Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 : But I Love You
Hari Minggu datang, mereka semua keluar bersama termasuk Dain. Tapi kali ini, Raon hanya berdua dengan Dain karena mobil yang dibawa Hain tidak cukup. Hain yang mengendalikan kemudi mobil, di sampingnya ada Youngha dan di kursi kedua penumpang ada Jieun dengan Dohee, di kursi ketiga belakang sendiri ada Sion yang sendirian sambil melihat jalan. Setelah mereka sampai di tempat hiburan, mereka turun. Youngha menggandeng Dohee yang kini perutnya sudah terlihat berisi. Setelah masuk ternyata Yuna sudah menunggunya di dalam taman hiburan, dia duduk di kursi.
Mata tajam Yuna melihat Dain jalan itu dia langsung beranjak dari kursi dan melambaikan tangan sangat senang, setelah dekat mereka saling berpelukan. Dain memberikan kejutan kepada Yuna, saat melihat wajah-wajah yang dia kenal, matanya langsung membuka lebar dan bahagia. Awal yang dia peluk adalah Dohee, setelah itu Hain kemudian Sion yang tiba-tiba jadi diam. Wajahnya memerah, tangganya gemetar saat dipeluk Yuna. Setelah melepaskan pelukannya dari Sion, wajahnya berubah takut dengan Youngha lalu badannya sedikit membungkuk.
Saat Yuna sedikit membungkuk, Youngha langsung mengulurkan tangannya. Yuna semakin takut, dia pelan-pelan menerima uluran tangan Youngha dengan sopan,
“Selamat ya” ujar Youngha penuh senyuman mencoba ramah,
“I-iya kak terima kasih” jawab Yuna agak kagok,
“Byun Yuna, tidak usah takut... Kak Youngha tidak akan menggigit lagi kok” ujar Hain,
“Hey Yuna, urusan yang waktu kecil itu... Lupakan, dia tidak sejahat dulu kok” celetuk Sion mencoba tenang,
“Iya kak” jawab Yuna yang masih menundukkan kepalanya,
“Ck, apapun yang terjadi... Lupakan, ayo kita belanja” ajak Dain semangat,
Mereka kemudian masuk ke dalam pusat perbelanjaan yang besar itu, Hain mengajak Youngha dan Dohee untuk melihat furnitur rumah. Saat karyawan furnitur rumah itu melihat Dohee masuk, mereka langsung memberikan hormat. Hain menatap Dohee yang menundukkan kepalanya sambil menutup mulut,
“Sayang, memang ini begini ya cara menyambut pelanggan?” bisik Youngha,
“Hmm... Mungkin” jawab Dohee tertawa pelan sambil menyimpan sesuatu dari mereka semua,
“Haiya, Ibu Presdir... Kenapa tidak mengabari kalau kesini?” tanya Manager toko yang tiba-tiba datang menghampiri mereka, mereka bertiga bingung saling bertatapan. Youngha melihat Jieun, tetapi dia tak bereaksi dan malah bingung.
“Iya pak Kim, kita mendadak kesini... Anak-anak kecilku sudah mulai dewasa dan mulai mengerti pusat perbelanjaan” jawab Dohee lembut, Hain langsung melihat ke arah Dohee dan membuka jalan untuk Dohee.
Youngha yang awalnya hanya melihat Dohee sekali kemudian terkejut dan menatap Dohee lagi,
“Oh?! Pak Presdir, akhirnya kita bisa bertemu! Saya fans berat bapak lho!” ujar Manager Kim itu semangat sambil menjabat tangan Youngha dengan sopan,
Youngha hanya menganggukkan kepala bingung, lalu tersenyum. Kemudian mereka di arahkan untuk furniture yang lebih premium, Youngha melebarkan kedua mata saat melihat harganya. Tetapi dia melihat Dohee yang suka dengan furniture itu, dia tetap menjadi tegas menghadapi tanpa memikirkan banyak uang,
“Ini bisa dikirim berapa hari ya?” tanya Dohee,
“Sehari ini langsung bisa Ibu Presdir” jawab Manager Kim,
“Ya sudah, masing-masing ini tolong di bungkus ya Manager Kim” ujar Dohee enteng,
“Sayang, masing-masing satu?” bisik Youngha,
“Tenang sayang, kan pasti ada diskon” jawab Dohee,
“Tapi harganya…” bisik Youngha lagi,
“Pak Presdir, kenapa? Ada yang salah dengan barangnya?” tanya Manager Kim sabar sambil tersenyum melihat Youngha,
“Hahaha.. tidak tidak, sesuaikan saja dengan Dohee” jawab Youngha sambil ketawa karirnya itu,
“Nggak apa-apa sayang, kan uang nya balik lagi ke kantong kita” bisik Dohee,
“Hah? Balik gimana? Sayang?” tanya Youngha,
“Sayang, ini kan yang punya kamu” bisik Dohee, “Pak Presdir Kang Youngha lanjut Dohee,
Youngha terdiam membatu dan baru teringat kalau itu aset dia semua, “Kak Hain, boleh saja loh mau pilih yang mana?” Dohee menawarinya, “Dohee, ini harganya tak ada yang miring ya?” sambil tertegun saat melihat harganya. Dohee tersenyum lalu meminta Manager Kim untuk membungkusnya, jadi semua barang perlengkapan rumah dipilihkan yang bagus dengan Manager Kim. Mereka keluar dengan obrolan yang senang dan selama ini, ternyata Youngha tidak mati hanya karena tidak punya aset, dia masih hidup di dunia bisnis. Ternyata Dohee pernah berpesan kepada surat yang dikirimkan untuk Youngha, jika dia usai pensiun atau ada musibah di militer dia sewaktu-waktu bisa kembali menjadi pebisnis yang luar biasa. Dohee mengatakan itu semua kepada mereka, terutama Youngha, jadi mereka santai membeli untuk hadiah dan diri mereka sendiri.
“Kak Sion, kamu mau main apa?” Yuna menanyakan itu saat mereka masuk kedalam arkade, di dalam arkade mereka di sambut dengan karyawan yang berbaris sambil sedikit membungkukkan badan. Sion dan Raon terkejut, Dain dan Yuna melewati semua karyawan dengan santai.
“Mau berapa?” tanya Yuna,
“Kak? Kalian mau berapa?” tanya Dain yang kemudian melihat mereka dua yang terdiam itu,
“Secukupnya kalian main saja” jawab Raon sambil menatap Dain,
“Jadi mau berapa Nona Jang?” tanya karyawan itu dengan tersenyum,
“Aigo! Nona Jang Dain dan Nona Byun Yuna ternyata sedang disini” timpal Manager Yang sambil berjalan menghampiri,
“Astaga Manager Yang... Kenapa anda semakin tampak saja yaa makin hari” jawab Yuna,
“Oh astaga, Nona Byun ada saja...” jawab Manager Yang malu, “Oh ini ya calon tuannya?” lanjut Manager Yang,
“Hahahah... Doakan saja ya Manager Yang” jawab Dain di selingi dengan tawanya,
“Sepertinya, Nona-nona cantik ini mau main arkade ya?” tanya Manager Yang,
“Iya nih Manager Yang” jawab Yuna,
“Ya sudah, hari ini main saja... Hayeon, coba berikan masing-masing kartu gold dan isi yang unlimited ya, biar Nona-nona ini merasakan semua mainan yang ada di sini, hahaha” suruh Manager Yang,
“Baik Manager” jawab karyawan itu lalu memberikan kartu gold kepada Dain,
“Manager Yang, terima kasih... Anda baik sekali” ujar mereka berdua gemas,
Kemudian mereka mulai bermain arkade, Dain menggandeng tangan Raon. Mereka pergi ke permainan lempar bola basket, dari sana Raon mulai mengikuti ritme main Dain. Setelah dari permainan lempar bola mereka masuk ke dalam foto box, saat hitungan mundur mereka bingung harus berpose bagaimana akhirnya Dain memeluk Raon. Tanpa sadar, Raon juga memegang tangan Dain dan memeluk Dain dari samping sambil memegang lengan atas. Setelah hasilnya di cetak, Dain senang dan membagikan hasil satunya ke Raon,
“Disimpan ya Kak Raon” ujar Dain menyodorkan foto itu
“Iya, siap” jawab Raon menerima foto itu dari sodoran Dain dengan kedua telinganya yang merah itu.
Di sisi arkade lain, Yuna dan Sion bermain mesin capit yang berhadiah boneka. Mereka membawa kemenangan beruntun, tak sadar wajah mereka saling menempel sangking asiknya. “Yes!” Sion girang saat mendapatkan lagi, mereka tiba-tiba saling peluk merayakan. Setelah mereka bertemu kembali, Youngha memberikan kabar agar mereka langsung ke restoran yang sudah di singgahi oleh pasangan pasutri tersebut. Tak lama mereka datang dengan membawa banyak boneka dan beberapa hasil foto, Dohee melambaikan tangan. Setelah itu mereka melihat lambaian tangan Dohee dan menghampiri mereka dengan girang.
“Wih, banyak sekali” ujar Jieun sambil menarik kursi untuk Yuna,
“Kamu tau kak, dia jago sekali Kak Sion” jawab Yuna senang,
“Kak Dohee” panggil Dain sambil memperlihatkan hasil fotonya dengan Raon,
“Kenapa begini?” tanya Dohee lembut dengan pelan sambil menatap wajah Dain,
“Heheh... Kita tidak ada pose lain kak” jawab Dain,
“Ada apa?” timpal Youngha sambil mendekatkan wajahnya ke Dohee,
“Ini kak” jawab Dohee sambil menyodorkan hasil foto mereka,
Akhirnya Youngha melebarkan kedua matanya tapi terlihat senang saat melihat hasil foto itu. Youngha menganggukkan kepala setuju saat Raon dan Dain bersama-sama, “Pertahankan” Youngha mengacungkan jempol. Yuna bercerita dengan Sion dengan seru tentang mesin pencapit boneka itu, setelah itu makanan besar mereka telah dihidangkan sampai meja. Mereka semua saling berbagi, saling bercerita satu sama lain, kehangatan itu seperti keluarga sungguhan yang sudah lama terbentuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...