NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sapu Lidi dan Luka yang Menganga

Pagi yang mendung seolah mewakili suasana hati Setya. Mengenakan seragam biru kusam dengan tulisan Staf Kebersihan di punggungnya, Setya berdiri di depan gerbang gudang. Ia memegang sapu lidi yang kasar, menatap barisan truk yang mengantre masuk. Dulu, ia adalah orang yang memeriksa surat jalan di dalam kantor ber-AC. Kini, ia adalah orang yang harus membersihkan bekas ban truk yang membawa lumpur ke area parkir.

​Setya memulai pekerjaannya dengan berat hati. Setiap kali ada karyawan lama yang lewat, ia merasa mereka sedang berbisik-bisik menertawakannya.

​"Lihat itu, mantan bos jadi tukang sapu," bisik seorang supir truk yang dulu sering disuruh-suruh Setya.

​Setya hanya bisa menunduk, pura-pura sibuk menyapu dedaunan kering. Namun, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat sebuah mobil sekolah berhenti di depan gerbang. Ketiga anaknya—Liam, Sekar, dan Arjuna—turun dari mobil dengan seragam sekolah yang rapi dan tas bermerek yang baru.

​Jantung Setya berdegup kencang. "Anak-anak..." gumamnya lirih. Ia merindukan mereka. Ia rindu dipanggil "Ayah" dan dipeluk saat pulang kerja.

​"Liam! Sekar! Juna!" panggil Setya sambil melambaikan tangan, melupakan sapu lidi yang masih ia genggam.

​Ketiga anak itu menoleh. Sayangnya, tidak ada binar bahagia di mata mereka. Liam, yang paling besar, menatap Setya dengan tatapan dingin yang sangat mirip dengan tatapan Arumi. Sementara Sekar dan Arjuna justru terlihat takut dan bersembunyi di balik punggung kakak sulungnya.

​"Ayah ... kenapa Ayah pakai baju itu? Ayah jadi tukang sampah?" tanya Arjuna, si bungsu, dengan polosnya.

​Setya merasa jantungnya seperti diremas. "Ayah ... Ayah lagi bantu-bantu Bunda di sini, Nak. Sini, peluk Ayah sebentar," Setya mencoba mendekat dengan tangan yang masih kotor karena debu.

​"Jangan dekat-dekat, Pak!" Liam tiba-tiba bersuara dengan tegas. "Bunda bilang Ayah sedang sakit pikiran, makanya Ayah pergi dari rumah dan tinggal sama perempuan jahat itu. Dan Bunda bilang, kalau Ayah ada di sini, kami harus tetap sopan tapi jangan mau diajak pergi."

​"Liam, ini Ayah, Nak! Ayah minta maaf..."

​"Ayah yang minta maaf itu Ayah yang tidak membuat Bunda menangis tiap malam, Pak," potong Liam tajam.

"Ayo dik, kita masuk ke kantor Bunda. Di sana ada Om Dhanu yang janji mau bawakan mainan baru."

​Setya terpaku di tempatnya. Kalimat Liam barusan lebih tajam daripada belati manapun. Anak-anaknya sendiri memanggilnya Pak dan lebih memilih menunggu pria asing bernama Dhanu.

​Setya kembali bekerja dengan amarah yang tertahan. Ia menyikat toilet dengan tenaga ekstra, seolah ingin melampiaskan emosinya pada lantai porselen itu. Saat itulah, ia mendengar tawa riang dari ruang tunggu tamu yang berada tidak jauh dari area toilet.

​Ia mengintip dari balik pintu. Di sana, Arumi sedang duduk bersama Dhanu. Di depan mereka, Liam, Sekar, dan Arjuna sedang asyik membuka kotak-kotak mainan robot dan boneka besar yang dibawa oleh Dhanu.

​"Wah, Om Dhanu tahu saja aku suka robot ini!" seru Liam senang.

​"Om kan sudah janji. Kalau kalian rajin sekolah dan bantu Bunda, Om akan bawakan hadiah setiap minggu," ujar Dhanu sambil mengacak rambut Liam dengan akrab.

​Arumi tersenyum lebar, senyuman tulus yang sudah bertahun-tahun tidak pernah Setya lihat. "Dhanu, kamu terlalu memanjakan mereka."

​"Tidak apa-apa, Rum. Kebahagiaan mereka itu prioritas," jawab Dhanu sambil menatap Arumi dengan tatapan yang sangat dalam.

​Setya yang melihat adegan itu dari kejauhan merasa darahnya mendidih. Ia tidak tahan lagi. Dengan tangan yang masih memegang sikat toilet, ia keluar dan menghampiri mereka.

​"Hentikan semua ini!" teriak Setya.

​Semua orang di ruangan itu terlonjak kaget. Anak-anak langsung berlindung di belakang Arumi dan Dhanu.

​"Setya! Apa-apaan kamu?! Kembali ke pekerjaanmu!" bentak Arumi sambil berdiri melindungi anak-anaknya.

​"Rum, anak-anak ini anakku! Kenapa kamu biarkan pria asing ini mencuci otak mereka dengan mainan murahan ini?" Setya menunjuk Dhanu dengan wajah merah padam. "Dan kamu, Dhanu! Jangan sok jadi pahlawan di sini. Kamu cuma orang asing!"

​Dhanu berdiri dengan tenang, ia merapikan jasnya tanpa terlihat gentar sedikit pun. "Orang asing yang peduli jauh lebih baik daripada ayah kandung yang menelantarkan keluarganya demi wanita lain, Setya. Kamu harusnya malu bicara soal hak, saat kamu sendiri membuang tanggung jawabmu."

​"Kurang ajar kamu!" Setya mencoba merangsek maju, tapi satpam gudang yang sudah bersiaga segera memegangi lengan Setya.

​"Lepaskan! Aku ini ayahnya!" Setya meronta-ronta.

​"Setya, cukup!" suara Arumi menggelegar di ruangan itu. "Kalau kamu sekali lagi membuat keributan dan menakut-nakuti anak-anak, aku akan membatalkan permintaan Ibu. Aku akan memecatmu saat ini juga dan memastikan kamu tidak akan pernah bisa melihat anak-anak seumur hidupmu!"

​Setya seketika lemas. Ancaman Arumi bukan main-main. Ia melihat wajah ketiga anaknya yang menatapnya dengan penuh ketakutan, bukan rasa sayang.

​"Bunda, suruh orang itu pergi ... aku takut," isak Sekar sambil memeluk pinggang Arumi.

​Setya merasa hatinya hancur berkeping-keping. Pria itu—Dhanu—kemudian berjongkok di depan anak-anak dan membujuk mereka dengan lembut agar masuk ke ruang dalam. Sikap Dhanu yang sangat berkelas itu justru membuat Setya terlihat semakin kerdil dan menjijikkan.

​Arumi mendekati Setya yang masih dipegangi satpam. "Kamu ingin dihormati sebagai ayah, Setya? Maka bekerjalah. Bersihkan kotoran itu dengan benar. Karena di mata anak-anak sekarang, kamu tidak lebih dari staf kebersihan yang tidak mereka kenal. Jika kamu ingin mengubah itu, butuh waktu bertahun-tahun untuk menebus dosamu, bukan dengan teriakan konyol seperti ini."

​Arumi memberi kode pada satpam untuk melepaskan Setya. "Bawa dia kembali ke area belakang. Dan potong gajinya hari ini karena mengganggu ketenangan kantor."

​Setya diseret keluar seperti pesakitan. Sepanjang jalan menuju area sampah, ia hanya bisa menangis tanpa suara. Ia melihat tangannya yang kasar dan bau karbol. Ia teringat bagaimana dulu Arumi selalu menciumi tangan itu saat ia pulang kerja. Sekarang, tangan yang sama bahkan tidak boleh menyentuh ujung baju anaknya sendiri.

​Malam harinya, Setya duduk di pojok gudang sendirian, memakan nasi bungkus sisa pemberian Kak Nia. Ia menatap bintang-bintang di langit.

Di pikirannya, ia mulai merencanakan sesuatu yang picik. Ia tidak bisa membiarkan Dhanu merebut posisinya. Ia harus mencari cara agar Dhanu terlihat buruk di mata Arumi, meskipun ia harus mempertaruhkan pekerjaannya yang tersisa.

​Setya belum tahu, bahwa di penjara sana, Raya sedang menghadapi penderitaan yang tak kalah hebat.

1
Risa Virgo Always Beau
Raya ngga usah turutin Valerie
Risa Virgo Always Beau
Dhanu Valerie dendam sepertinya ke kamu
Yayang Suami Risa
Raya makanya jangan gegabah
Yayang Suami Risa
Valerie mending cari pria lain saja
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
raya jngan mau, kalau gagal kamu msuk penjara lagi
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
setya maksudnya apa ngomong kek gtu🙄
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
nyesel ga ada gunnaya skrng
kamu yang bikin semua hancur setya
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
kasian ibunya smpai sakit gara" anak durhaka
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
itu karena kesalahan dia sndri
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
dari pada ga diganti, mending dipotonh
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
knp baru sadar sekarang😭😭😭😭
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
nah iya ,ibumu dh baik tapi kamu malhan ngelunjak😭
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
dari pada kelaperan mending ambil uangnya
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
kamu demi raya kan, makan itu penyesalan
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
setya bodoh demi raya dia melawan ibunya 😭
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
iya demi raya kamu ninggalin semuanya
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
engga berhak cemburu iya
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
wah dhanu kayanya naksir arumi
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
enak kan posisi kamu digantikan smaa dhanu haha
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
gmn ga hukum kamu, kamu celakain anakmu demi buat dhanu jelek dimata arumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!