NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:940
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #02

Namun jika putri salju adalah orang yang lemah lembut ini malah berbading terbalik dengan Clara, dia adalah gadis nakal dan kasar juga tidak mendengar apapun yang di katakan orang terhadap dirinya yang selalu saja membuat ulah di sekolah bahkan melakukan bulian terhadap orang-orang yang ia tidak suka.

Usianya baru saja delapan belas tahun dan sekarang menduduki bangku kelas sebelas. Clara bukanlah gadis mungil, ia memiliki kaki jenjang dan tinggi serta tubuh yang memiliki body yang bagus banyak laki-laki di sekolah nya menyukai Clara hanya karena melihat tubuh nya.

"Clara! Ternyata Lo di sini," kata seseorang yang saat itu telah berdiri di belakang Clara dan Nola.

Clara dan Nola pun seketika menoleh ke belakang melihat siapa yang telah memanggil nya.

"Kak Brayen," ujar Clara berdiri dari duduknya dan menghampiri Brayen sang kakak kelas yang berhasil membuat nya jatuh cinta sejak saat pertama kali masuk sekolah.

"Lo benar-benar keterlaluan ya Clara, gue baru gak masuk sekolah satu hari Lo udah bikin Yuna masuk rumah sakit! Lo keterlaluan banget sih emang Yuna punya salah apa sih sama Lo?" kata Brayen dengan wajah marah nya.

"Kak Brayen, aku minta maaf tapi ..."Clara menghentikan kalimat nya, saat melihat seseorang yang menghampiri mereka.

"Kenapa diem? Gue tau Lo gak suka sama Yuna karena dia miskin dan cuma anak seorang pembantu tapi Lo gak boleh semena-mena sama orang hanya karena Lo orang kaya Clara, cam kan itu," kata Brayen menunjuk Clara dan kemudian berlalu pergi dari hadapan Clara dan Nola.

"Kejadian nya gak begitu," batin Clara tak bisa berkata apa-apa ketika Brayen begitu kasar terhadap dirinya.

"Clara Lo yang sabar ya, gue tau perasaan Lo tapi wajar sih kalau Brayen marah, Yuna kan sepupunya," kata Nola yang juga tidak tau kejadian sebenernya seperti apa.

"Ya gue ngerti, gue mau pulang dulu Lo mau ikut gak?" Dengan sekejap Clara mengalihkan topik pembicaraan mereka, wajah nya terlihat kembali biasa saja menanggapi hal tersebut.

"Tapi ini masih pagi loh Clara, kita masih banyak mata pelajaran, kalau kita cabut sekarang bisa-bisa kehilangan banyak mata pelajaran kan gak lama lagi kita ujian," kata Nola menahan tangan Clara yang hendak pergi.

"Gue gak peduli, kalau Lo gak mau ikut Lo mendingan masuk kelas," kata Clara yang kemudian meningalkan Nola sendirian.

Ia memanjat pagar taman belakang sekolah lalu menghilang di balik semak-semak.

"Kenapa sahabat gue harus secowok itu sih astaga," batin Nola yang menyerah menghadapi Clara.

Namun saat Nola hendak memanjat pagar dengan susah payah dirinya tiba-tiba kepergok dengan scurity yang sedang menanti.

"Hey mau kemana kamu? Cepat turun!" Kata secruti sekolah dengan mata galak menatap Nola.

"Ah, anu pak, saya ... Sa- saya, saya mau pipis." Kata Nola terbata-bata.

"Pipis apanya, kamu pikir di sekolah ini tidak ada toilet nya? Cepat turun sebelum saya bawa kamu ke guru BK," kata pak security tersebut mengancam Nola.

"Ba-baik pak," kata Nola yang kemudian berusaha turun kembali.

Ia pun akhirnya tidak jadi mengikuti Clara yang kabur dari sekolah.

Sementara itu sepasang mata terlihat mengamati mereka sejak dari lama.

"Ada-ada saja," ujar seorang laki-laki yang kemudian kembali masuk ke dalam ruangan guru.

Malam harinya.

Kini Clara baru saja tiba di rumah nya, ia pulang sekolah dari jam sembilan pagi namun baru tiba di rumah saat jam delapan malam.

Ia mengendap-endap masuk dan melangkah menaiki satu persatu anak tangga dengan pelan mengira kalau mama dan papa nya sudah tidur.

Namun tiba-tiba lampu pun menyala, baru tiga anak tangga berhasil Clara naiki ia sudah tau saat menyala nya lampu itu artinya ia ketahuan.

"Pa, ma," kata Clara berjalan menghampiri mama dan papa nya yang saat itu sedang duduk di Sofa ruang tengah rumah mewah tersebut.

"Clara, dari mana kamu," ujar sang papa dengan tatapan tajam dan wajah datar.

"Dari ... Itu pa, tadi ada tugas sekolah jadi aku mengerjakan nya di rumah Nola iya setelah selesai baru aku kembali," kata Clara sambil tersenyum.

"Cukup Clara, mama sudah menelpon mama nya Nola dan dia bilang kamu tidak ada di rumah nya, kamu ini mau jadi apa? Sampai kapan kamu seperti ini nakal dan tidak bisa di atur!" kata mama nya Clara yang berdiri dari duduknya dengan kesal menatap Clara anak satu-satunya yang tidak bisa di atur.

"Sayang, masuk lah ke kamar ada yang ingin aku bicarakan kepada mu nanti, Clara biar aku yang urus," kata papa Ferguson kepada istri nya yang sudah tidak bisa menahan emosi.

Sang mama pun akhirnya berjalan pergi sambil meningalkan tatapan tajam nya kepada Clara yang tidak bisa di didik itu.

"Kenapa mama semarah itu sih pa? Ini kan cuma masalah sepele," kata Clara yang kemudian menyilang kan tangan nya ke bawah dada.

"Sepele kata mu? Clara kau membuat seorang gadis masuk rumah sakit dan kedua orang tua nya di menerima uang dan ingin melaporkan mu ke pada polisi apakah itu hal yang sepele?" kini malah sang papa yang mulai emosi dengan ucapan Clara.

"Alah lebay banget sih pa aku kan juga gak sengaja bikin dia jatuh terus kepala nya kebentur batu juga aku kan gak ada bikin batu nya kena kepala dia itu kan murni sendiri tapi kalau mereka mau lapor polisi sih gak masalah pa, aku bisa kok bela diri sendiri," ucap Clara yang sama sekali tidak ada takut-takut nya.

"Clara kamu! ..." Belum sempat Ferguson melanjutkan bicara nya, Clara telah berlari menaiki tangga meningalkan sang papa.

"Clara benar-benar keterlaluan," kata sang papa sambil mengepalkan tangannya menahan emosi.

Sang papa pun kemudian berjalan masuk ke dalam kamar nya karena tau mama nya Clara sudah pasti menunggu kedatangan nya.

"Hikssss ... Hiksss ... Hikssss ..." terdengar suara isak tangis mama Reina yang membuat pilu hati Ferguson sebagai seorang suami istri nya selalu menangis hanya karena ulah Clara yang lebih nakal dari seorang laki-laki.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!