Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.2: Kehidupan Menyebalkan
Jawabanku membuat sekelilingku menjadi gelap. Suara selanjutnya adalah: [Tubuh aslimu diisi oleh seorang bayi bernama James Darren, begitupun sebaliknya. Ini mimpi oke! Sisanya, diriku benar-benar nggak bakal datang lagi.]
[Oh benar! informasi terakhir adalah di duniamu sekarang, Takeuchi Hideki berjalan sendirian pada malam hari setelah keluar dari tempat terlarang. Dia mati dan... James Darren selesai sudah hidupnya.]
[Sisanya untuk sekarang adalah tubuh bernama James Darren yang diisi olehmu. Hahaha, semoga beruntung dan selamat dari kematian sekarang serta dirimu bisa menjelajah sebanyak yang kau inginkan. Juga... Ganti namanya boleh kok!]
Suara itu pun benar-benar hilang dan pandanganku perlahan berisi. Di depanku saat ini terdapat sepasang mata hijau.
Ruangan sekitarku sangatlah gelap dan diriku lagi terbaring tanpa berkata apa-apa. sepasang mata hijau ini bergumam marah. “James! Mama dan Papamu sudah tiada.”
“Hanya tersisa kau dan aku saja, hehehe. Sebagai pria dewasa, waktunya membunuh__mu...”
Dor! Suara tembakan peluru muncul dan aku cuman bisa berkedip sebentar. Tunggu!? Baru aja bangun, tiba-tiba udah dikasih sebuah kejutan mengerikan! apa-apaan hidup anak ini!?
Bisa-bisanya dia dihadapkan sebuah kematian yang hampir terjadi. Untung saja, karena aku bukanlah dia, jadinya nggak pingsan atau nangis.
Suara tembakan tadi adalah dari seorang pria tua bermata biru. Dia tengkurap dengan punggungnya berdarah banyak.
Kayaknya pria tua ini adalah ayahnya. Dan di belakang sana harusnya ibunya. “Jaga dirimu dengan baik, __ __”
? ada apa? kenapa dia nggak ngomong tentang namaku? baru aja diriku bertanya demikian, tiba-tiba saja di depanku sebuah layar nickname muncul. Menyuruhku memasukkan sebuah nama.
Dengan jari jemari kecil dari bayi ini, aku bisa menuliskan namaku. Takeuchi Hideki. Setelah itu, ayahnya lanjut berkata:
“Takeuchi Hideki!”
Dia menutup matanya perlahan dan tidak sadarkan diri lagi begitupun dengan sang ibu di belakang.
Bisa di bilang, aku saat ini hidup sendirian dan pria bermata hijau, sedikit terlihat memakai jubah hitam.
Jubah hitamnya kayaknya bisa berwarna apa saja. karena gelap, jadinya begitu saja yang bisa ku lihat. Ketika mencoba membuka mulut, suaraku cuman: “Eyaa!! Eyaa!!!”
...Ahaha, ini adalah hal yang sangat wajar. Sebagai seorang bayi, aneh kalau bisa bicara. Mengatakan satu kata juga berakhir nangis, itulah bayi. Dan juga...
Sekarang aku harus bagaimana? kedua orang tuaku mati tepat dihadapanku, pembunuhnya pun, dan... harus ngapain selanjutnya? Ikutan atau bakal menjalani kehidupan lain di dunia entah di mana ini?
Pemikiran itu berakhir dalam beberapa detik saja. suara langkah kaki terdengar dari bawah ke atas. Dia menaiki tangga juga harusnya tempatku sekarang adalah lantai dua atau lebih atas lagi.
Pintu terbuka perlahan dan mata merah menyala layaknya monster terlihat olehku. Sangat mengerikan serta giginya taring semua juga dia berkata: “Data menunjukkan namamu adalah Takeuchi Hideki. Kalau benar angguk, salah geleng-geleng kepala.”
Woahh! Kayaknya pria ini orang walau wajahnya penuh bekas jahitan, mungkin dia orang baik. Jadi aku mengangguk saja.
“Begitu ya! Untuk sekarang, aku akan mengurusmu. Kedua orang tuamu... Lupakan saja, mengerti!”
Aku mengangguk juga. Bukan karena tak berperasaan, tapi diriku sendiri belum terlalu kenal mereka berdua.
“Bagus! Aku suka anak pintar. Kalau begitu... Telechopatis.”
?! Walau aku nggak ngerti maksudnya apa, tapi dia mampu membuatku terbang serta tiba-tiba berada di kedua telapak tangannya. “Waktunya pergi dan menjalani kehidupan bersama.”
Setiap langkah darinya, begitu keluar dari pintu masuk terdengar sangat lembut. Seperti sebuah angin melaju santai dengan diiringi alunan musik merdu.
Lalu... beberapa waktu berlalu hingga akhirnya aku berusia 15 tahun. “Sekolah itu mahal. Tapi tenang saja, ayahmu ini akan berjuang keras!”
“Aku juga akan berjuang keras, ayah!”
Kami berdua sama-sama tersenyum. Ayahku sedang duduk di sofa, sedangkan aku berdiri menghadapnya. Setelah itu berbalik badan. “Hideki mau main sama Tenko dulu.”
“Oke, silakan wahai anakku tercinta, Takeuchi Hideki, hehehe.”
Tenko adalah anak unta peliharaan kami. Ayahku atau Aterrapa Yukigo, usianya sekarang mencapai 45 tahun. Ahaha, kalau dia tahu siapa di dalam tubuh ini, bisa dibilang kami sepantaran.
Saat aku mati, usiaku 28 tahun. sekarang 15 tahun kemudian, yang berarti 43 tahun. Berarti dua tahun lebih tua dari ayahku.
Sungguh keluarga yang aneh kalau semisal ku beritahu semuanya tentangku. Yahh... diriku memilih merahasiakan hal tersebut serta fokus pada kehidupan bersamanya.
Awalnya ku kira dia orang baik, tapi ternyata lebih dari itu. pria yang jarang ada di dunia ini. itulah singkatnya tentang ayahku.
Tak banyak hal yang bisa ku ceritakan tentangnya. Dia juga bukan kayak teman atau sahabat orang tua asliku. Walau masuknya ayah angkat, ia memperlakukanku kayak anak aslinya.
Hahaha, diriku benar-benar beruntung bisa bersamanya. Lalu, sekarang aku berada di rerumputan luas. Letaknya sekitar 250 meter dari rumah.
“Tangkap ini Tenko!”
Aku melemparkan piringan merah jauh ke semak-semak. Tenko pun langsung berlari cepat dengan riang gembira untuk menangkapnya.
Anak unta sangat menarik dan bukankah hewan seperti itu biasanya ada di daerah bergurun? Dunia ini sangatlah aneh, lho!
Selalu ada banyak hal menarik yang bisa ku lihat di dunia ini. Pemandangan pertama terasa familiar, tapi tidak kedepannya. Benar-benar aneh bukan!
Bisa dibilang seperti itu. Telechopatis adalah sebuah mantra sihir dan benar sekali! Dunia ini bisa dibilang dunia sihir. Tempat tinggalku ditinggali oleh sekumpulan orang biasa.
Ayahku saat ini bekerja di tempat bernama ‘Homontration’. Sebuah tempat yang menyediakan banyak sekali coklat batangan enak. Di dalam coklat itu terdapat banyak hadiah kecil-kecilan.
Salah satunya adalah sihir hiburan. Kalau beruntung, sihir hiburan tersebut akan menunjukkan wajah tersenyum bahagia dan sebaliknya, jika sial maka emoji sedih bakal ditunjukkan.
Fufufu, cukup menarik bukan! Ya, begitulah kurang lebih. Telechopatis seperti yang ku ceritakan 15 tahun lalu, diriku menyebut bisa membuatku terbang juga tiba-tiba ada di telapak tangannya.
Apakah sihir tersebut memang demikian fungsinya? Ya, benar sekali. Lebih rincinya, bisa dikatakan bahwa ‘Telechopatis’ merupakan sihir memindahkan barang pada pengguna sihir tersebut sesuai arahannya.
Sihir ini juga hanya mampu memindahkan dua benda sekaligus. Mau itu benda mati atau benda hidup, sama-sama bisa. Lebih dari dua apakah bisa? Ayah bilang tidak, namun katanya orang-orang di dunia asalnya bisa.
Tapi... Kenapa ayah tidak bisa? Aku belum pernah menanyakan hal tersebut padanya dan... Ayah selalu menyembunyikan banyak hal dariku.
Dan juga, sepertinya kejadian minggu lalu membuatnya syok. Jadi, minggu lalu aku dan ayah mengunjungi ‘Kuil Trakfra’.
Di sana ada banyak sekali orang yang akan mendapatkan sihir yang cocok baginya dan diriku merupakan salah satunya.
Saling support sabi kali ya😉