Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perjanjian
" Tapi kau harus melakukan itu! Kau harus mengakhiri hubungan kalian! ITU HARUS!!... Dan lagi aku tidak mau menikah dengan orang yang juga mencintai orang lain...!" Ucap Arga
" Aku belum bisa mengakhiri nya Arga " ucap Hana sembari menggenggam ujung bajunya.
" Ya sudah... Jika itu keinginan mu maka aku yang akan mengakhiri pertunangan kita... Lebih baik kita tidak jadi menikah saja " ucap Arga membuat Hana menggelengkan kepalanya dan menangis tidak mau
" Tidakk!!! Tidak boleh !! Aku tidak ingin berpisah dengan mu Arga tolong beri aku waktu... Aku mencintaimu arga tolong jangan tinggalkan aku ucap Hana dengan tangisan nya
" Aku tidak bisa menikah dengan wanita yang masih mencintai kekasih nya,menikah lah dengan nya Hana. Aku akan mencari pengganti mu " ucap Arga datar membuat Hana tidak terima dia memeluk Arga tidak terima dia menangis kencang
" Tidakkk! Aku bilang tidak! Hanya aku yang akan menjadi istri mu ! Dan tidak ada wanita yang akan menjadi istri mu! Aku berjanji sebelum menikah akan mengakhiri hubungan dengan nya!... Tapi ku mohon Arga... Beri aku waktu, biarkan aku tetap dengan nya sampai sebelum kita menikah... Dia terlalu baik dan aku tidak tega..."ucap Hana sembari menangis dan Hana memang merasa terlalu jahat jika harus berkata pada arka.
" Kau orang yang ku cinta, dan dia orang yang sudah menemani dan membuat ku nyaman... Aku akui ada sedikit cinta untuk nya... Dia sudah terlalu baik, hidup nya sudah terlalu sulit" ucap Hana dengan tangisan nya sembari menatap arga yang tidak sama sekali tidak menatap balik wajah' seperti tadi pagi yang menatap nya penuh cinta.
" Aku tidak tega harus mengatakan hal ini pada nya... Sebelum kita menikah, aku akan mencoba menjelaskan tentang ini dan semoga dia mau mengerti... Tapi ku mohon... Untuk sekarang izinkan aku untuk tetap dengan nya... " Ucap Hana. Arga yang melihat Hana memohon merasa tidak tega. Namun, di sisi lain hati nya tak rela.
Tapi ia juga harus mengerti posisi hana yang sulit sekarang. Akhirnya arga mengangguk. Hana tersenyum dengan sedikit berkaca-kaca,ia langsung memeluk erat tubuh arga.
" Aku akan berusaha untuk mengerti mu... Maka jangan pernah mengecewakan ku... Dan lagi jangan melakukan hal yang berlebihan dengan nya... Karena kau hanya milik ku... You are only mine " ucap Lisa sembari membalas pelukan Hana dan Hana semakin memeluk erat tubuh arga
"Aku berjanji arga... Aku sangat mencintai mu..." Ucap Hana sembari tersedu karna tangisan nya. Arga tidak membalas ucapan Hana. Namun ia mengeratkan pelukan, dan mengecup lama kening hana.
Arga harus menahan marah ketika tau bahwa hana akan makan malam dengan kekasih nya. Jika di lihat, sungguh lucu hubungan mereka dan sangat sulit harus di jelaskan seperti apa.
" Pakai pakaian yang tertutup... Angin malam tidak baik, dan aku juga tidak mau kau sakit...!" Ucap Arga berkata dengan nada yang tidak bersahabat. Ekspresi nya pun sangat datar. Hana hanya bisa menghela nafas. Sadari tadi sikap arga memang sudah berbeda, sangat dingin semenjak Hana izin untuk pergi dinner.
" Ayah ada di bawah... Jangan lupa izin dengannya..." Ucap Arga membuat Hana seketika terdiam. Ia baru ingat apa yang akan di jadikan alasan untuk ia pergi malam ini. Pasti sang ayah akan menyuruh Lisa ikut.
" Arga..." Ucap Hana pelan
" Hm..." Ucap arga menjawab menatap Jennie dingin
" B-bisakah kau membantu ku..."ucap Hana menatap ragu dan takut pada arga.
" Apalagi?!... Ck sadari tadi kau hanya merepotkanku...!" Ucap Arga membuat Hati Hana mencelos mendengar perkataan arga. Tapi Hana merasa arga pantas seperti itu. Tidak ada yang rela pasangan pergi bersama orang lain yang masih bernotaben sepasang kekasih.
" Maukah mengantarkan ku...?" Ucap Hana membuat Arga menatap hana tak percaya. Mendengar hana akan dinner saja hati nya sudah begitu ingin mengamuk. Dan kini malah di suruh mengantar.
" Kau bisa sendiri bukan!... Di mana pikiran mu!, sudah tau bahwa aku marah!... Kau mau membuat ku semakin sakit hati...!" Ucap Arga dengan amarah yang kembali naik
" Tapi arga... Ayah pasti tidak akan mengizinkan ku pergi sendiri... Ku mohon...Setelah ini aku akan menuruti semua normintaan mu " ucap Hana memohon
Hana kemudian memegang sebelah tangan arga. Mendengar ucapan Hana membuat arga berpikir lagi. Pikiran nya sudah kemana-mana untuk mencari apa yang akan ia minta pada Arga setelah ini. Akhirnya arga mengangguk.
" Aku menunggu mu di bawah..." Ucap Arga dengan nada datar berkata singkat dan langsung keluar dari kamar.
#
Mobil yang di kendarai oleh arga telah sampai di sebuah kafe sederhana. Arga yang melihat betapa sederhana nya kafe itu pun berdecih.
" Cih... Dinner apa di kafe kecil murahan seperti ini...!" Ucap Arga melihat kafe kecil dan tidak berkelas
Hana hanya bisa meneguk saliva nya. Hana tak paham kenapa arga dewasa malah seperti ini. Padahal waktu kecil sangat lah lembut. Cup ~~
Arga mencium bibir hana dan melumat nya cukup lama. Hana pun membalas lumatan arga dengan lembut. Arga melepaskan ciuman dan mengecup sekilas bibir hana. Arga menatap mata hana dengan intens. Jari nya mengelus pelan pipi mandu itu.
" Maaf sudah membentak mu tadi... Aku hanya cemburu..." Ucap Arga kembali melembut sembari mengelus pipi Hana dan Hana mengangguk dengan senyuman nya. Tangannya terangkat memegang tangan arga yang masih memegang wajah nya.
" Aku memaklumi itu... Tidak ada yang rela berbagi pasangan... Tapi kau harus tau bahwa ini semua hanya sementara... Tidak akan lama lagi.harus tau bahwa ini semua hanya sementara... Tidak akan lama lagi,aku akan menjadi milik mu sepenuhnya..." Ucap Hana sembari menatap mata Arga dengan penuh cinta.
" Dan malam ini... Aku akan menjelaskan tentang pernikahan kita padanya... Ku harap dia mau mengerti..." Lanjut hana. Mata arga langsung terbinar, senyumnya langsung membentuk lebar.
" Ya... Kau memang harus melakukan itu..." Ucap Arga Setelah hana turun. Arga langsung melajukan mobil nya entah kemana. Yang pasti tidak terlalu jauh dari kafe supaya lebih mudah untuk menjemput hana kembali. Meskipun hati nya tidak terima melihat dan mengantarkan sang calon istri sedang menghabiskan malah yang indah dengan pria lain yang tidak lain kekasih sang calon istri yang berarti setelah dulu berpisah dengan nya saat masih kecil, Hana menemukan seseorang pria yang membuat nya jatuh cinta padahal Arga sejak berpisah dan tidak bertemu Hana dia mencari nya kemana mana.