih ogah, liat aja kasus anaknya"
"Gila Gila"
"Wid widya!" Jaya menggoyangkan tubuh istrinya yang menatap kosong pada layar televisi.
"Hancur semuanya! hancur!" Teriaknya histeris.
"Apa ini? gimana Michele bisa terbukti bersalah?!" Tanya Jaya frustasi.
"Hancur semuanya!" Widya menangis histeris.
"Pemirsa dugaan kasus pembullyan yang di lakukan putri salah satu anggota parlementer kini mencuat dan menemukan titik terang, Salah satu korban berhasil menemukan bukti yang membuktikan bahwa Michele dan teman temannya bersalah, lalu bagaimana kasus sebesar ini bisa tersusun secara sempurna, mari kita dengarkan penjelasan dari pak Harris selaku pemilik sekolah, silahkan pak!"
"Dugaan sementara yang saya bisa berikan adalah karena adanya tindak suap ya, jadi saya sebagai pemimpin tertinggi siap melakukan apapun untuk menjalankan kebenaran termasuk memberikan sanksi dan menuntut pihak pihak yang terlibat" Ujar Harris.
"Apa ini juga melibatkan anggota kepolisian yang menangani kasusnya?"
"Bukan hanya anggota kepolisian, tapi juga bawahan saya dan para guru, seperti yang kita ketahui orang tua terdakwa adalah orang besar, beliau bisa saja membeli nya dengan uang, intinya saya tidak akan berhenti sampai di sini, saya akan mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dan siap menuntut mereka"
"Baik terimakasih pak"
"Kita udah gak punya harapan, semuanya hancur Jaya! semuanya hancur gara gara anak kamu yang kaya setan itu! Gila Gila Gila!" Maki widya.
"Dasar anak gak tau di untung, bajingan!"