NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan yang pahit.

Pagi yang indah, cahaya mentari bersinar dengan meronanya. Menerangi dunia yang semalam gelap gulita dan basah hujan mengguyur bumi manusia. Tak heran jika pagi ini semua makhluk sudah sibuk dengan kegiatannya, mencari dan berjalan memenuhi kota yang gedung-gedungnya mencakar langit.

Tak kecuali Cahaya mentari satu ini, wanita cantik berrambut panjang yang lurus sedikit bergelombang. Gaun putih dengan hiasan pita hitam melekat indah ditubuh mungilnya, tangannya menenteng paperbag berisi kue yang sudah dibuatnya semalam.

Ia berjalan dengan riang menyusuri jalanan untuk bertemu sesorang yang ia sayangi, semalam tak pulang ia tak marah karena sudah terbiasa. Namun baru kali ini, ia memaksakan diri untuk menemui suaminya langsung yang berprofesi sebagai dokter bedah.

Tak heran jika suaminya jarang pulang.

Saat sampai disebuah ruang yang ia tuju, tanpa ragu ia masuk. Kamar ini adalah ruangan suaminya, namun masih kosong tanpa hawa sama sekali. Hanya potongan cahaya yang memaksa masuk lewat celah gorden berwarna biru navy, membuat papan nama yang tertera atas nama Dr. Fery sanjaya begitu jelas terlihat diatas meja.

Ia melirik jam tangannya, sudah lewat jam tujuh pagi harusnya suaminya sudah beristirahat. Karena ia pamit ada operasi sejak siang kemarin, jadi ia sendiri yang menjemputnya pagi ini untuk menikmati momen yang hanya setahun sekali.

Suara langkah terdengar, segera ia bersembunyi dikolong meja tempat kerja suaminya. Ia pegang hati-hati kue ditangannya, kejutan yang ia lakukan hari ini adalah idenya sendiri tanpa memberitahukan pasangannya.

Namun yang ia lihat tak cuma langkah kaki seorang dokter saja, tapi ada sepatu high heels seorang wanita. Dalam sorotan matanya ia melihat dua pasang kaki itu saling berhimpitan ditembok seperti pasangan yang tengah bercumbu.

Pendengarannya memang kurang, namun jelas ia dengar suara decapan dan lenguhan dari sosok wanita itu. Bahkan dengan jelasnya ia mendengar kata mesra dari suara yang tak asing baginya.

"Sayang, lakukan disini ya!" suara berat suaminya yang tak pernah memanggilnya semesra itu.

"Hmmm, aku juga menginginkanmu. Puaskan aku! Aku milikmu," sahut wanita yang dengan tak tahu malunya meminta jatah.

Sedetik kemudian, suara lenguh kembali terdengar bersahutan dengan desahan laknat dari bibir wanita itu.

Tak tahan lagi, Cahaya keluar dari kolong meja tersebut. Matanya membelalak melihat adegan yang tak pernah ia rasakan, semasa pernikahan ke tiganya.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Cahaya mengejutkan pasangan yang tengah mengaduk mesra didinding itu, suaranya bergetar namun tegas penuh kekecewaan.

Wanita itu secepatnya mengancingkan kembali kemeja hitamnya yang sudah terbuka, namun tak ada raut salah dalam dirinya begitu juga lelaki itu.

"Seharusnya aku yang tanya begitu, apa yang kau lakukan disini? Ini tempat kerjaku," dengan bentakan dokter laki-laki itu membalasnya, matanya melotot menampakkan sikap marahnya.

Cahaya mendekati suaminya, ia sempat melirik wanita yang masih sibuk dengan penampilannya tapi ia abaikan segera. Pernikahannya dan perasaannya lebih penting dari makhluk pengganggu seperti dia.

"Mas, aku ini istri kamu. Salah jika aku datang kesini, untuk kasih kejutan tiga tahun pernikahan kita?" tanya Cahaya, suaranya tak hanya bergetar tapi juga lirih. Air matanya hampir tumpah tapi ia tahan, ia tak ingin terlihat lemah kali ini.

"Ya, itu salah!" jawab lelaki itu dengan nada tinggi.

Cahaya tersentak kaget, sedangkan wanita yang berjubah putih khas dokter itu malah tersenyum senang mendengarnya.

"Yaya, pernikahan kita adalah karena perjodohan bukan karena perasaan. Kamu pikir aku akan menyukaimu, dari awal sampai sekarang hanya Cinthya yang aku cinta. Bagiku kamu cuma pajangan," ungkap Fery dengan tegas dan jelas.

"Apa?!" pekik Cahaya yang tertahan dikerongkongannya, ia diam tak tahu harus berkata apa. Hatinya perih bagaikan tertusuk duri yang tajam nan dalam oleh sebuah kalimat yang tak ingin ia dengar.

Selama ini ia sudah berusaha semampunya, agar dicintai dan pernikahan mereka akan bertahan sampai tua. Namun di tahun ke tiga ini, hanya kepahitan yang ia rasa.

Fery menarik baju Cahaya, ia membawanya ke wastafel dimana diatasnya ada cermin bulat lonjong menempel didinding putih. Terlihat wajah sayu wanita itu dengan tetesan air matanya didalam pantulan cermin tersebut.

"Kamu ngaca saja, kamu pikir kamu pantas jadi istriku. Kamu itu yatim piatu dan miskin, juga selalu bergantung pada alat bantu dengar. Kau pikir, kau pantas!" ujar Fery merendahkan, seolah istrinya itu tak berguna dimatanya.

"Menikah dengan mu adalah aib bagiku," lanjut lelaki itu dengan berbisik tepat ditelinga Cahaya, yang mana ditelinga tersebut ada alat yang menempel erat disana.

Kalimat itu terngiang-terngiang menusuk otaknya, seakan sesuatu yang tak bisa diubah oleh takdir sekalipun.

Fery melepaskan baju Cahaya yang ia cengkeram, lalu mencuci kedua tangannya diwastafel tersebut seakan istrinya itu adalah parasit yang mengganggu hidupnya.

Melihat itu, Cahaya mengerti sekarang. Apa posisinya didalam hidup suaminya, ia tak berarti bagi hidup Fery yang kehidupannya sempurna dimata keluarga sanjaya.

"Sayangku cinthya, kita lanjutkan dihotel!" ajak Fery tanpa peduli pada perasaan istrinya yang masih berdiam diri didepan kaca.

"Ok! Kita abaikan si kuman itu, yang sangat mengganggu!" sahut Cinthya dengan nada mengejek pada Cahaya.

Klek suara pintu terbuka dan tertutup kembali menyentakkan Cahaya yang masih meratapi diri. Fery tak bohong, dalam pantulan kaca bening itu ia sangat menyedihkan. Menganggapnya sandaran dan bergantung padanya, walau faktanya lelaki itu tak pernah ada dalam tiap detik hidupnya.

Selepas mereka pergi, tubuh Cahaya akhirnya luruh dibawah wastafel itu. Ia ingin pergi tapi tak tahu harus kemana, ia sudah ijin kerja masuk siang demi kejutan ulang tahun pernikahan ketiganya. Namun, malah ia yang mendapatkan kejutan pahit yang menghancurkan hatinya berkeping-keping.

Ia menutup mukanya dengan jemarinya, rasa sakit yang sejak tadi menamparnya membuatnya sadar. Air mata yang menetes pelan, kini menganak sungai tanpa suara untuk meluapkan perih.

Pantas saja ia tak pernah disentuh, pantas saja suaminya jarang pulang, ternyata ia benar-benar tak dianggap istri oleh suaminya. Padahal mereka sudah mengenal cukup lama, bahkan sebelum Fery mengenal cinthya.

Tapi cinta wanita itu ternyata lebih unggul dari pada cintanya, cinta yang ia berikan pada suaminya hanya dianggap kegelapan yang tak ada apa-apanya. Hitam tak berwarna dan kelam bagaikan kabut.

"Kenapa begini? Kenapa?" keluh Cahaya dalam keheningan ruang yang perlahan benderang, tapi hatinya menggelap.

☁️☁️☁️☁️☁️☁️☁️

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!