NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamulah takdirku

"Kok murah?"

Refleks Ikhram melirik Rinjani yang tampak kegirangan saat berada di penjual sayuran juga buah. Seolah mendapatkan harta karung yang tidak akan habis tujuh turunan.

Dari yang awalnya ogah-ogahan, wanita itu tampak bersemangat belanja. Selalu bergumam bahwa barang di pasar tradisional tersebut sangat murah.

Ikhram sampai kewalahan membawa barang belanjaan Rinjani yang melebihi keinginan orang tua mereka.

"Ini sudah cukup Jani."

"Belum, kita harus beli semua mumpung lagi di pasar."

"Pengantin baruki di?" Seorang pedangan bertanya ketika Rinjani sibuk memilih ikan segar, sedangkan Ikhram dengan setia berdiri di belakang. Kadang melindungi Rinjani dari senggolan orang lain tanpa wanita itu sadari.

"Iye Bu."

"Serasiki saya lihat Nak. Tapi istrimu kayak bukan orang di sini."

"Besar di jakarta Bu, jadi tidak terlalu mengerti biar di gosip." Ikhram mengulum senyum, melirik Rinjani yang tidak terganggu meski dibicarakan olehnya.

"Cantik sekali istriku toh Bu? Beruntung sekalika bisa menikah sama dia," lanjut Ikhram.

"Saya mau ini 50 ekor."

"Rinjani?"

"Nggak apa-apa, kalau nggak habis bagikan sama orang yang kerja di sawah. Banyak lebihnya uang dari ibu."

Rinjani memang wanita keras kepala dan sulit mengendalikan emosi saat marah, tetapi perihal berbagi jangan ragukan dia, apalagi jika bukan uangnya.

"Sudah cantik, baik pula."

"Istri saya bu."

"Apa sih." Rinjani mendelik mendengar pengakuan Ikhram. Tidak tahu saja bahwa suaminya itu sudah membanggakan diri sejak tadi.

Dan tibalah di parkiran motor, akibat berbelanja gila-gilaan Ikhram kebingungan harus membawa barangnya seperti apa. Sedangkan penyebab kebingungan itu sedang duduk di depan toko menikmati telur gulung di tangan kanan dan pop ice di tangan kiri. Belum lagi kantongan di pergelangan tangan berisi beberapa kue tradisional makassar dan sekitarnya.

"Ikhram coba deh, ini enak banget." Rinjani menghampiri Ikhram dan menyuapi telur gulung.

"Enak." Tentu saja senyum manis Ikhram kembali terlihat.

"Udah belum? Panas ini."

"Nggak muat motornya." Akhirnya Ikhram menyerah, berkacak pinggang memperhatikan lalu lalang kendaraan.

Hal itu tidak luput dari perhatian Rinjani. Bagaimana Ikhram sangat ramah pada tukang parkir atau ibu-ibu yang mengenalinya di jalan. Dan satu yang pasti Ikhram sama sekali tidak tersenyum jika seorang wanita menyapanya meski itu satu kampung sekalipun.

Tidak sadar Rinjani tersenyum ketika Ikhram hampir terjatuh akibat sibuk menaikkan barang belanjaan ke angkot yang baru di tahannya. Angkot yang pernah Rinjani tumpangi ketika baru tiba di desa ini.

"Ayo." Ikhram menghampiri Rinjani yang berteduh.

"Minum dulu." Menyerahkan pop ice sisa setengah. Siapa menyangka Ikhram langsung meneguknya tanpa jijik sedikit pun. Duduk di samping Rinjani, mengusap peluh di keningnya.

"Hadap sini." Pinta Rinjani.

Dan yap jantung Ikhram langsung mengila saat sebuah tisu ditempelkan ke keningnya sangat pelan. Ia hampir lupa caranya bernapas mendapati wajah Rinjani begitu dekat dengannya. Sungguh ini tidak aman bagi kesehatan jantung dan hatinya.

"Sa-saya bisa sendiri, terimakasih." Langsung berpaling karena salah tingkah.

Harusnya tidak begini, aturannya Ikhram yang membuat Rinjani baper bukan malah sebaliknya. Mana kuat hatinya.

Menguasai hati dan pikirannya, Ikhram pun membawa Rinjani meninggalkan pasar stradisional, tetapi bukan pulang-melainkan menuju toko emas.

"Pilih yang menurutmu bagus."

"Kenapa saya harus memilih?" Kening Rinjani mengerut.

"Kita menikah dadakan, bahkan cincin pernikahan pun nggak ada."

"Ouh cincin pernikahan." Rinjani mengangguk-anggukkan kepalnya. Menyingsing etalase demi mencari bentuk cincin menarik untuk hatinya.

Rezeki tidak bisa ditolak kan? Apalagi dari suami dadakan yang tampan dan manis eh ....

"Serius nih saya yang milih?"

"Pilih saja."

"Dua?"

"Huh?" Kening Ikhram mengerut.

"Buat kamu sama saya. Kan cincin pernikahan. Kata ayah harus mendalami soalnya nggak bisa cerai."

Sungguh rasanya Ikhram ingin mengulung bumi sekarang juga. Ia seolah enggang hari ini berakhir begitu cepat. Rinjani yang galak entah hilang kemana sehingga ia mendapatkan Rinjani dengan sikap manisnya.

Keluar dari toko emas, Rinjani terus memperhatikan cincin yang tersemat di jari manisnya.

"Bentar-bentar harus di abadikan." Menahan Ikhram melangkah. Mengenggam tangan pria itu dan memotret ala-ala pegangan tangan.

Dan saat itulah Ikhram mengambil kesempatan beralih mengenggam tangan Rinjani. Berjalan pelan menuju motor yang lumayan jauh.

"Kamu mau kita memulai dari awal? Terlepas pernikahan kita."

"Kenapa nggak? Seperti katamu, takdir nggak bisa diubah sekeras apapun kita berusaha," jawab Rinjani.

"Benar, karena kamulah takdirku."

Ikhram semakin erat mengenggam tangan Rinjani, dan sesekali meliriknya hanya untuk melihat cincin yang tersemat di jari manis.

Keinginannya terwujud meski dari cara yang salah.

Katanya, aturlah rencanamu sebaik mungkin dan terus berusaha. Hasil akhirnya berikan pada sang pencipta. Karena pada dasarnya sang pencipta tidak akan menghianati kerja kerasmu jika itu terbaik untukmu.

.

.

.

Cinta mah belakangan, yang penting diberi kesempatan dulu.

1
Arsyad Algifari.
kapan up ka udah seminggu nih🙏
🇮🇩 ♏ Q 🎱 🇵🇸
Sambarang bedeeeeee... Tojengiiiii... 🤣
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Eh dapat satu lagi🤭
total 1 replies
Feezah Faizura
Menyala Mangkasaraaaa... 🤣
Feezah Faizura
Tojengaaaaa, sekke duduiiii Jani kaaaaaaah... 🤣
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Eh kirain heheheh
total 3 replies
Teh Yen
waduh siapa pula yg udh nyebarin fitnah d kampung ,,lalu siapa.pula.lah itu yg telp ikram pasti perempuan d desa yg naksir berat sama ikram.yah
sryharty
ini pasti ulah si Agus,,,
kapan mereka bahagia ka Santi
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Saya juga penasan kapan mereka bahagia😭
total 1 replies
Maria Kibtiyah
masalahnya gak kelar2
Maria Kibtiyah
ikram bucin
Teh Yen
uluhhh" bumil nya lagi sensi hihii 😁
sryharty
ada istri cantik,,udah halal
masa iya di anggurin ya bang iklan
rugiiiii dong🤣🤣
Pitriyanti
ya Allah bumil...sensi sekali...tapi lucu sih ikram kalau ngomong sama Jani pakai kata saya
sryharty
bumiiiiilll ada aja,,ngambek nya ampun ampunan
cieee restuuuh prikitiew
Maria Kibtiyah
zira ma restu nih kayaknya
sryharty
eeeh dah pada kenapa kali ini pasutri,,bikin zira dan restu makin gemes😄😄
Maria Kibtiyah
haha dah pada punya istri ma suami..
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya jadi nggak boleh liat-liat yang lain🤣
total 1 replies
Teh Yen
haha kalian lucu ada ada saja 🤭😂😂
Teh Yen
kenapa lagi tuh Jani ,, apa kamu menemukan fakta baru tentang ikram yg mencintaimu dari dulu hmmm 😏
Teh Yen
cie zira terpesona liat restu next couple nih kynya hihiii 🤭
sryharty
kenapa lagi janiiiii
apa kamu menemukan bukti
Arsyad Algifari.
nah gitu dong Jani . ceritakan jangan di pendam terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!