NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:378.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

“Assalamualaikum.”

Suara Hanan terdengar pelan namun tegas ketika ia melangkah masuk ke rumah neneknya.

“Waalaikumsalam,” jawab Fatim dari arah ruang tengah. Gadis itu langsung menoleh, matanya berbinar saat melihat kakaknya pulang. “Mas Hanan, dari mana? Kok lama banget? Dari tadi Fatim nungguin.”

Hanan meletakkan tas kecilnya di atas meja, lalu mengusap wajahnya perlahan. Raut lelah tak bisa ia sembunyikan.

“Tadi ke bengkel sebentar,” jawabnya singkat.

“Ohh…” Fatim manggut-manggut paham, lalu matanya berbinar lagi. “Terus, pesanan Fatim mana? Jangan bilang lupa ya, Mas.”

Hanan terkekeh kecil, meski senyumnya tak sampai ke mata. “Di mobil. Kamu ambil sendiri ya? Mas capek banget hari ini.”

“Okeee!” Fatim langsung berdiri dengan semangat. “Makasih banyak, Mas!”

Tanpa menunggu jawaban lagi, Fatim bergegas keluar rumah. Langkahnya ringan menyusuri teras menuju mobil Hanan yang terparkir di halaman. Ia membuka pintu depan, berniat langsung mengambil kantong belanjaan yang ia pesan sejak kemarin.

Namun baru saja pintu terbuka, dahi Fatim mengernyit. Sebuah ponsel tergeletak di jok depan.

“Ini HP siapa?” gumamnya pelan.

Fatim mengangkat ponsel itu, memutar-mutar sebentar. Bukan ponsel milik Hanan, itu sudah pasti. Casing-nya sederhana, agak lecet di sudut, dengan gantungan kecil berbentuk bunga yang terlihat sangat… perempuan.

Rasa penasaran mengalahkan niat awalnya. Ia menekan tombol samping, layar ponsel menyala.

Dan seketika itu juga matanya membelalak.

Wallpaper di layar menampilkan seorang perempuan dengan ekspresi jutek setengah malas wajah yang sangat ia kenal.

“Astaghfirullah…” Fatim spontan menutup mulutnya. “Ini HP mbak Kayla?!”

Dadanya mendadak terasa sesak oleh kebingungan. Ia menatap ponsel itu lagi, memastikan benar ponsel Kayla atau ponsel Hanan yang diberi walpaper foto Kayla.

Fatim berdiri beberapa detik di depan kamar kakaknya. Ponsel itu masih ia genggam erat. Jantungnya berdebar bukan karena takut melainkan karena penasaran yang menggelitik.

Ia mengetuk pintu.

Tok. Tok. Tok.

“Mas… Mas Hanan buka pintunya.”

Tak lama terdengar suara langkah pelan dari dalam. Cklek.

Pintu terbuka.

Hanan berdiri di ambang pintu dengan wajah yang masih terlihat lelah. Koko yang tadi ia pakai sudah diganti dengan kaos rumahan sederhana, tapi pecinya masih terletak rapi di meja samping tempat tidur.

“Kenapa dek?” tanyanya tenang.

Fatim menatap wajah kakaknya beberapa detik, mencoba membaca ekspresi yang biasa sulit ditebak itu.

“Mas ada hubungan sama Mbak Kayla?”

Kalimat itu meluncur begitu saja. Seketika mata Hanan membola. Ekspresinya berubah drastis.

“Astaghfirullah!” Ia refleks menegakkan tubuhnya. “Kamu ini bicara apa sih, dek? Ini bisa jadi fitnah loh!”

Fatim mengangkat bahu santai, meski sudut bibirnya menahan senyum jahil. “Fatim cuma bertanya, Mas. Kalau nggak ada hubungan apa-apa, sejak kapan Mas Hanan pakai foto Mbak Kayla buat wallpaper HP?”

‘’Maksudnya ?’’ Hanan mengerutkan dahi dalam. “Kamu ngomong apa sih, dek?”

Fatim langsung mengulurkan ponsel yang ia pegang. “Ini! Aku nemu di mobil Mas Hanan. Nih, foto Mbak Kayla kan?”

Hanan mengambil ponsel itu. Begitu layar menyala, wajah Kayla terpampang jelas di sana ekspresi juteknya, rambut ombre ungu tergerai, latar belakang entah di mana.

“Astaghfirullah…” gumam Hanan pelan. “Ini bukan HP Mas.”

Fatim berkedip. “Terus HP siapa?”

Hanan menatap layar itu lagi. “Itu foto siapa?”

“Mbak Kayla.”

“Ya berarti punya dia.”

Fatim melipat tangan di dada. “Tapi kok di mobil Mas Hanan?”

Pertanyaan itu membuat suasana mendadak hening. Hanan terdiam beberapa saat. Ia menarik napas pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri lebih dulu sebelum menjelaskan.

“Tadi habis dari bengkel,” ucapnya akhirnya. “Dia juga di bengkel ternyata. Mobilnya rusak parah… sepertinya dia habis kecelakaan.”

Nada suaranya berubah sedikit lebih lembut tanpa ia sadari. “Karena nunggu taksi lama, Mas tawarin buat bareng. Toh sejalan,” lanjutnya.

Fatim mengangguk pelan, wajahnya berubah paham.

“Ohhhh begituuu…”

Hanan menatap adiknya tajam tapi tidak galak. “Hem. Makanya jangan asal suudzon. Dosa kamu.”

Fatim langsung nyengir lebar. “Hehehee iya iya maaf.”

Namun ia belum selesai. “Tapi Fatim berharap Mas Hanan beneran ada hubungan sama Mbak Kayla.”

“Astaghfirullah, Fatim!” Hanan langsung memijat pelipisnya.

Fatim terkekeh melihat reaksi kakaknya yang biasanya tenang kini terlihat terusik. “Kenapa sih Mas? Mbak Kayla cantik loh.”

“Fatim,” suara Hanan berubah serius, “Semua wanita itu cantik!’’

Fatim mengangguk, tapi matanya masih berbinar nakal. “Ya kan, jadi apa mas Hanan tidak berniat untuk mengkhitbah mbak Kayla? Jadikan dia kakak ipar Fatim, ya ya ya yaaa…’’

Kalimat itu membuat Hanan terdiam. Ia menatap ponsel di tangannya lagi. Wajah Kayla di layar terlihat begitu kontras dengan kehidupannya sendiri. Rambut berwarna, ekspresi bebas, dunia yang jauh dari pesantren.

“Manusia itu berproses…” gumam Hanan pelan, tanpa sadar mengulang ucapan Uminya beberapa hari lalu.

Fatim menangkap gumaman itu.

“Tuh kan,” bisiknya pelan, lebih pada dirinya sendiri. “Mas mulai mikirin…”

“Apa?” tanya Hanan cepat.

“Nggak apa-apa,” jawab Fatim pura-pura polos, ‘’Fatim gak denger apa apa kok, kuping Fatim ketutup hijab beneran gak bohong!’’

Hanan menghela napas panjang. Ia mematikan layar ponsel itu lalu menyerahkannya kembali ke Fatim.

‘’Besok mas antar ke rumahnya,” ucap Hanan.

‘’Kook besok sih Mas?’’

‘’Astagfirullah Fatim, ini sudah malam.’’

‘’JUstru itu Mas, gimana kalau mbak Kayla butuh HP nya mala mini?’’

‘’Untuk apa malam malam butuh HP?’’

‘’Ya kali aja telfon pacarnya,” celetuk Fatim seolah sengaja.

‘’Astagfirullah al adzim Fatim, sejak kapan kamu suka suudzon sama orang begini?’’

‘’Loh kok suudzon sih Mas? Kita kan gak tahu, apa mbak Kayla udah punya pacar atau belum, toh mas Hanan juga gak suka sama mbak Kayla, jadi gak usah baper, oke!’’

Hanan menatap datar pada adiknya. Entah mengapa, ia merasa kurang menyukai perkataan Fatim barusan. Tapi ia juga tidak bisa mengelak,

Kayla begitu cantik, pintar, cerdik, mustahil jika tidak memiliki kekasih. Apalagi Dunia Kayla yang begitu gemerlap glamor seperti itu.

Hanan menghela napas nya berat, ‘’Kamu temani mas, ke rumah Kayla.”

‘’Asiaaapppp!’’

1
Dinarkasih1205
semoga beneran waras yah fin
🍎billaacha90🍎
udah Fatimah lupakan yang sudah berlalu, sekarang ayo bina rumah tangga mu sekarang biar tidak ada celah orang yang masuk lagi. suamimu lagi belajar memperbaiki diri itu. kasih semangat dong yank🤣🤣
Halimah
Awas aja kalo smp Arfin ingkar janji....Aku getok km Fin pake palu🤭
Eka ELissa
ya ...arfin slh bnyak ma kmu fatim
Ita rahmawati
udahlah fatimnjgn byk nanya nti kalo kamu inget malah nyesel sendiri 🤣
Syti Sarah
semoga stelah kejadian ini arfin bisa brubah.smoga rumah tangga nya brsama fatim akan bhgia sellu
Fittar
ini kesempatan terakhir mu arfin. jangan sampai kamu sia-sia kan.
tepati janjimu
Tri Hastuti
akhirnya sadar jg,,,,
lanjut mom
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
syukurlah Fatimah sudah sadar 🤗
semoga saja setelah ini Arfin meninggal kan masa lalunya dan benar-benar hidup bersama Fatim selayaknya rumah tangga pada umumnya 🤲
depoll_poll aje 😉😉😉
kalo s Arifin mengulangi lagi moal tak restui buat balik lagi lebih baik sm ustadz Zaki aja.. wkwkwkwk
Alhamdulillah Fatimah udh kembali ke dunia nya
..
semangat
amilia amel
Alhamdulillah
akhirnya Fatim sadar juga dan kembali ke keluarganya
depoll_poll aje 😉😉😉
kamu harus kembali ke dunia mu Fatimah jangan mau ikut sama s Kevin meskipun dia memberi mu kenyamanan..
kasihan sm arash n untuk Arifin biarin aja deh soalnya udh bikin gedeg bgd sm kelakuannya
Rahmi Miraie
alhamdulillah fatim udah balik kedunianya..aku kok sedih ya waktu kayla dan hanan berpamitan
sekarang tugas kmu fin menepati janji kmu untuk membahagiakan fatim
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga sekarang mereka bahagia..
Nar Sih
alhamdulilah fatimah udah sdr lgi ,arfin moga kali ini kmu bnr,,berubah
Enny Suhartini
Alhamdulillah sdh sadar
diah nursanti
awas ya fin,km harus menepati janji km untuk berubah,kalo tidak siap2 kehilangan fatim lagi,,
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷: alhamdulillah,,,
akhirnya Fatim bisa sadar juga😇😇
total 1 replies
Ainal Fitri
Alhamdulillah fatim bs selamat dr cengkraman Kevin.
fatim saat Dar kah kamu harus segera kembali. ad abdh dan umi yg menunggu mu.
Nar Sih
alhamdulilah pertolongan dtg tpt waktu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!