NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nguping

Matahari sudah membumbung tinggi saat Delana membuka mata. Dia melihat sekeliling kamar, dan mendapati dirinya hanya seorang diri.

Delana mengambil ponsel dalam tas nya yang ada di meja sofa di depan tempat tidur. Tubuh mungil itu terlihat kewalahan saat menarik selimut yang membalut tubuhnya.

“Kenapa gak diangkat sih?”

Berkali-kali Delana mencoba menelpon Rex, tapi tidak ada jawaban. Dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, lalu memakain pakaian nya yang kemarin.

Saat keluar dari kamar dan turun menuju resepsionis, Delana melihat dua anak buah Rex yang tengah duduk di lobby hotel.

“Mba, saya mau checkout.”

“Boleh, sialakan.”

Setelah melakukan proses chek out, Delana pergi menghampiri dua anak buah Rex.

“Ke mana bos kalian? Kenapa dia pergi seperti hantu?”

“Maaf, Nyonya. Bos ada keperluan mendesak jadi pergi duluan.”

“Sepenting apa itu?” Tanya Delana sambil berlalu.

Delana dibawa ke sebuah gedung yang sangat tinggi. Mereka membawa Delana ke kantor tempat Rex bekerja.

Kedua anak buah Rex mengawal sampai atas. Mereka terhenti di depan pintu ruangan Rex.

“Silakan, nyonya.” Salah satu dari dua pengawal itu membukakan pintu untuk Delana.

Gadis itu melenggang dengan elegan dan terlihat sangat percaya diri. Merasa dirinya adalah wanita dari pimpinan mereka.

Di ruangan itu ada seorang wanita yang sedang di duduk. Di atas meja nya tertulis SEKERTARIS.

Sebelum menuju ruangan Rex, rupanya ada ruang lain. Ada sekertaris dan ada sofa yang cukup besar di sana. Rupanya itu adalah ruang tunggu bagi siapa saja yang ingin bertemu dengan Rex.

“Silakan, nyonya. Anda sudah ditunggu,” ujar wanita itu.

Saat hendak membuka pintu, Delana mendengar ada suara Rayden di dalam sana. Dia menahan diri untuk masuk saat mendengar Rayden berbicara.

“Selamat, lo udah dapetin Delana. You, win!”

Gadis itu merasa penasaran dengan maksud obrolan keduanya.

“Nyonya—“

“Sssst.”

Delana kembali berusaha mendengarkan obrolan mereka lebih lanjut.

“Lambo or saham?” Tanya Rayden.

“Sesuai kesepakatan di awal.”

“Hahaha. Oke. Ckck, gue kehilangan saham karena kalah taruhan. Sial!”

Tangan Delana yang sedang memegang handle pintu pun mengurungkan niatnya untuk masuk.

Pikiran nya berusaha kerasa mencerna semua percakapan mereka. Hingga dia sampai pada kesimpulan jika Rex mendapatkan Delana hanya karena taruhan dengan Rayden.

Untuk sesaat Delana berada di fase denial. Namun, semakin dipikirkan, dia merasa bahwa memang tidak selayaknya seorang Rex yang dianggap sempurna oleh hampir semua koleganya, jatuh cinta pada Delana yang bukan siapa-siapa, penuh intrik dan problem keluarga.

Dia tertawa.

Sejenak kemudian Delana kembali diam. Mengasihani dirinya yang sudah begitu dalam menjalani hubungan dengan Rex dalam waktu yang begitu singkat.

Apa bedanya gue sama pelacur kalau kayak gini. Apa ini yang disebut wanita simpanan? Tapi setidaknya simpanan itu dicintai, sementara gue?

“Barang taruhan. Hahahaha.”

Amarah meledak dalam dada Delana, marah pada dirinya sendiri. Lalu kecewa itu muncul, kecewa pada hati yang terlalu lemah sampai tidak bisa membedakan ketulusan Rex yang dia terima, rupanya itu semua hanyalah sandiwara.

“Apa bertemu dengan ibunya pun salah satu trik dia untuk menipuku? Hemmm.”

Gerak tubuh Delana tidak beraturan. Terlihat jelas bahwa dia sedang marah, gelisah, dan sedih. Bahkan gerakan tangan nya pun kadang ingin memegang mata, namun kembali ke posisi semula, di pinggang. Lalu dia meremas kepala nya, lalu menggigit ibu jari.

...***...

“Rasih!”

Perempuan itu segera berlari saat Rex memanggil dirinya.

“Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?”

“Apa tamuku belum juga datang?”

Sekertaris yang bernama rasih itu terlihat tidak mengerti.

“Tamu mana yang bapak maksud? Tadi hanya ada nyonya Delana yang datang.”

“Iya, dia. Saya bahkan membatalkan semua jadwal saya hari ini karena dia mau ke sini.”

“Maaf, Pak. Tapi tadi nyonya Delana pergi.”

“What?”

Rex dan Rayden saling melirik. Meski tanpa saling berbicara. Keduanya bisa saling memahami.

“Owhhhh, shittt!”

“Tenanglah dulu, nanti gue yang bicara.”

“Rey, mau ke mana?”

“Nyari calon kakak ipar.”

Rex menghela nafas dalam. Dia membiarkan Rayden pergi untuk mencari Delana. Jika dia yang pergi, kemungkinan Delana tidak akan mau mendengarkan penjelasan dari dirinya.

“Max, sebar anak-anak. Tolong cari kakak iparku yang imut itu.”

Rayden menutup ponselnya sebelum dia memasuki lift.

Saat dia hendak memasuki mobil di depan pintu utama, ponselnya berbaring.

“Ya, Max. Oh, oke. Thanks.”

Rayden buru-buru masuk ke dalam mobil. Dia membuka ponselnya untuk melihat di mana keberadaan Delana saat ini.

Jika Rex memiliki kekuasaan dan kekayaan yang membuat dia dihormati banyak orang terutama dalam lingkup kehidupan nya di dunia bisnis, berbeda dengan Rayden.

Rayden adalah orang yang cerdas, punya banyak anak buah yang tersebar di mana-mana. Diapun dikenal sebagai orang yang berani dan kejam.

Banyak anak buah yang dia tempatkan di berbagai titik. Jika hanya untuk mencari Delana yang punya akses terbatas, baginya bukan perkara yang sangat sulit.

Tidak butuh waktu lama untuk dia menemukan Delana.

“Delana.”

Mendengar suara Rayden, Delana langsung menoleh.

“Ayo pergi.”

Delan menggelengkan kepala. Matanya semabab. Wajahnya terlihat memerah.

“Aku tidak suka mengulang ucapan kedua kalinya.”

Tatoan Rayden sangat dingin dan tajam. Entah kenapa Delana merasa takut dan selalu merasa terintimidasi jika ditatap oleh pria itu.

Delana patuh. Dia pergi menghampiri Rayden yang sedang berdiri dengan salah satu ajudan pribadinya.

“Jika menguping pembicaraan orang, dengarkan sampai tuntas. Ck!”

Delana mengusap air matanya yang kembali menetes.

“Sudah makan?”

Sambil menunduk, Delana kembali mengusap air matanya , lalu menggelengkan kepala.

“Ayo.” Rayden mengajak Delana pergi ke suatau tempat. Sebuah restoran di pinggir kota.

“Aku suka tempat ini. Rasnya sangat nyaman. Pandangan nya hijau memanjakan mata. Udaranya sejuk dan suara alam nya sangat menenang jiwa.”

“Kamu sama seperti ibuku. Suka dengan nuansa alam seperi ini.”

“Ibunya Rex pun sama. Aku suka rumah yang ditempati baliau. Asri dan damai.”

Rayden tersenyum kecil.

“Delana, jangan selalu salah faham pada Rex. Dia tidak seburuk yang kamu bayangkan.”

“Benarkah?”

“Ya.”

“Apa kalian dekat? Kenapa sepertinya Pak Rayden begitu mengenal Pak Rex? Kalian sahabat? Tapi bukankah orang bilang kalian adalah rival abadi.”

”Mereka benar.”

“Tapi kenapa bapak malah seakan membela Pak Rex?”

Rayden membalikkan badan ke sebalh kiri agar bisa berhadapan dengan Delana.

“Karena aku tahu jika dia tidak salah. Untuk apa mengalahkannya?”

“Lalu untuk apa bapak membelanya? Apa ada keuntungan yang bisa Bapak ambil sampai mau membela Pak Rex yang merupakan musuh berat Bapak.”

“Kami hanya bermusuhan dalam urusan bisnis.”

Delana terlihat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh rayden.

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!