NovelToon NovelToon
Salah Meja Jadi Istri CEO

Salah Meja Jadi Istri CEO

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Slice of Life / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Office Romance / Tamat
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Aneska (25 tahun) berada dalam situasi darurat: menikah dalam seminggu atau dijodohkan dengan "om-om" pilihan Papanya yang bernama Argani Sebasta. Demi kebebasan, Aneska nekat mencari pacar sewaan lewat bantuan sahabatnya.
Namun, kecerobohan berbuah petaka—atau mungkin keberuntungan. Di sebuah kafe, Aneska salah mendatangi meja. Bukannya bertemu pria dari aplikasi kencan, ia justru mengajak kencan seorang pria asing yang tampak dewasa dan sangat tampan.
Aneska tidak tahu bahwa pria itu adalah Argani Sebasta, calon tunangan yang sangat ia hindari. Arga yang menyadari kesalahan Aneska justru merasa tertarik dan memilih menyamar menjadi "Gani" si pria biasa.
Permainan menjadi serius saat Arga tiba-tiba mengajukan syarat gila: "Jangan cuma pacaran, ayo langsung menikah saja."
Terdesak waktu dan terpesona pada ketampanan "Gani", Aneska setuju. Akankah Aneska tetap bahagia saat tahu bahwa suami yang ia pilih sendiri sebenarnya adalah pria yang paling ingin ia tolak sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Tamu Istimewa di Lantai 45

​Pagi itu, Aneska menatap pantulan dirinya di cermin dengan ragu. Ia mengenakan setelan kantor yang paling rapi miliknya, namun tetap saja ia merasa kecil. Arga baru saja mengirim pesan bahwa sopirnya akan menjemput Aneska untuk makan siang bersama di kantor pusat Sebasta Group.

​"Inget, Anes. Dia cuma Arga yang doyan bubur ayam. Dia cuma Arga," gumamnya menyemangati diri sendiri.

​Namun, keberanian itu menciut saat mobil berhenti di depan lobi gedung Sebasta Group yang berlapis kaca gelap. Begitu ia melangkah masuk, suasana dingin dan profesional langsung menyambutnya. Ratusan karyawan berlalu-lalang dengan langkah cepat, mengenakan pakaian bermerek yang tampak sangat mahal.

​"Selamat siang, Ibu Aneska Claryz?" seorang resepsionis cantik menyapa dengan senyum yang sangat terlatih.

​Aneska tersentak. "Eh, iya. Saya..."

​"Pak Arga sudah menunggu di lantai atas. Mari, saya antar ke lift khusus eksekutif."

​Aneska merasa seperti alien. Semua mata seolah tertuju padanya saat ia digiring menuju lift yang hanya bisa diakses dengan kartu khusus. Di dalam lift yang berdinding cermin itu, jantung Aneska berdegup kencang. Begitu pintu lift berdenting terbuka di lantai 45, ia disambut oleh sebuah ruangan luas dengan pemandangan seluruh kota Jakarta dari balik jendela besar.

​"Selamat siang, Mbak. Saya Linda, sekretaris pribadi Pak Arga," sapa seorang wanita berambut sanggul rapi dengan ekspresi kaku. Matanya memindai Aneska dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan menilai.

​"Siang, Mbak Linda," jawab Aneska canggung.

​"Pak Arga sedang menyelesaikan rapat lima menit lagi. Silakan tunggu di ruang kerjanya," ucap Linda formal. Ia membukakan pintu kayu jati yang besar, namun Aneska sempat menangkap bisikan halus dari meja sekretaris di belakangnya.

​"Itu tunangannya? Kok biasa saja, ya?"

​Aneska menarik napas dalam-dalam, berusaha mengabaikan komentar itu. Ia melangkah masuk ke ruang kerja Arga. Ruangan itu sangat maskulin—didominasi warna abu-abu dan hitam, dengan aroma kopi yang kuat. Di meja kerjanya yang rapi, terdapat sebuah bingkai foto kecil. Aneska mendekat dan jantungnya menghangat saat melihat foto itu: Sebuah foto candid dirinya sedang tertawa di depan gerobak bubur.

​"Sudah lama menunggu?"

​Suara bariton itu membuat Aneska berbalik. Arga berdiri di sana, baru saja masuk dengan jas yang disampirkan di lengan. Ia tampak sepuluh kali lebih tampan dan berwibawa di habitat aslinya ini.

​"Baru aja," jawab Aneska. "Foto itu... sejak kapan ada di sana?"

​Arga berjalan mendekat, meletakkan jasnya di sofa dan menghampiri Aneska. Ia melingkarkan tangannya di pinggang Aneska dengan posesif. "Sejak saya sadar kalau meja kerja saya terasa sangat membosankan tanpa wajah kamu di atasnya."

​Aneska mencibir pelan, meski hatinya bergetar. "Sekretaris lo di luar kaku banget, ya. Kayak mau makan orang."

​Arga tertawa kecil, ia mengecup dahi Aneska lembut. "Linda memang disiplin. Tapi jangan khawatir, dia hanya perlu waktu untuk tahu kalau calon bosnya ini adalah gadis yang paling keras kepala di dunia."

​"Enak aja!" Aneska memukul dada Arga pelan.

​"Ayo makan siang. Saya sudah pesan makanan dari restoran favorit kamu. Tidak ada bubur kali ini, karena saya tidak mau baju kamu kena noda kuning kuah sebelum kita ketemu Papa sore nanti," ucap Arga sembari menggandeng tangan Aneska menuju meja makan privat di sudut ruangan.

​Namun, baru saja mereka hendak duduk, pintu ruangan diketuk dengan keras. Linda masuk dengan wajah yang lebih tegang dari sebelumnya.

​"Maaf, Pak Arga. Ada tamu mendesak yang tidak bisa saya tahan."

​Belum sempat Arga menjawab, seorang wanita cantik dengan pakaian desainer ternama dan kacamata hitam di atas kepala menerobos masuk. Wajahnya tampak angkuh dengan riasan yang sempurna.

​"Arga! Kamu tega sekali ya, sekretarismu ini bilang kamu sedang sibuk rapat, padahal kamu cuma mau makan siang dengan... siapa ini?" wanita itu menatap Aneska dengan pandangan merendahkan.

​Aneska membeku. Ia mengenali wajah itu. Clara Mahendra, sosialita sekaligus model yang beberapa kali dikabarkan dekat dengan Arga di majalah bisnis.

​Arga berdiri, auranya berubah dingin dalam sekejap. "Clara, saya tidak punya janji denganmu. Dan perkenalkan, ini Aneska, calon istri saya."

​Clara tertawa sinis, suaranya melengking di ruangan yang sunyi itu. "Calon istri? Arga, jangan bercanda. Papa kamu dan Papaku sudah bicara soal merger perusahaan kita. Kamu pikir gadis dari agensi periklanan kecil ini bisa membantumu mengurus Sebasta Group?"

​Aneska merasakan telinganya panas. Ia tidak suka direndahkan, apalagi di depan Arga. Ia melirik Arga yang rahangnya tampak mengeras.

​"Clara, keluar," suara Arga sangat rendah, sebuah peringatan yang nyata.

​"Aku nggak akan keluar sampai kamu jelaskan apa yang spesial dari dia!" seru Clara sambil menunjuk Aneska.

​Aneska, yang tadinya hanya diam, tiba-tiba berdiri. Ia berjalan mendekati Clara dengan langkah tenang, mencoba memanggil jiwa "Independent Woman" yang selama ini ia banggakan di kantornya.

​"Mbak Clara, ya?" tanya Aneska tenang. "Mungkin saya nggak bisa bantu Arga urus merger perusahaan. Tapi saya bisa mastiin kalau Arga nggak pernah ngerasa sendirian saat dia capek, dan saya tahu rasa bubur ayam mana yang paling dia suka."

​Aneska menoleh ke arah Arga dengan senyum manis yang menantang. "Lagipula, Arga sendiri yang bilang... dia lebih suka 'bencana indah' kayak saya daripada 'skenario sempurna' kayak Mbak."

​Clara melongo, wajahnya merah padam karena malu. Sementara Arga, di balik wajah dinginnya, diam-diam menahan senyum bangga. Ia tahu, Aneska-nya bukan sekadar gadis ceroboh yang salah meja, tapi singa betina yang siap melindungi wilayahnya.

1
Aidil Kenzie Zie
perasaan nggak ada tuh Tasya rendahin Anes apa aku yg lupa y🤔🤔🤔
malahan dia senang kakaknya mo nikah dulunya
Ri♡
Thor bisa nggk,Aneska jangan bilang Lo gue ke Arga,nggk sopan banget rasanya apalagi mereka selisih umurnya 5 THN.
Semangat terus nulisnya thor💪💪
Aidil Kenzie Zie
si Tasya nggak ada kapoknya video vulgar sama cowok dulu Edo sekarang Vino kek cewek nggak bener aja padahal anak konglomerat nggak kayak Anes yg bisa jaga diri dari laki-laki dimodusin dikit langsung pasrah 🙏🙏🙏
Ariska Kamisa: tasya mudah dirayu seperti nya... 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
keisengan turis lokal 🤔🤔🤔 emang dia tau hub Anes dan Reihan dulunya 🤔🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: karena tidak tahu menahu,
kaya semacam dia asal ngerekam suasana restoran itu. sekarang kan lagi musim asal ngerekam orang disebarkan di TT🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
masalah baru lagi
aditya rian
yaudah papanya sama zaviera aja
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
Tasya ngapa dapetnya aneh aneh Mulu nih cowoknya🤭
Ariska Kamisa: nasib kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👣👣👣👣👣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
lanjutkan
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempol nya🙏
total 1 replies
aditya rian
🤭🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
akhirnya lahir juga
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Nna Nna 💖
keren anes, ganas tp berkelas
Ariska Kamisa: terimakasih kakak♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Antok Maniak
aku udah nikah btw, tp aku cuma tau kalo karet pengaman rasa rasa bubble gum sama buah buahan, klo yang bergigi gigi gitu aku gak pernah tau😭 emang beneran ada kah
Antok Maniak
aku udah nikah btw, tp aku cuma tau kalo karet pengaman rasa rasa bubble gum sama buah buahan, klo yang bergigi gigi gitu aku gak pernah tau😭 emang beneran ada kah
Ariska Kamisa: wkwkwkwk 🤭 mungkin ada kali ya 🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
dengerin murotal aja opa oma🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: wah... bener tuh ya🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran dari kemarin kenapa nggak pake dokter yang cewek 🤔🤔🤔
Ariska Kamisa: aduh.. aku kelewatan ya ka🤭 iya sih harusnya cewek ya.
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Reihan sampai nyerah hadapi bumil 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: reihan cari aman kak🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
bayangin jadi aneska betapa riweh dan malunya🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!