tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"Nyonya nyonya! Teriak seorang pelayan panik.
" Kenapa?! Tanya seorang wanita cantik yang kesal saat pelayannya datang dengan tergesa-gesa.
"Tuan muda Arthur sama nona muda Athena datang berkunjung" Terang pelayan itu sambil membungkuk sopan.
"Apa!
" Lalu dimana mereka?! Tanya wanita itu panik, ia lalu bangkit pergi meninggalkan kursinya.
"Mereka saat ini sedang berada di gerbang depan nyonya" Ucap pelayan itu mengikutinya.
"Siapkan semuanya, jangan sampai kalian telat 1 detik pun" Perintah nyonya itu.
"Baik! Pelayan itu lalu berjalan pergi.
"Ck!
"Kenapa mereka datang sepagi ini sih! Keluh wanita itu.
Jennie Angelina Victor, Baroness Victor.
"Selamat pagi tuan muda Arthur dan nona Athena" Sapa Jennie tersenyum manis pada kedua anak kecil itu.
"Jennie, kamu lama sekali datang" Keluh Arthur.
"Saya minta maaf tuan muda, saya tidak tahu kalau Anda akan datang sepagi ini untuk mengunjungi daerah utara" Ucap Jennie menyampaikan.
"Kita tidak datang sepagi itu, batin Athena
"Hmmmm" Arthur memicingkan matanya curiga.
Tubuh jennie kaku, wanita itu berkeringat dingin, dia takut Arthur benar-benar mencurigai nya.
"Ya sudah" Ucap anak itu bodo amat, ia lalu menggandeng tangan adiknya dan berjalan melewati Jennie.
"Hohoho, ternyata tuan muda benar-benar sudah dewasa" Ucap Jennie menutup mulutnya menggunakan kipas, wanita itu masih sulit menetralkan detak jantung nya.
"Benar-benar bangsawan" Batin Athena melirik sinis.
Mereka berdua lalu berjalan diikuti oleh beberapa pengawal dan juga Jennie.
"Ayo Athena" Ucap Arthur riang, dia sudah lama tidak ke tempat yang dingin ini.
"Kita akan kemana? Tanya Valeo, anak itu akan menggunakan telepati jika ingin berkomunikasi dengan Athena.
Gadis kecil itu terkejut, saat melihat Valeo yang mencoba berbicara tadi ia langsung berpikir kalau bocah itu masih belum bisa menggunakan telepati.
"Mengunjungi seseorang" Ucap Athena di dalam pikirannya.
"Siapa?"
"Lebih baik kau diam"
........
"Ini adalah Parfait terbaik milik kami nona" Ucap seorang pelayan.
Terbaik?
Di mana ada orang yang menyajikan makanan busuk seperti ini sebagai yang terbaik?
Athena menatap tajam Parfait itu.
Jennie mengernyit heran, tak biasanya seorang anak kecil menolak makanan manis yang diberikannya, apa karena disini dingin ya jadi mereka berpikir untuk memakan makanan yang hangat?
"Ada apa Nona Athena? Tanya pelayan itu, dia khawatir Athena tidak menyukai apa yang dia sajikan karena gadis kecil itu sama sekali tidak menyentuh apapun.
"Tidak apa-apa" Athena lalu sedikit menggeser Parfait itu dari pandangan nya agar tidak mengganggu.
"Maaf, dia memang seperti itu" Ucap Arthur, pemuda kecil itu lalu mengambil sebuah bubuk teh hijau dan memberikannya pada Athena.
"Makasih" Ucap gadis kecil itu.
Arthur hanya membalas dengan menganguk sambil tersenyum.
"Dimana Archel? Tanya Arthur, ia jauh-jauh datang kesini adalah untuk mengunjungi anak itu.
" Mohon maaf tuan muda, mungkin tuan muda Archel membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap siap. Ucap Jennie.
Sebagai keluarga bangsawan yang berada di bawah naungan Duke Vesper, keluarga baron Victor di beri izin mengurus salah satu putra Vesper bersama dengan dokter terbaik di Kekaisaran.
“Benar-benar kinerja yang buruk” Batin Athena.
"Kakak" Teriak seorang anak kecil datang.
"Archel! Girang Arthur, anak itu lalu berlari mendekati adiknya dan memeluk nya erat.
" Kakak kangen " Ucapnya menduselkan kepala nya di rambut lebat adiknya.
Archelio quenitas Vesper, ia adalah anak ke enam duke Vesper.
Archelio terlahir sangat lemah, tubuh anak itu bahkan tidak mampu menahan cahaya matahari pagi yang menyinari nya.
Ia selalu hidup dalam kesendirian dan terkurung di dalam kegelapan di mansion duke dari baru lahir hingga ia genap berusia 2 tahun.
Namun saat Athena dan Arthur diam diam membawa Archel keluar rumah di musim dingin untuk melihat salju pertama kali.
Anak itu dilindungi oleh sihir Athena dan terjun ke halaman, dan keajaibannya ia bisa bertahan di dalam dinginnya tumpukan salju.
Saat itulah Vesper menyimpulkan bahwa Archel adalah pengguna sihir Es, ia memang tidak tahan panas namun ia mampu bertahan di cuaca dingin, dan syarat aktifnya kekuatan anak itu adalah ia harus berada di tempat dingin.
Archel lalu dititipkan ke Baron Victor yang berasal dari daerah utara yang dingin dan memiliki cuaca ekstrem yang selalu dikelilingi salju setiap tahun.
Anak itu lalu bertahan di tempat ini hingga usianya sekarang 4 tahun.
"Hahaha" Archel tertawa riang di pelukan kakaknya,ia sangat senang saat tau kalau ada saudaranya yang datang berkunjung.
"Aaaa, lama tidak bertemu pipi mu makin besar ya" Ucap Arthur menguyel uyel pipi adiknya.
"Kak,,, sakit" Keluh Archel.
Athena hanya tersenyum melihat keduanya yang akur, karena Archel jauh dari saudaranya yang lain, Athena takut anak itu mengira bahwa mereka semua tidak menyanyanginya dan malah memusuhi mereka.
"Tapi kamu harus berjuang lebih keras lagi karena kak Athena di usia empat tahun pipinya sudah sebesar onde" Ucap Arthur gemas, tuan muda kecil itu lalu Menghujani pipi Archel dengan ciuman.
Athena yang mendengarnya langsung memasang wajah butek, dulu pipinya tidak lah sebesar itu.
“Hahahah, kakak geli” Ucap Archel tertawa, anak itu lalu mendorong wajah Arthur agar menjauh.
"AhaHahaHa"
"Kak! Tegur Athena, ia kasihan melihat Archel yang tertawa terlalu keras disaat tubuhnya lemah, anak itu saat ini pasti sakit perut.
" Maaf maaf " Arthur lalu menghentikan aksinya dan kembali duduk.
"Archelio" Panggil Athena.
"Hm?"
Gadis kecil itu lalu melambaikan tangan menyuruh anak itu duduk di sampingnya.
"Puk" Archel lalu duduk di kursi samping Athena.
"Hm? Mata Archel benar-benar mampu membuat siapa pun menjadi goyah.
Bola matanya yang berwarna putih pucat terkadang bersinar saat anak itu tertawa.
Terlebih lagi rambutnya yang perak bersinar, ia justru lebih cocok sebagai pengguna sihir cahaya daripada es karena penampilan anak itu sendiri sudah seperti berlian.
Mata Athena seperti ditusuk oleh duri saking silau nya.
"Kakak akan memasang kan mantra sihir baru" Ucap gadis kecil itu.
" iya?! Girang Archel, beberapa hari ini staminanya seperti mudah terkuras saat dia mengeluarkan sedikit sihir.
"Benar jadi sekarang berbalik lah" Ucap gadis itu.
"Loh?"
" Kita tidak ke ruang latihan? Tanya anak itu polos.
"Tidak" Balas Athena singkat.
Gadis itu lalu membuka buku sihir miliknya dan membuat lingkaran segel di punggung Archel.
Ia lalu merapalkan mantra, gadis itu tidak bisa melakukan sihir tingkat menengah ke atas tanpa buku sihir.
Archel menutup matanya erat-erat, ia tidak merasakan sakit namun entah kenapa sihir milik Athena yang menyentuh tubuhnya terasa seperti sebuah duri tajam.
Ia lalu mencucurkan keringat deras yang membasahi seluruh wajahnya, tubuhnya perlahan-lahan kembali memiliki suhu, di usianya yang masih 4 tahun, terlalu banyak mengeluarkan sihir hanya akan terus-menerus menurunkan suhu dan staminanya.
"Fiuhhh" Athena lalu menusuk kan 2 jarinya di pundak Archel.
"Arkkhhhh!!! Erang anak itu kesakitan, Arthur yang panik sekaligus khawatir langsung berlari mendekat, ia lalu memegangi tangan dan kaki Archel agar anak itu tidak pergi ataupun bergerak tanpa arah.
"Arkkhhh!!!"
“Sakit,,,kak sakit,,,,rintih anak itu, darah perlahan-lahan mengalir keluar dari hidungnya.
Arthur yang tak tega langsung memejamkan mata.
" Sabar,,, ucap Athena tenang, ia juga tak tega dan kasihan saat melihat Archel yang kesakitan, namun hal ini sangat dibutuhkan anak itu agar sedikit demi sedikit segel di dalam dirinya terbuka.
"Huffttt" Athena lalu menarik napas panjang dan dalam sekejap lingkaran sihirnya menghilang.
Bersamaan dengan itu juga tubuh Archel Roboh, anak itu tidak sadarkan diridiri dengan darah segar yang masih mengalir deras dari hidung nya.
"Cepat panggil Milean!! Teriak Arthur panik, ia lalu memegangi tubuh Archel yang lemah dengan tangan gemetar.
"Athena? Tanya Arthur khawatir, dia takut Athena juga kenapa-kenapa karena anak itu langsung mengeluarkan sihir sebesar itu disaat dirinya lelah setelah perjalanan jauh.
“Tidak apa-apa” Ucap Athena menenangkan kakaknya.
Ia lalu mengaktifkan lingkaran sihir penyembuh di sekitar tubuh Archel, kemampuan penyembuhannya memang tidak sehebat milean, namun itu sudah lebih dari cukup.