NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Roh di Balik Kegelapan

Dingin. Luar biasa dingin.

Rasa dingin itu tidak hanya menyelimuti kulit bagian luar, melainkan terasa seperti merayap masuk ke dalam sumsum tulang dan membekukan aliran darahnya yang tersisa. Ye Chen perlahan-lahan membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat, seolah-olah kelopak mata itu terbuat dari lempengan besi. Pandangannya kabur, buram, dan dipenuhi oleh bayang-bayang hitam yang berputar-putar. Namun, rasa sakit yang berdenyut di sekujur tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dia belum mati. Dia masih bernapas, meskipun setiap tarikan napas terasa seperti menelan serpihan kaca tajam.

Ye Chen mencoba menggerakkan jari-jari tangan kanannya. Sesaat setelah dia mencoba menyalurkan perintah dari otaknya, sebuah rasa sakit yang luar biasa dahsyat langsung menusuk dari pergelangan tangan, naik ke lengan, hingga berpusat di dadanya. Ye Chen memuntahkan seteguk darah hitam yang langsung membeku sesaat setelah menyentuh tanah.

Jalur meridian di dalam tubuhnya—saluran tempat energi spiritual mengalir—telah hancur total dan berantakan. Tidak ada satu pun jalur yang utuh akibat hantaman energi pedang Bai Long yang kejam. Bagi seorang kultivator di Benua Timur, kehilangan meridian sama saja dengan kehilangan martabat sebagai manusia. Tanpa meridian, dia hanyalah tumpukan daging tak berguna yang bahkan lebih rendah daripada rakyat jelata.

Aku benar-benar telah menjadi orang cacat... Sebuah sampah yang tidak bisa lagi menyentuh dunia kultivasi... batin Ye Chen dengan keputusasaan yang teramat sangat. Air mata kepedihan mengalir dari sudut matanya, membasahi debu dan tanah kering di dasar Lembah Ratapan. Di tengah kegelapan total ini, dia merasa benar-benar ditinggalkan oleh dunia.

Namun, di saat keputusasaan itu hampir menelan seluruh sisa jiwanya, sebuah fenomena aneh terjadi. Liontin giok hitam kuno yang melingkar di lehernya—pusaka peninggalan orang tuanya yang selama ini dianggap tidak berguna dan hanya menjadi incaran Tetua Mo Feng—tiba-tiba mulai bergetar hebat. Liontin itu memancarkan cahaya hitam yang sangat pekat, begitu pekat hingga cahaya itu seolah-olah menelan dan menghisap seluruh kabut kegelapan di sekeliling dasar lembah.

"Menangis dan meratap tidak akan pernah bisa mengembalikan kultivasimu yang hilang, anak muda."

Sebuah suara wanita yang sangat dingin namun terdengar luar biasa merdu tiba-tiba bergema langsung di dalam lubuk pikiran Ye Chen. Suara itu begitu dekat, seolah-olah si pembicara sedang berbisik di telinganya, namun di saat yang sama terasa sangat jauh dan agung, seperti berasal dari dimensi yang berbeda.

Ye Chen tersentak kaget. Rasa terkejut itu sesaat mengalahkan rasa sakit di tubuhnya. Dengan susah payah, dia memaksakan lehernya yang kaku untuk menoleh ke arah kanan.

Di sana, melayang sekitar setengah meter di atas permukaan tanah, sesosok wujud spiritual yang samar dan transparan. Wujud itu adalah seorang wanita yang mengenakan gaun panjang berwarna hitam kelam yang berkibar ditiup angin gaib. Tangan kanannya memegang sebilah pedang panjang yang hitam legam tanpa kilau sedikit pun, seolah-olah pedang itu sendiri terbuat dari bayangan malam yang dipadatkan. Wajah wanita itu sangat cantik, dengan pahatan yang begitu sempurna melampaui kecantikan manusia biasa, namun sepasang matanya sedingin es abadi yang mampu membekukan jiwa siapa saja yang menatapnya.

"Siapa... siapa Anda? Apakah Anda sesosok iblis penghuni lembah ini?" tanya Ye Chen dengan nada suara yang bergetar penuh kewaspadaan. Dia mencoba menggeser tubuhnya mundur, namun tubuhnya sama sekali tidak mau mendengarkan perintahnya.

Wanita spiritual itu melayang mendekat secara anggun, menatap ke bawah ke arah tubuh Ye Chen yang mengenaskan dengan tatapan datar tanpa emosi.

"Namaku Yue-Jian. Aku adalah Roh Pedang dari Pedang Hitam yang selama ini tersegel di dalam liontin giok yang ada di lehermu itu," jawab wanita itu dengan nada yang sangat tenang.

Yue-Jian mengitari tubuh Ye Chen, mengamati jalur-jalur meridian luar yang menonjol berwarna keunguan akibat hancur. "Meridianmu hancur total karena energi pedang rendahan milik bocah itu. Sungguh kondisi yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Namun, bagi Pedang Hitam yang agung ini, kondisi hancurnya tubuhmu saat ini justru merupakan sebuah berkah yang tak ternilai harganya."

Ye Chen mengernyitkan dahinya, rasa bingung bercampur dengan rasa sakit di kepalanya. "Apa... apa maksudmu, Senior Yue-Jian? Bagaimana mungkin kehancuran total ini disebut sebagai sebuah berkah?"

Yue-Jian berhenti melayang dan berdiri tepat di hadapan wajah Ye Chen. Dia menurunkan ujung Pedang Hitamnya hingga hampir menyentuh dahi Ye Chen.

"Teknik pedang kuno yang tersimpan di dalam Pedang Hitam ini memiliki tingkatan yang sangat tinggi dan bersifat absolut. Teknik ini sama sekali tidak bisa dipelajari oleh manusia biasa yang memiliki jalur meridian normal. Untuk menguasainya, seseorang harus memiliki wadah yang benar-benar kosong dan murni tanpa kontaminasi energi lain. Penghancuran meridian yang dilakukan oleh musuhmu kemarin, tanpa sengaja telah membersihkan seluruh sisa energi lama di tubuhmu. Kamu sekarang adalah wadah kosong yang paling sempurna untuk menerima Energi Es Yin tertinggi."

Mata Ye Chen yang tadinya redup, suram, dan seolah siap menyambut ajal, tiba-tiba kembali menyala dengan kilatan cahaya yang tajam. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, sebuah secercah harapan baru yang sangat besar muncul ke permukaan.

"Apakah... apakah itu berarti aku bisa berkultivasi kembali? Apakah aku bisa mendapatkan kekuatan yang cukup untuk membalas dendam pada mereka yang telah mengkhianatiku?" tanya Ye Chen dengan nada suara yang dipenuhi ambisi dan hasrat membara.

Yue-Jian menatap mata Ye Chen yang penuh dengan api dendam tersebut. Sudut bibirnya terangkat sedikit, membentuk sebuah senyuman tipis yang tampak sangat dingin namun luar biasa memikat.

"Bisa. Kamu bahkan bisa menjadi jauh lebih kuat daripada seluruh tetua di sektemu dikombinasikan. Namun, proses rekonstruksi meridian ini akan sangat menyiksa. Rasanya akan seperti jiwamu dikuliti hidup-hidup secara perlahan di dalam api neraka. Jika kemauanmu lemah, kamu akan langsung mati menjadi abu dalam hitungan detik. Apakah kamu siap menerima konsekuensi itu?"

Ye Chen menggertak giginya dengan sangat keras hingga darah segar kembali merembes dari sela-sela giginya. Dia menatap balik ke arah mata dingin Yue-Jian tanpa ada secercah pun keraguan yang tersisa.

"Jangankan dikuliti hidup-hidup, jika aku bisa menghancurkan Bai Long dan Tetua Mo Feng yang telah menginjak-injak harga diriku, aku siap untuk masuk dan membakar diriku di neraka terdalam sekalipun! Aku menolak untuk mati sebagai sampah!" tegas Ye Chen dengan raungan yang menggema di keheningan dasar lembah.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!