Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.
Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.
Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2: HUTAN KABUT DAN TANAMAN ANEH
BAB 2: HUTAN KABUT DAN TANAMAN ANEH
Kabut putih memenuhi setiap sudut Hutan Kabut Gelap.
Pepohonan tua menjulang tinggi seperti pilar raksasa yang menopang langit. Akar-akar besar menjalar di atas tanah, membentuk jalan alami yang berliku ke berbagai arah.
Chen Mo berjalan perlahan sambil memperhatikan sekeliling.
Sudah hampir dua jam sejak ia meninggalkan Sekte Awan Hijau.
Awalnya ia masih bisa mengikuti jalan setapak yang dibuat para pemburu dan murid sekte.
Namun sekarang...
Ia tidak tahu sedang berada di mana.
Chen Mo berhenti dan melihat ke kiri.
Kabut.
Ia melihat ke kanan.
Masih kabut.
Ia menoleh ke belakang.
Tetap kabut.
Setelah terdiam cukup lama, ia mengangguk pelan.
"Baiklah."
"Aku tersesat."
Tidak ada yang menjawab.
Beberapa detik kemudian sebuah layar muncul.
【Kesalahan】
Chen Mo memutar matanya.
"Aku tidak bertanya padamu."
【Kesalahan】
"Diam."
Layar itu akhirnya menghilang.
Chen Mo menghela napas panjang.
Jika sistem ini bisa dijual, mungkin bahkan pemulung tidak akan mau menerimanya.
Perutnya mulai terasa lapar.
Sejak pagi ia belum makan apa pun.
Perjalanan yang lebih lama dari perkiraan membuat tenaganya terkuras cukup banyak.
Saat itulah matanya menangkap sebuah semak dengan buah merah cerah yang tumbuh di dekat akar pohon.
Buah-buah itu terlihat segar dan mengilap.
Sangat menggoda.
Chen Mo mendekat.
Pengetahuan botani yang ia miliki dari dunia modern memang tidak terlalu luar biasa, tetapi setidaknya ia tahu bahwa warna mencolok sering kali berarti bahaya.
Meski begitu, rasa lapar membuatnya ragu.
"Mungkin aman."
Tangannya perlahan mendekati salah satu buah.
Tiba-tiba layar sistem muncul.
【Peringatan】
Chen Mo langsung menarik tangannya.
Untuk pertama kalinya hari itu, wajahnya menunjukkan ekspresi serius.
Layar kembali berkedip.
【Tingkat Bahaya Tinggi】
【Kemungkinan Keracunan: 87%】
Chen Mo menelan ludah.
Ia segera mengambil ranting kecil dari tanah lalu menusuk salah satu buah.
Tidak sampai lima napas kemudian, ujung ranting itu berubah hitam pekat.
Chen Mo langsung mundur dua langkah.
"Pantas saja."
"Ternyata aku hampir bunuh diri."
Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sistem benar-benar berguna.
Meski hanya sekali.
Chen Mo mengangguk puas.
"Hari ini aku memaafkan semua hinaan yang pernah kukatakan padamu."
Beberapa saat kemudian layar kembali muncul.
【Data Tidak Diperlukan】
Chen Mo terdiam.
"Baiklah."
"Aku tarik kembali maafku."
Perjalanan berlanjut.
Namun semakin jauh ia masuk ke dalam hutan, semakin aneh suasananya.
Kabut semakin tebal.
Suara burung menghilang.
Bahkan sinar matahari sulit menembus pepohonan tua di atas.
Saat sedang berjalan, suara mekanis tiba-tiba kembali terdengar.
【Energi Tinggi Terdeteksi】
Mata Chen Mo langsung berbinar.
"Harta karun?"
Ia segera melihat ke sekeliling.
Tidak ada.
Yang terlihat hanya pohon, akar, dan kabut.
Layar kembali berkedip.
【Energi Tinggi Terdeteksi】
Chen Mo mulai mencari lebih teliti.
Lima menit berlalu.
Sepuluh menit berlalu.
Akhirnya ia menemukan sumber yang dimaksud sistem.
Rumput.
Hanya sehelai rumput liar yang tumbuh di sela-sela batu.
Chen Mo menatap rumput itu cukup lama.
Lalu menatap layar sistem.
Kemudian menatap rumput itu lagi.
"Kau serius?"
【Energi Tinggi Terdeteksi】
Chen Mo mencabut rumput tersebut.
Tidak terjadi apa-apa.
Ia bahkan mencoba memasukkan sedikit energi spiritual ke dalamnya.
Hasilnya tetap sama.
Rumput biasa.
Rumput yang bahkan kambing mungkin akan berpikir dua kali sebelum memakannya.
"Kau benar-benar rusak."
【Energi Tinggi Terdeteksi】
"Ini rumput."
【Energi Tinggi Terdeteksi】
"Ini bukan harta karun."
【Energi Tinggi Terdeteksi】
Chen Mo akhirnya melempar rumput itu sejauh mungkin.
Baru setelah itu layar sistem menghilang.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia kalah berdebat dengan rumput.
Saat sedang mengutuk sistem dalam hati, suara gesekan dedaunan terdengar dari semak-semak.
Chen Mo langsung waspada.
Tangannya meraih batu tajam yang selama ini ia gunakan sebagai senjata darurat.
Beberapa saat kemudian seekor makhluk kecil melompat keluar.
Tubuhnya hanya sebesar kucing.
Bulunya abu-abu.
Ekornya panjang dan lebat.
Sepasang matanya terlihat sangat licik.
Tupai Berbisa Kecil.
Chen Mo pernah membaca tentang makhluk itu di perpustakaan sekte.
Meskipun ukurannya kecil, gigitan dan cakarnya mengandung racun ringan.
Namun yang lebih terkenal adalah sifatnya yang sangat menyebalkan.
Tupai itu menatap Chen Mo.
Chen Mo menatap balik.
Mereka saling diam selama beberapa detik.
Lalu tupai itu tiba-tiba mengambil sesuatu.
Sebuah biji keras meluncur ke arah Chen Mo.
Tok.
Biji itu tepat mengenai dahinya.
Chen Mo membeku.
Tupai itu juga membeku.
Mereka saling menatap lagi.
Chen Mo perlahan menyentuh dahinya.
Rasa sakitnya tidak seberapa.
Namun harga dirinya mengalami kerusakan yang cukup serius.
"Aku baru saja diserang seekor tupai."
Tupai itu tampak bangga.
Bahkan mengangkat dada kecilnya.
Chen Mo mengambil batu dari tanah.
Tupai itu langsung berbalik dan kabur secepat kilat.
Dalam beberapa napas saja, makhluk itu sudah menghilang ke dalam kabut.
Chen Mo berdiri di tempat.
Ia tidak tahu harus marah atau tertawa.
Hari ini benar-benar tidak berjalan sesuai harapan.
Tersesat.
Hampir keracunan.
Ditipu rumput.
Lalu dihina seekor tupai.
Jika ada orang yang melihatnya sekarang, mereka mungkin akan mengira dirinya sedang menjalani hukuman.
Saat hendak melanjutkan perjalanan, sesuatu menarik perhatiannya.
Di balik akar pohon tua yang besar, terdapat cahaya ungu samar.
Chen Mo segera mendekat.
Semakin dekat ia berjalan, semakin jelas cahaya tersebut.
Di sana tumbuh sebuah tanaman yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Batangnya setinggi lutut.
Daunnya berwarna hijau tua.
Sementara bunga di puncaknya berwarna ungu pekat dan memancarkan cahaya redup.
Kabut di sekitarnya bergerak perlahan mengelilingi tanaman itu.
Seolah sedang melindunginya.
Chen Mo berjongkok.
Ia mencoba mengingat seluruh pengetahuan tumbuhan yang pernah ia pelajari di dunia modern.
Tidak ada yang cocok.
Tanaman ini jelas bukan tumbuhan biasa.
Saat itulah layar sistem muncul kembali.
Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda.
Tidak ada pesan kesalahan.
Tidak ada peringatan.
Tidak ada tulisan apa pun.
Layar transparan itu hanya muncul begitu saja.
Lalu...
Bergetar.
Getarannya sangat halus pada awalnya.
Namun perlahan semakin kuat.
Semakin lama semakin cepat.
Mata Chen Mo membelalak.
Tiga tahun.
Selama tiga tahun penuh, ia tidak pernah melihat sistem bereaksi seperti ini.
Getaran itu terus berlanjut.
Layar sistem bahkan mulai berkedip-kedip.
Seolah sedang mengalami gangguan besar.
Atau justru sedang berusaha melakukan sesuatu.
Chen Mo perlahan mengulurkan tangannya ke arah bunga ungu tersebut.
Jantungnya berdetak semakin cepat.
Entah mengapa, ia merasa tanaman ini berhubungan dengan sistem rusaknya.
Saat ujung jarinya hampir menyentuh kelopak bunga, getaran layar menjadi semakin hebat.
Untuk sesaat, seluruh layar tampak dipenuhi retakan cahaya.
Chen Mo menahan napas.
Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Namun satu hal sangat jelas.
Sistem yang telah rusak selama tiga tahun akhirnya menunjukkan perubahan.
Masalahnya adalah...
Apakah sistem mulai berfungsi?
Atau justru kerusakannya semakin parah?