Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.
Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.
Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.
Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lusy Tumbuh Dewasa 2
Fire terlihat memegang dagunya sambil berpikir, dia sedang mencerna perkataan Lusy, fire kemudian menyimpulkan kalau benda tersebut bisa di gunakan melalui pengendali pikiran.
"Tuan, coba anda kendalikan benda tersebut menggunakan pikiran!" fire memberikan saran pada Lusy.
Lusy mengangguk patuh, dia langsung mencoba mengendalikan benda tersebut dengan pikirannya.
Hanya dalam satu kali coba, Lusy bisa mengubah benda tersebut menjadi tiga buah pedang dengan ukuran sedang.
"Berhasil Ayah! Ternyata benar aku bisa mengendalikan-nya dengan pikiran!" Lusy terlihat sangat bersemangat.
"Senjata yang mengerikan, bukan hanya bisa bertahan, ternyata bisa untuk menyerang juga, selamat tuan, anda mendapatkan barang bagus!" ucap fire pada Lusy.
Lusy merasa sangat senang, sekarang kekuatannya bukan hanya pukulan peri kematian saja, tapi dia sudah memiliki berbagai senjata yang sangat menakjubkan.
Lusy kini semakin percaya diri bisa mencapai lapisan seratus, lapisan akhir, dimana dia akan mendapatkan kekuatan tanpa batas.
***
Tahun demi tahun mereka lewati di dalam Dungeon atau lapisan kaki gunung kematian, fire selalu membimbing Lusy di sampingnya, dia tidak pernah meninggalkan Lusy sendirian.
Sepuluh tahun kemudian, Lusy kecil kini sudah tumbuh menjadi Lusy yang gagah dan penuh dengan kekuatan, dia sekarang mungkin sudah melebihi komandan perang peri kekuatan-nya, atau mungkin bahkan lebih kuat dari mereka.
Di lapisan sembilan puluh sembilan, Lusy dan fire sedang menghadapi Gurita raksasa, raja lapisan tersebut yang memiliki daya tahan tubuh begitu kuat.
Gurita raksasa, memiliki bentuk tubuh yang besar dengan tubuh yang memiliki duri-duri, di bagian luar tubuhnya dan di tentakel nya dapat mengeluarkan tinta beracun.
Lusy dan fire berusaha mencari kelemahan Gurita raksasa dengan pengalaman mereka berdua yang sudah terbiasa melawan monster-monster kuat.
"Ayah, gunakan bom asap!" Teriakan Lusy dengan suaranya yang sekarang sudah dewasa.
Fire mengangguk mengerti, dia menggunakan Bom asap, seketika tempat tersebut di penuhi dengan asap tebal, sehingga pandangan mata mereka sedikit kabur.
Lusy dan fire menekan energi sihir mereka, sehingga gurita tidak bisa merasakan keberadaan mereka.
Lusy dan fire yang sudah terbiasa bertarung bersama, tentu saja mereka berdua masih bisa merasakan gerakan satu sama lain.
Lusy mengendalikan Gearnya menjadi sebuah tombak besar yang sangat tajam.
Swuzz...
Tombak tersebut meluncur deras ke arah gurita yang ada di dalam asap tebal tersebut.
Trang....Trang....
Terdengar suara tusukan dan geraman, menandakan jika gurita menahan Gear tombak milik Lusy. Namun, Lusy tidak tinggal diam saja, dia langsung menggunakan pukulan peri kematiannya.
"Pukulan ke empat! Penjara peri!" Siluet sebuah mulut tengkorak dengan gigi tajam dengan ukuran besar muncul dari pukulan Lusy.
Mulut tengkorak tersebut terbuka lebar, seolah akan memakan gurita aja.
Boommm....
Mulut tengkorak mengenai gurita dengan telak dan mengurungnya seperti di dalam penjara. Gurita tidak bisa keluar dari sana.
Lusy tidak membiarkan Lusy menghancurkan penjara yang sudah di buatnya, dia mengayunkan pedang perinya.
Slas.....
Sabetan pedang peri Lusy sangat kencang, siluet tebasan dengan bentuk bulan sabit sangat besar, menyayat apapun yang ada di depannya.
Booomm.....
Prakhhhh....
Sosok gurita langsung tersayat dan terbelah menjadi banyak bagian, sehingga dia tewas dan menghilang dari tempat tersebut.
Klontang.....
Dari tubuh gurita terjatuh kapak, tidak ikut menghilang bersama dengan tubuhnya.
Asap tebal perlahan menghilang. Lusy dan fire menghampiri kapak yang Notabenenya hadiah dari mengalahkan gurita.
"Ayah, ambil senjata itu untuk kamu." ucap Lusy pada fire
"Tapi tuan...." fire belum selesai bicara, Lusy memotongnya.
"Ayah, senjataku sudah cukup banyak dan Ayah hanya memiliki beberapa saja, aku pikir senjata ini akan cocok dengan Ayah." ucap Lusy lagi.
Fire hanya bisa mengiyakan ucapan Lusy, dia memegang kapak besar tersebut, yang langsung mengecil ketika fire memegangnya, sesuai dengan ukuran tubuhnya.
Fire menatap senjata barunya itu, dia mengalirkan energi sihir apinya kedalam senjata tersebut dan seketika kapak yang di pegangnya berubah warna dari hitam menjadi merah seperti Api.
"Benarkan, senjata itu memang cocok dengan Ayah!" ucap Lusy senang.
Fire tersenyum, dia mengayun-ayunkan kapak tersebut seolah mencobanya.
Fire menyukai senjata tersebut.
"Baiklah! Tinggal lapisan terakhir selanjutnya!" ucap Lusy