NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 2

Matahari hari Senin terbit dengan cerah di langit Depok.

Bu Sri terkejut setengah mati saat keluar ke teras dan melihat anak laki-lakinya sudah rapi mengenakan jaket ojol hijau yang bersih dan wangi, lengkap dengan helm di tangan.

"Kevin? Kamu... kesambet setan warkop mana? Kok udah rapi?" tanya Bu Sri heran.

Kevin tersenyum lebar, menyalami tangan ibunya dengan takzim.

"Kevin mau kerja, Bu. Doain hari pertama narik ojek lancar ya."

Sebelum ibunya sempat bertanya dari mana dia dapat motor matic bongsor yang terparkir di halaman, Kevin sudah naik ke atas joknya.

Begitu Kevin memutar kunci kontak, sebuah panel hologram tipis yang hanya bisa dilihat olehnya muncul di atas speedometer.

[Status Motor: Siap Tempur. Mode: Urban City. Kecepatan Maksimal: 320 km/jam (Terbatasi Sistem agar tidak menimbulkan kepanikan massal).]

"Gila..." bisik Kevin.

Begitu dia menyalakan mesin, suaranya terdengar sangat halus, hampir tak terdengar, berkat teknologi peredam suara tingkat dewa dari sistem.

Tapi Kevin bisa merasakan getaran tenaga raksasa di bawah selangkangannya.

Kevin menghidupkan aplikasi ojol khusus dari sistem di ponselnya.

Tidak butuh waktu dua menit, bunyi nyaring terdengar.

Ding! Orderan Masuk!

Nama Penumpang: Viola.

Lokasi Penjemputan: Perumahan Elit Pesona Khayangan.

Tujuan: SMA Garuda Depok.

Catatan: "Tolong cepat ya Bang, saya sudah telat ujian matematika! Kalau telat saya kasih bintang 1!"

"Bintang satu? Wah, jangan main-main sama ruko Margonda gue, Dek!"

cetus Kevin. Dia langsung menarik gas.

WUSH!

Kevin hampir terjungkal ke belakang jika sistem tidak memberikan Kemampuan Refleks Dewa Berkendara.

Motor itu melesat bagai anak panah, berbelok di gang-gang sempit Depok dengan kemiringan ekstrem mirip Marc Marquez di sirkuit Mandalika, namun anehnya, Kevin merasa sangat stabil dan aman.

Hanya dalam waktu 3 menit, Kevin sudah sampai di depan gerbang rumah megah di Pesona Khayangan.

Di sana, seorang gadis SMA dengan seragam OSIS yang rapi, berwajah dingin namun sangat cantik dengan rambut dikuncir kuda, sedang cemas melihat jam tangannya. Itu Viola.

"Atas nama Viola?" tanya Kevin ramah sambil membuka kaca helmnya.

Viola menatap Kevin dengan dahi berkerut. Dia agak terkejut melihat driver ojolnya ternyata seorang pemuda yang cukup tampan, bersih, dan mengendarai motor yang tampak sangat terawat.

"Iya. Bang, ini tinggal 7 menit lagi gerbang sekolah ditutup. Dari sini ke jalan raya aja macetnya parah. Bisa cepet gak?"

"Pakai helmnya, Dek.

"Pegangan yang erat, dan jangan lupa berdoa,"

kata Kevin dengan nada tenang namun penuh percaya diri.

Viola mendengus, menganggap itu hanya bualan driver biasa.

Dia naik ke boncengan dengan posisi agak menjauh. Namun, begitu Kevin memutar gas keluar dari kompleks menuju jalur utama Margonda yang terkenal padat merayap di pagi hari, Viola langsung menjerit kecil.

BRRRMM!

NMAX itu membelah kemacetan. Di mata Viola, motor ini seperti menembus ruang dan waktu.

Kevin selap-selip di antara mobil-mobil pribadi dan angkot Depok dengan kecepatan yang tidak masuk akal, namun herannya, gerakannya sangat mulus.

Tidak ada guncangan kasar. Jarak antar spion mobil hanya tersisa beberapa milimeter, tapi Kevin melewatinya seolah dia punya mata di setiap sudut motornya.

Karena syok dan takut jatuh, Viola tanpa sadar langsung memeluk pinggang Kevin dengan sangat erat, menyandarkan wajahnya di punggung Kevin.

"Bang! Ini motor atau roket sih?!"

teriak Viola di balik helm, jantungnya berdegup kencang bukan cuma karena kecepatan motor, tapi juga karena aroma parfum maskulin dari jaket Kevin yang entah kenapa membuat wajahnya mendadak merona merah.

Kevin hanya tersenyum di balik helmnya.

"Ini namanya kekuatan pelayanan prima, Dek!"

Tepat pukul 06:58, dua menit sebelum gerbang SMA Garuda ditutup, motor Kevin berhenti dengan ngerem mendadak yang sangat presisi di depan sekolah.

Viola turun dengan kaki yang sedikit gemetar, wajahnya syok sekaligus takjub.

Perjalanan yang biasanya memakan waktu 20 menit di jam macet, diselesaikan Kevin dalam waktu kurang dari 5 menit.

"S-Sesuai aplikasi ya, Bang,"

kata Viola, mencoba mengembalikan ekspresi dinginnya, walau detak jantungnya masih karuan.

"Siap. Jangan lupa bintang limanya ya, Dek. Sukses ujiannya,"

ujar Kevin sambil mengedipkan sebelah mata, lalu memutar motornya dan melesat pergi, meninggalkan Viola yang berdiri terpaku di depan gerbang.

Gadis itu menatap ponselnya, melihat profil driver bernama Kevin Wijaya. Wajah Viola memerah.

"Driver aneh... tapi, kok keren sih?" gumamnya pelan.

Sementara itu, di dasbor ponsel Kevin, sebuah notifikasi muncul.

[Orderan 1 Selesai. Rating: Bintang 5!]

[Kepuasan Penumpang Terdeteksi Tinggi. Bonus Tersembunyi: Viola mulai tertarik pada Anda. Score Harem +1.]

Kevin yang sedang melaju langsung tersedak ludahnya sendiri.

"Hah? Score Harem? Sistem, lu jangan bercanda ya! Gue cuma mau dapet Ruko di Margonda!"

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!