Hallo besti 🖤, cerita ku ini tentang cewek bernama Syakila Almeera yang memiliki sifat ceria, aktif, ekspresif, lembut, dan penuh cinta bertemu dengan Agha yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Syakila.
mereka berdua di satukan oleh pernikahan paksa, dan banyak drama didalam pernikahan mereka, apakah Agha akan jatuh cinta dengan Syakila yang terus-menerus memperlakukan Agha dengan penuh cinta atau akankah Agha tetap terjebak di lingkaran bernama masa lalu. Maka saksikan dan baca terus cerita happiness ini yah, jangan lupa komen like dan follow untuk info selengkapnya, bay bay besti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Umai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Stuck zone
Watu demi waktu, hari demi hari, bulan demi bulan tahun demi tahun udah Agha lewatkan. Saat ini tepat tahun ketiga Agha kehilangan Alicia, yah tak terasa udah tiga tahun lamanya dan Agha masih stuck di tempat. Umah dan abah, bahkan bapak dan mamak pun udah coba berulangkali mengenalkan perempuan ke Agha, tapi langsung di tolak mentah-mentah membuat keluarganya pusing melihat Agha.
Umur Agha saat ini udah 31 tahun, udah masuk kepala tiga tapi Agha masih santai saja. Pernah satu waktu yang membuat umah sangat malu dan kesal sama Agha, ketika mengenalkan perempuan, anak sahabat nya tapi langsung Agha di tolak di perjumpaan keluarga. Saat itu Agha langsung menolak dengan tegas dan langsung pergi dari rumah sahabat umah, dengan alasan ada meeting dadakan sama klien di luar. Umah tau itu hanya alibi Agha saja, tapi umah memberikan Agha waktu sampai bulan depan, jika Agha tidak menemukan pasangannya maka umah dan Abah sendiri yang akan menikahkan Agha dengan anak sahabat Abah yang seorang kiyai pemilik pesantren Nurul Huda.
"Umah apaan sih, gak jaman lagi sekarang jodoh-jodohin."
"Kamu coba dulu jumpa sama orangnya nak."
"Gak umah, Erlan gak mau, umah kira ini zaman Siti Nurbaya apa main jodoh jodohin aja."
"Habisnya kalau gak gini kapan kamu bawa pasangan, umah sama Abah udah coba kenalkan ke anak sahabat umah dan Abah."
"Erlan udah sampaikan ke umah dan abah kan, untuk stop jodohin, Erlan udah besar umah." Agha mengucapkan itu dengan nada frustasi.
"Tapi mau sampai kapan kamu gini terus nak, udah tiga tahun lamanya, belum cukup hmm?."
"Umah, Erlan gak mau bahas lagi, mau pulang dulu." Ujar Agha yang memilih pulang ke rumah dimana seharusnya tiga tahun lalu Agha huni dengan Alicia dan membangun keluarga bahagia mereka, tapi semua hanya khayalan dan kenyataan dia tinggal sendiri di sana.
"Selalu saja begitu, saat membicarakan hal ini, terus kabur kamu."
Saat Agha akan keluar dari pintu rumah, bertepatan dengan Abah yang akan masuk ke dalam.
"Assalamualaikum, loh nak mau kemana?." Ucap Abah yang melihat Agha masih dengan pakaian khas kantor.
"Pulang bah."
"Bertengkar lagi sama umah?." Tanya Abah yang udah tau jika Agha memilih pulang, maka ada pertengkaran lagi dengan umah.
"Sedikit Abah, maaf."
"Gak apa, Abah ngerti kok." Ucap Abah sambil menepuk bahu Agha. Abah tau gimana beratnya untuk keluar dari zona nyaman nya Agha.
"Udah minta maaf ke umah?." Agha hanya menggelengkan kepalanya dan menundukkan pandangannya.
"Yaudah yuk masuk lagi, kita bahas ini pelan-pelan yah."
Abah merangkul bahu Agha dan mengajaknya masuk kembali ke dalam rumah, terlihat umah yang sedang duduk di depan tv menonton kartun Upin Ipin.
"Umah."
"Eh Abah udah pulang, oh iya sebelah Abah katanya mau pulang tuh, menentang-mentang udah ada rumah sendiri orang tua di lupakan."
"Gak gitu umah." Ucap Agha yang memilih bersikap lunak.
"Yasudah bersih-bersih gih, umah mau siapin makan dan baju Abah."
"Iya Umah."
Setelah mengucapkan itu, Agha masuk ke dalam kamarnya dan langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya agar segar kembali. Saat udah siap mandi dan memakai kaos polos warna coklat tua dan celana training hitam, Agha duduk kembali di meja kerjanya lalu membuka laptop untuk mengecek cctv-nya yang ada di lima negara. Kemudian memeriksa jadwal besok dan ternyata lusa Agha akan berangkat ke jepang untuk perjalanan bisnis, kali ini lumayan lama sampai 7 hari.
Masuk waktu makan malam, Agha keluar kamar dan masuk ke dapur untuk makan bareng seperti biasanya.
"Umah Abah, Agha lusa berangkat ke Jepang untuk perjalanan bisnis selama 7 hari."
"Lama banget nak, biasanya kalau keluar negeri perjalanan bisnis cuman 4 hari paling lama." Ucap Umah mengingat waktu lamanya Agha perjalanan bisnis.
"Ada sedikit kendala disana umah, dan ada investor yang ingin langsung jumpa sama Erlan."
"Kalau gitu baju kamu udah di siapin?."
"Masih sebagian umah, nanti habis ini mau Erlan lanjut."
"Mau umah bantu?."
"Makasih umah, tapi Erlan bisa kok. Lagi pula gak banyak barang yang mau di bawa, kan disana udah ada sebagian baju Erlan."
"Lupa umah kalau kamu punya tempat tinggal di tiap negara, tapi jangan lupa yah oleh-oleh nya, umah kepingin strawberry nya nak."
"Umah ngidam?." Tanya Abah syok, mendengar keinginan umah.
"Enak aja Abah ini, umah udah tua gini mana bisa hamil lagi."
"Yah kirain umah, habisnya gak biasanya umah minta di bawakan oleh-oleh kalau Erlan perjalanan bisnis gini."
"Umah habis nonton itu orang Indonesia yang nikah sama orang jepang dan menetap disana, anaknya MasyaAllah bijak banget Abah, mana ganteng dan cantik lagi Abah, MasyaAllah."
"Ooh, kirain tah apa. Yaudah nanti Erlan bawakan yang banyak umah, Abah gak mau nitip juga?."
"Matcha dek, dah lama gak minum matcha Jepang."
"Okay, bakalan Erlan bawakan pesanan Abah dan umah yang banyak."
"Tapi jangan banyak banget juga, tar malah mubazir."
"Gak bakalan umah, kan ada Aya dan Hamza, mbak Aqila juga suka strawberry kan."
"Nah iya juga, mas Andra juga suka matcha tuh dek." Ucap Abah mengingat menantunya suka matcha seperti dirinya.
...****************...
Tiba lah saat nya Agha mulai perjalanan bisnis nya ke Jepang, saat ini keluarganya mengantarkan dirinya di bandara.
"Hati-hati yah nak, ingat jangan tinggalkan sholat yah, jangan telat makan terus istirahat yang cukup biar gak sakit."
"Siap Umah. Umah juga yah sama Abah, jangan lupa jaga kesehatan dan jangan lupa makan buah dan vitamin nya."
"Siap."
"Hati-hati nak, mbak cuman mau kamu sehat disana. Jangan lupa nasehat umah yah, ingat kami semua sayang sama kamu."
"Bener tuh Erlan, mas juga mau kamu bahagia, kalau ada perempuan Jepang yang menarik perhatian kamu, gas pepet dan jangan lupa kabari mas dan Abah." Ucap mas Andra yang berusaha mengubah suasana agar tidak mewek.
"Kalau umah gak setuju sih, tapi kalau emang kamu tertarik gak apa, hari itu juga kita nyusul kesana untuk temui keluarganya."
"Aduh umah, mas Andra bercanda aja itu." Ucap Agha yang mendengar serius candaan mas Andra.
"Hahaha, kalaupun bener kami senang."
"Gak Umah, Erlan mau fokus sama masalah disana."
"Yasudah, jangan memusingkan perkataan umah mu dek, semoga kerjaan kamu disana di lancarkan Allah dan fokus sama perusahaan biar cepat kita kumpul lagi." Ucap Abah sambil memeluk Agha.
"Siap Abah, Erlan berangkat yah semuanya. Assalamualaikum ."
"Wa'alaikumsalam."
Agha berjalan menuju jalur khusus pengguna jet pribadi, sampai di dalam pesawat Agha memilih untuk tidur sejenak karena kali ini butuh waktu sampai 6-9 jam, tapi karena pakai jet pribadi hanya butuh 7 jam.
"やっと到着しました、ボス。そのままオフィスに行きましょうか、それとも先に休憩を取りますか?(akhirnya sampai juga bos, kita langsung ke kantor atau mau istirahat dulu?)."
"いいえ、そのままオフィスへ行ってください (Tidak, langsung kantor saja)."
"はい、ボス(Baik pak bos)."
Mereka langsung bergegas ke kantor, Agha ingin urusannya cepat selesai dan pulang ke Indonesia, lebih tepat nya ke Medan, Agha udah lama gak berkunjung kesan karena kesibukannya yang di sengaja oleh Agha karena melampiaskan kesedihannya.