NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeje dan Angkasa

Setelah melewati tiga jam pelajaran, akhirnya bel istirahat pun di bunyikan. Para siswa dan siswi mulai berhamburan keluar kelas, begitu juga dengan Mirra dan Raya.

Dan saat mereka sudah melewati pintu kelas mereka, tiba-tiba saja ada seorang pria yang memanggil Raya, dan ternyata dia adalah teman sekelas Mirra dan juga Raya.

"Raya!!!.." Panggilnya sambil berlari ke arah Mirra dan Raya, dia juga tidak sendirian, dia berlari sambil menggandeng satu pria lagi bersama dengannya.

Raya dan Mirra menghantikan langkah kaki mereka dan mulai menunggu kedua pria itu menghampiri nya.

"Kalian mau ke kantin kan? " Tanya Jerome, begitu dia berada di hadapan Raya dan Mirra.

"Iya, lo mau bareng?" Jawab Raya lalu bertanya tanpa basa-basi.

"Iya, boleh kan? Gue ajak Angkasa juga ya, dia agak pendiem, jadi..." Jerome mulai mendekatkan wajahnya dan kemudian berbisik pada Mirra dan Raya." Dia nggak punya temen, nggak apa-apa kan gue ajak dia? " Bisiknya.

Mirra mengerutkan keningnya sambil menatap Jerome dengan tatapan sedikit sinis. " Ya nggak apa-apa, yaudah yuk ke kantin, gue udah laper." Lalu Mirra mulai berjalan mendahului Raya dan kedua pria itu.

Jerome Jeremy, nama nya cukup unik, dan biasanya dia sering dipanggil Jeje. Jeje adalah teman sekelas Mirra, dia tampak begitu ramah, dengan tubuh tegap tinggi dan rambut yang sedikit berponi di bagian samping kanan kiri keningnya. Jeje memang mudah berbaur dan berhati lembut, dan saat pertama kali mengenal Raya, Jeje tidak pernah sekalipun bermaksud berteman dengan Raya hanya untuk mendekati Mirra, dia memang murni ingin berteman. Wajahnya juga terbilang cukup tampan, dengan dagu yang sedikit berbelah dan juga mata nya yang tidak terlalu bulat dan tubuhnya yang cukup berisi.

Sementara Angkasa Dermawan, dia pria yang cukup pendiam dan memang sangat introvert, Angkasa sangat jauh berbeda dengan Jeje, dia tidak mudah bergaul dan terkesan menyendiri, namun Jeje yang tidak tahan dengan sikap diam Angkasa itu dari awal sudah mendekatinya dan berusaha untuk bergaul dengan Angkasa. Lalu kebetulan Jeje menyukai kepribadian Raya, dan akhirnya dia ingin mengajak Angkasa untuk bergaul dengan Raya juga. Angkasa tidak setinggi Jeje, mungkin ada selisih kisaran satu setengah senti, Angkasa memiliki badan yang tidak cukup berisi, namun juga tidak kurus, dia juga memiliki dua lesung pipi di kanan dan kiri pipi nya, sehingga dia akan terlihat begitu manis saat tersenyum.

@Kantin

"Kalian mau pesen apa? Biar gue pesenin? " Tanya Jeje begitu mereka duduk di sebuah bangku dengan posisi berhadap-hadapan.

"Je...gue pesen sendiri aja..." Jawab Angkasa lalu dia kembali beranjak dari duduknya untuk memesan makanan.

"Oke, kalo kalian berdua? Mau gue pesenin makanan apa? " Jeje mulai melihat ke arah Mirra dan Raya secara bergantian.

"Gue...mau bakso sama es jeruk, lo mau apa Ra? " Jawab Raya lalu kemudian dia bertanya kepada Mirra.

"Gue siomay sama jus alpukat, nih..." Jawab Mirra sambil memberikan sejumlah uang kepada Jeje.

"Oke, kalian tunggu ya..."

Dan begitu Jeje beranjak dari duduknya, Mirra langsung menarik lengan Raya yang saat ini duduk di sebelahnya.

"Ray, siapa sih dia? Sok asik banget..." Tanya Mirra yang memang sedari tadi mempertanyakan sikap Jeje yang begitu humble dan friendly.

"Ah, itu Jeje, nama aslinya Jerome Jeremy, dia emang gitu anak nya, nggak ke kita doang kok, ke anak-anak yang lain juga, nggak usah kepedean ya Ra, dia baek belum tentu juga dia suka sama lo, mungkin aja gue yang dia suka. " Sindir Raya yang merasa jika Mirra terkadang terlihat seperti terlalu percaya diri karena memiliki paras yang begitu cantik, tidak seperti Raya yang hanya memiliki paras biasa-biasa saja namun juga terbilang cukup cantik.

"Raya Jianti...lo ya...siapa juga yang kepedean, gue udah terbiasa ya ngadepin cowok yang sksd, tp kalo si Jeje ini, bukan cuma sksd, tapi dia juga keliatan sok asik, makanya gue nanya sama lo. Kalopun dia suka sama lo ya nggak masalah juga. " Jawab Mirra sambil melepaskan tangan nya dari lengan Raya.

"Iya-iya si paling terbiasa ngadepin cowok."

"Ray..." Mirra mulai memasang wajah cemburutnya sehingga Raya langsung melebarkan senyuman ke arah Mirra.

"Hehehe...sorry Ra, tapi gue gemes banget pengen ngeledekin lo terus. "

Dan di tengah percakapan mereka, Angkasa yang baru saja selesai memesan makanan sudah duduk tepat di hadapan keduanya. Dengan suasana canggung, Angkasa hanya bisa menikmati makanan milik nya itu seorang diri tanpa sepatah katapun, sehingga Raya yang memang senang menggoda itu pun mulai merasa penasaran dengan Angkasa.

"Sa? Enak?" Tanyanya iseng sehingga Mirra mulai menyikut lengan Raya dengan sikunya.

Sementara Angkasa, dia hanya mengangguk masih dengan menundukkan kepalanya sambil menikmati makanannya.

"Sa...lo nggak alergi sama cewek kan?" Tanya Raya lagi iseng.

Angkasa menghentikan aktivitas makannya, lalu kemudian dia mulai melihat ke arah Raya, dan setelah itu Angkasa menggelengkan kepalanya.

Mirra sedikit tersenyum karena saat ini Raya tampak terlihat sedikit kesal dengan respon jawaban yang diberikan Angkasa kepadanya.

"Ray, lo iseng banget sih? Ngapain juga nanya begituan sama Angkasa, biarin aja dia makan dengan tenang. " Ucap Mirra sambil tertawa kecil.

Dan kemudian Jeje pun datang dengan salah seorang penjual yang membantunya untuk membawakan pesanan makanan miliknya dan juga milik Mirra dan Raya.

"Makanan dateng...silahkan di makan..." Celetuk Jeje, lalu kemudian dia melihat ke arah Angkasa." Lo udah makan duluan aja Sa, nggak nungguin gue dulu." Keluhnya saat melihat Angkasa sudah menyantap makanan nya.

"Lo lama, gue udah keburu laper." Jawabnya.

"Lah, Jeje aja di jawab, giliran gue yang nanya cuma ngangguk sama geleng-geleng doang. " Gerutu Raya yang masih kesal dengan sikap pendiam Angkasa.

"Sabar Ray...sabar...mungkin Angkasa nggak ada minat buat jawab pertanyaan lo, iya kan Sa? " Ledek Mirra lalu kemudian dia bertanya kepada Angkasa dan Angkasa pun mulai mengangguk menyetujui perkataan Mirra. " Tuh dia ngangguk, berarti emang bener kata gue." Lanjut Mirra sambil mengembangkan senyumannya.

"Isssshhhh..." Gerutu Raya lalu Mirra dan Jeje pun mulai tertawa melihat bagaimana raut wajah kesal Raya.

Dan seusainya mereka menyelesaikan makan siang mereka di waktu istirahat, kini mereka kembali ke kelas mereka karena bel jam istirahat telah usai dan mereka harus kembali mengisi dua jam pelajaran lagi.

Waktu berlalu begitu saja, Mirra dan Raya juga sudah mulai mengumpulkan tugas yang sempat di tuliskan di papan tulis ke meja guru. Sementara Jeje, dia terlihat kesulitan mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru tersebut, Jeje yang melihat Mirra sudah mengumpulkan tugasnya itu pun langsung berbisik karena posisi duduk mereka yang tidak berjauhan.

"Mirra...nomor delapan gimana sih? Gue nggak paham, bisa lah kasih tau, nomor delapan aja, ya..." Bisiknya yang membuat Mirra sampai mengerutkan keningnya.

"Ni bocah baru kenal aja udah minta contekan, nyebelin banget..." Gerutunya lalu kemudian Mirra mulai menuliskan jawaban yang di minta Jeje dan setelah itu ia mengulurkan tangan nya untuk memberikan secarik kertas yang sudah berisikan jawaban darinya pada Jeje.

"Thanks ya, ntar gue traktir batagor pulang sekolah." Bisik nya lagi, namun Mirra hanya diam dan tidak menghiraukannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!