" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
" Meera semakin lama semakin cantik ya,kau tak merindukan nya? sudah hampir satu bulan kalian tidak pernah bertemu" Damares bertanya pada pangeran Rafael, Damares adalah calon asisten pribadi nya sekaligus sahabat nya,ia adalah putra dari salah satu pejabat penting kerajaan, sedangkan Alexander memilih diam,ia tak terlalu suka mencari masalah dengan sahabatnya itu.
" Kalau kau berani menatap nya lagi lebih dari lima detik akan ku pastikan bola mata mu itu akan berpindah dari tempatnya" bukan nya menjawab, Rafael justru memberikan sebuah ancaman yang bahkan sahabatnya itu tak pernah menduganya, Alexander mengulum senyum, sedangkan Damares memutar bola matanya.
Damares menatap cengo wajah dingin sahabat sekaligus pangeran nya " maafkan saya pangeran,saya salah" dengan cepat Damares mengubah nada bicaranya ke mode resmi,belum tau apa yang membuat mood tuan muda nya buruk, yang pasti ia tau tuan mudanya itu sedang tak bisa di ajak mengobrol santai, terlebih bercanda.
" Siapkan kuda,aku ingin berkuda dan aku ingin sendiri" Rafael memberikan perintah.
" Baik yang mulia " dengan patuh Damares menjalankan perintah sang pangeran,sejak kepulangan mereka dari luar negeri, pangeran nya itu terlihat gelisah dan tertekan,dan ia akan mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.
Sedangkan di Bandara internasional negara tersebut, wartawan terlihat begitu antusias tengah meliput sebuah berita tentang kepulangan putri dari salah satu pengurus kerajaan, seorang wanita anggun yang di kenal pintar dan berprestasi di bidang seni.
Dia Camelia,gadis yang terlihat begitu anggun,lembut dan dewasa, pembawaan nya begitu tenang sehingga membuat banyak mata yang menatapnya kagum dan memujinya, terlebih di ketahui ia dekat dengan pangeran Rafael,putra satu-satunya raja negara tersebut.
Hampir semua stasiun televisi menayangkan tentang kepulangan nya dan mengaitkan nya dengan sang calon raja negara itu, bagaimana tidak, kepulangan keduanya hanya terpaut dua hari saja, terlebih banyak foto-foto yang menampilkan kedekatan mereka saat sang pangeran berada di luar negeri.
Semua berita itu tak luput dari perhatian Nymera,gadis belia itu merasa tidak nyaman,hatinya merasa sangat tidak terima, dengan hati kesal ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
📱"- Halo..kakak apakah semua berita di televisi dan media sosial itu benar?" tanya Meera to the point,ia gadis yang tak pandai berbasa-basi, sikapnya memang terlihat begitu kekanakan dan manja.
📱" - Kau menghubungi ku hanya untuk menanyakan hal itu? " bukan nya menjawab, yang di tanya justru bertanya balik.
📱-" Tapi...." belum selesai Meera bicara.
Tut..Tut..Tut..
panggilan terputus, dan dari pihak seberang sana lah yang memutuskan nya,hal itu membuat Meera terdiam seraya menatap ponselnya, matanya berkaca-kaca di sertai wajah sendu.
" Kamu jahat kak,selalu jahat padaku" gumam nya lirih dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipi mulusnya.
lamunan Meera buyar saat suara sang mama memanggilnya" Meera.. sayang,mobil mu sudah siap" sesuai jadwalnya,sore ini ia di haruskan mengikuti kursus di aula kerajaan.
Meera mengusap kasar wajahnya" ma,boleh ngak Meera izin tidak masuk hari ini? Meera capek " hatinya tengah tidak baik-baik saja,ia merasa tidak mampu untuk melakukan aktifitas apapun dan berharap sang mama memakluminya.
Bagaimana pun,ia masih gadis remaja, usianya baru 15 tahun, pemikiran nya masih labil, walaupun faktanya ia di paksa dewasa dengan berbagai pendidikan di kerajaan yang wajib ia ikuti dan ia merasa mampu melakukan semua itu hanya karena satu alasan,yaitu karena ia merasa mencintai pangeran Rafael dan ia ingin memperjuangkan nya,di luar fakta bahwa mereka memang telah di jodohkan.
Cek lek.... mendengar jawaban sang putri, nyonya Vanessa Lennox membuka pintu kamar sang putri dan melangkah masuk, terlihat Meera yang tengah tidur miring di atas ranjang nya, menatap ke luar jendela.
" Sayang...guru privat kerajaan mengatakan bahwa hari ini kamu akan belajar tata cara menyambut tamu kerajaan, sekaligus belajar bahasa Jerman, bukankah kamu baru menguasai tiga bahasa dan masih harus mempelajari dua bahasa asing lagi" .
nyonya Vanessa terus berbicara seraya berjalan menghampiri ranjang sang Putri" tubuh mu tidak panas,mama akan siapkan pakaian mu,kau bersihkan wajah mu " jika sudah seperti itu,maka artinya Meera tidak di izinkan untuk menolak, terlebih sang mama sudah meraba keningnya untuk memastikan suhu tubuh nya.
Nyonya Vanessa memang sudah sangat hafal cara mengetahui kondisi tubuh sang putri, karena setiap kali tubuhnya merasa tidak nyaman,maka suhu tubuhnya akan naik, maka itu Meera akan sangat sulit membohongi orang-orang terdekatnya tentang kondisi tubuh nya.
" Meera memang tidak sakit ma,tapi lelah, Meera merasa sangat lelah" jawab Meera.
mendengar jawaban sang putri, nyonya Vanessa kembali mendekat dan duduk di pinggir ranjang,di hadapan sang putri.
" Kenapa Hem? apakah karena berita yang tengah viral itu? pangeran Rafael itu calon penerus tahta,maka sudah pasti akan banyak berita tentang nya,kamu tidak perlu memikirkan tentang semua itu,kamu tetap yang akan menjadi ratu nya" bujuk nyonya Vanessa pada sang Putri.
wanita paruh baya itu percaya pada keputusan raja, mereka adalah teman sejak sama-sama menempuh pendidikan di yayasan kerajaan dan di luar negeri, terlebih keluarganya juga selalu menjalin kerjasama dengan pihak kerajaan,dan hubungan mereka juga sangat baik, keluarga nya adalah keluarga pengusaha paling di segani di negara itu setelah keluarga kerajaan, walaupun mereka bukan berasal dari keluarga kerajaan,namun sudah sejak turun temurun keluarga mereka adalah keluarga kaya raya.
" Ayo...cepat,mobil mu sudah menunggu,kamu harus kuat menghadapi berita-berita seperti itu, kedepannya akan di pastikan akan lebih banyak lagi, bukankah kamu sangat ingin bersama pangeran Rafael? maka lebih dewasa lah " nasehat nya tegas.
Akhirnya, walaupun dengan sangat berat hati, Meera mengikuti perkataan sang mama,ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sedangkan sang mama bersiap mempersiapkan segala keperluan nya, mulai dari pakaian sampai hal sedetail mungkin.
" Your beautiful baby...kamu putri mama,wanita yang paling pantas menjadi pendamping pangeran Rafael" puji nyonya Vanessa untuk sang putri.
Tak pernah ada yang mengatakan putrinya tidak cantik,semua mata yang menatapnya akan mengakui kecantikan gadis remaja itu,begitu banyak para pengusaha dan rekan bisnis sang papa meminta izin untuk meminang nya menjadi calon menantu mereka.
Sang mama memilihnya untuk mengenakan dress berwarna hitam,semakin memperjelas kulitnya yang putih bersih bak susu, Meera hampir tak pernah memilih sendiri segala pakaian nya saat bepergian,jika bukan sang mama maka akan ada pelayan khusus yang akan menyiapkan segala keperluan nya.
dia hanya rubah yang licik
apakah kamu penggemar rahasia
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
ngelunjak ya
minta di geprek kau
dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭
ish is tak patut
tak patut
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂
asal lu tau aja..Camila itu siluman ular.
Ayo Gio..aku mendukungmu 💪