NovelToon NovelToon
Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MishiSukki

Musim semi tiba, tapi Xiao An hanya mengeluh. Di dunia kultivator perkasa, ia malah dapat "Sistem" penipu yang memberinya perkamen dan pensil arang—bukan ramuan OP! "Sistem scam!" gerutunya. Ia tak tahu, "sampah" ini akan mengubah takdir keluarga Lin yang bobrok dan kekaisaran di ambang kehancuran. Dia cuma ingin sarapan enak, tapi alam semesta punya rencana yang jauh lebih "artistik" dan... menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Lompatan Kekuatan Kakek Lin Zhou

Pagi yang cerah menyambut Lin Cheng. Ia terbangun dari tidurnya, merasakan sensasi yang benar-benar berbeda di tubuhnya. Rasanya ringan, bugar, dan penuh energi, jauh melampaui kondisi terbaiknya sebelumnya. Kilatan merah samar masih terlihat di bawah kulitnya.

Ia segera melangkah keluar dari kuil bobrok, meninggalkan kakeknya yang masih duduk bersila, tenggelam dalam kultivasinya. Lin Cheng ingin segera menguji kekuatan Skin Tempering-nya yang baru saja mengalami peningkatan drastis.

Pertama, ia mengambil sebilah batu tajam yang biasa digunakan untuk memotong akar jamu. Dengan napas dalam, ia menggoreskannya ke lengannya. Sreek! Suara gesekan terdengar, namun kulitnya sama sekali tidak tergores.

Bahkan tidak ada bekas merah. Keheranan pertama muncul di wajahnya. Ini jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan!

INI

Kemudian, ia mencoba yang lebih ekstrem. Lin Cheng mencari batang pohon kecil yang cukup kokoh, seukuran lengannya. Ia memukul batang pohon itu dengan tinjunya yang terkepal kuat. BUGHH! Suara benturan keras menggema.

Batang pohon itu sedikit bergetar, bahkan retak samar di beberapa tempat, namun tinju Lin Cheng sama sekali tidak merasakan sakit. Tidak ada nyeri, tidak ada memar.

INI

"Ini... ini sungguhan?" gumamnya tak percaya.

Dia mengangkat kedua tangannya, memutar-mutarnya, merasakan setiap otot dan tulang seolah baru saja ditempa baja. Rasanya seperti tubuhnya benar-benar telah menjadi lebih keras, lebih padat, dan lebih kuat dari sebelumnya.

Tingkat Skin Tempering yang ia capai semalam jauh melampaui deskripsi dalam kitabnya yang sobek-sobek. Semua ini berkat sebutir apel pemberian Xiao An.

Tepat saat Lin Cheng masih sibuk menguji kekuatan barunya, Kakek Lin Zhou tiba-tiba muncul dari pintu kuil. Ia tidak berjalan. Dia melompat! Sebuah lompatan yang gesit dan ringan, jauh dari gerak-gerik orang tua. Kakek Zhou mendarat mulus di samping cucunya, seolah berat badannya berkurang drastis.

Lin Cheng langsung takjub melihat perubahan fisik yang terjadi pada kakeknya. Wajah Kakek Zhou yang tadinya dipenuhi kerutan dalam, kini tampak lebih halus, bahkan ada sedikit rona sehat di pipinya. Rambut putihnya yang biasanya terlihat kusam, kini memancarkan kilau perak samar.

Tubuhnya yang bungkuk juga tampak lebih tegap, dan matanya yang sebelumnya agak sayu kini berbinar tajam, penuh energi. Gerakannya pun jauh lebih luwes dan cepat, seolah puluhan tahun usia telah terhapus dalam semalam.

Kakek Zhou kini tidak hanya terlihat lebih muda dan bugar, tetapi juga memancarkan aura yang lebih kuat, sebuah kehadiran yang tidak pernah Lin Cheng rasakan darinya sebelumnya. Seolah-olah kulit apel itu telah memberikan lebih dari sekadar kenikmatan sesaat.

"Kakek telah berhasil memasuki ranah minor Qi Gathering!" ujar Kakek Zhou dengan bangga, suaranya kini terdengar lebih bersemangat dan jernih. Ada kilau baru di matanya yang menatap Lin Cheng.

Lin Cheng menganga takjub, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dan lihat. Qi Gathering! Itu adalah ranah kultivasi di atas Qi Condensation, tahap yang bahkan belum pernah ia sentuh. Ini berarti kakeknya, yang selama ini hanya mengandalkan teknik dasar keluarga, tiba-tiba melompat jauh ke depan hanya karena sepotong kulit apel.

INI

"Kakek... itu... itu luar biasa!"

Lin Cheng tergagap, masih mencoba memproses informasi yang mengejutkan ini. Perubahan fisik kakeknya dan pengumuman ini benar-benar membuatnya terpana.

Kakek Lin Zhou tersenyum lebar melihat keterkejutan cucunya. Kebanggaan memancar dari wajah tuanya.

"Tentu saja! Kekuatan Qi Gathering ini luar biasa!" serunya.

Tanpa banyak bicara, Kakek Zhou melangkah ke halaman di depan kuil yang sedikit lapang. Lin Cheng mengikutinya dengan mata tak berkedip. Kakeknya mengambil posisi kuda-kuda dasar, kedua telapak tangannya diangkat setinggi dada.

Kakek Zhou memejamkan mata, dan seketika itu juga, Lin Cheng bisa merasakan perubahan di udara sekitarnya. Awalnya samar, lalu semakin jelas, Qi alam mulai berputar di sekitar Kakek Zhou. Itu bukan lagi hisapan berantakan seperti tornado kecil semalam, melainkan pusaran yang terkontrol dan harmonis.

Daun-daun kering di tanah terangkat sedikit, berputar-putar dalam pusaran tak terlihat itu, lalu jatuh kembali. Rambut putih Kakek Zhou sedikit berkibar, seolah ditiup angin gaib.

Kemudian, Kakek Zhou membuka matanya. Tatapannya tajam. Dengan gerakan ringan, ia mengulurkan tangannya ke arah sebatang pohon tua di dekatnya. Tanpa menyentuh, dari telapak tangannya, seberkas Qi berwarna hijau samar melesat.

Buugghh!Sebagian kecil kulit kayu pohon itu terkelupas, dan sebuah retakan tipis muncul di batangnya.

Kakek Zhou menghela napas puas.

"Ini baru sebagian kecil," katanya, menatap Lin Cheng.

"Dengan Qi Gathering, aku bisa menarik dan memanipulasi Qi alam di sekitarku. Aku bisa menggunakannya untuk menyerang dari jarak jauh, atau bahkan melindungi diri dengan perisai Qi."

ITU

Lin Cheng memandangi pohon yang rusak itu, lalu ke arah kakeknya, mulutnya kembali menganga. Kekuatan semacam ini, di ranah Qi Gathering... ini adalah lompatan yang tak terduga!

Keterkejutan Lin Cheng akan kekuatan baru kakeknya terinterupsi oleh pertanyaan Kakek Zhou.

"Di mana kau menemukan buah surgawi ini?" tanyanya, suaranya dipenuhi rasa ingin tahu yang mendalam.

Lin Cheng kemudian menceritakan pengalamannya. Dia bercerita tentang perjalanannya di bukit, penemuan tangga batu misterius yang seharusnya tidak ada, dan bagaimana tangga itu membawanya ke puncak bukit yang sama sekali berbeda dari yang ia kenal.

Dia juga menceritakan pertemuannya dengan Xiao An, seorang pemuda yang ramah dan memberinya dua butir apel merah yang indah itu sebagai hadiah.

"Dia menyebutnya apel, Kek," kata Lin Cheng, matanya berbinar.

"Dan dia tinggal di sana sendirian, di pondok-pondok itu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!