Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DISKUSI DIMALAM PERTAMA SETELAH MENIKAH**
Setelah selesai resepsi yang dihadiri tetangga, teman dan keluarga. Bailla memasuki kamar pengantin dengan rasa capek yang luar biasa berdiri dipelaminan, bersalaman, senyum sampai gigi kering, dan nahan beratnya sanggul yang dihiasai Mangar yang beratnya hampir 1 kiloan.
Anak-anak akhirnya tidur. Ara dan Aya dikamar mami sekalian mami yang jagain. Arbil sudah masuk dikamar tamu. sedang kan Arya masih sibuk berbincang dengan papi dan dan tamu.
Billa lepas kebaya pelan-pelan. Tangan gemetar. Jarum pentul, peniti, bunga melati yang udah layu… satu-satu dia lepas. Kegerahan. Keringat campur bedak campur wangi melati. Nggak enak. Dia butuh mandi.
Setelah selesai melepaskan pakaian pengantinnya Bailla pergi kekamar mandi melepaskan kegerahan setelah beberapa jam peluh bercampur aroma wangian pengantin.
Arya dipersilahkan Papi untuk istirahat dikamar Bailla karena memang itu Kamar pengantin mereka. Dengan sopan Arya pamit Ke papi untuk istirahat sementara semua tamu sesudah pulang.
Pintu dibuka perlahan Arya takut membangunkan Bailla siapa tau dia sudah istirahat. Jam sudah menunjukan pukul 22.00 Wib. sudah memasuki waktu yang ideal untuk istirahat.
Dikamar Bailla sudah dengan pakai tidurnya setelan piyama bukan baju lingerie yang biasanya dipakai pengantin untuk malam pertama. Tapi Piyama Hello Kitty. Pink muda. Lucu.
Kekanak-kanakan. Tapi itu satu-satunya baju yang bikin dia merasa jadi dirinya sendiri lagi. Bukan “Bu Arya”. Bukan “istri orang”. Cuma Bailla. Mahasiswi semester akhir yang skripsinya belum kelar.
"Assalamualaikum". Pak Arya menyapa Bailla. Bailla merasa jantungnya akan copot. Dia nggak nyangka Pak Arya bakal masuk malam ini. Dia kira Pak Arya bakal tidur di kamar tamu.
Kan udah janji, pisah kamar dulu sampai Bailla siap.
"Walaikumsalam". "Ooh Om Arya maaf " Bailla agak terkejut karena belum pernah ada laki-laki yang masuk selain Papi". Jawab Bailla lengkap.
"Iya gak apa-apa Om mengerti." Dia masuk pelan. Duduk di ujung kasur. Nggak dekat-dekat. Jaga jarak dua langkah. dan bersebelahan dengan Bailla ditempat tidur yang sudah lengkapi dengan sprei warna Pink muda paforit Bailla.
"Om gak mandi dulu. Kamar mandi disebelah kanan lemari pakaian ". Tawar Bailla dengan canggung.
"Iya Om mandi dulu. Bailla silakan istirahat ". Arya langsung bergegas kekamar mandi.
Perasaan Bailla bercampur aduk ini pertama ia tidur dengan laki-laki. Semua terpaksa terjadi karena memang semua kamar sudah terisi. Gak mungkin Ia harus tidur dikamar mami papi. Atau dikamar tamu dan yang lebih gak mungkin. apa kata papi dan mami jika dimalam pengantin ia sudah pisah ranjang. Terpaksa perjanjian pisah kamar di cancel dulu. Tunggu sudah dirumah Arya baru di laksanakan.
Kamar cuma tinggal Bailla sama Pak Arya. Pintu dikunci. Bukan buat romantis. Buat rapat.
Pintu kamar mandi kebuka. Pak Arya keluar pakai kaos oblong putih dan celana pendek selutut Rambutnya masih basah. Wanginya sabun. Wanginya bapak-bapak.
Bailla belum tidur. Dia duduk di pinggir kasur.
Ngeremes ujung piyama. Pak Arya duduk di kursi meja belajar.
Dua langkah di depannya. Selesai mandi pak Arya melihat Bailla belum tidur. Bailla duduk di pinggir kasur. Tangannya ngeremes ujung piyamanya. Pak Arya duduk di kursi meja belajar tepat didepan Bailla, jarak dua langkah.
Hening dulu. Cuma ada suara detik jarum “tik tik tik' yang bunyinya sama seperti detak jantung Bailla.
Pak Arya yang buka suara. “Bailla, Bapak mau ngomong. Serius. Sebelum kita mulai hidup ini beneran.”
Bailla angguk. “Iya, Pak. Aku juga.”
Pak Arya narik dompet dari sarungnya. Dompet kulit, berwarna hitam. Dia keluarin ATM sama buku tabungan. Ditaruh di nakas.
“Ini uang jajan, rumah tangga dan uang jajan kamu ada di ATM ini kamu boleh pakai untuk keperluan kamu dan rumah tangga.” Dan ini Buku tabungan dan deposito kamu juga yang pegang.
Dia dorong ATM ke arah Bailla. “Mulai besok, kamu yang pegang. Bapak gak pinter ngatur. Sarah dulu yang ngatur. Sekarang... kamu.”
Bailla kaget. “Pak, tapi...”
“Gak ada tapi,” potong Pak Arya. “Istri itu menteri keuangan. Om cuma kuli. Kalau kamu gak pegang, Om marah lo.” dengan ekspresi merajuk kecil.
Bailla mengambil ATM dan tabungan itu. Tangannya gemeter. Beratnya bukan karena Barangnya. Tapi Karena kepercayaan.
“Giliran aku, Om,” walaupun sudah kita bicarakan jauh sebelumnya tapi saya mau meralat sedikit. Malam ini Kita boleh tidur satu tempat tidur. Karena untuk menjaga perasaan mami papi.Tapi dengan syarat tidak ada sentuhan apalagi hubungan itu......". Bailla berhenti sejenak engan melanjutkan itu.
Pak Arya tertawa sambil mengangguk dikira ada hal yang berat. “Boleh. Om bersedia dan akan menjaga. Kalau misalkan Bailla keberatan Om bisa tidur dilantai biar gak ganggu Bailla tidur".
Bailla Jadi salah tingkah sendiri gak mungkin kan suaminya disuruh tidur dilantai ini bisa dibilang KDRT perasaan.
"Heem..... Gak usah om. Om tetap tidur satu kasur dengan Bailla nanti ada benteng guling diantara kita Bailla tidurnya anteng jadi gak akan merusak benteng guling itu.. Hehe."
"Oke makasih ya udh menerima om untuk tidur seranjang dengan Bailla. " Sekarang Bailla silakan istirahat.
Mereka berdua berbaring dengan guling sebagai sekat, sekat yang membatasi mereka karena belum ada kata siap. Sekat yang lembut tapi keras untuk diterjang.
Pikiran Bailla masih menerawang. Teringat Tangan Papi yang gemetar. Pelukan Pak Arya ke Arbil. Doa buat Sarah.
Dia takut. Takut salah. Takut gagal. Tapi dia juga lega. Karena untuk pertama kalinya, ada orang yang bilang, “Kalau lo gagal, bapak yang bangunin lagi.”
Arya juga tidak jauh beda pikirannya kembali kemasa dulu. Teringat dengan malam pengantin ia bersama Sarah. Sarah yang dengan ikhlas melepaskan masa depannya untuk Arya, memberi dengan cinta jiwa dan raganya . Sarah yang selalu menjadi bantal ketika ingin melepas lelah setelah berkerja.
Kini disamping dia ada sosok wanita muda yang dengan terpaksa melepaskan masa mudanya, terpaksa menjadi teman hidup yang ikut menanggung bebannya. Yang belum ada kata cinta dihatinya.
Sementara Bailla karena saking capeknya cepat terlelap dalam mimpi nya . dengkuran kecil terdengar lembut. Sesekali ia bergerak karena mungkin merasa tempat tidur nya sempit karena berbagai dengan orang lain. Beberapa kali Arya memperbaiki selimut nggak nyentuh kulit. Cuma narik ujungnya. Biar Bailla tidak kedinginan.
Jam 1 pagi.
Pak Arya masih melek. Dia inget janji sama Sarah. “Jaga anak-anak, ya, Arya. Kalau aku nggak ada, jaga mereka baik-baik.”
Dia nggak nyangka janji itu bakal dia tepati dengan cara begini.
Nikah lagi. Sama perempuan yang umurnya 16 tahun lebih muda. Perempuan yang belum tentu cinta dia.
Tapi dia nggak nyesel. Karena kalau nggak begini, Papi Bailla bakal kehilangan rumah. Mami Bailla bakal jual gelang terakhir. Bailla bakal drop out.
Dan anak-anaknya… akan kehilangan ibu lagi.
Jam 2 pagi, Pak Arya akhirnya merem. Tapi tidurnya nggak nyenyak. Setengah sadar. Takut Bailla kedinginan. Takut Bailla nggak nyaman. Takut dia kebablasan.
Jam 4 pagi,
Adzan Subuh berkumandang. Bailla bangun duluan. Dia liat Pak Arya masih tidur. Miring. Gulingnya masih jadi sekat. Nggak bergeser sama sekali. Dia bangun pelan. Wudhu. Sholat Subuh.
Pas selesai, Pak Arya udah bangun. Dia duduk di pinggir kasur.
Rambutnya berantakan. “Selamat Subuh, Bu Arya.”
Bailla ketawa kecil. “Selamat Subuh juga, Pak.”
Mereka nggak ngomong banyak. Tapi nggak canggung. Kayak ada sesuatu yang berubah. Nggak besar.
Cuma setitik. Tapi cukup buat bikin malam itu nggak terasa sia-sia.
...****************...
Not : Jangan lupa difollow ya gaaeees ,😉🥰