NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Don Marco De La Vega

Hujan telah berhenti di Aethelion, meninggalkan sisa-sisa embun yang menggantung di kaca jendela raksasa kediaman De la Vega. Namun, suasana di dalam ruang makan keluarga itu terasa jauh lebih dingin daripada udara pagi yang menusuk. Don Marco De la Vega duduk di ujung meja jati panjang, memotong steaknya dengan gerakan yang sangat lambat dan presisi. Di hadapannya, Lyra Selene duduk dengan keanggunan yang tampak sempurna, meskipun setiap saraf di tubuhnya sedang waspada.

Berita tentang penangkapan Mateo Valerius mendominasi setiap saluran berita. Secara resmi, ini adalah kemenangan besar bagi stabilitas pemerintahan. Namun, bagi Don Marco, segala sesuatunya tampak terlalu "bersih".

Investigasi Sang Ayah

"Kebetulan yang sangat luar biasa, bukan begitu, Lyra?" suara berat Don Marco memecah kesunyian, bergema di antara pilar-pilar marmer.

Lyra menyesap tehnya tanpa sedikit pun gemetar pada tangannya. "Kebetulan apa yang Ayah maksud?"

Don Marco meletakkan pisaunya, denting logamnya terdengar nyaring di atas piring porselen. "Count Julian jatuh karena keterlibatan senjata ilegal. Lalu, hanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, Mateo Valerius, tangan kanan Elian, ditangkap karena konspirasi yang sama. Dua duri besar dalam aliansi bisnis dan politik kita tercabut sekaligus, tepat saat mereka mulai menjadi beban bagimu."

Lyra menatap ayahnya dengan ekspresi terkejut yang tertata. "Ayah seolah-olah menyiratkan bahwa aku memiliki kekuatan untuk menggerakkan militer dan intelijen negara sekaligus. Aku hanyalah seorang CEO, Ayah. Aku hanya memastikan De la Vega tidak tenggelam bersama Julian."

"Kau bukan hanyalah seorang CEO, Lyra. Kau adalah putriku," Don Marco mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya yang tajam seolah-olah bisa menembus dinding pertahanan Lyra. "Aku sudah berada di permainan ini lebih lama dari umurmu. Aku tahu kapan sebuah kejadian adalah murni nasib, dan kapan sebuah kejadian adalah sebuah koreografi yang dirancang dengan sangat rapi."

Lyra menahan napasnya. Ia tahu ayahnya mulai mencium bau keterlibatan pihak ketiga. "Lalu, siapa yang menurut Ayah merancang ini?"

Don Marco terdiam sejenak, menatap ke arah taman luas di luar. "Elian Theron Valerius. Dia mendapatkan keuntungan terbesar. Mateo tersingkir, memberikan Elian kontrol mutlak atas kabinetnya tanpa ada pengkhianat di dalamnya. Dan kau... kau terbebas dari perjodohan Julian. Elian seolah-olah menjadi ksatria dengan baju zirah perak yang menyelamatkanmu dari skandal utara, sekaligus membersihkan rumahnya sendiri."

Pertaruhan Kata-Kata

Lyra menyadari bahwa ini adalah momen krusial. Jika ia terlalu membela Elian, ayahnya akan curiga. Jika ia terlalu menyalahkannya, ayahnya akan mencari cara untuk menghancurkan Elian karena dianggap terlalu berbahaya.

"Tuan Valerius adalah pria yang ambisius, itu benar," ujar Lyra dengan nada dingin yang terukur. "Tapi dia juga pria yang sangat pragmatis. Jika dia memang merancang ini, dia melakukannya untuk kepentingannya sendiri. Aku hanyalah bidak yang kebetulan diuntungkan oleh gerakannya. Bukankah itu inti dari politik Aethelion, Ayah? Menggunakan kekacauan orang lain untuk keuntungan kita?"

Don Marco tertawa rendah, suara yang tidak mengandung kegembiraan. "Jawaban yang cerdas. Tapi ada satu hal yang menggangguku. Tim intelijen pribadiku melaporkan bahwa limusin pribadimu tidak terlihat di sistem navigasi kota selama empat jam kemarin malam. Kau tidak berada di kantor, dan kau tidak berada di rumah."

Jantung Lyra berdegup kencang, namun ia tetap mempertahankan wajah datar. "Aku pergi ke Sektor 4 untuk meninjau fasilitas penyimpanan data cadangan De la Vega secara pribadi. Setelah skandal Julian, aku harus memastikan tidak ada kebocoran informasi dari pihak internal kita sendiri. Wilayah itu memang memiliki jamming sinyal yang kuat untuk keamanan."

"Sektor 4," gumam Don Marco. "Tempat yang sama di mana Mateo Valerius dilaporkan terlihat terakhir kali sebelum penangkapan resminya."

Lyra meletakkan cangkirnya. "Ayah, jika Ayah mencurigai aku memiliki hubungan terselubung dengan Perdana Menteri, Ayah harus ingat bahwa dia adalah rival kita. Setiap interaksi yang kulakukan dengannya adalah bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan Project Xylos."

Don Marco berdiri, mengakhiri sarapan itu secara sepihak. "Aku berharap itu benar, Lyra. Karena jika aku menemukan bahwa putriku bekerja sama dengan seorang Valerius di belakang punggungku... itu bukan hanya pengkhianatan terhadap keluarga. Itu adalah bunuh diri politik. Aku tidak akan membiarkan De la Vega jatuh ke tangan siapa pun, bahkan jika itu berarti aku harus menghancurkan pion kesayanganku sendiri."

Sinyal Rahasia di Balik Ketegangan

Setelah ayahnya meninggalkan ruangan, Lyra segera kembali ke kamarnya. Ia tidak berani menggunakan ponsel pribadinya. Ia membuka sebuah buku tua di perpustakaan pribadinya, yang di dalamnya terdapat sebuah perangkat komunikasi kuno berbasis frekuensi radio pendek yang tidak terlacak oleh satelit modern kota.

"Dia tahu," bisik Lyra saat frekuensi tersambung.

"Aku tahu dia akan tahu," suara Elian terdengar di seberang sana, tetap tenang namun ada nada peringatan. "Don Marco tidak pernah menjadi orang bodoh. Dia sedang mengujimu."

"Dia melacak limusinku, Elian. Dia tahu aku berada di Sektor 4 malam itu," Lyra meremas pinggiran bukunya. "Kita tidak bisa bertemu untuk waktu yang lama. Dia akan menempatkan pengawas di setiap langkahku."

"Maka kita akan bermain dari jarak jauh," balas Elian. "Aku sudah menyiapkan narasi baru. Aku akan memerintahkan departemen pajak untuk mengaudit beberapa anak perusahaan De la Vega secara acak. Itu akan terlihat seperti kita sedang berperang lagi di depan publik. Itu akan menghilangkan kecurigaannya."

Lyra mendesah. "Kau akan menyerang perusahaanku?"

"Ini adalah pengalihan, Lyra. Aku akan menyerang bagian yang paling tidak penting, tapi di mata publik dan ayahmu, itu akan terlihat seperti aku sedang mencoba menekanmu setelah skandal Julian. Itu akan mengonfirmasi status kita sebagai rival."

"Lakukan saja," ujar Lyra. "Tapi pastikan itu tidak menyentuh inti dari Xylos."

"Aku tahu batasannya. Jaga dirimu, Iron Rose. Jangan biarkan dia melihat setitik pun keraguan di matamu."

Perang Dingin yang Baru

Hari-hari berikutnya di Aethelion dipenuhi dengan berita tentang "Perang Dingin" baru antara kantor Perdana Menteri dan De la Vega Corporate. Elian secara publik mengkritik transparansi pajak perusahaan-perusahaan besar, sementara Lyra membalas dengan ancaman untuk menarik investasi teknologi dari proyek-proyek publik.

Di mata masyarakat, mereka adalah dua raksasa yang saling membenci. Namun, di bawah meja, setiap serangan adalah pesan yang terenkripsi. Setiap audit adalah cara Elian untuk memberikan Lyra alasan untuk menjauh dari pertemuan-pertemuan publik di mana pengintai Don Marco berada.

Don Marco memperhatikan semua itu dari kantor pusatnya. Ia melihat putrinya bertarung habis-habisan melawan Elian di layar televisi. Untuk sementara, kecurigaannya mereda. Namun, sang Patriark tidak pernah benar-benar percaya pada apa yang dilihat mata. Ia terus mencari satu celah kecil, satu kesalahan dari Lyra atau Elian yang akan membuktikan bahwa permusuhan mereka hanyalah sebuah panggung sandiwara yang dirancang dengan sangat brilian.

Perang sesungguhnya kini bukan lagi melawan pengkhianat seperti Mateo, melainkan melawan pengawasan yang mencekam dari sang ayah yang memegang kunci kekuasaan De la Vega. Lyra dan Elian kini harus hidup dalam kebohongan yang lebih besar, di mana setiap napas mereka adalah bagian dari strategi untuk tetap bersama di dalam kegelapan.

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!